
Siang itu Aurelia nampak membeli roti keju dikantin, setiap wanita itu berpapasan dengan temannya ia selalu memberikan senyum pada mereka.
Tak peduli mereka suka atau tidak, karna ia selalu berpikir positif padanya.
Jika mereka memiliki keinginan berbuat jahat, ia masi punya Allah yang akan selalu melindunginya.
Setelah membayar ia segera berlalu pergi, namun pandangannya tak sengaja melihat Nanda yang sedang duduk dipojok kantin bersama Naya dan Gengnya.
"Pria apaan setelah berkali-kali menciumku sekarang asyik bersama mereka, menyebalkan." gerutu Aurelia, ia merasa hatinya terasa sesak saat melihat Desi bergenjotan dengan Nanda.
"Bukan urusanku, lagian apa peduliku." imbuhnya lagi menghindari perasaannya, kemudian melanjutkan langkah meninggalkan kantin itu.
Aurelia berjalan belakang kantornya, sepertinya ia akan menghabiskan makan siang nya disana.
Hal seperti ini sudah biasa ia lakukan saat dengan sahabatnya shif sore.
Heemmm...
Terdengar suara deheman yang membuat wanita itu mencari dimana sumber suara itu. ia menoleh kebelakang.
"Dia lagi." gumamnya saat melihat Nanda sedang berdiri diambang pintu dengan tangan bersendekap di dadanya.
"Sepertinya nikmat sekali, apa kamu tidak mau membagi denganku?" ucap Nanda basa-basi.
"Sudah habis." ketus Aurelia seraya menghabiskan sisa terakhir kedalam mulutnya, setelah itu ia segera mengambil ea teh nya lalu meminumnya.
"Ya sudah bagi es teh mu saja." Nanda langsung mengambil ea teh yang baru saja gadis itu letakkan.
"Astaghfirullah, itu milikku." Aurelia yang ingin merebutnya namun segera di jauhkan oleh Nanda.
Aurelia langsung bersungut-sungut, ia tidak suka makanannya diganggu, apalagi es teh itu kesukaan wanita itu yang baru saja diminum nya.
Nanda yang meminumnya hingga tersisa separuh, setelah itu ia memberikan kepada Aurelia kembali.
"Menyebalkan." Suhut Aurelia. saat Nanda mengembalikan es teh miliknya itu, setelah itu ia membuang bekas sedotan Nanda tadi.
__ADS_1
"Kenapa dibuang?" protes Nanda, saat Gadis itu melemparkan sedotan kedalam sampah.
"Aku gak mau, kan itu bekasmu." sahut Aurelia, dan ia menghabiskan es tehnya tersebut yang nampak sangat menggoda
Namun Nanda yang melihat itu langsung merebut gelasnya kembali, lalu segera meminumnya, ia sengaja meminum bekas minumnya disetiap lingkaran gelas itu.
"Apa yang kamu lakukan dengan minumku " teriak Aurelia tak terima.
"Menjijikkan." imbuhnya bersungut-sungut dengan Nanda, setelah itu ia pergi masuk kedalam kantornya.
Sebelum ia mencuci tangannya terlebih dahulu di westafel yang ada dibelakang ruangan tersebut.
Melihat Aurelia Masi mencuci tangannya, Nanda lalu menghampirinya, ia meneguk es teh nya hingga kandas. kemudian ia langsung memegang tengkuk Aurelia, lalu membungkam bibir Gadis itu ke bibirnya.
Aurelia sangat terkejut saat Nanda menciumnya, apa lagi ia merasakan es teh yang pria itu minum pindah ke mulutnya.
Aurelia melebarkan matanya, namun Nanda tidak memberikan waktu untuk Gadis itu protes, karna pria itu udah ******* bibirnya dengan rakus.
Membuat gadis itu meronta sambil memukuli dada bidang pria itu.
Bahkan ia nampak menusuk lidahnya hingga masuk kedalam rongga mulut, Gadis itu langsung menyesapnya hingga membuat Aurelia mendesah tertahan.
Namun setelah itu Nanda melepaskan panggutannya saat merasakan miliknya yang dibawah sudah merontah ingin dilepas.
" ***1** " Gumamnya.
