
Di sebuah kamar, Seorang gadis masih meringkuk di kasurnya. Menutupi seluruh badannya dengan selimut tipis berwarna Abu Abu. Ia sesekali menggeliat karena memang sudah waktunya subuh, Dirinya sesekali mengerjapkan matanya untuk menajamkan penglihatannya.
Ia duduk, Melihat jam dinding sudah menunjukkan jam 4. Ia menyingkap selimutnya dan berdiri keluar kamar menuju dapur untuk meminum air putih.
Ia memutuskan untuk Wudhu dan Shalat Subuh, Dilanjut dengan menyapu rumah dan Mencuci seluruh pakaian. Memang itu adalah kesehariannya sejak pindah dari rumah Neneknya.
Dulu, Dari Dila bayi hingga lulus SD ia di besarkan oleh Nenek dan Kakeknya. Namun saat dihari kelulusan Kakek dan Neneknya meninggal dunia akibat kecelakaan saat selepas dari acara perpisahan di sekolah Dila. Kakeknya meninggal ditempat, Sedangkan Neneknya meninggal setelah koma 3 hari.
Kondisi Dila saat itu juga lumayan parah, Mengakibatkan ginjal kirinya rusak dan mau tidak mau harus diangkat diusia yang masih terbilang belia. Hingga meninggalkan bekas di perut bawah bagian kiri Dila.
Terkadang perutnya secara tiba tiba sakit apabila ia terlalu lelah dan juga makan makanan yang tidak sehat dan berprotein terlalu tinggi.
Namun, Itu semua tak menyurutkan semangat Dila untuk menjadi seorang Psikolog. Ia dan Rafa dulu sudah memiliki mimpi akan berjuang bersama dalam meraih mimpi mereka. Jika saat Dila putus asa ia akan mengingat ucapan Rafa dahulu padanya. "Dil, Manusia itu punya kelebihan dan kekurangan masing masing. Kekuranganmu adalah pada Perlakuan Keluargamu padamu, dan Kondisi Ginjal kamu. Sedangkan kekuranganku adalah Aku dibuang oleh keluargaku dan Aku juga gak punya uang lebih seperti keluargamu. Tapi kita harus ingat, Allah selalu ada buat kita disaat kita butuh pertolongannya dan Kamu juga harus ingat kalau aku akan selalu ada buat kamu sampai ajal menjemput ku. Aku akan berusaha agar kamu bahagia dengan cara aku sendiri. Aku sayang kamu Dil" Ucapan Rafa yang selalu terngiang oleh Dila.
Di Ruang makan, Ayah, Ibu, Febry, Arsyi dan Dila sedang duduk untuk sarapan. Dengan lauk Gurame goreng, Ayam bakar, Sayur Asam dan Kerupuk. Dila hanya mengambil Sayur asam dan Nasi saja.
Mereka makan dengan canda gurau dari Ayah, Bunda dan Arsyi dengan sesekali Febry ikut menimpali candaan mereka, Hanya Dila yang di acuhkan.
Mereka semua telah selesai sarapan, Arsyi menuju kamarnya karena akan berangkat jam 11, Ayah dan Febry langsung berangkat kerja, Bunda sedang bersiap untuk pergi Arisan dengan teman temannya, Sedangkan Dila harus mencuci piring terlebih dahulu padahal dirinya harus kekampus jam setengah 9.
Ia mengerjakan dengan ikhlas, Ia jiga berfikir bawa dengan cara ini ia dapat membalas kebaikan kedua Orang Tuanya karna mau memberi tempat berlindung dan juga membiayai kuliahnya selama ini.
Dila berjalan melewati beberapa rumah hingga sampailah ia di rumah Dika. Ia membuka gerbang, Ia pun mengetuk pintu rumah itu
Tok,,,Tok, Tok
"Assalamualaikum, Dika" Ucap Dila mengucap salam
__ADS_1
Tak lama seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuk Dila lalu tersenyum.
"Waalaikumsalam, Yuk masuk Dil! Dika lagi ambil tas tadi dikamar" Ucap Rita, Disambut ciuman ditangan oleh Dila
"Iya tan" Dila dan Rita pun masuk kedalam dan duduk diruang tamu.
