Arsenio Dan Aurora

Arsenio Dan Aurora
episode 40


__ADS_3

"Au.... Lagi ngapain....aku udah selesai belajarnya" pesan dari Arse. "Aku lagi dirumah mau tidur" balas Aurora. Arse memberi pesan Sembari tersenyum senyum sendiri. Sedangkan Aurora membalas pesan Arse sedikit cemberut karena masih cemburu dengan kejadian tadi.


"Yaudah kalo gitu. Selamat malam Au..." Pesan dari Arse. "Selamat malam" balas Aurora.


Keesokan harinya


Hari ini hari seperti biasa Arse akan berangkat ke kampus lagi. Namun, Hari ini Arse ingin berangkat ke kampus bareng Aurora. "Emmm udah lama nih nggak terus sama Aurora, jadi kangen hahah" ujar Arse sembari tertawa kecil.


Setalah itu Arse pergi ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya. "Hai Arse, gimana kuliah kamu?" Tanya Ayahnya. "Baik yah" jawab Arse lalu Arse pun mulai duduk dan sarapan.


Disela sela Arse makan, tiba tiba ibu Arse bertanya pada Arse. "Arse, kamu masih berhubungan sama Aurora?" Tanya ibunya


"Masih" ujar Arse yang sebenernya benci di tanya hal seperti itu, namun Arse berpura pura baik baik saja. "Harus lanjut dong ya kan se?" Sahut Ayahnya. "betul harus di pertahankan" ujar Arse. Karena Arse sudah merasa tidak nyaman, akhirnya Arse pamit untuk pergi ke kampus.


"Yaudah kalo gitu Arse pamit dulu ya ayah, ibu" ujar Arse."iya hati hati ya kamu" ujar Ayahnya. Lalu saat Arse sudah di luar, pak Iwan mulai berbicara dengan istirnya. "Kamu gimana sih jangan merusak suasana begitu dong" ujar pak Iwan


"Huuffffff" Arse menghela nafas. Lalu ia pun segera mamasuki mobilnya. Sebelum berangkat, Arse menelfon Aurora, karena ia ingin sering sering bertemu dengan Aurora. "Au...kamu dimana?" Ujar Arse


"Aku dirumah udah mau berangkat ke kampus" jawab Aurora. "Tunggu aku ya...aku jemput sekarang" . "Oke"


Arse pun segera berangkat untuk menjemput Aurora. 20 menit kemudian, Arse sudah sampai dirumah Aurora. Lalu Aurora pun segera masuk ke mobil Arse. "Sudah siap?" Tanya Arse. Aurora pun mengangguk dengan senyuman.


"Kamu udah sarapan Au?" Tanya Arse. "Udah" jawab Aurora. Saat perjalanan menuju ke kampus, Arse selalu memperhatikan Aurora, ia merasa Aurora hari ini sangat diam tak seperti biasanya.


"Au... Kamu kenapa?" Tanya Arse sembari memegang tangan Aurora. "Huuuffftttt" Aurora menghela nafasnya. Karena Aurora kepo dengan kejadian semalam, akhirnya Aurora pun jujur ke Arse. "Aku semalam keluar sama Ervi" ujar Aurora. "Kemana,?" Tanya Arse.

__ADS_1


"Ke cafe S, Dan aku lihat kamu disana" ujar Aurora. Arse yang mendengar itu pun kaget, ia takut Aurora marah lagi karena tau kejadian semalam dengan Nesya. "K kok kamu nggak nyamperin aku?" Tanya Arse sedikit gelagapan.


Karena Arse tau Aurora sedang marah, akhirnya Arse memberhentikan mobilnya. "Eh kok berhenti, mau kemana?" Tanya Aurora.


Lalu Arse pun menatap wajah Aurora "Au...kamu sekarang lagi marah ya? Kalo kamu tau kejadian semalam, seharusnya tidak perlu cemburu karena semalam aku nggak ngurus apapun ke Nesya"


Lalu Aurora pun tersenyum "tenang aja...aku nggak akan semarah itu kok...aku tau kamu semalam, cuma kan aku sekarang lagi greget aja sama teman kamu itu" ujar Aurora. Arse yang mendengar itu pun Jadi lega.


Lalu Arse mulai mengendarai mobilnya lagi menuju ke kampus. "Au.... sekarang itu kan kita jarang banget ya ketemu, aku usahain aku selalu dekat sama kamu" ujar Arse yang ingin meyakinkan Aurora.


