
Hari Senin, Pagi ini akan ada Dosen Pengganti Pak Reyhan selama beliau Pengobatan di Singapura. Jam akan dimulai jam 9, Dila terlihat duduk bersama Nayra di bangku mereka. 5 menit lagi jam dimulai
"Laki pa Cewe ya yang jadi DosPen" Tanya Nayra
"Mau laki atau Perempuan sama aja, Kalaupun muda gak akan nyantol ma kamu Nay, Hahahaha" Dila tertawa terbahak bahak, Sedangkan Nayra sudah merengut kesal
"Siapa tau Dil, Jodoh gak ada yang tau kan" Keluh Nayra
"Iya Iya, Utu itu utu Nayra kuuu" Jawab Dila dengan suara seimut mungkin.
Tak lama masuklah seorang Pria dengan perawakan tinggi, Kulit yang tidak Putih juga tidak sawo matang, Hidung mancung, dan juga pakaian yang rapi.
"Selamat Pagi, Perkenalkan saya Bima Atmaja Dosen pengganti Bapak Reyhan. Kalian pasti sudah tau! Keluarkan buku catatan kalian" Ucap Bima
Ya, Bima teman Febry. Dila saja tidak menyangka sama sekali padahal kemarin ia bilang ia adalah Psikolog. Entahlah, Hanya Bima dan Tuhan yabg tau.
Jam Pertama selesai dengan penutup, Dila, Nayra, Dika dan Radit berjalan beriringan menuju Kantin. "Yang pesen siapa?" Tanya Dika
"Biar gue sama Nayra aja ya Nay, Loe ke stand makanan gue ke stand minuman?" Usul Dila
"Okey, Sini duit duit?" Nayra memunguti uang dari teman temannya lalu mereka berdua berpencar mengantri di stand stand makanan disana.
Saat Dila mengantri kebetulan Bima juga Salah satu Dosen bernama laki laki, Namun Dosen itu beralih menuju Stand Bakso sementara Bima menuju Stand Batagor sama seperti Dila saat ini.
"Emmm, Siang Pak" Sapa Dila
"Eh Siang, Kok Pak kemarin kan Mas?" Ucap Bima
"Hehe, kan kemarin Pak Bima bukan Dosen saya jadi Mas berhubung sudah jadi Dosen ya Pak, Kan gak enak kalau manggil Mas" Cengir Dila
__ADS_1
"Mas aja, Lebih cocok kalau Pak saya merasa tua" Jawab Bima
"Kan ini di Kampus pak, Kalau diluar saya panggil Mas deh" Tawar Dila.
"Okey, Oh ya nanti jadikan ketemu di Caffe lagi sama Kakak dan Sepupu kamu" Tanya Bima
"Jadi pak, mungkin saya nanti kesan jam setengah 2 an habis ini ada kelas lagi soalnya" Jawab Dila
"Oh oke, Nanti saya kesana juga jam setengah 2 aja kalau gitu" Ucap Bima
"Yaudah ya Pak, Udah giliran saya" Pamit Dila lalu memesan
"Mbak saya Batagornya empat ya, Yang dua sedeng aja yang dua Pedes" Ucapnya pada Penjual di stand Batagor itu
"Ditunggu ya" Ucapnya
Mereka menikmati makan siang sekaligus pergantian jam dengan tenang, Tidak terburu buru karena jam kedua akan diadakan 45 menit lagi. Sebenarnya sejak lama Dika menyukai Nayra, Namun ia belum berani mengungkapkannya sebab sejak SMP ia sudah bermimpi akan melamar seorang perempuan ketika dirinya sudah mampu membiayainya tidak hanya sekedar pacar pacaran saja.
Jam Kedua berjalan dengan lancar, dengan mata kuliah Psikologi Klinis.
Hingga akhirnya jam kedua juga selesai, Dila dan Dika menuju parkiran motor. Sedikit yang tau jika Dila dan Dika adalah sepupu, Mungkin hanya teman sekelas mereka saja yang tau. Hingga banyak yang mengira bahwa Dila adalah pacar Dika.
Dika membonceng Dila menuju Kios kemarin, Mereka hari ini akan membicarakan Konsep dan menu. Kemarin Febry telah menemukan Mebel yang bagus untuk memesan Bangku dan Meja, dan sudah deal.
Sepanjang perjalanan Dila hanya melihat lihat toko toko dan pedagang kaki lima di pinggir jalan, Akhirnya mereka pun sampai di Kios itu.
Dika dan Dila berjalan beriringan untuk masuk kedalam Kios. Disana telah ada Febry yang sedang menatap laptopnya dengan serius.
"Assalamualaikum" Ucap Dila dan Dika menyapa Febryan
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Udah dateng dek!" Ucap Febry
"Kau lihat bang? Kalau kita dah disini ya udah dateng lah" Kesal Dika
"Kan tanya aja lah Dik, Ga usah sensi gitu!"
"Kak, Aku tadi malem udah reset reset Menu Caffe tapi baru sedikit" Ucap Dila, Kemudian ikut mengeluarkan Laptopnya juga.
"Kakak juga udah cari sedikit sedikit, Kamu punya temen atau kenalan yang butuh kerjaan gak? Kalau lagi butuh tawarin aja kerjaan, Nanti suruh ke Kakak buat Interview" Ucap Febry
"Aku gak punya temen Kak, Temen aku cuma Nayra, Dika sama Radit doang" Ucap Dila
"Nanti biar Dika aja yang promosi ke Temen temen sama di Instastory" Ucap Dika
"Yaudah yg cari karyawan Kakak sama Dika aja" Putus Febry
Tak lama setelah itu Bima datang, Membawa beberapa kardus yang terlihat sangat berat namun pria otu tak terlihat terbebani. Dila hanya melirik sebentar lalu memfokuskan matanya ke laptop untuk membuat Desain Menunya.
Bima menaruh dua kardus itu dimeja yang di Tempati Febry, Dika dan Dila tempati.
"Itu sampel sampel piring yang loe minta Bry! Kalau deal kita ambil lagi" Bima pun membuka kardus itu
Ia keluarkan Gelas gelas untuk minuman, Dari gelas Polos hingga gelas yang atasnya memmbentuk mangkuk dan beberapa contoh Piring, Dari yang bundar, Lonjong, dan ada yang berasal dari Rotan.
"Kalau menurut gue, Kan konsep Caffe lo Instagramble mending piring rotan sama yang Bunder aja" Usul Bima setelah duduk disamping Dila dan Febry
"Awalnya gue juga mau gitu, Kalau gelasnya gue pengen ambil semua" Ucap Febry
Dila dan Fika hanya menyimak dengan sesekali memberi pendapatnya. Hari ini banyak yang mereka bahas, dari Gelas, Piring, Menu serta pilihan tanaman yang akan segera ditanam agar lebih Instagramabel.
__ADS_1