"Nanda, apa yang kamu lakukan padaku?" Aurelia yang berkaca-kaca karna ia tidak menyangka bahwa pria itu sudah kurang ajar padanya.
"Ini namanya pelecehan, kamu anggap aku wanita murahan? hingga seenaknya menyentuh." imbunya lagi dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.
"Jawab, kamu anggap aku wanita murahan?" dengan kasar Gadis itu memukuli dada bidang pria itu, namun pria itu langsung mencengkal kedua tangan Aurelia.
"Kenapa kamu sangat bodoh, kamu tidak bisa lihat dari mataku, tidak lihat hatiku yang tulus padamu?" tegas Nanda sembari menatap Aurelia.
"Apa kamu tidak lihat gimana tingkahku sama kamu? tak melihat mu sehari saja aku seperti sudah mau gila, setiap aku melihat mu tersenyum manis pada semua pria disini aku ingin sekali menghajar mereka." imbuhnya dengan nafas naik turun, Gadis itu terpaku menatap Nanda.
__ADS_1
"Benarkah? kamu ngak bohongkan?" ucap Aurelia sembari mencari kebohongan Dimata pria itu. namun hanya ketulusan yang ia dapat.
"Dimataku, dihatiku, dan dijiwa ku sudah terisi nama kamu Aurelia, lalu kamu mau apa lagi?" tegas Nanda, ia akui dirinya tidak romantis tapi ia mampu membuat Aurelia bahagia.
"Bagaimana aku tahu, kamu sendiri saja tidak mengatakan cinta padaku." sahut Aurelia dengan polos dan itu membuat Nanda benar-benar ingin menepuk jidatnya sendiri.
"Apa sebuah kata cinta itu lebih penting darimu ? hemm. bukannya yang lebih penting itu tindakan nyata itu lebih penting dari pada bualan yang ujungnya hanya menyakiti." tukas Nanda yang langsung diangguk oleh Aurelia.
Tentu saja ia setuju, karna sebelumnya Diky selalu mengatakan cinta padanya tapi tidak ada tindakan nyatanya pria itu berakhir menyakiti.
Nanda memeluk Gadis itu meski belum ada kata cinta yang terucap dari keduanya tapi dari bahasa tubuh mereka bahwa mereka saling mencintai.
"Jangan buat aku cemburu lagi." ucap Nanda saat ia masi memeluk Gadis itu.
"Aku tidak pernah membuatmu cemburu." sahut Aurelia yang tak merasakan kesalahan.
"Tapi senyumanmu ini membuat ku cemburu." Nanda yang memegang lembut pipinya yang merah.
"Terus aku harus cemberut gitu setiap ketemu orang." cabik Aurelia.
"Bukan begitu juga. Ya Allah." Nanda menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa harus menyimpan banyak kesabaran untuk Gadis itu.
"Kamu boleh tersenyum hanya pada wanita, jika aku melihat kamu tersenyum pada pria. akan ku buat pria itu babak belur." tegas Nanda yang langsung membuat Aurelia menelan ludahnya.
"Kamu becanda kan?" Aurelia melangkah mundur, Nanda langsung memegangnya.
"Aku serius." sahut Nanda yang kemudian ia mengecup kening gadis itu.
"Hentikan, Nanti ada yang lihat." Aurelia segera menjauh dari Nanda, ia ingat peraturan perusahaan tidak diperbolehkan menjalin hubungan satu departemen.
"Maaf untuk sementara waktu, kita seperti ini dulu setelah aku nanti pindah ke kantor pusat nanti, aku akan memberitahu semua orang tentang hubungan kita." tukas Nanda merasa bersalah, bagaimana pun ia harus mematuhi peraturan perusahaan.
"Emang kita punya hubungan? kamu kan belum ada menyatakan cinta." ucap Aurelia dengan polos yang membuat Nanda frustasi.
Sepertinya panggilan yang ia berikan pada gadis itu memang tepat, karna ia sedikit lelet herannya kenapa ia cekatan jika mengenai pekerjaan. pikir Nanda.
__ADS_1
...✨Jangan mencari yang sempurna tuk dicinta, karena kamu mungkin kehilangan dia, yang meski tak sempurna, tapi mampu buatmu bahagia." ✨...