"Iya aku tau kok" ujar Aurora sembari tersenyum. Lalu Arse pun ikut tersenyum. Tak lama kemudian, Mereka pun telah sampai dikampus. "Au...nanti pulang bareng ya" ujar Arse. "Iya nanti aku kabarin lagi" ujar Aurora.


Saat Arse masuk, tiba tiba ada Reyhan yang merangkul Arse dari belakang. "Woy... Udah lama nggak ketemu" ujar Reyhan. "Iya sih kita beda kelas, gimana kalo kita nongkrong bareng" ujar Arse. "Boleh nanti gue kabarin si Riyan, Lo kabarin si Bima ya, Lo kan satu kelas" ujar Reyhan


Tak lama kemudian, ada Vera, Ferna, dan Uni yang datang untuk menghampiri Reyhan. "Hey Arse, hai Reyhan" sapa Vera dan Uni. Lalu Arse pun menyapa balik "hai". "Yaudah gua duluan ya" ujar Arse. "Gua juga". Arse dan Reyhan meninggalkan Vera, Uni, dan Ferna begitu saja.


"Eh itu siapa lagi yang mau deketin si Arse sih..." Ujar Uni yang melihat Arse sedang di dekati cewek. "Iya tuh, kek nya dia suka juga tuh sama si Arse" ujar Vera.


Uni yang melihat itu pun sengat geram dan ingin menegur Nesya. "Gilak saingan Uni banyak ya ternyata" ujar Ferna. "Awas aja bakal gua bikin untuk nggak bisa Deket sama Si Arse" ujar Uni


Lalu Vera dan teman temannya pun pergi ke kelas, sedangkan Arse yang kini merasa risih dengan Sikap Nesya. "Arse nanti kamu ada acara nggak? Mau main bareng aku?" Tanya Nesya.


Lalu Arse pun tak menghiraukan Nesya, bahkan Arse berbicara tanpa melihat wajah Nesya. "Nggak bisa aku keluar nanti sama temen temen aku" ujar Arse. "Yaudah...gimana kalo aku ikut, aku juga mau kenalan sama temen temen kamu" ujar Nesya.


"Maaf Nes nggak bisa, teman ku pasti nggak nyama dong" ujar Arse. Sebenernya Arse merasa bingung bagaimana ia harus menjawab Nesya. "Emmm iya juga sih" ujar Nesya.

__ADS_1


Pov Nesya


Aku sangat menyukai Arse, Arse adalah orang yang tampan dan baik juga pintar. Aku ingin mendapatkan Arse. Aku tak peduli bagaimana pun caranya aku harus bisa dapetin Arse. Aku akan sabar menunggu sampai Arse benar benar mau denganku.


Pov author


Setelah jam kuliah selesai, Arse segera pergi dari kelasnya dan menuju ke mobil. Sembari berjalan menuju ke mobil, ia menelfon Aurora. "Auu kamu udah selesai? Aku udah selesai loh" ujar Arse lewat telefon


"Iya aku udah selesai ini aku dibelakang kamu" ujar Aurora. Lalu Arse pun membalikkan badannya, dan tersenyum ke arah Aurora. Lalu Aurora pun segera menghampiri Arse.


"Makan dulu yuk" ujar Arse mengajak Aurora makan sebelum pulang. "Yuk" lalu mereka pun bergandengan tangan. Lalu Arse membukakan pintu untuk Aurora "silahkan au...." Ujar Arse. "Hahahahah" lalu Aurora pun Tertawa.


Tak lama kemudian, mereka pun telah sampai di restoran. "Aku mau kue strawberry" ujar Aurora. "Yaudah pesen aja yang itu" ujar Arse.


"Au nanti aku setelah nganterin kamu pulang aku mau keluar sama Reyhan, Bima dan Riyan" ujar Arse. "Yaudah pergi aja" Aurora


"Kamu marah ya?" Tanya Arse, ia tidak yakin dengan jawaban Aurora. Arse merasa Aurora sedikit marah.


"Nggak papa....yang penting kamu nggak sama cewek itu kan?" Tanya Aurora Sembari menyuapi Arse makan. "Au.... Plis jujur...?"


...Terimakasih sudah membaca teman teman...


...semoga kalian terhibur ...


...jangan lupa like, vote, komen, dan Favorit nya...

__ADS_1


...terimakasih ...


__ADS_2