
Ia melihat masih ada satu obat tidur. Lalu Arse pun meminumnya dengan harapan ia bisa tidur nyenyak. "Gluk gluk gluk ah...semoga bisa tidur. Dan bisa bangun dengan segar besoknya"
Sedangkan Bima yang malam ini hatinya begitu sangat senang karena malam ini adalah malam yang paling spesial bagi Bima.
"Emmm yes yes gue diterima sama Ervi" ujarnya sembari senyum senyum sediri di kamar.
Begitupun juga dengan Ervi yang di rumah kini kesenangan. "Astaga.....gue masih nggak nyangka Bima bisa suka sama guee aaakkkkk" ujarnya sembari teriak kesenangan
Tak lama kemudian, Hp Ervi berbunyi ia menerima pesan dari seseorang, yaaa tentu saja orang itu dari Bima.
"Ayang udah tidur?" Pesan dari Bima. Ervi yang menerima pesan itu pun langsung senyum manis dan ketawa kecil. "Pfffttttt"
"Belum, aku belum ngantuk" balas Ervi
"Emang ayang biasanya tidur jam berapa?"
"Nggak pasti sih, kadang jam 10 kadang jam 9"
"Kamu pasti sekarang lagi nggak bisa tidur ya"
"Bisa kok. Ini baru mau tidur. Bye Bima"
Keesokan harinya
Hari ini Bima bangun jam 6 pagi. "Hoaaammm" ia menguap sembari merentangkan kedua tangannya "kretet" suara tulang tulangnya pun bersuara.
Setelah itu Bima langsung merapikan kamarnya dan mandi. "Zraaaazzzzzzz woahh harus ganti sabun ini. Harus pakai yang super duper wangi" ujarnya
Lalu setelah mandi Bima merapikan dirinya sembari bersiul "fufufufu fiu fiu". Suara siulan Bima menandakan bahwa hatinya sedang bahagia, karena dirinya habis jadian dengan Ervi.
"Ervi lagi ngapain ya?" Ujarnya sembari senyum senyum sendiri dikamar. Lalu Bima pun memberi pesan untuk Ervi di pagi ini.
"Selamat pagi ayang?" Pesan dari Bima. Ervi yang baru bangun pun mendengar ada suara di hp nya.
"Haduhh siapa ya deg deg deg" ujarnya dengan penuh harap bahwa ada pesan dari Bima.
Lalu Ervi pun membuka hp nya dan ternyata ada pesan dari Bima. Ervi yang melihat itu pun senyum merem melek. "Haa?? Ayang??? Sejak kapan manggil ayang?" Ujarnya
__ADS_1
Lalu Ervi pun membalas pesan Bima dengan hati yang deg deg an, Dan senyuman yang tak bisa dikendalikan. "Selamat pagi" balas Ervi
"Klunting" Bima pun segera membuka Chatnya dengan Ervi. "Kok cuma gitu sih balasnya" ujarnya sembari cemberut karena Ervi tak memanggil dirinya ayang.
"🙁" Balas Bima, lalu Bima meletakkan hpnya dan ingin menyudahi Chat mereka. Ervi yang menerima pesan itu pun bingung "ha? Dia kenapa?" Tanya nya
"Hmm aku Tau ni, pasti karena nggak dipanggil ayang kan?" Ujar Ervi yang peka dengan Bima. Lalu Ervi membiarkan Bima begitu saja.
Sedangkan Bima yang Dirumah ia menunggu dibalas Chatnya dengan Ervi. "Lama banget sih balasnya" ujar Bima
Lalu Ia pun memutuskan untuk ke meja makan untuk mencari sarapan. "Kruuukkkk" perut Bima yang lapar pun sudah Berbunyi.
"Ibukkk lagi masak apa?" Tanya nya yang melihat ibunya lagi masak. "Nasi goreng ini buat kamu....udah jadi" ujar ibunya. "Wahh ni buat aku buk? Tumben" ujar Bima
"Yaelah gue ini sebenernya ibu yang baik, cuma lu aja yang jadi anak kurang ajar" ujar ibunya sembari memutar bola matanya.
"Hahahahah jangan gitu dong buk... terimakasih ya". Lalu Bima pun sarapan dengan nasi goreng buatan ibunya.
Tak lama kemudian, Bima telah selesai makan. Begitupun juga dengan ibunya. Lalu tiba tiba Bima ingin bicara pada ibunya.
