AURELIA

AURELIA
UNGKAPAN CINTA PRIA YANG BAIK


__ADS_3

"Kanapa kamu selalu mempersulitku. apa salahku sama kamu?" Ucap Aurelia yang begitu kesal. dan mengeluarkan segala uneg-uneg yang ia simpan selama ini. dengan tatapan tajam pada pria itu.


"Ngak ada, aku suka lihat aku menderita, karna tidak semua bisa berjalan sesuai keinginan kamu disini. jadi sekarang gimana kesayangan Pak Meneger?" Sahut Nanda, dengan cibirannya. yang membuat mata Aurelia bulat.


"Aku sangat membencimu. dasar pyshco." Geram Aurelia dan setelah itu ia melanjutkan berjalan.


Sedangkan Nanda nampak mendesah, ia tidak bermaksud menyindir Aurelia. hanya rumor gadis itu membuat ia sedikit kesal yang dekat dengan pak meneger. apalagi ia tidak menyangka sedikit pun.


****


Sore hari setelah jam kerja usai. Aurelia melangkahkan kakinya disebuah taman yang tak jauh dari kantor.


Taman yang terlihat begitu rimbun yang ia selalu datangi saat hatinya sedang tidak enak.


"Papa, Mama aku merindukan Kelian." Gumamnya saat menyandarkan tubuhnya disebuah bangku taman.


"Rasanya gak kuat, ingin pulang tapi aku gak mau disana nanti kalian menganggap ku anak manja yang tak bisa apa-apa." gumamnya lagi sambil terisak.


Hampir satu jam gadis itu berada ditaman, setelah merasa lebih baik. ia menghapus air matanya. ia bangkit segera melangkah kekantorn.


Jam kerja kini telah usai beberapa jam yang lalu, kini jalanan dipenuhi para karyawan yang akan segera pulang kerumahnya dan sebagian kembali ke kost masing.


Kecuali karyawan lapangan yang shift sore hingga malam Masi bekerja.


Sampai dikost Aurelia kembali masuk kekamarnya, tubuhnya sangat lelah. ia membersihkan badannya dan beristirahat.


Sementara Nanda yang berada di kost pria nampak seperti mengawasi Aurelia sambil mengepalkan tangannya didadah.


"Bagaimana aku bisa berpikir positif disaat staf lain pulang sedangkan kamu diluar." gumamnya sambil menatap jam yang ada ditangannya.


Malam itu Aurelia tampak sulit memejamkan matanya dan ia beberapa kali bolak balik dikasur, tak berapa lama pintu kamarnya diketuk seseorang.


took... toookkkk... tookk...


"Ly , masuk aja. kamu baru pulang?" ia pun membuka pintu dan melihat Lyli yang masi memakai seragam kerja dan membawa bungkusan.


"Ngak usah. aku sebentar saja. ini buat kamu." sahut Lyli sembari menyerahkan bungkusan itu kepada Aurelia.


"Ini apa?" Aurelia yang langsung membuka bungkusan.


"Makanan kesukaanmu." jawab Lyli sambil melihat wajah sembab Aurelia.

__ADS_1


"Kamu baik-baik ajakan Rel?" tanya Lyli dengan cemas.


"Aku baik-baik saja kok." jawab Aurelia dengan memberikan senyuman.


"Hemm... udah mulai bohong ya. udah lah cerita aja padaku. apa apa? apa Nanda mengganggu lagi?" desah Lyli mau tau.


"Begitulah. ia membuatku tidak tenang." sahut Aurelia akhirnya.


"Aku punya ide sih kalau kamu mau." tukkas Lyli yang sedang menggigit roti.


Aurelia langsung mengangkat alisnya. "Apa?" ucapnya tersebut.


"Kamu harus punya pacar agar semua rumor buruk yang menimpamu terselesaikan."saran Lyli dengan mulut mengunyah.


Aurelia yang melihat nya tersenyum kecil. sahabatnya itu memang suka ngemil alasan membelikan makanan untuknya padahal ia sendiri yang memakan sampai habis.


