
"Haa? Arse?"
Lalu Aurora berusaha untuk masuk ke dalam mobil Arse. "Klap".Aurora pun berhasil masuk kini ia di dalam mobil bersama Arse
"Emang udah dari jam berapa Arse kesini sampai ketiduran begini" ujarnya nya pelan.
Lalu Aurora mengusap rambut Arse perlahan. dan menyelimuti Badan Arse dengan jaketnya.
"Arse.... " Panggil Aurora untuk membangunkan Arse. Namun Arse tak mendengar Aurora, ia tertidur pulas.
"Dia ketiduran ya... Tapi....kalo tidur gini dia imut sekali" batin Aurora sembari melihat wajah Arse
"Arse.... Kamu nggak ke kampus...?" Aurora membangunkan Arse sekali lagi, dan Arse mulai membuka matanya
"Eenggg jam berapa sekarang?" Tanya Arse yang dengan suara yang lemas.
"Kamu sakit...? Kalo sakit ayo aku anterin ke rumah sakit suara kamu lemes Arse"
"Nggak mau, aku mau disini aja sama kamu. Kamu cantik banget Au. Aku mau terus sama kamu" ujar Arse dengan nyawa yang masih belum terkumpul
Aurora tersenyum lalu ia mengusap usap rambut Arse dengan lembut. Lalu Arse memberikan hadiah yang ia beli semalam di mall.
"Ini untuk kamu au" ujar Arse
"Apa ini?"
"Buka aja"
Lalu Aurora membuka hadiah yang di berikan Arse. Ha? Bandana?" Ujar Aurora tersenyum melihat bandana yang lucu dan cantik.
"Ini lucu banget Arse, Ini buat aku? " Tanya Aurora. Lalu Arse mengangguk, ia senang karena sepertinya Aurora menyukai bandana yang ia belikan.
"Kamu suka au?" Tanya Arse.
"Suka banget"
"Syukurlah kalo kamu suka"
"Btw kamu kenapa beliin aku bandana?"
"Aku pikir kemaren kamu ngambek sama aku au. Aku tau hati kamu nggak suka sama Nesya. Apalagi kemarin kamu ketemu langsung secara dadakan. Aku tau kamu cemburu. Maaf kemaren aku mendiami kamu."
"Aku mendiami kamu bukan berarti nggak peduli, tapi aku ingin memberikan kamu waktu untuk berfikir. Dan sebagai gantinya aku beliin kamu bandana agar mood kamu kembali membaik. Aku harap kamu suka" ujar Arse
Aurora terharu sama sikap Arse "Arse... Terimakasih ya....aku suka banget sama bandananya" Ujarnya
Lalu Aurora memeluk Arse. Saat Aurora memeluk Arse, ia merasakan badan Arse hangat.
"Arse, badan kamu panas. Pantesan kamu ketiduran orang kamu sakit" ujar Aurora
__ADS_1
Arse tersenyum melihat Aurora yang khawatir dengan dirinya.
"Ih kok kamu malah senyum sih"
"Aku nggak papa kok au. Kamu tenang aja"
Aurora pun kembali menempelkan tangannya ke dahi Arse "Nggak papa gimana orang kamu panas begini"
"Kamu istirahat ya? Aku anterin kamu pulang sekarang? Kamu nggak usah ke Kampus dulu "
Arse menggelengkan kepalanya "udah ayo kita berangkat ke Kampus ntar kita telat" ujar Arse
Aurora memasang wajah sedih karena Arse tak mau di antarkan pulang "terus kamu gimana Arse?". Arse tak tega melihat raut wajah Aurora yang sedih
Lalu Arse pun berusaha untuk tidak membuat Aurora khawatir.
"Au... Kamu jangan khawatir, aku baik baik saja. Ntar aku minum obat aja paling udah sembuh. Lagipula ke Kampus cuma sebentar. Setelah dari kampus aku akan istirahat"
"Janji kamu?"
"Iya janji"
"Yaudah kalo gitu sekarang biar aku aja yang nyetir ya?"
"Yah" jawab Arse. Lalu mereka pun berangkat menuju ke kampusnya.
Pulang dari kampus, Arse semakin melemas. Lalu Aurora pun menggandeng tangan Arse dan masuk ke dalam mobil.
"Iya sayang" jawab Arse yang melemas.
