AURELIA

AURELIA
USAHA NANDA


__ADS_3

EHMMM...


Nanda langsung langsung berdehem saat baru datang sehingga membuat Aurelia dan Alif yang sedang berbicara serius menoleh padanya.


"Kamu disini juga, Lif?" Ucap Nanda pada Alif yang langsung menundukkan dirinya dapa Aurelia.


"Aku mengajaknya, kata orang tidak boleh berduaan karna yang bertiga Nanti setan." Sahut Aurelia langsung membuat Alif tertawa.


"Kita sekarang bertiga. jadi menurut mu aku setan?" Nanda melebarkan matanya dan melihat piring Aurelia dan Alif sudah kosong.


"Kalian makan duluan?" Geramnya saat melihat makanan sudah kandas.


"Kamu lama sekali datang, karna kita sudah lapar kami pesan duluan." Sahut Aurelia yang tak berperasaan.


Nanda terlihat kesal, namun langsung memesan makanan.


Saat melihat Alif yang kebetulan sedang melihatnya, Nanda nampak melototi dan itu membuat Alif salah tingkah.


"Sepertinya aku harus kembali ke kantor." tukas Alif yang beranjak dari tempat duduknya.


"Kenapa buru-buru, kan Masi ada sisa waktu 30 menit lagi." cegah Aurelia yang melihat jam ditangannya.


"Aku banyak kerjaan." Sahut Alif beralasan.


"Kalau begitu aku pergi ya." Imbunya lagi kemudian berlalu pergi.


"Ada apa dengannya? dari tadi tidak ada pekerjaan." gerutu Aurelia melihat kepergian sahabatnya itu.


Sedangkan Nanda tersenyum puas, karna ia bisa mengusir Alif dari bahasa matanya.


Ia yakin Alif tidak akan marah, akhir-akhir ini mereka kelihatan akrab berkat Pak Rama yang memperkenalkannya.


"Kamu tidak makan lagi?" Ucapnya kemudian sembari menatap Aurelia.


"Tidak aku sudah kenyang. baiklah aku harus kembali kekantor, kamu cuma pesan itu aja kan? aku akan segera membayarnya." tukas Aurelia sembari beranjak dari duduknya, sebisa mungkin ia harus menghindari berduaan dengan Nanda.


Bagaimana pun menurut gadis itu, itu tidak baik Karna ia sudah mempunyai kekasih.


"Tunggu." cegah Nanda sebelum Aurelia pergi.


"Apa?" sahut Aurelia menatap pria yang didepannya itu.


"Kamu tau darimana aku hanya memesan ini, makan siang ku banyak bahkan bermacam-macam." Sahut Nanda yang membuat Aurelia melebarkan matanya.


"Kamu mau merampok ku?" ucapnya tak terima.


"Kamu kan sudah berjanji mau mentraktir ku, jadi duduklah kembali bayar nanti setelah aku selesai." perintah Nanda kemudian.


Aurelia nampak mendesah kesal, dengan terpaksa ia mendudukkan kembali dirinya.


"Cepatlah makan, aku masi ada kerjaan dikantor." perintahnya yang menatap Nanda menghabiskan makanannya.


"Masih 20 menit lagi ngpain buru-buru, memang kantor membayar mu lebih?" sela Nanda dengan santai.

__ADS_1


Pria itu memesan lagi, secangkir kopi dan puding yang ukuran jumbo.


"Kamu belum kenyang juga?" Aurelia melotot melihat puding yang baru dibawakan salah satu waitress.


"Ini puding kesukaanku." Sahut Nanda yang menyendokkan puding itu lalu memasukkan kedalam mulutnya.


Aurelia yang melihat itu nampak menelan devilnya, kelihatan enak sekali pikirnya "Sial." Umpatnya saat melihat Nanda menyantap puding itu, merasa mulutnya tiba-tiba berliur.


"Kamu mau?" tawar Nanda yang melihat Aurelia seperti menatap pudingnya.


"Boleh?" sahut Aurelia meyakinkan.


"Tentu saja." Nanda langsung menyendok puding itu kemulutnya.


Gadis itu nampak menikmatinya bahkan tidak sadar ia berbagi sendok dengan Nanda.


Bahkan Nanda tak segan berbagi makanan dengannya, hingga mereka tidak merasakan puding itu sudah habis.


"Sebantar kaiaknya ada yang salah?" Aurelia langsung memikirkan bahwa puding itu habis.


"Oh astaga, aku makan sesendok dengannya, bagaimana ini, secara tidak langsung kami sudah berciuman." Aurelia langsung memegang bibirnya dengan syok.


"Dasar kerakusan." Aurelia merutuki dirinya sendiri, kemudian ia beranjak dari bangkunya.


"Aku akan segera membayarnya. jam makan siang akan segera habis." ucapnya segera menuju kasir.


Sedangkan Nanda yang masi duduk nampak tersenyum puas, ia tidak menyangka bahwa Gadis itu mau berbagi sendok dengannya dan itu membuat didalam perutnya banyak kupu-kupu berterbangan.


