Arsenio Dan Aurora

Arsenio Dan Aurora
episode 37


__ADS_3

Aurora Dan Ervi pun Masih di belakang semak semak. Mereka puas untuk mengerjai Ferna, Dan tak lupa juga Ervi yang merekam nya.


"Duhh siapa sih yang kayak gini. Woy lu kalo berani keluar sini....." Ujar Ferna sembari berteriak dimalam hari yang banyak orang orang


"Siapa sih dia setres kali ya"


"Nggak Tau tuh bau telur lagi"


Ucapan orang orang di sekitar Taman


"Apa looo liat liat" ujar Ervi


"Duhh Bima bantu ngelap dong"


"Ah, maaf Ervi aku kebelet pipis aku pergi dulu ya byee" ujar Bima yang meninggal Ervi begitu saja


"Ishhhh kenapa Bima ninggalin gue sih. Harusnya dia bantuin gue dong...."


Saat Bima pergi, Aurora Dan Ervi pun juga ikut pergi. Mereka sudah di tunggu Arse di luar taman. Dan mereka akan pulang satu Mobil bersama.


"Eh Arse dimana ya?"


"Ah, itu dia"


Ervi Dan Aurora pun yang Tau ada Mobil Arse, ia Segera masuk ke Mobil Arse. Dan begitu juga dengan Bima ia pun masuk ke Mobil Arse juga.


Didalam Mobil


"Yes yes yes berhasil yes" ujar Ervi


"Huuuhh gimana ya dia sekarang" ujar Aurora


"Salah sendiri bikin orang kesel mulu heran"


"Videonya emang mau kalian apain?" Tanya Bima


"Ya disimpan aja sih... Kalo dia berbuat jahat lagi tinggal sebar video ini"


Tak lama Kemudian, Arse telah mengantarkan Ervi Dan Bima untuk pulang ke Rumah. Sekarang ia hanya bersama Aurora di dalam mobil.


"Au... Kamu udah ngantuk?" Tanya Arse


"Em? Belum" jawab Aurora


Lalu Arse memegang tangan Aurora sebelah Dan sebelahnya lagi untuk Arse menyetir.


"Bentar lagi pengumuman masuk kuliah, deg deg an nggak kamu" ujar Arse


"Oh iya. Semoga keterima yaaa Amin"


Arse pun tersenyum


Aurora begitu sangat semangat untuk ke sekolah barunya, ia benar benar ingin belajar sungguh sungguh. Begitu pun juga dengan Arse.


"Kamu mau pulang? Baru jam 7 malam loh" ujar Arse


"Em? Terserah kamu"


"Kamu mau jajan?" Tanya Arse


"Mau dong....udah lama nggak jajan"


"Oke yaudah kita cari jajan ya"


"Bolehh, tapi...kok wajah kamu kering begini sih"


Arse yang mendengar itu pun langsung cemberut


"Eh... Gausah gitu dong.... Tetap senyum" ujar


Aurora sembari mencubit kedua pipi Arse


"Berarti aku jelek kan?" Ujar Arse

__ADS_1


"Nggak gitu.....santai aja udahhh kamu tetap ganteng kok...yaudah gimana kalo sekarang kita ke mall aku bantu kamu cariin skincare"


"Kamu mau...cariin aku skincare? Serius?" Tanya Arse


"Serius... Aku itu pengen merawat kamu juga.....ini bekas bekas bonyok kemarin juga Masih kelihatan... Tapi bonyoknya bikin kamu tambah ganteng loh hahahah"


Lalu mereka berdua pun menuju ke mall untuk berbelanja sebelum pulang. Setelah membeli skincare untuk Arse, mereka pun membeli banyak makanan.


Arse pun malam ini bersenang senang dengan Aurora. Ia menikmati bintang yang indah, udara yang sejuk.


"Emmm ini coklat nya Manis bangett tapi enak lo"


"Rotinya juga sangat empuk"


"Aemm nyam nyam"


"Au kamu kalo makan yang dewasa dong masak makan kayak anak kecil begitu coklatnya blepotan" ujar Arse


"Ih, ya maap"


Lalu Arse pun mengambil tisue Dan mengelap bibir Aurora yang blepotan


"Lihat deh bintangnya...banyak Dan bagus"


"Iya kelip kelip kayak mata kamu"


"Mata ku?"


"Yaaa"


Arse pun tertawa kecil


Tak lama kemudian mereka pun pulang. Arse juga tak lupa mengantarkan Aurora sampai Rumah.


