
"cit cuit cit cuit" suara burung di pagi hari setar sinar matahari yang masuk ke dalam Jendela kamar Aurora. Hal itu membangun kan Aurora.
"Ukkhh"
"Jam berapa ini" ujarnya sembari mengusap matanya. Dan perlahan lahan Aurora pun membuka matanya.
"Ohh sudah pagi ya .."
Lalu Aurora pun bangun Dari ranjangnya, lalu ia pun menggosok giginya. Lalu ia keluar Dari kamarnya.
Saat ia keluar Dari kamarnya, ia Segera menuju ke dapur, saat ia ke dapur, ia Melihat ibunya (Rani) yang sedang memasak.
"Ibu...lagi masak?"
"Iyaaa kamu sudah bangun...gimana bahu kamu Masih sakit?"
"Aku sudah sembuh ibu, aku sudah kembali
segar. Ibu...bekerja saja bu...aku di Rumah tidak apa apa" ujar Aurora.
"Yah, ibu hari ini juga akan berangkat bekerja. Kamu benar tidak apa apa?"
"Iyah aku sudah sembuh ibu"
Karena Aurora sekarang sudah sembuh, Rani pun kembali untuk berangkat bekerja. Setelah sarapan, ibu Aurora pun berangkat bekerja.
Saat ini Aurora sendirian di Rumah. Ia Masih terfikirkan bagaimana ayahnya bisa kesini.
"Huuuffftttt kenapa Ayah bisa kesini lagi ya? Aku Tau Ayah Salah, aku tidak benci dengan ayahku. Tapi aku hanya ingin tak diganggu lagi oleh Ayah ku. Aku hanya ingin hidup normal dengan ibuku. Aku tak boleh tinggal diam" ujarnya ngomong dengan Dirinya sendiri.
Tak lama Kemudian, tiba tiba ada seorang yang mengetuk pintu.
"Siapa ya?" Pikir Aurora
Lalu Aurora pun membuka pintu rumahnya. Saat membuka pintu Rumahnya ternyata yang datang adalah Arse.
"Arse...emm" ujar Aurora. Lalu Aurora pun memeluk arse. Dan Arse pun membalas pelukan Aurora.
"Masuk dulu yuk" ujar Aurora yang melepaskan pelukan itu.
Arse pun masuk ke dalam Rumah Aurora.
"Duduk sini" ujar Aurora yang menyuruh Arse untuk duduk di kursi sofa.
"Kamu mau minum apa?" Tanya Aurora.
"Gausah kamu duduk sini" ujar Arse yang menyuruh Aurora untuk duduk di sampingnya. Lalu Aurora pun menurut, ia duduk disamping Arse. Lalu pun memeluk Aurora.
"Do you miss me?" Ujar Aurora
"Sure...." Jawab Arse
Tak lama Kemudian, Arse melepaskan pelukannya dengan Aurora.
"Emmm kamu udah sembuh?" Tanya Arse
"Aku udah sembuh kok. Aku minta maaf ya... Karena Ayah ku kamu jadi terluka" ujar Aurora
"Nggak papa kok .. jadi benar itu Ayah kamu?"
Aurora pun mengangguk. Lalu Arse pun
tersenyum.
"Ayah kamu kuat juga ya" ujar Arse
"Maaf ya...kamu pasti kaget dengan ayahku"
__ADS_1
"Emm nggak juga kok" ujar Arse yang
Sebenernya ia benar benar kaget dengan Ayah Aurora. Karena selama ini Arse tak Tau dengan keluarga Aurora. Namun, Arse tetap menutupi kekagetannya agar Aurora tak merasa bersalah.
Tak lama Kemudian, Perut Arse berbunyi.
"Gruuukk"
Aurora yang mendengarkan itu pun tertawa kecil. Aurora menganggap bahwa itu adalah kebiasan Arse saat bersmanya.
"Kamu kebiasaan ya..." Ujar Aurora sembari mencubit pipi Arse.
"A a aku nggak laper kok" ujar Arse yang malu sama Aurora. Lalu Aurora pun menarik tangan Arse.
"Eh mau kemana?" Tanya Arse
"Ke meja makan" jawab Aurora.
Setibanya di meja makan
"Duduk sini dulu..." Ujar Aurora.