Tanpa mereka sadari sejak dari tadi Alif melihat mereka dari kejauhan.


"Dasar modus, sudah tau pacar orang masih saja usaha. dan kamu juga Aurelia kenapa tidak peka juga. Dasar lelet" Alif nampak terkekeh melihat tingkah mereka berdua.


Setelah itu ia kembali pergi sebelum Aurelia melihat nya memergoki mereka berdua.


Berapa hari kemudian, sejak saat itu Nanda dan Aurelia semakin membaik. Nanda layaknya sahabat baik bagi Gadis itu, pria itu selalu membantunya dalam hal apapun.


Namun tidak dengan Nanda, ia masi memiliki misi untuk mendapatkan hati Aurelia.


Hanya saja Nanda Masi belum memiliki bukti perselingkuhan Diky dan Naya.


Sejak kejadian itu, Diky sama sekali tidak mengunjungi kamar Naya lagi, padahal Nanda selalu bangun lebih awal untuk mengintainya.


"Rel." Sapa Nanda pagi itu saat Aurelia berada dikantor.


"Kamu berangkat dengan Diky?" tanyanya lagi seraya menatap kepergian Diky.


"Iya." sahut Aurelia dengan mengulas senyumnya.


"Aku masuk Luan ya." imbuhnya lagi seraya meninggalkan Nanda.


"Kamu mencintai Diky?" ucap Nanda yang langsung membuat Aurelia menghentikan langkahnya.


Aurelia tidak tau ia mencintai Diky atau tidak, tapi ia merasa sayang dengan pria itu.

__ADS_1


"Apakah kamu yakin Diky setia denganmu?" tanya Nanda lagi saat Aurelia tidak menjawabnya.


Aurelia langsung berbalik badan dan menatap Nanda. "aku menyayanginya dan aku yakin ia pria yang setia." sahutnya yakin.


"Bagaimana kalau ia selingkuh dibelakang mu?" tanya Nanda lagi yang membuat Aurelia berang.


"Dia tidak mungkin selingkuh, kamu jangan asal menuduh sembarangan." sinis Aurelia menatap kesal Nanda.


"Lebih baik kamu jangan ikut campur." imbuhnya lagi dengan tegas, kemudian ia pergi meninggalkan Nanda dengan kecewa.


Seharian mereka tidak tegur sapa, bahkan sampai pulang pun Nanda mendiamkan Aurelia.


"Dia kenapa?" gumamnya saat melihat Nanda melewatinya begitu saja, tidak biasanya pria itu mengabaikannya.


"Nanda, aku boleh menebak gak?" Mohon Desi saat Nanda melewatinya.


"Aku sedang ada urusan." tolak Nanda.


Mendapatkan tolakan Desi tidak menyerah, ia langsung mengejar Nanda.


"Ayolah Nan, ke kost doang." Mohon Desi dengan memegang lengan Nanda hingga membuat Nanda menghentikan langkahnya dan melihat Desi.


Saat ia tak sengaja menoleh kebelakang, ia melihat Aurelia berjalan bersama Lyli sahabatnya.


"Baiklah ayo." sahut Nanda kemudian langsung membuat Desi girang, gadis itu nampak menoleh kebelakang seakan memamerkan bahwa ia sedang akrab dengan Nanda.


"Dasar ganjen." gerutu Lyli saat beranjak dari kostnya.


"Udah biar saja, kaiak ngak tau gimana Desi saja." sahut Aurelia.


Sesampainya dikost Aurelia langsung membersihkan dirinya Kemudian ia merebahkan dirinya dikasur kecilnya.


Ia nampak menghubungin Diky beberapa kali, namun sepertinya ponselnya tidak aktif.


"Tidak biasa." gumamnya kemudian ia pun mencobanya lagi namun sama saja.


Karna lelah ia tertidur hingga pagi pun tiba.


"Iya Hallo, Dik." ucapnya saat menjawab telepon, ia pikir yang menghubunginya adalah Diky karna ia tidak melihat sebelumnya.


"Cepat bangun, pak Rama meminta berkasnya suruh antar kekantor." teriak Nanda dari ujung telpon hingga membuat Aurelia langsung menjauhkan telponnya, lalu ia melihat siapa yang nelponnya pagi buta ini.


"Sial aku pikir kamu Diky." gerutunya kemudian.


"Woy, dengar tidak. cepat Bawak kekamarku berkasnya." teriak Nanda lagi.


"I-Iya." sahut Aurelia menutup telponnya.


"Astaga ini Masi gelap juga. emang gak bisa nanti apa." gerutunya sembari mengambil berkas diatas mejanya.


Dengan Masi memakai sot dan kaos tanktop serta matanya Masi mengantuk. ia pun mengganti bajunya dan langsung keluar dari kamar melangkah menuju kamar Nanda.


...✨"Jangan mengharapkan sesuatu yang luar biasa jika kamu hanya mau melakukan hal yang biasa saja."✨...

__ADS_1


__ADS_2