Arvella Danniells

Arvella Danniells
Eps. 15


__ADS_3

Tidak pernah ada yang ingin di tinggalkan begitu saja secara tiba-tiba. Tidak pernah ada yang ingin di tinggalkan dalam waktu yang singkat. Sudah dua minggu berlalu setelah terakhir kali ia bertemu dengan Arvella. Arvella benar-benar telah hilang bak di telan bumi. Tidak ada satu orangpun yang tahu dimana keberadaan gadis itu. Bahkan Shavira juga sama sekali tidak tahu.


“Aku ingin kau jujur, apa yang telah kau perbuat terakhir kali kepada Arvella?”tanya Shavira yang sudah berkacak pinggang di hadapannya, dan jangan lupakan tatapan tajam mematikan milik gadis itu.


“Aku lupa—Asshh!”ringis Gallen, ketika gadis itu baru saja melayangkan pukulan ke kepalanya.


“Arvella tidak mungkin pergi begitu saja tanpa alasan bodoh! Jujur sekarang padaku. Atau---"


“Mempermalukannya, membiarkan Audrey menyakitinya, kemudian aku menciumnya dengan paksa”ujar pria itu dengan tanpa dosa. Dan bahkan pria itu malah sibuk memutar-mutar lensa kamera miliknya.


“KAU GILA?”pekik Shavira.


“Bisakah kau membawa kekasihmu itu pergi heh? Dia hanya membuat kepala ku semakin pusing saja”ujarnya kepada Bryan yang selalu setia meluangkan waktu untuk sekedar menemani Shavira di studio photo milik Gallen.


Bryan mengangkat kedua tangannya, tidak ingin ikut campur ke dalam permasalahan keduanya.


“Bagaiman jika terjadi apa-apa dengan Arvella di luar sana?”ketus Shavira.


Namun lagi-lagi pria itu tidak peduli, ia memilih menyalakan televisi setelah selesai dengan lensa kesayangannya. Merasa pening dengan ocehan Shavira yang tiada habisnya dari dua minggu lalu.

__ADS_1


Shavira benar-benar merepotkan.


“DUNIA KEMBALI DI GUNCANGKAN DENGAN BERITA KEMBALINYA RYAN DANNIELLS, YANG SELAMA BEBERAPA TAHUN INI MENJAUH DARI PUBLIK TELAH KEMBALI. DAN LAGI-LAGI DUNIA KEMBALI DI GUNCANGKAN DENGAN PENGAKUANNYA INI”


“Dia kembali?”ujar Bryan.


“Kau mengenalnya?”tanya Shavira.


Bryan mengangguk, memfokuskan dirinya untuk menyaksikan televisi yang menayangkan tokoh pembisnis favoritnya. Penasaran dengan pengakuan apa yang membuatnya di bicarakan oleh orang di selurih dunia.


Sosok Ryan Danniells nampak sedang duduk di sebuah konverensi pers, pria itu tetap terlihat gagah meski usianya sidah tidak muda lagi. “Pertama, kalian pasti bingung kenapa akhirnya aku kembali muncul ke publik setelah kehilangan istriku 20 tahun lalu, aku kembali bangkit karena seseorang telah membuat hidupku kembali berwarna. Dia adalah putriku, matahariku, dan kehidupanku…”ujarnya.


“Sejak kapan?”kali ini Bryan yang bergumam.


Sedangkan Shavira hanya memutar kedua bola matanya, tidak mengerti dengan apa yang kedua pria itu bahas.


“Aku memiliki seorang putri hasil pernikahanku dengan mendiang istriku Zalina, hanya saja ketika insiden mengenaskan terjadi kepada istriku, usianya masih kecil sekitar empat tahunan, aku yang saat itu terpukul atas kepergian istriku, memilih menitipkannya kepada saudaraku. Dan sekarang putriku sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik seperti mendiang ibunya, untuk itu aku akan memperkenalkan putriku kepada kalian semua” Ryan nampak menghela napasnya sebentar. Membuat dua pria yang sedang menonton dirknya di televisi itu semakin penasaran.


“Namanya adalah, Arvella Danniells!”sahutnya. Dan setelah itu muncullah sosok gadis manis berambut coklat yang terlihat begitu anggun.

__ADS_1


“APA? ARVELLA SEORANG DANNIELLS?”teriak Shavira. Shavira jelas tahu, marga Danniells di negara ini adalah orang paling kaya dan berpengaruh dalam bidang marketing di negara ini.


“Kau juga baru tahu?”Tanya Bryan.


Shavira mengangguk, ya tuhan. Jadi selama ini ia bersahabat dengan seorang Danniells? Astaga.


Berbeda dengan Shavira dan Bryan yang sibuk bercerita bagaimana bisa mereka tidak menyadari jika Arvella adalah putri tunggal dari Ryan Danniells dan Zalina Danniells? Padahal Arvella benar-benar memiliki banyak kesamaan dari Zalina. Gallen justru sibuk meneliti penampilan Arvella melalui layar televisinya, Arvella benar-benar berbeda, ia sungguh anggun dan manis dengan dress biru tosca dan yang di padu dengan high heells dengan warna senada. Dan satu lagi, gadis itu tidak memakai kacamata minus seperti biasanya. Dan gadis itu benar-benar terlihat sangat cantik.


Gallen tidak lagi mendengarkan apa yang di sampaikan oleh gadis itu kepada publik bersama ayahnya, pikiran pria itu melayang kepada saat gadis itu yang ribuan kali rela mengorbankan segalanya, ia rela mengorbankan segalanya demi mengejar cintanya. Dan apakah sekarang sudah terlambat untuk Gallen mengatakan cinta?


“Sekaligus aku ingin mengumumkan kepada publik, aku akan mengadakan acara pertunangan putriku dengan William Jansen---"


Gallen segera mematikan televisinya, kemudian pria itu bergegas pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah yang terburu-buru.


Tidak!


Arvella tidak boleh bertunangan dengan siapa pun, kecuali dirinya.


Tidak boleh ada yang memiliki Arvella, selain dirinya…

__ADS_1


__ADS_2