Ardila Hanafi

Ardila Hanafi
4- Tugas


__ADS_3

Dila menyusuri jalanan Komplek rumahnya, Ia tak berhenti dirumah Dika. Namun meneruskan langkahnya, Jika ketahuan ia nebeng Dika pasti akan dikurung di gudang gelap. Dila memiliki Trauma terhadap kegelapan karena kejadian 12 tahun silam.


Ia sudah sampai di Jalan Raya, dengan peluh mengucur di dahinya. Ia menunggu Angkotnya, Huhhhfft 30 menit lagi kuis mulai, Pasti Dika nungguin!


Tak berapa lama Hpnya berbunyi pertanda ada pesan masuk, Dilihatnya ada nama -Dika bukan anak Setan!-


Dika bukan anak Setan!-


Dil, Loe masih ngapain? Kok belum dateng, Hari ini ada Kuis loh. Entar telat


Tulis Dika di pesannnya.


Ardila-


Loe duluan aja, Pasti nanti ketemu gue! Gue tunggu


Tak berapa lama pun Dika dengan motor maticnya berhenti disamping gadis berhijab itu.


"Loe kok tumben gak nyamperin dirumah?" Tanya Dika sedikit sewot


"Nanti deh dijalan ceritanya, Hari ini jari terakir gue nebeng. Kalau gak karna Angkotnya udah duluan gue gak akan nebeng gini" Ucap Dila lalu menaiki motor Dika setalah di sodori helmnya, Dika pun menjalankan motornya seperti biasa.


"Kenapa sih emang?" Tanya Dika

__ADS_1


"Ayah sama Bunda udah ga bolehin gue nebeng loe, Katanya buat mereka malu sama Om Tante"


"Kayak punya malu aja mereka" sewot Dika, reflek tangan Dila sedikit menepuk pundak Dika, Tak keras hanya sedikit saja.


"Bagaimana pun mereka, Mereka tetap orang tuaku. Kalau gak ada mereka, Gak mungkin ada aku!" Ucap Dila tenang


"Huuuhhhhff" terdengar Dika menghembuskan nafas kasar


"Dik" Panggil Dila


"Ya,?"


"Kak Febry ngajak aou buat Usaha Caffe, Suruh ngajak kamu. Kalau modal kita bisa patungan, Ngajak kamu juga" Ucap Dila


"Jadi loe mau?"


"Apasih yang gak buat sepupu gue ini"


"Thankkss you Andika, Loe emang saudara terbaik gue deh!" Ucap Dila


"Nanti loe omongin aja sama Kak Febry, Nanti kita atur aja. Yang penting gak ganggu Kuliah kita" Ucap Dika


"Okey, Nanti aku omongin sama Kak Febry"

__ADS_1


10 menit mereka menempuh perjalanan ke Kampus mereka, Kampus ternama di Jakarta. Dika dan Dila berjalan beriringan menuju Kelas mereka.


"Hai Nay" Sapa Dila kemudian duduk disamping Nayra


"Hai Dil, Udah siap buat Kuis?" Nayra sedikit memundurkan kursinya lalu menatap Dila


"Udah dong, Ya semoga aja lancar" Ujar Dila


"Aamiin, Gue malah baru baca tadi pagi sedikit sama Sekarang ini"


"Yaudah loe lanjut aja, Gue mau nyatet tugas matkul kemarin" Ucap Dila lalu mengeluarkan buku catatan. Tak berapa lama Dosen mereka pun datang.


"Habis ini mau kemana Dil?" Tanya Nayra setelah Fosen mereka keluar kelas


"Mau ke Perpus, Pinjem buku buat Tugasnya Pak Reyhan. Katanya deadlinenya di percepat, Dia mau pengobatan ke Singapur. Nanti mau ada Dosen pengganti" Jelas Dila


"Loe tau dari mana? Kok gak ngasih tau sih Dil" Nayra pun mulai cemberut mendengar penuturan sahabatnya itu


"Dari Dika, Tadi dia di Watsap sama Pak Reyhan. Palingan bentar lagi diinfoin di Groub" Ucap Dila


Ting, Ting....


"Eh iya Dil, Yaudah yuk ke Perpus gue juga belum ngerjain samsek"

__ADS_1


Nayra dan Dila pun berjalan beriringan menuju Perpustakaan, Setelah sampai disana mereka berpencar untuk mencari Buku untuk reverensi tugas mereka.


__ADS_2