Arsenio Dan Aurora

Arsenio Dan Aurora
episode 49


__ADS_3

Pulang kuliah


Saat Aurora keluar dari kelasnya, ia mendapat telepon dari Arse namun Aurora tak menghiraukannya.


Tak lama kemudian, Tiba tiba Arse datang dari belakang Aurora sembari berlari mengejar Aurora.


"Au" panggil Arse sembari memegang tangan Aurora. Namun Aurora melepaskan tangan Arse "apa sih" sahut Aurora dengan wajah tidak mood.


"Auuu kamu jangan kayak gitu dong" ucap Arse.


"Apa sih Arse.... Aku pulang sendiri aja udahh kamu naik mobil aja. Gausah khawatir aku udah gede kan?" Ujar Aurora


Lalu di belakang tiba tiba ada Nesya yang sedang mengintip perbincangan Aurora dan Arse. "Kenapa mereka?" Batin Nesya


"Auuu jangan kayak gitu lahh malu di lihatin orang"


"Yaudah makanya biarin aku pergi biar nggak malu" ucap Aurora tegas ke Arse lalu ia pergi meninggalkan Arse, namun Arse tetap mengikutinya daru belakang.


Lalu tiba tiba saja Aurora membalikkan badannya "jangan ikuti aku!" Ucapnya dengan tegas


"Au... Kamu pulang aja sama aku" ucap Arse kini memegang tangan Aurora. "Apa sih Arse sakit tau.."


"Maaf... Aku anterin kamu pulang. Kita berangkat bareng juga pulang bareng"


"Nggak mau aku naik taxi aja"


Lalu tak lama kemudian, Aurora pun menaiki taxi yang sudah menjemput nya. Arse menahan Aurora namun gagal, kini Arse pun tidak bisa berbuat apa-apa.


"Aaaakkk" teriak Arse


Lalu Arse pun kembali ke mobilnya "klap" ia benar benar tidak tau harus berbuat apalagi supaya Aurora tidak marah.


Lalu Arse berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju ke jembatan yang sangat sejuk dan banyak udara.


Sesampainya di sana Arse langsung memarkirkan mobilnya dan duduk santai di sana sembari melihat pemandangan sungai.


Sedangkan Aurora sekarang berada di dalam mobil taxi Dan ia mulai mengalirkan air matanya. Aurora mengingat saat saat ia bahagia bersama Arse. Saat Ia pernah di pantai, makan bersama, Aurora sangat Rindu dengan keromantisan yang Arse berikan.


Namun kini untuk ada waktu berdua pun sangat sulit. Lalu Aurora juga mengingat kejadian waktu ibu Arse memintanya putus dengan dirinya. Hal itu membuat Aurora sakit hati.


.


.


.


Malam harinya

__ADS_1


Kini Aurora hanya berdiam di kamar, ia sangat marah dengan Arse, juga dengan Nesya. "Kenapa sih harus ada si Nesya menganggu saja" ucapnya sembari melipat tangannya di dada dan mengerutkan dahinya.


Tak lama kemudian, ponselnya pun berbunyi, Aurora yang mendengar itu pun sangat Emosi "siapa lagi!!!!!!!" Teriak Aurora


Lalu Aurora mengambil hpnya dan melihat ada telepon dari nomor tak di kenal. "Siapa ini?" Ujarnya. Lalu Aurora memutuskan untuk mengangkat telpon itu.


"Halo?"


"Halo Aurora apa kamu mengenal suara saya?"


"Ah, a a I iya tante Rena ya. Ada apa Tante?"


"apa Arse bersama kamu sekarang?"


Aurora yang mendengar itu pun kaget, ia tak menyangka ibu Arse bisa menelfon nya. "Ha? Ibu Arse?"


"Ah, tidak tante. Saya tidak bersama Arse, saya dirumah sekarang. Memangnya ada apa ya Tante? Apa Arse tidak ada dirumah?"


"Iya Arse belum pulang malam ini. Ya sudah kalau begitu, Saya pikir Arse sama kamu, Kalo begitu terimakasih Aurora.


