Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
18- Gak Semudah Yang Kamu Bayangkan!


__ADS_3

Bima memarkirkan mobilnya, Mereka masuk Kerumah Makan ini. Rumah makan dengan gaya Outdoor, Bima membelokkan langkahnya ke Antrian pemesanan sedangkan Dila mencari tempat kosong untung belum terlalu ramai mengingat sebentar lagi jam makan siang. Ia memilih kursi di Pojok.


Bima membawa nampan berisi Dua Porsi Nasi Ayam Panggang, 2 gelas Es Jeruk, dan 2 Botol air mineral. Mereka menikmati makanan itu dengan diam. Dila masih belum terlalu pulih keasalnya.


Usai makan, Mereka saling pandang bingung mau memulai pembicaraan dari mana. Dila memutus pandangannya kemudia menunduk.


"Tolong cariin aku Kost Mas, Sama kerjaan!" Ucapnya lirih meminta tolong pada Bima.


"Kenapa? Kita bisa langsung nikah dan kamu aku bawa kerumahku, Aku mau bahagiain kamu Dila" Ucapnya lembut dengan tangan menegakkan pandangan Dila agar melihat matanya.


"Gak mudah Mas, Kita belum terlalu deket aku jiga gak mau menikah tanpa Cinta. dan aku juga gak mau nambahin masalah dan pikiran aku!" Ucapnya lesu


"Aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku Dil" Ucapnya serius


"Tapi aku tetep bakal tinggal di Kost an, Tolong cariin kerjaan! Aku pengen mandiri, Kalau kamu gak mau yaudah aku cari sendiri" Dila menatap handphonenya Casenya sudah ganti dengan Case Hitam Polos, HP sudah jelek hanya saja masih bisa dipakai.


HP ini adalah HP pemberian Dika, Itupun juga sudah bekas Dika Setahun belum lagi HP ini miliknya saat SMA kelas 11. Taka da cukup uang untuk membeli Handphone bahkan Kamera depan HP itu pun hanya 5 MP dan kamera belakang 8 MP jauh dari kata Mewah.


"Yaudah, Aku aja yang cariin Kost!" Bima pasrah, Tak mau mengekang gadis ini. Pastinya walaupun Ia lebih tua 6 tahun dari Dila, Namun pasti Dila sudah merasakan pahitnya hidup leboh banyak. Ia bahkan hampir tak sanggup mendengar cerita Dila.


Dila membawa Bima ke Panti Asuhan Arrahman, Ia sudah kamgen dengan Adel padahal baru hampir seminggu tidak ketemu dengannya. Dila mengeluarkan 2 Kantung Kresek itu namun langsung diambil aloh oleh Bima. Mereka masuk kedalam Panti untuk menemui Bu Indah terlebih dahulu.

__ADS_1


"Assalamualaikum Bu" Sapa Dila kemudian menyalimi tangan Bu Indah


"Waalaikumsalam, Dila Ya Allah" Ucapnya kaget karena Dila datang lagi padahal baru saat itu ia kesini


"Iya Bu, Kangen Adel. Kenalin Bu, Ini Mas Bima" Ucap Dila memperkenalkan Bima pada Bu Indah, Bima pun menyalimi Bu Indah.


"Bima Bu, Temennya Dila" Ucapnya


"Pacar juga gapapa!" Goda Bu Indah


"Buuuu,,, Ibu tau kan kalau aku belum bisa move on" Ucap Dila


"Kalau niat baik disegerakan loh, Cinta bisa dateng kapan aja. Nak Bima juga bantu Nak Dila buat ngelupain anak Ibu ya, Dila memang sayang banget jadi susah buat move on nya" Tutur Bu indah menasehati


Dila pun pamit mau menemui Adel setelah memberikan 2 kantung snack namun ia sudah menyisihkan jajan itu di Tas miliknya untuk Adel nanti.


Dilihatnya gadis berusia 9 tahun sedang mengerjakan tugas sekolahnya dihalaman belakang Panti, Tepatnya di sebuah Gazebo kecil. Mereka mendekat pada Gadis itu.


"Assalamualaikum" Ucap Dila


"Waalaikumsalam" Jawabnya sembari menoleh pada sumber suara, Dan menunjukkan wajah senang bahkan sangat sangat senang

__ADS_1


"Kak Dila, Wuuuaaaahhhhh kakak dateng aaaa" Adel langsung meloncat dan memeluk Dila haru, Dila mengeratkan pelukan yang diberikan gadis itu.


"Iya kakak sengaja tengokin kamu kesini, Karena kakak kangen adik kecil kakak yang cantik ini" Ucapnya sembari menyingkirkan rambut anak itu kebelakang telinga.


Adel melepaskan pelukannya pada Dila mereka kemudian duduk di Gazebo itu.


"Adel, Kenalin temen Kakak Namanya Om Bima" Ucap Dila


Bima pun mendekat kearah Adel, Mengangkat tangan kanannya untuk menjabat tangan Adel. Adel pun menium punggung tangan Pria itu.


"Kenalin Om namanya Om Bima, Salam kenal ya" Sapa Bima ramah


"Aku Adel Om, Adik pantinya Kakak Dila" Ucap Adel


"Om temennya Kak Dila" Adel duduk diantara kedua manusia dewasa itu.


"Kamu lagi ngerjain apa tadi?" Tanya Dila lembit pada gadis kecil itu


"Aku mengerjakan Tugas IPS, Bu Guru ngasih tugasnya banyak banget" Ucap Adel sesikit merubah mimik wajahnya dengan cemberut


"Katanya pengen pinter? Ya belajar dong sayang. Nantikan kalau dah pinter bisa lulus, Nilainya bagus nanti bisa masuk SMP!" Ucap Dila sambil menyibakkan rambut gadis itu

__ADS_1


"Iya lah kak, Adel cuma lagi capek aja! Gak ada yang ngajarin kalau gak bisa, Biasanya Mas Rafa ngajarin aku tapi sekarang gak ada lagi" Ujar gadis itu menoleh melihat manik mata Dila


"Yaudah mana yang gak bisa? Kakak bantuin ayo!" Alhirnya Dila membantu Adel dalam.mengerjakan PRnya yang sedikit sulit. Sementara Bima, Pria itu hanya mengamati Dila yang sudah memiliki sifat Ke Ibuan.


__ADS_2