Tak lama mereka duduk dan berbincang, Dika turun dari tangga dengan Kaus Putih pokos dan Kemeja kotak kotak berwarna Hitam dan Abu Abu hampir seragam dengan yang digunakan Dila saat ini yaitu Kaus Putih polos dengan Kemeja Hitam Kotak kotak dengan garis Putih serta dengan Pashmina hitam favoritnya.
"Dah lama nyet?" Tanya Dika
"Belum lama To!" Jawab Dila kesal maka dari itu ia selalu menyematkan nama Suripto untuk Dika
"Dikaa!! Nama Dila udah bagus bagus kok di ganti Nyet sih, Gak baik Dika" Marah Mama Rita lalu menjewer putra semata wayangnya itu
"Sa-Sakit Ma! Aw aw lepas Mahh" Dika menjerit jerot ketika telinganya terus dotarik oleh sang Mama
"Salah sendiri! Mama bakal selalu di tim Dila, Gak boleh ya kamu ngatain Dila kaya tadi" sungut Mama Rita
Mama Rita pun melepas tangannya dari telinga Dika, Sang empu mengusap usap telinganya yang memerah dan merengut kesal. Dila yang melihat pun tertawa terpingkal pingkal bersama dengan Rita. Mereka berdua seperti seorang anak perempuan dan Mamanya.
Setelah insiden pagi tadi, Dila dan Dika sudah sampai di Kampus. Mereka berjalan beriringan menuju kelas, Dila hanya mengacuhkan semua orang yang melihatnya dengan tatapan sinis.
Nayra berlari dari arah belakang dan langsung menepuk keras bahu Dila.
"Astagfirullah! Nayra kebangetan ya Loe!" Dila pun menabok balik bahu Nayra keras
"Ya Allah Dila! Keras banget sih balesnya, Kan sakit" Nayra mengusap bahu kirinya.
__ADS_1
"Salah sendiri, Siapa suruh nabok kan!" Ucap Dila
"Ya maap keun sahabatmu ini" Nayra pun ikut melangkahkan kakinya sebab Dila dan Dika yang disampingnya sudah menjauh kedepan.
Hari ini hanya ada satu Mata Kuliah, Bima sudah tidak lagi mengajar di Kampus Dila karena Pak Reyhan sudah kembali dari Singapura.
Dila, Dika, Nayra dan Radit sedang duduk di Caffe untuk membahas tugas kelompok mereka. Dika sedang menyusun slide di PPT, Nayra dan Radit yang mengerjakan soal sedangkan Dila hanya duduk dan sesekali meminum Air Mineral miliknya karena ia kebagian presentasi, Ia hanya membaca sekilas catatan miliknya dan Buku yang sudah ia beli waktu itu.
"Dil, Loe tau ini yang nomer 4?" Tanya Radit kemudian memperlihatkan soal nomor 4 di kertas
"Hehe, Ga tau gue. Baca aja nih buku" Ucap Dila dengan memberikan buku miliknya
Mereka menyelesaikan kerja kelompok mereka hingga tengah hari
Sedangkan ditempat lain, Febry sedang duduk dikursi di sebuah ruangan di Caffe. Di Sofa sudut terlihat seorang lelaki menyenderkan tubuhnya di sandaran
"Bry, Adek sama Ponakan loe gak dateng kesini?" Tanya Bima
"Gak tau, Katanya sih nanti habis jam makan siang. Napa emangnya? Loe suka adek gue?" Ujar Febry
"Gue juga gatau, Kalau gue suka adek loe bolehkan?" Tanyanya memastikan
"Boleh aja asalkan loe gak nyakitin Dila! Idupnya udah gak baik baik aja jangan loe coba coba sakitin dia lagi, Kalau loe sakitin loe gue gorok ntar" Ucap Febry sedikit ada rasa marah di akhir kalimatnya
"Gak baik baik aja gimana?"
"Gue gak berhak nyeritain semuanya ke loe! Kalau loe beneran serius dan dia juga buka hati pasti dia bakal cerita" Jawab Febry
__ADS_1
"Gimana caranya ya gue bisa deket sama adek loe ya? Gue bingung" Ucap Bima
"Ya usaha dong! Cari ndiri caranya" Ujar Febry kemudian tak lama seorang pelayan masuk membawa makanan pesanan Febry dan Bima