
"hmmm keknya gue udah siap ni buat nembak Ervi" ujarnya. Lalu Bima pun menyiapkan bunga untuk Ervi agar romantis.
"Emmm tapi hari ini Ervi bisa nggak ya datang? Semoga bisa deh" lalu Bima pun menelfon Ervi untuk datang ke suatu tempat.
"Halo Ervi? Kamu sekarang lagi dimana?" Tanya Bima. "Emm aku lagi di rumah sih santai santai aja. Emang kenapa? Tanya Ervi.
"Kamu bisa nggak keluar bentar aja, ada yang mau aku omongin" ujar Bima. "Hah Bima mau ngomong apa?" Batin Ervi
"E, e a yaudah oke, kamu mau ketemu dimana?" Tanya Ervi sedikit gelapan. "Emmm didekat sini kan ada taman mainan. Masuk aja ke sana ya?" Ujar Bima. "Oke"
"Yes berhasil" ucap Bima sembari tersenyum. Lalu Bima pun segera pergi ke dekat taman rumah Ervi.
Begitu juga dengan Ervi kini sekarang yang sibuk memikirkan kenapa Bima tiba tiba mengajaknya ketemu? "Haduhhh ini Bima mau ngapain sih, masak... Masak....masak dia mau nem nembak gue. Duhh gue harus pake baju apa dong?"
Tak lama kemudian, Ervi sudah selesai berdandan dan siap untuk bertemu dengan Bima.
Sesampainya di taman, Ervi pun langsung masuk ke dalam dan mencari cari Bima. Tak lama kemudian, Ervi melihat ada Bima yang sudah menunggu.
"Hah? Itu Bima?" Ujar Ervi. Lalu Ervi pun langsung menghampiri Bima. "Hai Bima, maaf ya menunggu lama" ujarnya
"Ah, enggak kok. Aku baru nyampe juga. Duduk dulu sini" ujar Bima. Lalu Ervi pun duduk disamping Bima. "Kamu nggak bingung kan nyari akunya disini?" Tanya Bima. "Nggak kok"
"Emang ada apa Bim, kamu nyuruh aku datang ke sini?" Tanya Ervi. "Ah iya untuk itu....aku cuma mau ngomong... Aku minta maaf ya kalo selama ini aku nggak peka sama kamu. Aku membuat kamu jengkel"
"Minta maaf kenapa?" Tanya Ervi sembari menatap wajah Bima. Lalu Bima pun menatap wajah Ervi "ya misal kayak kemaren soal Ferna yang ngerjain kamu, aku pikir kamu jatuh dengan sendirinya, padahal aku juga tau bahwa geng mereka itu juga sangat licik. Jadi aku minta maaf sama kamu" ujar Bima
"Ohh masalah itu sih nggak usah dipikirin kan aku udah bales kemarin dan kamu juga malah bantu aku untuk ikut ngebalesnya" ujar Ervi
"Dan...Ervi..?" Ujar Bima sembari menatap wajah Ervi. Lalu Ervi pun juga menatap wajah Bima dengan serius.
__ADS_1
lalu perlahan Bima mulai memegang tangan Ervi, dan mengambil bunga dan menyodongkan tangannya yang memegang Bunga. Ervi pun kebingungan dari awal dia sudah menduga bahwa Bima mau menembak.
"Emmm Ervi, aku sekarang tau bahwa aku mencintaimu. Dan aku ingin hubungan kita lebih dari sebatas teman. Kamu mau jadi pacar aku ?" Tanya Bima dengan tatapan mata yang serius
Ervi yang mendengar ucapan itu pun langsung kaget, jantung nya mulai berdebar kencang. Ervi juga mulai merasakan panas dalam dirinya.
"Eh,,, e...." Ervi kebingungan menjawab pertanyaan Bima. Namun, sebenernya Ervi merasa sangat senang karena Akhirnya Bima bisa menyukainya.
"Ta tapi tenang aja. Santai aja. Aku nggak bakal maksa kamu kok. Aku tunggu sampai kamu jadi siap untuk Nerima aku. Kapan pun itu" ujar Bima
Lalu Ervi pun tersenyum "Bima.... terimakasih ya karena kamu telah mencintaiku. Aku juga mencintaimu Bima. Aku mau jadi pacar kamu" ujar Ervi, lalu Ervi menerima bunga dari Bima.
"Ha? Serius pffftt" ujar Bima sembari Tertawa kecil. Ia begitu sangat senang karena cintanya telah di terima Ervi.
