Arsenio Dan Aurora

Arsenio Dan Aurora
episode 45


__ADS_3

Lalu Arse pun langsung pergi ke luar dan menuju ke mobil dengan hati yang lega dan senang karena pagi ini ibunya mengajak nya mengobrol.


"Semoga ibu nggak marah lagi Aamiin.." ujarnya. Lalu ia pun langsung menyalakan mobilnya untuk menjemput Aurora.


Sesampainya di rumah Aurora. "Halo au aku udah di depan rumah kamu, kamu dimana?" Tanya Arse lewat telepon


"Iya tunggu aku keluar sekarang " ujar Aurora. Lalu Arse mematikan sambungan Teleponnya.


Tak lama kemudian, Aurora keluar dari rumahnya dan langsung masuk ke mobil Arse.


"Wahhh apa aja ini au?" Tanya Arse yang melihat Aurora membawa banyak barang


"Ini bekal untuk kamu, mau aku suapin sekarang?" Tanya Aurora.


"Em boleh" jawab Arse


"Aaaaaa aemmm"


"Emmm enak banget sayang coklatnya juga nggak kebanyakan dan nggak kurang" ujar Arse sembari menikmati makan Roti buatan Aurora


"Kamu suka?" Tanya Aurora.


"Tentu" jawab Arse. Lalu Arse pun langsung menyalakan mobilnya dan berjalan menuju kampus Mereka.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di kampus. Lalu Arse memarkirkan mobilnya. "Keluar yuk" ujar Arse


Arse dan Aurora pun keluar dari mobil. Baru saja mereka keluar dari mobil, tiba tiba ada Nesya yang berjalan menuju ke arah Arse dan menyapa Arse.


"Hai Arse" sapa Nesya. Aurora yang melihat itu pun langsung kesal dan sedih, namun Aurora tetap berekspresi biasa biasa saja.


"Oh Ini siapa? Adek kamu ya?" Tanya Nesya


"Ah, bukan Nesya. Ini Aurora, pacar aku" ujar Arse. Lalu Aurora pun tersenyum. Sedangkan Nesya yang mendengar itu langsung down sakit hati, galau, sedih seketika.


"Ohh pacar kamu ya, maaf Arse aku nggak tau" ujar Nesya sedikit gugup. Lalu tiba tiba wajah Nesya pucat.


"Kamu kenapa? Lagi sakit? Kok wajah kamu pucat?" Ujar Aurora.


"Ah, iya aku masuk angin pagi ini" jawab Nesya memberi alasan karena ia kaget mendengar pernyataan dari Arse


"Yaudah kamu istirahat aja. Mau aku temenin?" Tanya Aurora. "Ah, nggak usah aku ke UKS aja sendiri. Ya udah aku duluan ya bye" ujar Nesya.


Nesya pergi meninggalkan Arse dan Aurora. Namun, Saat Nesya pergi, Aurora merasakan bahwa Nesya sangat kecewa saat mendengar pernyataan Arse. Hal itu juga sangat jelas di ekspresi wajah Nesya.


"Kamu kenapa au... Nggak suka ya lihat Nesya. Aku minta maaf ya Au" ujar Arse yang melihat wajah Aurora terlihat murung.


"Ah, nggak papa kok" ujar Aurora sembari sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Serius?" Tanya Arse.


"Aurora mengangguk"


"Yaudah masuk yuk" ujar Arse. Lalu Arse dan Aurora pun masuk ke dalam kelas mereka masing masing.


Sesampainya di kelas, tak lama kemudian ada Ervi dari belakang Aurora yang menyapa Aurora.


"Aurora...." Sapa Ervi.


Lalu Aurora pun membalikkan badannya. "Eh Ervi" ujarnya


Aurora melihat wajah Ervi yang begitu sangat ceria membuat dirinya kembali ceria setelah benerapa menit murung.


"Kenapa mukanya seneng banget kayak gitu" tanya Aurora


Lalu Ervi memutar bola matanya "emmm ada suatu hal yang membuat gue bahagia taukk" ujar Ervi


"Emang kenapa lu, pasti ini ada hubungannya sama Bima kan?"


"Emmm ada deh duduk dulu yuk"


Lalu mereka pun duduk di bangku mereka masing masing karena sebentar lagi dosen akan masuk.


