
Malam Hari, Dila sudah diberi Gamis oleh Febry. Gamis berwarna Coklat Susu ia padukan dengan Pashmina Milo serta riasan tipis, Yaitu hanya dengan bedak bayi yang tipis serta Lip tin saja agar tidak pucat.
Setelah Magrib keluarga Bima datang dengan 3 Mobil, Mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu yang memang lumayan luas.
Sementara Dila masih dikamar, Tak lama datang Arsyi untuk memanggil Dila.
"Cepet keluar, Noh keluarga laki dah dateng" Ucap Arsyi sinis
Dila pun mengikuti langkah Arsyi ke ruang Tamu, Dila duduk disamping Febry. Ia melihat ada Vina, Vian yang dipangku oleh Seorang laki laki mungkin lebih tua dari Bima dan Febry. Lalu seorang Wanita yang disamping Vina, ada seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Dila, Seorang laki laki dan Dua orang tua yang Dila yakini adalah orang tua Bima. dan Juga ada orang tua Dika, Namun ntah Dika kemana.
"Jadi kedatangan kami disini adalah Silaturrahmi dan menyampaikan niat baik Anak Kedua kami, Abimana Restu Atmaja untuk men Ta''aruf Putri ketiga Bapak Hanafi Septian" Ucap Surya, Papa Bima
"Lebih baik kami mendengar lagi niat baik Bapak Ibu, Yang disampaikan langsung oleh Anak Bapak" Usul Tian
"Jadi Pak, Bu. Saya ingin meminta restu Bapak Ibu untuk Men Ta'aruf, Ardila dan jugaa ingin silaturrahmi" Ucap Bima singjat dengan penuh wibawa
"Kalau kami sekeluarga memberi restu, Tapi kan yang menjalani Dila. Jadi kami sekeluarga serahkan semuanya padanya" Ucap Tian penuh wibawa, Karena didepan orang lain.
"Sini nak Dila" Ucap Sarah memberi isyarat agar Dila mendekat kepadanya. Dila pun berpindah disamping Mama Bima
"Sayang, Ibu adalah Mamanya Bima. Kami semua menunggu jawaban kamu nak, Kamu mau kan Ta'aruf sama Bima. Kami sekeluarga tau kalau ini sangat mendadak, Kamu jiga belum terlalu kenal.dengan Bima. Tapi izinkan Bima untuk mengenalmu lebih dalam, Kalau kamu gak cocok sama Bima kamu bisa bilang kalau kamu cocok lanjut untuk menikah. Tapi mau atau tidak semua tergantung kamu sayang" Ucap Mama Sarah sambil mengusap.lembut tangan Dila.
Usapan tangan itu membuat hati Dila tersentuh, Ia tak pernah merasakan itu dari Ibu Kandungnya. Ia memginginkan ini lebih lama lagi.
"Bapak, Ibu. Boleh saya minta waktu sebentar buat bicara sama Mas Bimanya?" Izin Dila
"Boleh dong sayang! Bima!" Sarah terlihat sednag bermain mata dengan Bima menyuruhnnya untik mengikuti Dila.
Dila membawa Bima ke Samping rumah, Tepatnya Ayunan yang pagi tadi ia duduki. Disana terang karena ada lampu Taman.
"Saya taub ni mendadak, Tapi izinkan saya untuk mengenalmu lebih dekat. Sejak pertemuan kita kedua di Kelas saya merasa bahwa kamu adalah jodoh yang diberi tuhan untuk saya" Ucap Bima
"Apa ucapan Mas bisa di pertanggung jawabkan?"