"Makasih yaaaa hari ini kamu ajakin aku jalan jalan"


Arse mengangguk Dan tersenyum


Setelah mengantarkan Aurora pulang, Arse pun juga pulang ke Rumah.


"Ceklek"


"Meongggg"


Saat Arse masuk Rumah, Arse langsung di sambut sama Adcing kucing kesayangannya.


"Hai Adcing emmm" Arse pun menggendong kucingnya


Tak lama Kemudian, Arse pun pergi ke kamar mandi gosok Gigi Dan cuci muka.


"Sik isik isik isik bueekk"


"Zraaaazzzzzzz"


"Wahhh segarnya... Jangan lupa pakai skincare saat malam hari agar tetap cakep" ujar Arse sembari memakai skincare


"Puk puk puk"


"Wahhh terasa lebih segar"


Setelah memakai skincare Arse pun membaringkan tubuhnya ke ranjang.


"Bruk.... "


Lalu ia pun menarik selimutnya


"Selamat tidur Adcing" ujar Arse


Arse kini tidur sambil senyum karena hatinya lagi bahagia. Ia pun bisa tidur dengan nyenyak.


Sedangkan malam ini sebelum tidur Ervi Dan Bima sibuk pacaran. Mereka bertelfon sebelum tidur.


"Bima makasih ya ... Kamu udah mau bantuin aku"

__ADS_1


"Enggak....itu sebagai tanda permintaan maaf aku kepada kamu" ujar Bima


"Hahahaha" Ervi tertawa kecil


"Kok kamu ketawa sih?"


"Aku pikir kamu nggak bakalan mau sih bantuin aku"


"Kenapa enggak"


"Ya aku pikir kamu akan lebih percaya pada Ferna"


"Enggak dong..."


"Bima, maafin aku ya....kamu pasti dulu nggak suka banget ya sama aku pas di sekolah"


"Nggak nggak nggak udah itu masa lalu lupain aja"


"Makasih ya Bima"


Tak lama Kemudian, mereka mengakhiri teleponnya. Bima mala


Keesokan harinya


Sinar matahari yang masuk menembus kaca Jendela itu membangunkan Arse.


"Hoaaamm"


"Ukkhh jam berapa ini"


"Ohh sudah pagi ya..."


Arse pun bangun Dari ranjangnya. Ia berjalan menuju kamar mandi. Namun, saat berjalan dengan mata tertutup Dan Masih ada kantuk. Saat ia hendak masuk ke kamar mandi, jidatnya pun terbentur pintu.


"Jduk aw"


"Aduhhh pakek kejedot segala sih"


Tak lama Kemudian, Arse pun telah selesai mandi. Sekarang ia pun tampak lebih segar.


Tak lama Kemudian, tiba tiba ibu Arse mengetuk pintu kamar Arse.


"Tok tok tok Arse...kamu sudah bangun?" Tanya ibu Arse


"Iya bu sudah masuk aja"


Lalu ibu Arse pun masuk ke kamar Arse.


"Ada apa ibu?" Tanya Arse


"Ibu mau ngomong kamu ada waktu?"


"Ada dong sekarang aku lagi nggak ngapa ngapain"


"Eh,,, begini Arse. Ibu tidak benci dengan Aurora, tapi apakah nggak sebaiknya kamu putus aja dengan Aurora. Ibu hanya khawatir kamu ikut ikutan di incar sama Ayah Aurora"


Arse yang mendengar itu pun kaget, ia langsung sakit hati mendengar perkataan ibunya yang memintanya untuk putus dengan Aurora.


"Ibu... apakah tidak boleh jika aku terus bersama Aurora?"


"Ibu Tau mungkin ini berat bagi kamu, tapi pikirkan juga ini semua. Ini semua juga demi keamanan kamu" ujar ibu Arse


"Iya ibu Arse akan pikirkan ini semua" ujar Arse


Lalu ibu Arse pun tersenyum, ia menepuk bahu Arse. Lalu ia keluar Dari Kamar Arse.


Arse yang mendengar itu pun ia sangat sedih. Ia benar benar terus ingin bersama Aurora, karena ia begitu sangat mencintai Aurora. Arse juga menerima Aurora apa adanya.


"Huuuffft" Arse menghembuskan nafasnya


"Aku harus bertahan, aku Tau semua ini adalah Ujian untuk hubungan ku. Aku tidak boleh putus sama Aurora. Aku harus kuat. Aku harus mempertahankan cintaku" ujar Arse dalam hati


...Terimakasih sudah membaca teman teman...

__ADS_1


...jangan lupa like Dan votenya...


...terimakasih ...


__ADS_2