Arsenio Dan Aurora

Arsenio Dan Aurora
episode 50


__ADS_3

Saat membuka pintu, semua lampu sudah mati, Aurora pun langsung berjalan menuju kamarnya, belum sampai dikamar, Tiba tiba lampu menyala sendiri.


"Ha?" Aurora yang menyaksikan itu pun kaget. Dan ia Melihat ke belakangnya ternyata ada ibunya yang baru saja keluar dari kamarnya dengan rambut yang berantakan dan menguap.


Namun, matanya masih tertutup, tak lama kemudian, ibunya pun kembali mematikan lampunya dan kembali masuk ke dalam kamar.


Aurora pov


Aku pun bingung ada apa dengan ibu, tiba tiba ia menyalakan lampu dan mematikan lagi dengan mata tertutup. Aku pikir ibu sedang mengigau.


Aku pun langsung segera masuk ke kamar. Aku masuk ke kamar dengan selamat tanpa ada pertengkaran dengan ibuku. Aku pun langsung membaringkan diriku ke ranjang empuk ku.


"Haaahhh senangnya hari ini" ucapku dengan hati yang lega sembari tersenyum. Lalu tak lama kemudian, aku memikirkan Arse.


"Emmm gimana ya Arse... Apakah dia dimarahin ibunya?" Tanyaku dengan sangat khawatir, aku takut Tante Rena tidak membolehkan aku dan Arse bertemu lagi setelah kejadian ini.


Tapi, aku berfikir kembali Arse pasti Bisa melewati ini semua, begitupun aku, aku pasti bisa mendapatkan restu dari ibu Arse.


***


Dirumah Arse


"Huuffffff" saat ini Arse masih berada di dalam mobilnya. Ia sangat gugup untuk masuk ke dalam rumah. Ia begitu sangat Ragu.


Jam sekarang menunjukkan pukul 23:30. Dan Arse baru saja pulang. "Aku siap untuk dimarahin!" Ucapnya


Lalu Arse keluar dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah. Sebenarnya Arse tak mau membunyikan bel, dan ia ingin masuk ke rumah begitu saja agar tak membangunkan orang lain Yang sudah tidur.


Saat ia mencoba untuk membuka pintunya, ternyata pintunya terkunci. Mau tidak mau ia harus membunyikan bel. "Ting tong"


Suara bunyi itu pun terdengar dari rumah. Lalu tak lama kemudian ibunya langsung membukakan pintu untuk Arse.


"Ceklek" Arse yang Melihat ibunya membukakan pintu pun kaget, dan ia pun terdiam. "Cepat masuk, atau ibu akan tutup lagi. Diluar sangat dingin!" Ucap ibunya


Tanpa berbicara sedikit pun Arse langsung masuk ke dalam rumah, dan ia langsung berjalan menuju ke ruang tengah. Dan ibunya pun juga langsung duduk di sofa ruang tengah dengan Laptop, kopi, dan camilan yang ada di meja.


Arse pun bingung kenapa masih ada laptop, kopi, dan camilan diruang tengah pada jam tengah malam. "Apa ibu masih kerja?" Batinnya


"Ibu? Apa ibu belum tidur?" Tanya Arse. Arse pun memberanikan untuk berbicara. "Iya" jawab Ibunya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, beristirahatlah ibu. ini sudah tengah malam, tak seharusnya ibu bekerja" ucap Arse


"Lalu bagaimana dengan dirimu yang baru saja pulang, bukankah seharusnya kau harus tidur di jam segini?" Sahut ibunya


"Aku pergi karena menyenangkan diriku, bukan menyiksa diriku untuk tidak tidur di jam segini. Aku ke kamar dulu, selamat malam ibu"


Lalu Arse pun langsung pergi menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar Arse langsung berkaitan "yes yes yes" sambil menarik turunkan tangannya.


Ia begitu sangat bahagia, ia pikir ibunya akan memarahinya. Namun, ia bisa membantah ibunya. "Emmm maafkan aku ibu. Mungkin aku tak seharusnya seperti ini" ucapnya


Lalu Arse pun langsung segera mandi dan mulai tidur. Setelah mandi, ia pun berbaring di ranjangnya sembari tersenyum senyum. Tak lama kemudian, ia pun mulai tertidur.


