Arsenio Dan Aurora

Arsenio Dan Aurora
episode 32


__ADS_3

"Eh itu si Bima nggak sih?" Ujar Ferna


"Haaa???? Iya loo??" Ujar vera


"Wajahnya Manis banget....tapi, kenapa dia harus sama Ervi


Saat itu juga Ferna melihat Ervi yang bergandengan dengan Bima, karena Ervi tidak bisa jalann dengan baik.


"Kok mereka gandengan tangan sih" ujar Ferna


"Iya sih cupu pakek sok sok an jalannya kesakitan lagi" ujar Uni


"Yaudah kita buktiin aja kalo emang sakit ya sakit, kalo emang enggak ya enggak" ujar Ferna


"Emang lo punya rencana apa ?" Tanya Vera


"Udahh luu lihat aja Dari belakang" ujar Ferna sambil menyeringai


Lalu Ferna pergi untuk mengahampiri Ervi Dan Bima. Ferna berada di samping Ervi Dan sengaja untuk menyandung kaki Ervi.


"Hai Ervi" sapa Ferna sembari menyandung kaki Ervi tiba tiba


Dan Ervi pun terjatuh


"Brukk ahh"


Lalu Bima pun segera menolong Ervi


"Ervi kamu nggak papa? Hati hati dong" ujar Bima


"Ervi hati hati kalo jalan meskipun mesra mesraan tetep aja dong jalanan di lihat" ujar Ferna dengan judesnya


Ervi pun melirik Ferna dengan sangat kesal.hari ini dia benar benar merasa sial.


"Lo ngapain di sini Fer?" Tanya Bima


"Enggak gua tadi jalan jalan Terus lihat kalian berdua ya gua nyamperin kalian dong. Gua kan teman yang baik" ujar Ferna


"Yaudah gue cabut dulu ya"


"Ya"


Lalu Ferna pun pergi begitu saja dan Bima segera membantu Ervi.


"Ervi ayo aku bantu" ujar Bima


"Ya aku mau cepat cepat pulang" ujar Ervi


Lalu mereka berdua pun segera pulang ke Rumah.


Sesampainya di Rumah


"Makasih ya Bim" ujar Ferna sembari senyum menahan kesal


"Aku yang terimakasih karena kamu udah nerima tawaran ku untuk jalan jalan" ujar Bima


"Yaudah aku balik dulu ya"


"Ya"


Bima nggak Tau kalau Ferna melakukan Hal yang licik. Namun, Ervi Tau bahwa Ferna lah yang sengaja menyandung Dirinya.


Lalu Bima pun pulang Dan Ervi masuk ke Rumah.


"Klap"

__ADS_1


"Huuuhhh geng vera memang sangat jahat Dan rese. Nggak bisa dibiarin ini" ujar Ervi yang penuh dengan kesal


Ervi sakit hati dengan Sikap Bima yang Masih baik pada Ferna


Sedangkan Ferna sangat senang hari ini dia menang Dari Ervi.


"Tuh kan geng.... Si Bima Masih percaya ama gua hahaha gua bakal kalahij Ervi" ujar Ferna


"Iya bener juga sih tadi nyatanya lo dibaikin kan si Bima" ujar Uni


"Iri gue sama Lo. Kenapa si Reyhan nggak kayak gitu juga ya?" Ujar Vera


Dirumah Aurora


"Tok tok tok" Ada suara ketukan di Pintu Rumah Aurora


Aurora pun penasaran dengan siapa yang mengetuk pintu. Tak mungkin Arse, karena arse baru saja pergi Dari Rumah Aurora.


"Siapa ya?" Ujarnya dalam hati


Aurora merasakan bahwa ada Aura negatif


"Huuuffftttt kok kek gini sih rasanya" ujarnya


Lalu Aurora pun membuka gorden Rumahnya Dan mengintip nya. Aurora pun sangat kaget karena ia kedatangan ayahnya.


Ia melihat ayahnya yang mabok berat


"Hah Ayah? Kenapa Ayah kesini? Kalau dibukak apa Ayah akan marah padaku lagi?Mau Ayah marah atau nggak aku nggak peduli" ujarnya


Lalu Bellva pun membuka pintu Rumah


"Ceklek Ayah ada apa?" Tanya Aurora


"Bolehkah Ayah masuk?" Ujar ayahnya


"Ha? Kenapa?" Ujar ayahnya yang membentak dirinya


"Tentu saja ini Rumah ku Dan ibuku. Ayah tak sama sekali memberi kami uang untuk membeli Rumah ini" ujar Aurora


"Plak" Aurora di tampar oleh Ayahnya


"Dasar anak sombong tak berguna sudah berani membantah Ayah, Kau ya?" Ujar ayahnya sambil berteriak teriak


Sementara itu Arse yang di Rumah ia sangat kepikiran dengan pacarnya. Ia merasakan bahwa pacarnya tidak aman.


