
Sepulang dari Kampus, saat Arse hendak berjalan menuju ke mobilnya, tiba tiba saja ada Uni yang datang dari belakang. "Arse?" Sapa Uni
Arse pun membalikkan badannya "haaa??" Ucapnya Membuka mulutnya lebar lebar kaget karena tiba tiba ada Uni "kenapa sih biasa aja dong, emang aku apaan" ucap Uni yang tengah Emosi saat ini.
Tak lama kemudian, Aurora pun datang "Arse? Udah mau pulang?" Tanya Aurora "ah Iya au... Yuk pulang keburu sore nanti" sahut Arse lalu Aurora dan Arse pun langsung pergi meninggalkan Uni "bye Uni kita duluan ya" ucap Arse
Namun, saat Arse dan Aurora pergi tiba tiba saja Uni memegang tangan Arse "eh eh eh" ucap Uni sembari memegangi tangan Arse, namun Arse melepaskan tangan itu "ehhh enak aja langsung mau pergi, aku tu mau ngomong. Aurora beri waktu dong"
"Au... Kamu" ucap Arse "udah gapapa aku tunggu aja di mobil ya" sahut Aurora memotong pembicaraan Arse. Arse ingin mengejar Aurora tapi tangan Arse ditahan oleh Uni.
"Gue suka sama Lo Arse" ucap Uni membuat Aurora berhenti berjalan menuju ke mobil. Tiba tiba saja Uni membuka suara yang sangat mengejutkan bagi Arse dan Aurora. Arse benar benar tak menyangka bahwa Uni akan bertindak seberani ini
Sedangkan saat ini ada Nesya juga yang sedang menyaksikan Uni dan Arse "sial tu cewek berani benget sama Arse huh" batin Nesya kesal melihat sikap Uni
"Iya Uni.. aku hargain kamu kalo suka sama aku. Tapi aku nggak bisa Nerima kamu sekarang karena aku udah punya pacar, yaitu Aurora. Aku harap Lo bisa Nemuin cowok yang jauh lebih baik dibandingkan Gue. Ya maaf gue harus pergi sekarang" ucap Arse
"Apa? Jadi gue ditolak sama Arse? Sial memalukan banget jelas saja nanti si Aurora merasa menang dari gue. Awas aja gue bakal bikin Arse jatuh cinta sama gue" batinnya
"Yaudah" sahut Uni
Arse langsung meninggalkan Uni begitu saja. Lalu Arse menggenggam tangan Aurora dan mengajaknya untuk langsung masuk mobil. Aurora pun terdiam tak bisa berkutik. Ia begitu sangat sakit hati mendengar ucapan Uni yang menyatakan perasaannya. Dan tentu saja Aurora sedang cemburu.
"Klap" Aurora dan Arse pun masuk ke dalam mobil. Lalu Arse Memutar balik Mobilnya dan berjalan keluar dari kampusnya. Sepanjang perjalanan Aurora hanya diam dan melamun kadang menundukkan kepalanya kadang juga menatap ke kaca mobil.
__ADS_1
Namun Arse kini ia sedang menyetir sembari melihat wajah Aurora. Arse sedih melihat Aurora tak seperti biasanya. "Aku benar-benar tidak suka saat Aurora sedang seperti ini. Aku ingin Aurora kembali tersenyum bersama ku" batin Arse
Tak lama kemudian, Arse telah sampai di pantai yang sangat indah "yuk turun" ucap Arse "ya" sahut Aurora tanpa bertanya kenapa harus ada di pantai. Bukankah seharusnya ia pulang? Lalu Arse menggandengnya dan duduk ditepi pantai.
