Arvella Danniells

Arvella Danniells
Eps. 7


__ADS_3

Melamun setiap hari sudah menjadi rutinitas Arvella sejak seminggu ini. Gadis ceria itu mendadak menjadi seorang pendiam. Menjadi lebih pemurung tidak seperti dulu. Gretta menghembuskan napas lelah, ini sudah yang entah keberapa kalinya Arvella mengabaikan ajakannya untuk makan siang. Gadis itu tetap saja menolaknya, dan sibuk memainkan kakinya yang berada di dalam air kolam renang. Gretta tidak tahu kenapa putrinya berubah begitu saja.


“Nak…ayo makan dulu”ujar Gretta lagi.


Masih tidak ada jawaban, Arvella masih saja sibuk dengan lamunannya.


“Nak…jangan membuatku bingung. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?”tanya Gretta. Namun lagi-lagi gadis itu tidak menyahutinya.


Gretta tidak mengerti, tentang apa yang terjadi selama seminggu ini kepada Arvella, gadis itu tidak mau pergi kuliah, sehari hanya makan sekali, dan sisanya ia habiskan untuk melamun. Bahkan Shavira dan William juga tidak bisa membujuk anak itu untuk bicara.


“Kau mungkin butuh waktu untuk sendiri, baiklah jika kau ingin makan semuanya ada di atas meja makan ya sayang..”ujar Gretta sembari mengecup pucuk kepala Arvella dengan sayang, lalu dengan berat hati, Gretta meninggalkan Arvella disana sendirian.


Bukan tanpa sebab sebenarnya Arvella melamun, Ia hanya benci dengan semua takdir dan keadaan ini, setiap hari Gallen kemari untuk menemui Audrey dan setelah itu mereka akan pergi selama seharian penuh entah kemana, lalu sebelum pukul 6 sore mereka akan kembali, dan pukul 8 malam Gallen akan kembali kemari menemui Audrey dan berbincang, tertawa dan bercanda hingga pukul 10 malam. Dan begitu terus hingga saat ini.


Arvella mendesah, ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan pria itu, ia harus bisa bangkit. Seketika sosok William mendadak muncul di ingatannya. Ya, William Jansen pria itu sangat tahu bagaimana caranya membuat dirinya senang. Arvella bangkit dan memilih menemui William.

__ADS_1


“Hei kuno! Mau kemana kau?”ketus Audrey. Ketika melihat Arvella menuruni anak tangga menuju ruang tengah dengan pakaian dan dandanan yang sangat rapi.


“Itu bukan urusanmu!”balas Arvella. Arvella sedikit memutar kedua bola matanya ketika mata Gallen menatapi dirinya, tentu saja untuk menilai penampilan gadis itu.


“Momy berpesan kau harus tetap di rumah”sahut Audrey lagi.


“Kenapa harus aku?”


“Karena aku akan pergi dengan Gallen”


“Aku akan pergi ke Apartement William. Jadi lebih baik kalian berdua saja yang menjaga rumah!”ketus Arvella.


Baru saja Arvella akan melangkah meninggalkan mereka, langkahnya terhenti ketika sebuah kaleng soda melayang ke arahnya, yang nyaris mengenai kepalanya. Arvella sedikit terkejut dengan itu. Kemudian menoleh ke belakang mendapati wajah Gallen yang sudah merah padam menahan amarah.


“Beraninya kau!”Teriak Gallen.

__ADS_1


Audrey mendadak diam, merasa takut melihat Gallen yang sedang sangat marah itu. Sedangkan Arvella termenung dengan kalimat Gallen yang baru saja membentaknya dengan marah. Ada apa? Apa Gallen cemburu karena dirinya akan menemui William ke Apartementnya?


“Beraninya kau memerintah kami berdua!”sambungnya lagi.


Arvella nyaris menertawakan dirinya sendiri, ayolah…apa yang baru saja di pikirkannya? Gallen cemburu padanya itu sangat tidak mungkin sekali. Arvella tersenyum miris, ia selalu saja memikirkan hal yang macam-macam. Selalu berharap Gallen peduli dan mulai memiliki perasaan kepadanya.


Kau benar-benar sangat bodoh Arvella!


Bodoh dan tidak memiliki otak!


Tak ingin berlama-lama disana, Arvella bergegas pergi meninggalkan dua makhluk menyebalkan itu. Sebisa mungkin ia harus menghindari mereka berdua nanti. Terutama Gallen Harisson, pria yang selalu saja membuatnya terluka berulang-ulang. Arvella tidak pernah mengerti, kenapa rasanya sangat sulit untuk mendapatkan Gallen. Ia sudah berusaha selama 2 tahun ini dan justru malah Audrey yang mendapatkannya.


Ini sungguh tidak adil! Sangat tidak adil baginya.


Kenapa harus Audrey yang mendapatkannya dengan mudah? Sedangkan dirinya harus mati-matian berkorban dan merasakan sakit hati setelah bertahun-tahun ia berjuang untuk Gallen. Mengapa Audrey dengan mudahnya bisa mendapatkan Gallen tanpa harus berjuang dan berkorban.

__ADS_1


Benar-benar tidak adil.


__ADS_2