"Iya aku Serius" ujar Ervi. Lalu Bima pun memeluk Ervi. "Terimakasih ya Ervi....maafkan aku dimasa lalu" ujar Bima. "Udah itu masa lalu gausah dipikirin" ucap Ervi sembari menepuk nepuk punggung Bima.
Tak lama kemudian, Bima telah sampai Dirumah Ervi. "Ervi, kamu masuk aja" ujar Bima. Lalu tiba tiba Ervi cemberut. "Hm? Kok cemberut gitu mukanya?" Tanya Bima
"Emang hari ini aku nggak cantik ya?" Tanya Ervi. Bima yang mendengar itu pun kaget. "Cantik kokkk" ujar Bima. "Yaudah, habisnya dari tadi kamu nggak puji aku cantik, aku jadi ragu" ujar Ervi
Bima tersenyum "kamu cantik kok...udah masuk udah malem cepet tidur. Besok aku jemput kamu. Kita berangkat bareng ya?" Ervi mengangguk. Lalu ia pun mulai masuk ke dalam rumahnya.
Lalu Bima pun mulai berjalan untuk menuju ke rumah. Namun, di perjalanan tiba tiba ponsel Bima berbunyi. "Tung Ting Ting tang"
Lalu Bima pun melihat hpnya dan ternyata ada telepon dari Arse. "Hah Arse ada apa dia malem malem begini" ujarnya. Lalu Bima langsung mengangkat Teleponnya.
"Halo Se? Ada apa?" Tanya Bima. "Lu dimana?" Tanya balik Arse. "Gua lagi dijalan mau pulang, emang kenapa?"
"Lu lagi dijalan mana gue jemput sekarang ya?" Ujar Arse. "Yaudah gua lagi di jalan jk**" ujar Bima. Lalu Arse pun mematikan teleponnya dengan Bima dan segera menjemput Bima.
__ADS_1
"Kenapa lagi ni si Arse..." Ujar Bima. Tak lama kemudian, mobil Arse pun datang. Lalu Arse membuka kaca mobilnya. "Woy langsung masuk aja". Lalu Bima pun segera masuk.
"Eh lu mau ngapain muka lu juga kayak gitu. Ini udah jam 10 malam" ujar Bima. Lalu disepanjang jalan Arse hanya mengajak Bima untuk muter muter. Dan Arse juga menceritakan masalahnya tentang dirinya dan ibunya.
Bima yang mendengar itu pun bener benar nggak nyangka. "Kok bisa kayak gitu ya se...tenang tenang....gua pasti akan bantu Lo kok" ujar Bima
"Gua juga akan pikirkan ini. Lo tenang aja" ujar Bima. "Makasih Bim, gua cuma pengen Curhat aja kok. Sekarang gue udah lega. Lagi pula ini masalah gue sama Aurora dan ibuku" ujar Arse
"Heehhh nggak nggak.... Pokoknya gue akan bantu Lo juga. Dah lu sekarang pulang aja. Nanti Lo dicariin orang tua Lo. Ntar orang tua Lo malah makin marah, masalahnya tambah menjadi jadi. Dan jangan lupa anterin gue pulang dulu hehehehe" ujar Bima
Tak lama kemudian, Arse pun telah sampai dirumahnya. Lalu ia pun langsung masuk ke dalam rumah. Namun, saat Arse mau masuk ke kamar, tiba tiba ada Ibu Arse yang lagi melihat Arse.
"Arse, kamu baru pulang?" Tanya ibunya. "Iya" ucap Arse tanpa melihat wajah Ibunya. Rena yang mengetahui hal itu pun menghembuskan nafasnya.
Sesampainya di kamar Arse langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang. "Bruukk" lalu Arse berdiam sebentar.
Lalu ia pun ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu Arse langsung kembali ke ranjangnya untuk tidur.
"Udah pasti nggak bisa tidur kan?" Tanya Arse pada dirinya sendiri. Lalu Arse pun membuka lacinya yang berada di samping nya.
Ia melihat masih ada satu obat tidur. Lalu Arse pun meminumnya dengan harapan ia bisa tidur nyenyak. "Gluk gluk gluk ah...semoga bisa tidur. Dan bisa bangun dengan segar besoknya"
...Terimakasih sudah membaca teman teman.......
...semoga kalian terhibur...
...jangan lupa like, komen, favorit dan votenya...
...terimakasih ...
__ADS_1