Arvella Danniells

Arvella Danniells
Eps. 17


__ADS_3

Suara hentakan high heels yang keras membuat semua yang terjadi nampak terhenti, semuanya fokus mendengar suara high heels yang berjalan semakin dekat ke arah mereka. Kemudian memunculkan sosok seorang gadis manis dengan dress simple berwarna maroon yang nampak tersenyum lebar kepada seorang pria yang tengah duduk di halaman rumahnya sembari terbatuk keras dengan wajah yang benar-benar memprihatinkan.


Beberapa bodyguard nampak membungkukkan tubuhnya kepada gadis itu, yang di balas anggukan singkat olehnya. Gadis itu berjalan menuju pria yang juga sedang menatapnya dengan posisi yang sama.


Arvella berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan pria itu, kemudian Arvella membelai wajah pria itu yang penuh dengan memar, dan berhenti di ujung bibir pria itu yang mengeluarkan darah.


Arvella berdecak, sementara Gallen masih menatap kedua bola mata coklat itu dengan penuh perasaan. kemudian Gallen terkejut ketika Arvella mencengkram rahangnya dengan keras, hingga Gallen dapat merasakan kuku panjang Arvella menekan wajahnya dengan keras.


“Lukamu cukup parah juga ya…”gumam gadis itu masih dengan mencengkram wajah Gallen. Gallen meringis ketika dengan sengaja Arvella menekan kuku panjangnya menusuk kulit wajah Gallen yang terluka itu.


“Apakah ini sakit?”tanya Arvella


Gallen masih tidak menjawab, Arvella nampak berdecak berkali-kali sembari menggerakkan wajah Gallen yang berada di cengkramannya. Setelah itu Arvella melepaskan cengkramannya dan bangkit berdiri, menendang perut Gallen dengan keras. Yang membuat pria itu menjarat kesakitan.


“Owh…apa aku menendangmu dengan sangat keras? Ya tuhan, maafkan aku..”ujar gadis itu dengan wajah tanpa bersalahnya.


Meski terus meringis, pria itu tidak pernah mengalihkan tatapannya dari wajah Aevella.


“Bereskan dia. Aku ingin dalam 15 menit pria itu sudah pergi dari sini!”tegasnya.


“ARRGGHHH!!” Gallen kembali berteriak ketika Arvella kembali menendang perutnya dengan lebih keras.


“Anggap saja saat ini aku sedang ada urusan mendadak. Tapi satu hal yang harus kau ingat. Aku akan datang lagi besok!”ujar pria itu. Yang meninggalkan kediamannya dengan langkah terseok-seok menahan nyeri pada perutnya.


Arvella yang sempat memberhentikan langkahnya itu akhirnya menoleh menatap kepergian Gallen. Bohong jika Arvella mengatakan membenci pria itu, nyatanya sekarang Arvella mengeluarkan airmatanya untuk pria itu. Arvella ingin sekali memeluk tubuh pria itu dan mengobati lukanya, namun Arvella tidak bisa. Ia tidak ingin tembok yang telah ia bangun itu hancur.

__ADS_1


“Pilihanmu sudah benar sayang, jangan biarkan semua yang telah kau rencanakan selama ini hancur begitu saja.” tukas Ryan. Yang sudah berada di belakangnya.


Arvella mengangguk, kemudian berlari memeluk tubuh sang ayah, yang dengan senang hati sang ayah membalasnya dengan pelukan hangatnya. Ryan tahu betul semua yang terjadi terhadap putrinya, karena Ryan selalu mengawasi setiap perkembangan putrinya. Ryan jugaa mengetahui siapa pria yang baru saja meninggalkan kediamannya. Ryan jelas sangat marah mengetahui putrinya selama ini menderita karena pria itu, tapi ia tidak bisa berbuat apa pun. Ia takut putrinya semakin terluka jika ia membuat pria bernama Gallen itu menderita tanpa sepengetahuan putrinya.


Ryan bukan tidak peduli, tapi Ryan tidak ingin putrinya semakin tersakiti.


Untuk saat ini, biarkan Arvella melakukan apa pun yang ia suka tanpa campur tangan darinya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Berbeda dengan Gallen, maka berbeda pula dengan Audrey. Ia benar-benar sudah sangat muak mendengar hampir seluruh penghuni kampus ini membicarakan perihal Arvella yang ternyata seorang putri seorang Ryan Danniells, pria paling kaya di negara ini, belum lagi ia harus mendengar segala macam pujian yang di lontarkan untuk Arvella yang tampil sangat cantik dan berbeda dari penampilan yang selama ini semua orang kenal.


Berita pengakuan Ryan pagi tadi telah tersebar dengan cepat dimana-mana, baik televisi, koran sampai di berita online. Semua orang terus saja memuji sosok Arvella yang benar-benar berubah dengan drastis menjadi seorang putri yang cantik dan anggun, bukan lagi sebagai gadis kuno dan buruk rupa.


*Sialan!


“Audrey bagaimana rasanya memiliki sepupu kaya raya?”


“Audrey, ternyata Arvella bermarga Danniells ya! Ku kira ia bermarga sama denganmu?”


“Audrey!”


Bla…bla…bla…


“CUKUP!” teriak Audrey. “Kenapa kalian semua selalu saja membicarakan si kuno itu?! Aku benar-benar sudah sangat muak mendengarnya!” ketus gadis itu.

__ADS_1


“Itu karena kau sudah kalah telak darinya. Bukan begitu Audrey?”


Sial!


Audrey benar-benar kesal setengah mati, ketika Shavira muncul dan memojokkannya di depan semua penghuni kampus. Bahkan anggota gank-nya tidak ada di saat dirinya kesusahan seperti itu.


“Kau iri karena sekarang Arvella berada jauh di atasmu. Dia kaya, cantik dan anggun. Dan Gallen sudah berbalik mengejarnya sekarang, dan kau benar-benar sudah kalah telak Audrey…”


Audrey benar-benar kalah telak!


“Oohh Akhirnya, Gallen berpindah haluan. Mungkin karena ia baru sadar jika kekasihnya yang dahulu adalah seorang rubah—Hahahaha”


“HAHAHAHAHAHAHA!”


Kini semua orang berbalik menertawakannya. Kini semuanya mulai memojokkan dan menghina dirinya. Ia yang gantian berada di posisi Arvella dulu.


Audrey benar-benar telah kalah!


Sialan!


Kini gantian dirinya yang menjadi bulan-bulanan seisi kampus, Arvella benar-benar membuatnya semakin geram saja. Dan ia bersumpah akan terus membuat gadis itu menderita selamanya.


Selama-lamanya…..


‘Aku belum kalah Arvella…’Batinnya.

__ADS_1


Audrey belum benar-benar kalah. Karena sejak dulu Arvella ridak pernah menang dalam hal apa pun, termasuk melawan dirinya.


Audrey belum benar-benar kalah…


__ADS_2