Lalu Arse pun duduk di kursi yang di suruh oleh Aurora. Lalu Aurora mengambil makanan untuk Arse
"Nihh makan ya..lain kali jangan kayak gitu, kalo laper bilang. Emang kamu habis Darimana sih?" Tanya Aurora
"Iya deh .. aku ngaku aku laper. Emmm tadi aku habis lari lari aja muter muter sini" ujar Arse
Arse Dan Aurora saat ini lagi berduaan. Lalu tak lama Kemudian, tiba tiba ada suara bunyi ketukan pintu lagi dirumah Aurora.
"Tok tok tok"
"Siapa ya. Bentar ya aku buka dulu"
Lalu Aurora membukakan pintu untuk orang lain. Saat ia membuka pintu, ternyata yang datang adalah Ervi.
"Okee"
"Kamu mau minum apa Er? Sekalian ke meja makan yuk ada Arse juga disana"
"Oh ada Arse ya. Gua nggak ganggu kan"
"Nggak dong santai aja"
Lalu Saat ini meja makan pun ada tiga orang yaitau Arse, Aurora, Dan Ervi.
"Arse lo disini juga"
"Iya"
"Lo mau ngapain Er disini" ujar Arse
"Gue sih mau Cerita Cerita"
"Emang mau Cerita apa Er?"
Lalu Ervi pun menceritakan kejadian yang di alaminya saat ia sengaja di buat malu oleh Ferna. Ia sengaja di sandung dengan Ferna saat berjalan dengan Bima.
"Emang se Rese itu ya...si Ferna" ujar Aurora setelah mendengar Cerita Dari Ervi.
"Yaudah lo bales aja sekali sekali" ujar Aurora
"Kok kamu gitu sih?" Ujar Arse
"Ha gitu gimana?" Sahut Aurora
"Ya kamuu masak kejahatan di bales kejahatan sih" ujar Arse
__ADS_1
"Huh" Aurora mengangkat bibirnya sebelah. Lalu Arse pun tertawa kecil melihat sikap Aurora.
"Yaudah lah pokoknya gua mau bales si Ferna kurang aja emang" ujar Ervi
Lalu Ervi pun membuat rencana dengan Aurora Dan mereka berdua siap bereaksi untuk membalas Ervi.
"Yes gua udah punya ide. Ntar malem aja gimana balesnya" ujar Ervi
"Boleh tuh"
Malam harinya
Pukul 18:00
Ervi meminta bantuan sama Bima untuk mempertemukan Ferna.
"Halo Bima? Kamu lagi dimana?" Tanya Ervi dalam telepon
"Emm. Aku lagi di Rumah emang kenapa?"
"Emm aku minta tolong boleh?"
"Boleh"
Tak lama Kemudian Bima pun menyetujui Ervi.dan sekarang Bima Dan Ervi lagi berada di sebuah taman yang rame banyak orang.
Lalu saat Bima berjalan dengan Ervi, Aurora Dan Ervi mengikuti mereka Dari belakang. Lalu Ervi membawa telur untuk di lemparkan ke Ervi dalam jarak jauh.
"Bimm kok lu tumben banget sih ajakin gue keluar kayak gini" ujar Ferna yang ke gr an
"Emmm kek nya malam ini udaranya seger" ujar Bima yang risin dengan Ferna
"Huhhh si Bima hatinya gampang banget di taklukin. Ini kesempatan besar gua" ujar Ferna dalam hati
Lalu Tiba tiba Ferna sengaja menggandeng Tangan Bima. Ervi pun kaget melihatnya Dari belakang.
"Issshh ngapain dia kek gitu. Dia pikir Bima bakalan suka apa?" Ujar Ervi diam diam dengan Aurora
"Sssstttt tahan dulu biarin dia berjalan agak jauhan oke"
Tak lama Kemudian, Ervi memulai Aksinya. Ia melemparkan telur di kepala Ferna dengan bisik bisik memanggil Bima Untuk Agak jauhan dengan Ferna agar tidak kena telurnya
"Sut ssst sst Bim"
Bima pun menengok
Lalu Ervi mengode Bima untuk agak berjauhan. Dan Bima pun paham dengan apa yang di katakan oleh Ervi.
"Oke au kita mulai"
"Satu Dua tiga"
"Prok"
Ervi berhasil melemparkan telurnya ke Ervi. Saat itu pun Ervi kaget Dan terdiam.
"Hahh Ferna apa itu?" Tanya Bima yang sok kaget
"Apa ini telur.....kurang aja beraninya siapa ini" ujar Ervi yang kesal.
Aurora Dan Ervi pun Masih di belakang semak semak.
...Terimakasih sudah membaca teman teman...
...jangan lupa like Komen Dan Votenya...
...terimakasih ...
__ADS_1