"Ada apa?" Jawab ibunya.
"Emmm buk gimana kalo aku sama Ervi?" Tanya Bima kepada ibunya.
"Baguslah sepertinya dia orang yang baik kok" jawab ibunya
"Lalu gimana kalo suatu saat ada masalah tentang keluarga Ervi, lalu aku ikut kena masalah itu?" Tanya Bima dengan serius.
"Kena masalah tentang keluarganya gimana?" Tanya ibunya yang masih tidak paham.
"Misalnya ayah Ervi itu orang jahat gitu, terus kalo ada masalah aku juga terlibat. Perasaan ibu bagaimana?"
"Ya ibu akan bantu sebisa ibu sih...." Jawab ibunya dengan santai. Bima yang mendengar jawaban dari ibunya pun ikut bingung. Karena sangat beda dengan ibu Arse.
"Emm ibu nggak benci sama Ervi?" Tanya Bima.
"Ya nggak lah....ngapain harus benci, setiap masalah itu harus di selesaikan bukan malah lari. Dan kalo bisa sih bantu orang lain. Dan kalo mau berjuang pasti masalahnya akan selesai" ujar Ibunya
__ADS_1
"Bener juga kata ibu" bantin Bima. Lalu Bima pun kembali lagi ke kamarnya setelah sarapan. "Yaudah buk aku ke kamar lagi ya. Makasih sarapannya". Ibu Bima mengangguk.
"Klap" sesampainya di kamar Bima langsung duduk di kasurnya. "Huuffffff gimana ya supaya gua bisa bantu Arse. Kasian Arse" ujarnya
Bima yang kini sedang berusaha untuk membantu Arse. Sedangkan Ervi yang kini Malah sibuk memikirkan Bima.
Ervi yang sekarang lagi mengerjakan tugasnya di rumah, ia tak fokus untuk mengerjakan karena memikirkan Bima. Disatu sisi lain ia bahagia karena bisa pacaran dengan Bima namun, disatu sisi lain Bima sekarang lagi ngambek.
Begitu pula dengan Arse yang kini menjalani kehidupannya di rumah dengan orang tuanya. Ia merasa sangat malas untuk bertemu dengan ibunya, karena ibunya melarang nya untuk bertemu dengan Aurora.
Sekarang jam menunjukkan pukul 8 pagi. Namun Arse belum bangun juga. Biasanya Arse selalu bangun lebih awal namun sekarang ia belum bangun juga. Hal itu juga di sebabkan karena Arse yang tak mau bangun awal.
Dimaja makan, Ibu Arse merasa sangat tidak enak dengan hari ini. Karena biasanya ia selalu sarapan dengan Anaknya, namun kini Ia sarapan hanya berdua dengan suaminya.
"Loh Arse belum bangun?" Tanya suaminya. "Tidak tau belum mungkin" jawan Rena. Reno yang mendengar jawaban istrinya merasa istirnya lagi marah.
"Kenapa kamu jawabnya kayak gitu. Biasanya kalo Arse belum bangun kan kamu yang bangunin" ujar suaminya
"Arse sudah besar untuk hal seperti itu"
Setelah sarapan Reno memutuskan untuk melihat Anaknya yang ada di kamarnya. "Ceklek" saat ia membuka pintu, ternyata memang benar Arse masih tidur. "Hari libur kan sekarang? Pantes aja" ujarnya
"Tapi....Arse tak pernah seperti ini, bahkan di hari Minggu pun Ia pasti Bangun lebih awal. Apa Arse marah sama Ibu?" Tanya Reno dengan diri sendiri. Lalu Reno pun kembali ke Ruang tengah untuk menonton Tv.
Lalu tak lama kemudian, Arse pun bangun. "Hoaamm jam berapa sekarang?" Ujarnya sembari menyipitkan matanya
"Ohh sudah pagi ya..." Lalu Arse melihat jam yang ada di kamarnya. Saat ini jam menunjukkan pukul 8:30 pagi. Arse yang melihat itu pun tak membuka jendelanya. Ia malah ingin bersantai dikamar.
"Hari ini hari libur, pasti Ibu Dirumah kan? Males di tanya tanya nanti kenapa bangunnya siang" ujarnya.
...Terimakasih sudah membaca teman teman...
...jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya ...
...semoga kalian terhibur...
...terimakasih ...
__ADS_1