__ADS_1
"Saya akan menepatinya"
"Apakah jika aku memiliki kekurangan Mas mau menerima aku?" Ucap Dila
"Saya akan menerima kamu dengan kekurangan kamu, Setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan masing masing. Saya juga punya kekurangan, Tapi kita bisa melengkapi satu sama lain" Ucap Bima mantap
"Ginjal aku cuma satu, Dulu aku pernah kecelakaan samapi akhirnya ginjal aku diambil yang kiri" Dila membuang padangannya kearah berlawanan
"Saya punya trauma dengan Ombak" Ucap Bima memberi kekurangannya
"Aku masih belum bisa move on dari mantan aku Mas" Ucao Dila lagi
"Saya bisa membuat kamu cinta dengan saya, Yang akhirnya kamu bisa Move On darinya"
"Berat Mas"
"Saya akan coba"
"Okey, Saya mau ta'aruf sama Mas Bima tapi tolong jadi terlalu cepat. Saya mau menikmati proses semuanya" Ucap Dila
"Ya saya mau, Tolong bantu aku keluar dari trauma aku, Bantu aku dari penyesalan aku, Bantu aku nyembuhin segala luka aku, Bantu aku ngelupain mantan ku" Ucap Dila
"Ya, Saya janji akan membantu kamu menghadapi semua masalah kamu"
"Mas"
"Ya?"
"Kalau, Misal kita bisa ngeleqatin semua dan kita bakal menikah tolong izinin aku ngelanjuti S2 aku, Kalau kamu gak mau kita gak usah ngejalanin"
"Saya izinin kamu, Kamu boleh kerja, Boleh Kuliah, Boleh ngapain aja. Aku bebasin kamu untuk kegiatan kamu tapi kamu sebagai wanita juga harus tau batasan batasan" Ucap Bima
"Makaaih Mas"
__ADS_1
Akhirnya Dila dan Bima kembali masuk kedalam rumah, Dila berjalan lebih depan dari Dila. Dila kembali dusuk di samping Mama Sarah, Dan Bima kembali duduk disamping Papanya.
"Jadi gimana sayang? Kamu mau kan jadi menantu Mama?" Tanya Sarah
"Dila mau tante" Ucap Dila
Semua orang tampak senang, Orang Tua Dila pun senang karena selangkah lagi Dila akan keluar dari rumah ini jika Bima membawanya.
Akhirnya acara dilanjut makan malam, Dila berpindah duduk disamping Adik perempuan Bima yang memangku Vian.
"Hai Kak, Kenalin aku Clara adik Mas Bima yang paling kecil kalau yang sebelah aku Mas Bara juga adeknya Mas Bima" Ucap Clara mencoba agar lebih dekat dengan Dila
"Hai, Salam kenal ya. Mas Bara Mbak Clara" Sapa Dila
"Eh kok Mbak Mas sih? Kan kamu calon kakak ipar aku! Umur kita juga gak beda jauh kok"
"Hehehe, Tapi tetep tua an kamu, Nanti kalau beneran aku jadi kakak ipar kamu baru boleh panggil Kak atau Mbak" Ucap Dila
"Gak, Kita manggil Kak Dila Kak atau Mbak Mas Bara?" Tanya Clara pada Bara
Mereka bebincang hingga akhirnya keluarga Bima pulang, Semua orang kembali kekamar masing masing sementara Dila harus membereskan semua piring piring dan menyapu ruang tamu. Saat Dila mengangkat Pring itu, Tibalah seorang pria dari belakang membantu membawa piring yang masih ada di bawah.
"Buyuh bantuan bilang!" Ucapnya sambil mendahului langkah Dila
"Astagfirullah Monyet ih, Si Dika loe suka banget sih ngagetin orang! Lagian tadi dari mana aja? Ngilang begitu" Ucap Dila mengikuti langkah Dika untuk kedapur.
"Ya dirumah lah, Males ketemu Kakak perempuan loe!" Ucapnya setelah emnarih piring itu diwastafel dan segera membalik badannya agar melohat Dila
"Kan gue butuh loe buat Men Suport gue Dik, Kenapangak dateng juga. Kan loe bisa gak usah ngeliat dia" Sungut Dila kesal karena Dika tak ada diacaranya.
"Yaudah maaf, Cini cini adek ku cayang" Dika membawa Dila kepelukannya dan mengusap kepala Dila penuh kasih.
"Uuhhh gerah Dik, Yaudah yuk beresin keburu malem aku udah ngantuk" Ucap Dila
__ADS_1
Akhiranya mereka berdua bekerja sama membersihkan rumah, Dila Mencuci piring dan Dika menyapu Ruang tamu.
Sampai jam 11 malam