"Ah iya, Tante kalo begitu biar saya bantu cari"


"Baiklah jika kamu tidak keberatan"


Ibu Arse memutuskan sambungan Teleponnya. Setelah mendengar kabar tentang Arse. Aurora Pun jadi panik. "Duhh emang kemana lagi sih anak itu" ujarnya


Lalu Aurora mengambil jaket dan segera pergi mencari Arse. "Duhh Harus cari kemana sekarang"


Tak lama kemudian, Aurora menemukan sebuah jembatan yang sangat ramai banyak orang. Aurora pun masuk ke dalamnya.


"Hos hos hos" tak lama kemudian, ia melihat Arse dari belakang. "Ha? Itukan Arse" ujarnya. Lalu Aurora langsung menghampiri Arse.


"Drap drap drap Arse hos hos hos" ujarnya yang menghampiri Arse. Arse pun kaget melihat Aurora ada di samping nya sekarang


"Aurora? Kamu kenapa? Ngapain di sini? Kamu di kejar Preman?" Tanya Arse yang khawatir.


Akhirnya Aurora pun menemukan Arse. Lalu Aurora duduk disamping Arse dan mereka kini saling menenangkan.


"Aku tadi di telpon ibu kamu, aku khawatir, terus aku mencari kamu. Tapi sepertinya kamu baik baik saja. Pulanglah sekarang ibumu mencari mu" ujar Aurora tak menatap Arse. Begitupun juga dengan Arse.


"Hm? Maafin aku au aku membuat kamu galau, khawatir, sedih dan lain lain. Aku minta maaf. Tapi hanya satu hal yang aku ingin ucapkan. Aku cuma mencintai mu, tidak ada selain kamu"


"Aku pikir kamu nggak peduli au karena kamu sangat marah sama aku. Tapi nyatanya kamu masih peduli sama aku. Kamu yang terbaik au"


Aurora yang mendengar ucapan Arse kembali meneteskan Air Matanya. "Hiks maafin aku udah bikin kamu susah" ujar Aurora.


"Jangan menangis" ucap Arse, lalu mengusap Air mata Aurora. "Au... Udah ya... Jangan menangis..."

__ADS_1


Lalu Aurora memeluk Arse. "Maafin aku Arse.. aku cemburu dan nggak suka lihat kamu dengan Nesya" Arse pun membalas pelukan Aurora.


"Aku yang minta maaf, semua ini berjalan dengan lancar, tapi sejak saat ibu aku tidak suka sama kamu kita jadi begini"


"Aku juga minta maaf, gara gara kasus ayahku kamu jadi kesulitan seperti ini"


"Iyaaa kita punya masalah masing masing. Ayo kita lewatin ini semua. Aku percaya sama kamu au"


"Terimakasih Arse"


Tak lama kemudian, Mereka telah baikan kembali "emm beli jagung bakar yuk" ucap Arse


"Ayo pulang aja, ibu kamu udah nungguin Arse. Nanti kamu dimarahin loh"


"Beli jagung dulu ya nanti dimakan di mobil"


"Yah" Aurora kembali tersenyum, lalu Arse mencubit pipi Aurora. Lalu mereka pun membeli jagung bakar.


"Hahah pemandangan disini enak ya Arse"


"Kamu mau kesini lagi kapan kapan?"


"Tentu"



Setelah membeli jagung bakar, Arse dan Aurora kembali ke mobil. "Wahh ini cuaca sangat panas ya... Padahal anginnya kenceng banget"


"Iya sih tapi kita malah beli jagung bakar"


"Nggak papa ini enak kok" ujar Aurora sembari memakan jagung bakar bersama Arse.


Setelah itu, Arse dan Aurora memutuskan untuk pulang. "Au nanti kamu kalo dimarahin sama ibu kamu gimana au? Aku harus minta maafnya gimana ya....?" Tanya Arse


"Nggak tau juga kan kamu mungkin setelah ini dimarahin sama orang tua kamu juga kan"


"Hahahaha" Arse dan Aurora tertawa bersama


Sesampainya dirumah Aurora


Kini Aurora membuka pintu dengan sangat pelan dan berharap ibunya sudah tidur.


Saat membuka pintu, semua lampu sudah mati, Aurora pun langsung berjalan menuju kamarnya, belum sampai dikamar, Tiba tiba lampu menyala sendiri.


...Terimakasih sudah membaca teman...


...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...

__ADS_1


...Semoga kalian suka...


...Terimakasih...


__ADS_2