"Gimana?" imbuh Lyli lagi karna belum mendapat respon darinya.


"Sudah ku bilang aku belum ingin pacaran. dan kalau pun ada pria yang mau denganku, aku harap ia seperti Papaku. dan langsung saja menikah." Sahut Aurelia dengan tegas. karna baginya cinta pertamanya adalah Papanya.


"Hah, mau nemui itu dimana, apalagi jaman sekarang laki-laki seperti itu langkah." tukas Lyli.


"Ya sudah, kalau begitu aku belum mau." sahut Aurelia.


"Jadi aku harus pacaran dengan siapa? Laki-laki disini playboy semua." Aurelia nampak kesal.


"Bagaimana dengan Diky? kamu kan dekat dengan dia." saran Lyli.


"Diky? bukannya ia mempunyai pacara." sahut Aurelia dan mengingat nama Diky.


Diky adalah karyawan lapangan yang terkenal alim dan tak banyak bicara.


"Kudengar ia baru putus bulan lalu. coba deh kamu dekati dia." saran Lyli.


"Kalau ia tidak mau gimana?" ucap Aurelia dengan polos.


"Oh astaga, mungkin pikiranmu perlu di Upgrade biar sedikit peka. semua juga tau kalau dia itu memiliki perasaan sama kamu. bahkan sebagian besar pria disini menyukai kamu." Lyli yang gemes dengan sahabatnya itu yang nampak lelet dengan perasaan.


"Tapi aku gak suka dengan mereka." sahut Aurelia dengan jujur.


"Demi kebaikanmu Aurelia. Astaghfirullah" Lyli nampak kesal. Aurelia malah tersenyum nyengir menghadapinya.

__ADS_1


****


Keesokan harinya...


Pagi itu Aurelia tampak begitu elegan dengan stelan baju kerja barunya. ia sengaja datang lebih pagi agar bisa bertemu dengan Diky.


Satu-satunya pria yang menurut nya lebih baik dari pria yang lainnya.


"Rel " panggil Pria dari belakang dan menoleh.


"Diky." sahut Aurelia dengan senyumnya. ia adalah laki-laki yang ingin ditemui.


"Tumben pagi-pagi sudah berangkat." tukas Diky mendekati Aurelia.


"Lagi ada kerjaan Dik." sahut Aurelia memberi alasan.


"Gimana roti keju semalam, enak?" ucap Diky kemudian.


"Jadi roti yang dibawakan oleh Lyli itu dari kamu?" tanyak balik Aurelia.


"Iya, kamu suka?" tanya Diky.


"Suka, terimakasih ya Dik." senyumnya sambil menatap Diky. Diky yang juga melihatnya tertegun menatap kecantikan Aurelia.


Gadis itu terlihat mempesona dengan pakaian barunya yang dipadu dengan warna lipstik dibibir nya hingga membuat ia sangat terpesona bagi kaum pria.


"Rel." ucap Diky yang membuat perjalanan mereka terhenti.


"Ya Dik?" sahut Aurelia yang langsung menatapnya.


"Aku suka sama kamu." ucap Diky memberanikan diri yang membuat Aurelia terkejut.


"Apa Dik, aku ngak dengar?" Sahut Aurelia bertanya balik.


Diky langsung menyambut tangan Aurelia lalu menggenggamnya dengan lembut.


"Aku suka denganmu Rel, mau kah kamu jadi pacarku?" Ujar Diky menegaskan.


Aurelia yang terkejut dan menatap Diky dalam diam.


Saat ini Aurelia memang ingin memiliki kekasih untuk menghilangkan cerita buruknya itu bisa berubah. tapi disisi lain ia belum mempunyai perasaan apapun pada pria itu.

__ADS_1


"Haruskah ia menerima cinta Diky?"


✨"Ketika hidup memberimu seratus alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa kamu punya seribu alasan untuk tersenyum."✨


__ADS_2