"Duhhh hati ku kok nggak enak gini ya?" Ujar Arse sambil Mondar mandir


Lalu Arse pun berusaha menghubungi Aurora tapi tak diangkat


"Haaahh kenapa sih" ujarnya sambil mengusak ngusak rambutnya


"Bodo ah kesana aja dulu" ujarnya


Lalu Arse segera mengambil jacket nya Dan pergi ke Rumah Aurora.


"Ayah Arse keluar dulu ya...." Ujar Arse sembari berlari


"Hey Arse mau kemana?" Tanya ayahnya


"Main bentar....." Jawab Arse terdengar Dari jarak jauh


"Buk buk buk" Arse berlari sangat kencang


"Hah hah hos hos hos"

__ADS_1


Tak lama Kemudian Arse telah sampai ke Rumah Aurora. Dan ia Melihat bahwa Rumah Aurora pintunya terbuka.


"Hah kok pintunya ke buka sih?" Ujarnya yang penuh dengan pertanyaaan


Lalu Arse pun segera masuk Rumah Aurora. Dan ia Melihat bahwa Aurora sedang dipukul dengan seorang laki laki.


Lalu Arse pun berusaha untuk menghentikannya Dan Arse memukul pria itu juga.


"Heeyy buk" ujarnya sembari memukul pria itu


"Hah Arse?" Ujar Aurora yang Dirinya berantakan karena di pukul oleh Ayahnya


"Aaaa siapa Kau berani beraninya memukul ku" ujar Ayah Aurora


Ayah Aurora Dan Arse pun saling pukul pukulan. Dan Aurora pun bingung tak Tau harus gimana. Akhirnya ia memutuskan untuk menelfon polisi.


Aurora berlari menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya Dan menelfon polisi.


"Halo Pak ada keributan disini"


"Ya baik saya akan kesana"


Lalu Aurora pun berusaha untuk menghentikan perkelahian itu.


"Ayah stop! Jangan pukul Arse! ujar Aurora keras


Lalu Arse pun juga berhenti memukul


"Apa? Ayah?" Ujar Arse sembari melihat Aurora


"Apa kamu bilang? Ayah?" Ujar Arse


"I I iya dia Ayah ku" ujar Aurora


Saat Aurora memanggil Ayah Arse pun seketika berhenti untuk memukul pria itu. ia kaget Dan merasa bersalah karena itu adalah Ayah Aurora.


Namun, saat Arse bersama Aurora , tiba tiba Ayah Aurora hendak memukul Arse Dari belakang.


Namun, sebelum pukulan itu terjadi ditubuh Arse, Aurora membalikkan posisinya Dan menyelamatkan pukulan itu, Dan Akhirnya Aurora yang terkena pukulan itu. Pukulan itu terkena di bahu Aurora sebelah kanan.


"Aurora....." Ujar Arse kaget melihat Aurora yang terkena pukulan. Mata Arse pun juga mulai berkaca kaca.


"Hah dasar bocah beraninya kalian melawanku. Sia Sia aku ke sini tak dapat sambutan Dan tak dapat uang" ujar Ayah Aurora


Lalu Ayah Aurora Meninggalkan mereka begitu saja. Saat Pak Iwan keluar Dari Rumah Aurora, tiba tiba ada suara Mobil polisi yang datang ke Rumah Aurora.


"Niu niuu niuuuu"


"Hah apa itu? Polisi? Haisss sialan" Ujar Iwan


Iwan pun bingung mau lari kemana karena sudah tak ada jalan lain. Akhirnya Iwan pun berlari memanjat Pagar Dan berlari untuk menghindari Dari polisis. Namun, polisi pun juga mengetahui Iwan dam polisi pun mengejar iwan.


"Arse....sakittt" ujar Aurora


Saat ini Aurora berada di pelukan Arse


"Iya sabar ya... Aku udah panggil ambulan" ujar Arse


Aurora pun semakin melemas dan meneteskan air mata. Arse pun mengusap air mata Aurora.


"Sakit ya?" Tanya Arse


Aurora mengangguk


...Terimakasih sudah membaca...

__ADS_1


...jangan lupa like Dan votenya......


...terimakasih...


__ADS_2