Keesokan harinya


Pagi ini Arse telah siap untuk berangkat ke kampusnya. Sebelum berangkat seperti biasa ia mampir ke meja makan untuk sarapan.


"Eh Arse... Kamu udah seger aja pagi pagi ini?" Tanya Ayahnya


"Iya dong ayah. Harus semangat"


***


Sebelum Arse masuk ke kelasnya, Arse ingin pergi ke perpustakaan. Lalu ia pun ke perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan, ia bertemu dengan Nesya.


Lalu ia pun cepat cepat mengambil buku agar Nesya tak tau dan langsung membawanya ke kelas. Namun, belum selesai Arse mengambil buku, tiba tiba ada Uni.


Uni yang melihat Arse ingin cepet cepat mendekati Arse. "Arse....." Ucap Uni


"Duhh kok malah ada Uni sih ada ada aja nih" batin Arse


"Arse... Kamu lagi cari buku apa? Sini biar aku bantu" ucap Uni sembari memegangi tangan Arse


Lalu Nesya yang tau itu pun semakin penasaran "itu siapa sih? Temannya Arse? Tapi kok gandeng gandeng Arse. Masak pacarnya? Bukannya pacarnya si Aurora?" Batin Nesya


"Nggak Uni aku sudah selesai. Udah ya aku ke kelas duluan aja" ucap Arse. Namun Uni tetap saja tak mau lepas dari Arse


Tak lama kemudian, Ada Bima yang datang ke perpustakaan, ia melihat Arse sedang di goda dengan Uni. Bima pun langsung menghampiri Arse.


"Arse....." Sapa Bima yang memisahkan tangan Uni dan Arse yang sedang di gandeng Uni. Arse yang begitu sangat senang ketika di tolong oleh Bima.

__ADS_1


"Arse yuk ke kelas" ucap Bima


"Yuk" sahut Arse


Lalu Bima pun menggandeng Arse dan mengajaknya untuk ke kelas. "Bye bye Uni...." Ucap Bima


"Eh... Bima! Awas lu!" Ucap Uni


Uni yang kini sedang marah di perpustakaan karena ia gagal mendekati Arse lagi. Tiba tiba saja Nesya datang dari belakangnya.


"Hai. Lo suka sama Arse ya?" Tanya Nesya


"Iya jelas gue suka udah dari dulu. Tapi si Aurora malah uang ngambil duluan hati Arse" sahut Uni dengan marah marah.


Nesya yang melihat wajah Uni pun tersenyum nyengir "maaf ya.... Kek nya lu nggak akan bisa dapatin Arse" ujar Nesya langsung meninggalkan Uni begitu saja.


"Eh lu tadi bilang apa" ucap Uni sembari menarik pundak Nesya. "Gue peringatin sekali lagi ya .. jangan dekat dekat sama Arse lagi. Arse itu udah kenal gue dari 4 tahun lalu ngerti lu" ucap Uni langsung meninggalkan Nesya


Nesya yang mendengar ucapan Uni pun sempat emosi, tapi Uni menanhannya "ihhhh dasar. Ternyata banyak ya yang mengagumi Arse. Nggak cuma gue doang, gilak saingannya banyak banget si Aurora. Oke kita lihat siapa yang akan menang" ucap Uni


Sesampainya di Kelas, Arse langsung duduk di samping Bima "eh Bim gue duduk disamping lu aja deh... Jagain gue ya... Makasih looo" ucap Arse.


"Iyeee iye... Lo tenang aja masalah si Uni biat gue yang sentil dia aja" ucap Bima


Lalu tak lama kemudian, ada si Reyhan yang datang menghampiri Arse dan Bima. "Hey kalian disini" ucap Reyhan


Arse pun langsung menyuruh Reyhan untuk ganti tempat duduk di samping Arse. "Rey Rey Rey lu duduk disamping Kanan gue dan si Bima duduk di samping kiri gue" ucap Arse


"Hahahahah emang kenapa Se? Kok lu jadi kek gitu sih..." Ucap Reyhan sembari Tertawa


"Udahh lu pokoknya duduk sini aja karena ada Uni yang ngejar ngejar gue. Jadi, biar siapa pun nggak ada yang bisa deketin gue lagi ya"


...Terimakasih sudah membaca teman...


...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...


...Semoga kalian suka...


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2