"Ntar aja ya gue ceritain, waktunya mepet" ujar Ervi


Begitupun juga dengan Nesya yang merasa canggung. Nesya merasa sangat malu saat ini, karena ia selalu mencoba mendekati Arse, tapi Arse tak merespon nya.


Tentu saja Arse tidak menyukai dirinya, sedangkan Nesya begitu sangat menyukai Arse. Nesya kini benar benar sedih dan kesal mendengar pernyataan dari Arse tadi pagi.


Nesya yang semulanya selalu mendekati Arse, namun kini ia tak lagi dekat dekat dengan Arse karena malu.


"Aku harus membuang makanan itu, itu tak pantas untuk Arse. Aku sangat kesal" ujarnya


Nesya yang awalnya ingin memberi makanan untuk Arse, namun kini ia harus membuang makanan itu karena oa berfikir makanan itu tak akan ada artinya bagi Arse.


Sedih, kesal, galau hal itu hanya dirasakan oleh Nesya, Namun tidak bagi Arse. Arse justru semakin bahagia karena ia tidak lagi didekati Nesya. Arse bahkan kini merasa sangat nyaman.


3 jam kemudian, Ervi dan Aurora pun telah selesai kuliah. Lalu mereka pun keluar dari kelasnya dan menuju ke parkiran.


"Eh tadi mau ngomong apa Ervi...?" Tanya Aurora yang kepo.


"Emm gue habis jadian sama si Bima. Yes Bima akhirnya luluh juga kan sama gue" ujar Ervi sembari tersenyum bahagia


"Wahhh Serius Lo... Haha gue juga ikut seneng deh dengernya" ujar Aurora.


"Gua tu nggak nyangka Lo bisa sama Bima. Gua pikir Bima nggak akan suka sama gue" ujar Ervi

__ADS_1


"Kenapa nggak suka....Lo cantik begini kenapa harus nggak suka" ujar Aurora


Ervi hanya mengangkat bahunya. "Yaudahlah yang penting sekarang gue bershasil sama Bima kan? Bukan Si Ferna itu yang sama Bima" ujar Ervi


"Iya iya deh.... Lo pasti pagi ini berangkat sama Bima kan? Yaudah kalo gitu gue duluan ya, gue pengen masak masak lagi" ujar Aurora


"Masak masak?" Tanya Ervi


"Iya akhir Akhir ini aku belajar memasak Lo"


"Gilak keren banget ya Lo sekarang"


"Hahah nggak kok, biasa aja sih"


"Yaudah gue duluan ya Ervi bye"


"Bye"


Lalu Aurora pun pergi meninggalkan Ervi dan menuju ke mobil Arse. Saat itu, Arse sudah menunggunya di dalam mobil.


Lalu Aurora pun masuk ke dalam mobil. "Maaf ya Arse menunggu lama"ujarnya


"nggak apa apa kok" jawab Arse


Arse Tau bahwa Aurora sedang tidak baik baik saja setelah bertemu dengan Nesya. Suasana dalam mobil pun kini sunyi, tak seperti biasanya mereka yang selalu mengobrol.


Aurora selalu melihat ke jendela sembari melamun. Begitupun juga dengan Arse yang berdiam saja tak berbicara sedikit pun.


Namun, tak lama kemudian Arse membuka mulutnya. "Au.. kamu laper nggak?" Tanya Arse


"Nggak, aku pengen langsung pulang aja" jawab Aurora


"Aku tau kamu lagi galau au. Maafin aku, Aku diam kek gini bukan karena aku ikut ngambek, tapi aku ingin kamu tenanh dulu. Maafin aku au" batin Arse sembari menyetir.


20 menit kemudian, Arse talah sampai di rumah Aurora. "Terimakasih ya Arse, kamu hati hati ya" ujar Aurora. "Iya" jawab Arse


Arse sangat merasa sedih melihat wajah Aurora yang murung seperti itu. Namun, Arse Tetap ingin memberikan waktu sendiri untuk Aurora.


Setelah mengantar Aurora, Arse langsung pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Arse langsung mandi untuk menyegarkan badannya.


...Terimakasih sudah membaca teman teman...


...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya ...


...Semoga kalian suka...


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2