
"Hari ini hari libur, pasti Ibu Dirumah kan? Males di tanya tanya nanti kenapa bangunnya siang" ujarnya.
"Tapi kalau nggak keluar laper juga kan? Hmm Hari ini pengen banget ketemu sama Aurora. Aku sudah kangen. Aku ingin lebih dekat dengan Aurora. Aku ingin sering sering bertemu dengan Aurora seperti dulu" ujarnya
Lalu Arse pun merapikan kamarnya lalu ia pun langsung mandi. Setalah mandi, Arse pergi ke bawah untuk sarapan.
Sesampainya di meja makan, Arse melihat tidak ada apa apa di meja. "Ibu lagi marah ya...?" Arse berfikir kalau ibunya sedang marah.
Lalu Arse kembali ke kamarnya lagi. "Ceklek bruk" ia duduk di kasurnya, ia pun berdiam sebentar. Tak lama kemudian, ia mengambil ponselnya dan memberi pesan untuk Aurora.
"Au.... Sayang? Kamu lagi dimana?" Pesan dari Arse
"Aku lagi di rumah sih, aku lagi masak" balas Aurora
"Hmmm masak apa au?" Tanya Arse
"Aku lagi buat bibimbap, kamu kalo mau datang aja, udah dulu ya nanti gosong" balas Aurora
Arse yang melihat pesan dari Aurora pun tersenyum "Aurora lucu dan baik" uajarnya
Lalu Arse pun bersiap dan pergi ke rumah Aurora. Saat ia mau pergi, Arse bertemu dengan Ayahnya di ruang tengah yang sedang menonton televisi.
Lalu Reno yang melihat itu pun menyapa Arse. "Arse? Mau kemana kamu?" Tanya Ayahnya.
Lalu Arse pun menghampiri ayahnya dan duduk di samping ayahnya. "Ah, Arse mau keluar sebentar yah, boleh kan?"
"Kamu pasti belum makan ya?" Tanya Reno dengan sedikit memelankan suaranya. Lalu Reno mengambil dompet yang ada di saku di ini celananya.
"Ini kamu makan aja di luar, sama Aurora pun juga nggak apa apa. Pakai kartu ayah aja" ujar Reno
"Hm? Gausah Ayah, Arse Masih punya uang kok, Arse pakai uang Arse sendiri aja. Terimakasih ayah" ujar Arse
"Udah gapapa. Pakai aja udah keluar kamu" ujar Reno yang memaksa Arse untuk memakai kartunya dan menyuruh Arse untuk pergi ke luar sembari mendorong dorong Arse.
"A, a Serius ini yah?" Tanya Arse yang masih ragu. "Hus pergi aja udah gapapa" perintah Reno yang menyuruh anaknya untuk keluar.
"Ah, iya kalau begitu Arse pegi dulu yah" ujar Arse. "Yah pergi aja kamu" ujar ayahnya
Lalu Arse pun menuju ke mobilnya "klap". Arse tersenyum melihat perlakuan ayahnya yang mengkahwatirkan dirinya.
__ADS_1
"Ayah memang yang paling mengerti, terima kasih ayah" uajarnya. Lalu ia pun segera menuju ke rumah Aurora.
Sesampainya di rumah Aurora. "Ting Tong" Arse membunyikan bel rumah Aurora. Tak lama kemudian Aurora pun keluar. "Ceklek Arse, masuk masuk"
Lalu Arse pun masuk ke dalam rumah Aurora. Dan Aurora pun langsung mengarahkan Arse untuk duduk di meja makan. "Langsung aja ke meja makan ya" ujar Aurora.
Arse pun mengangguk dan tersenyum. Arse yang Melihat banyak makanan di meja makan pun senang. Tak lama kemudian, perut Arse pun berbunyi "kruuukkkk"
Aurora yang mendengar itu pun Tertawa kecil. "Hahaha kamu laper banget ya?" Ucap Aurora yang menertawakan Arse.
"Hmmm kayaknya aku ketahuan" ujar Arse. "Ini minumannya, silahkan makan"
Lalu Arse pun mulai menyuap makanan di mulutnya "aemmm hm ini enak banget au..." Ujar Arse yang lahap memakan masakan Aurora.
"Enak ya?" Tanya Aurora. "Tentu saja semua masakan kamu enak" ujar Arse
Tak lama kemudian, mereka pun telah selesai makan. "Terimakasih ya Au.... Aku suka makanannya" ujar Arse.