Sesampainya di rumah sakit, Arse langsung di periksa oleh dokter. "Jadi, saya sakit apa dok?" Tanya Arse
"Tidak apa apa Anda hanya kelelahan. Saya akan buatkan obatnya, dan silahkan di Ambil" kata dokter. "Baik dok"
Lalu Arse langsung keluar dan mengambil obatnya. "Tuh kan au... Tadi kamu dengar sendiri aku cuma kelelahan" ujar Arse
"Iya syukurlah. Tapi tetap aja kan kami sekarang ini sakit. Setelah ini kamu harus istirahat yang cukup ya, jangan main dulu. Jangan lupa makan juga"
"Iya auu"
Sesampainya di rumah, Arse langsung masuk ke kamarnya. Ia begitu sangat lemas badannya pun semakin panas.
"Bruukk" Arse langsung membaringkan tubuhnya ke kasur "duhh kok dingin banget tapi badan panas" ujarnya. Lalu ia meminum obat dan langsung tidur.
Sore harinya dirumah Aurora
Aurora kini sedang memasak makanan sembari menunggu ibunya pulang. Tak lama kemudian, Bell Rumah nya berbunyi, ia sudah menduga bahwa yang datang adalah ibunya.
"Ceklek" Aurora membukakan pintu untuk ibunya.
__ADS_1
"Ibu sudah pulang"
"Iya nak. Kamu masak lagi ya untuk kita" ujar Rani
"Iya ibu. Aku Akhir Akhir ini suka memasak"
Lalu Aurora dan ibunya pun langsung ke meja makan untuk menikmati makanan yang telah Aurora masak.
Ditengah tengah mereka makan, tiba tiba Aurora ingin bercerita "Ibu sebenernya Aurora pengen cerita sama ibu"
"Hm? Cerita? Cerita apa?"
"Emmm aku nggak takut ibu marah, tapi aku hanya takut ibu kecewa"
"Kecewa? Kenapa harus kecewa. Jangan seperti itu, ibu akan selalu mendukung kamu. Ini masalah Sama Arse ya?" Ujar ibunya
"Kok ibu tau?" Tanya Aurora
"Hmm sepertinya kamu akhir akhir ini agak galau, pasti itu ada masalah sama Arse kan?"
Ibu Aurora memang selalu mengerti apa yang Aurora rasakan. Rani begitu sangat menyayangi Aurora. Hingga dia tau betul tentang Aurora.
"Iya ibu, Aurora memang ada masalah sama Arse. Tante Rena tak menyetujui hubungan ku dengan Arse, dan menyuruh kita untuk putus" ujar Aurora menunduk tak berani menatap ibunya.
Rani yang mendengarkan itu pun tersenyum.
"Aurora.... Hal itu wajar, tidak semua orang bisa menyukai kita, apalagi melihat anaknya terlibat dalam masalah yang harusnya tak terlibat. Ibu paham kok kenapa tante Rena nggak suka sama kita"
"Ibu nggak marah?"
"Tenanglah Aurora, mungkin ini akan sedikit nggak enak buat kamu dan buat Arse juga. Kalau kamu masih mau Bertahan, bertahanlah. Ibu tau kamu pasti ingin bertahan kan? Tidak perlu khawatir tentang ayahmu. Ibu yang akan mengurusnya"
Lalu Aurora berdiri dari tempat duduknya Dan memeluk ibunya.
"Ibu.... Terimakasih, karena ibu selalu mendukung ku. Aku berterimakasih punya ibu seperti ibu" ujar Aurora
"Ibu yang terimakasih sama kamu Aurora, selama ini kamu selalu menuruti perkataan ibu. Maka dari itu, ibu juga tak boleh egois untuk menuruti semua perkataan ibu. Ibu akan mendukung mu"
Aurora sedikit lega telah bercerita dengan ibunya. Setelah makan, ia langsung pergi ke kamarnya lagi.
Aurora kembali memegang ponselnya. "Arse lagi ngapain ya? Pasti lagi istirahat kan" ujarnya
"Pengen telfon Arse....tapi nggak mau ganggu jam tidurnya juga" ujarnya
Karena tak bisa menelfon akhirnya Aurora mengirim pesan untuk Arse "Arse, jangan lupa makan. Istirahat yang cukup. Kabari aku kalau sudah sembuh ya.." pesan dari Aurora.
...Terimakasih sudah membaca teman...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...
__ADS_1
...Semoga kalian suka...
...Terimakasih...