"Au.... Aku minta maaf ya. Kamu badmood banget ya hari ini?" Ucap Arse "enggak kok" sahut Aurora berusaha menyembunyikan sakit hatinya
Lalu Arse memegang pundak Aurora dan menyuruh Aurora untuk bersandar dibahunya dan merangkulnya "emm biasanya.... Cewek kalo lagi badmood sukanya makan, kamu mau makan seafood?" Tanya Arse
Aurora mengangguk sembari bersandar dibahu Arse. Lalu mereka pun mencari tempat untuk makan "aku mau disini aja Arse" ujar Aurora. Arse sangat paham bahwa Aurora kini sedang tidak baik moodnya maka dari itu Arse menurutinya saja.
"Yaudah kamu tunggu sini aja ya? Aku beli dulu makannya. Mau minum apa kamu?" Tanya Arse "es coklat" sahut Aurora tanpa melihat Arse "au... Aku bener bener nggak bisa lihat kamu kayak gini.... Aku akan berusaha membuat mood kamu kembali membaik" batin Arse. Lalu Arse pun pergi untuk mencari seafood disekitar pantai.
Sedangkan saat ini Aurora tengah duduk lesu. Kakinya di tekuk dan tangannya di lipat diatas lututnya, lalu kepalanya disandarkan di atas keduanya tangannya yang tengah dilipat itu.
Tak lama kemudian, Arse datang dari belakang. Aurora bisa Merasakan kedatangan Arse, Aurora pun membalikkan badannya dan tersenyum ke Arse. Lalu Arse berjalan dan duduk disamping Aurora membawa dua piring yang banyak makanan seafood "ni kamu suka yanh pedes kan?" Ujar Arse
"Hummmm makasih Arse" sahut Aurora mencium bau masakan seafood pedas. Lalu Aurora pun menyantap seafood yang Arse berikan. Arse yang melihat Aurora tersenyum kembali sangat senang "syukurlah au kamu sukarang bisa tersenyum kembali" batin Arse
Kini Aurora dan Arse menikmati makan siang mereka di pantai yang penuh udara sejuk. Arse pun juga tak lupa untuk membawa tissue "Au..." Panggil Arse. "Hm?" Aurora pun langsung menghadap ke Arse, lalu Arse mengambil tissue dan mengelap bibir Aurora "nanti panas Lo kalo belepotan kayak gini" ujar Arse
"Hahah maaf ya aku belepotan, tapi aku benar-benar menikmati ini Arse" sahut Aurora Arse melihat Aurora sembari tersenyum. Lalu mereka pun menyelesaikan Makanannya. Setelah makan Arse fan Aurora sangat kenyang
"Au... Jangan marah ya...juga jangan sedih. Aku nolak Uni karena aku cinta sama kamu"
__ADS_1
"Nggak kok nggak papa. Aku udah biasa aja sekarang. Aku semakin berani sekarang Arse"
"Maksud kamu berani?"
"Aku berani untuk melawan mereka semua, aku berani menghadapi situasi apapun. Terimakasih ya Arse kamu selalu menghiburku"
Setelah makan, Aurora dan Arse menikmati santai di pantai sejenak. Tak lama kemudian, mereka pun memutuskan untuk pulang.
***
Dirumah Nesya
Nesya saat ini sedang bingung apa yang harus ia lakukan. Dirinya mondar mandir dikamarnya sembari menggigit jarinya "duhhh gue nggak boleh kalah sama Uni, dia berani banget ungkapin perasaannya ke Arse. Terus... Masak sih gue harus gitu juga. Kalo diterima sih bagus, kalo di tolak Kan malu..." Ucapnya bingung sendiri
"Lagian tuh cewek emang secantik apa sih sampe sampe Arse cinta mati sama dia. Gue harus dandan yang lebih cakep kali ya... Untuk rebut hati Arse... Iya gue harus dandan yang lebih cakep, yang namanya cowok kalo ketemu cewek yang lebih cantik pasti kegoda lah hahah. Gue harus lebih cantik dari Aurora dan Uni" ujarnya Menyengir.
...Terimakasih sudah membaca teman...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...
...Semoga kalian suka...
...Terimakasih...
__ADS_1