"Emmm Arse hari nonton yuk di ruang tengah. Kan lagi libur" ujar Aurora. "Oke yuk"
Lalu mereka pun langsung pergi ke ruang tengah. Arse duduk di kursi sofa dan Aurora menyalakan tv nya. Lalu mereka pun duduk santai di kursi sofa.
"Emm Arse btw kamu nggak biasanya kayak gini. Kamu lagi berantem ya sama ibu kamu? Ibu kamu pasti marah kan sama kamu?" Tanya Aurora. Pertanyaan Aurora membuat Arse manjadi kaget dan dan sedih.
"Aku minta maaf gara gara aku kamu jadi bertengkar sama ibu kamu. Pasti enggak enak banget kan rasanya?" Ujar Aurora.
"Enggak kok... Aku di masakin. Cuma gara gara kamu masak bibimbap aku jadi ingin kesini" ujar Arse dengan ekspresi yang sedih
"Auu.... Kamu jangan merasa bersalah kayak gitu dong. Aku yakin kita bisa lewatin ini semua" ujar Arse sembari membelai pipi kanan Aurora.
"Iyaaaa aku paham kok. Aku tidak terlalu memikirkannya" ujar Aurora membalas belaian pipi Arse. Lalu keduanya pun Tertawa "hahahah"
"Yaudah, ini kan hari libur, jadi nggak usah dibawa sedih, kita nonton aja yang bahagia" ujar Aurora
Lalu Aurora pun bersandar di pelukan Arse. Meteka menikmati Filmnya. Namun, di tengah tengah mereka menonton, tiba tiba hp Arse berbunyi.
"Klunting" lalu Arse pun membuka ponselnya. Dan ternyata ada pesan dari Nesya. "Arse, Minggu ini kamu lagi ngapain?" Pesan dari Nesya.
Lalu saat Arse membaca pesan Dari Nesya. Tak sengaja Aurora melihat nya juga. Aurora yang bersandar di bahu Arse pun jadi sedikit menjauh.
__ADS_1
Arse yang tau itu pun langsung mematikan ponselnya. "Heyyy jangan cemburu, aku nggak bales kok" ujar Arse yang berusaha membujuk Aurora
"Dia kok segitu nya ya pengen banget sama kamu" ujar Aurora yang kesal. Lalu Arse pun mendekati Aurora dan memeluk Aurora.
"Aku nggak suka sama dia au... Biarpun di kasih pesan kayak begini aku tetetp aja nggak bales Kan?" Ujar Arse sembari memeluk Aurora
"Huh ini kak karena ada aku, coba aja kalau nggak ada aku, pasti udah di bales sampe ber jam jam" ujar Aurora
"Kamu ini lucu sekali kalo ngambek.... Pokoknya aku nggak akan bales dia au kalau kamu nggak suka"
Arse yang cuek pada Nesya. Tapi Nesya yang kini malah sibuk mengejar Arse. "Huh Arse kok nggak bales bales sih, pasti dia sibuk ya .." ujar Nesya yang menunggu balasan Arse
"Emmm pokoknya aku harus dapetin Arse, aku harus belajar lebih giat lagi, supaya Arse bisa bangga sama aku" ujar Nesya
Lalu Nesya pun ingin berbuat lebih baik lagi untuk mendapatkan Arse. "Emm besok bawa makanan deh untuk Arse. Gapapa kan....?" Ujarnya
Keesokan harinya
Hari ini Arse pergi ke kampus dengan Aurora. "Au...sudah siap? Aku jemput sekarang ya?" Ujar Arse Lewat telapon.
"Ngomong ngomong kamu udah sarapan belum?" Tanya Aurora. "Belum emang kenapa?"
"Kamu mau sarapan Roti coklat?" Tanya Aurora. "Mau dong....semua buatan kamu aku mau" ujar Arse. "Oke langsung jemput aku ya?"
Lalu Arse pun segera keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke mobil. Sebelum itu ia bertemu dengan kedua orang tuanya di meja makan, lalu Arse pun pamit dengan kedua orang tuanya.
"Ayah, ibu Arse pergi ke kampus dulu ya" ujar Arse.
"Iya kamu nggak sarapan dulu?" Tanya Ayahnya.
"Arse sarapan di luar aja ayah" ujar Arse.
"Ya sudah kamu hati hati ya" ujar Ayahnya
"Hati hati Arse" ujar ibunya.
"Iya ibu terimakasih"
...Terimkasih sudah membaca teman teman...
__ADS_1
...jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...
...terimakasih ...