AURELIA

AURELIA
AURELIA DAN DIKY PACARAN?


__ADS_3

"Aku suka sama kamu Rel, mau kah kamu jadi pacarku?" Ucap Diky menatap serius Aurelia.


"Tapi bukannya kamu udah mempunyai pacar?" tanya Aurelia memastikan, karna ia tau bahwa pria itu memiliki pacar yang salah satu karyawan disitu.


"Ya dulu, tapi kami udah putus beberapa bulan lalu." sahut Diky meyakinkan.


"Benarkah?" Aurelia menatap lekat Diky yang mencari kebohongan pada pria itu.


"H-eemm..." menatap Aurelia dengan penuh yakin.


Aurelia nampak berpikir sejenak.


Batinnya ... " Ayoh lah Aurelia, bukankah ini yang kau mau? lagian Diky orangnya baik. sekarang memang kamu gak memiliki perasaan sama dia. tapi jika dijalankan pasti akan ada perasaan." Aurelia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.


Setelah berpikir lama, akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


"Iya Dik, aku mau." Sahutnya kemudian, dan langsung membuat Diky bahagia. sangking senangnya ia ingin memeluk Aurelia.


Namun dengan sigap Aurelia menghindari. walaupun status mereka sudah resmi pacaran. bukan berarti ia membebaskan seperti itu.


"Tapi aku mau kita pacaran sehat Dik, Tolong hormati keinginanku."Mohon Aurelia kemudian.


"Baiklah aku mengerti." Angguk Diky dengan senang. sudah lama ia menyukai gadis cantik itu. jauh sebelum ia memiliki kekasih.


"Yaudha, ayo jalan lagi. pegangan tangan boleh dong?" Imbuhnya lagi. yang meminta persetujuan. dan langsung diangguki oleh Aurelia.


Seperti mendapat lampu hijau, Diky langsung menggenggam tangan Aurelia berjalan menuju kantor.


Sepanjang perjalanan, banyak pasang mata memperhatikan mereka, ada yang terkejut kecewa dan tak suka.


"Ada apa ini. kenapa kelian berdua bergandengan tangan?" Bagas yang datang dari belakang mereka, melihat Diky yang menggenggam tangan Aurelia.


"Dia kekasihku." Sahut Diky menegaskan. dan membuat beberapa orang disana terkejut.


"Enggak deh. Kelian mungkin bercandakan?" Dony yang baru datang ikut terkejut.


"Kami serius." Tegas Diky.


"Rel." Bagas dan Dony meminta penjelasan Aurelia.


"Benar Gas, Don. kami pacaran." Sahut Aurelia meyakinkan langsung membuat mereka langsung patah hati mendadak.


"Sayang, aku pergi absen dulu ya." Ucap Diky yang melihat jam dilengannya.


Sebagai karyawan lapangan, ia jarang berada dikantor. ia datang hanya untuk Absensi.


"I-iya Dik, hati-hati." Sahut Aurelia. yang terkejut dengan panggilan sayang Diky.


Lalu ia melambaikan tangannya, setelah melihat kepergian kekasih barunya itu.

__ADS_1


Setelah Diky pergi meninggalkan kantor. Aurelia kini diserbu oleh orang yang ada dikantornya.


"Jadi beneran Kelian pacaran?" tanyak salah satu karyawan disana karna penasaran.


"Iya." Aurelia mengangguk meyakinkan.


"Kamu cinta sama dia?"


"Ia karyawan biasa loh, Rel."


"Masak karyawan eksekutif pacaran sama karyawan biasa."


Berbagai pertanyaan di hadangkan oleh Aurelia walau ia hanya menjawab dengan senyuman manisnya.


"Aku tidak peduli ia siapa dan pekerjaan nya bagaimana. yang aku tau ia adalah pria yang baik." Ucapnya membela sang kekasih.


Saat itu ia melihat Nanda yang tak jauh dari dirinya, entah sejak kapan ia ada disitu.


Namun ingin rasanya ia menunjukkan pada pria itu bahwa gadis itu tidak seperti yang ia anggap murahan.


"Dan aku sangat menyukai nya." Ucapnya dengan nada kuat. berharap pria itu mendengarnya.


Setelah itu ia segera berlalu pergi menuju ruangannya, namun tanpa ia sadari Nanda mengikuti nya dari belakang.


"Dasar murahan. seleranya pun seperti itu." Sindir Nanda yang langsung membuat Aurelia menghentikan langkahnya. lalu menoleh dari belakang.


"Kamu bicara apa barusan?" Cercanya tak terima dan menatap Nanda begitu tajam.


"Kau." Langsung mengangkat tangan Aurelia yang ingin menampar pria itu. namun Nanda langsung mencekal pergelangan tangannya.


"Apa begitu frustasinya kamu dicampakkan Pak Rama, hingga sembarang menyukai seorang pria." Sinis Nanda kemudian.


"Dia pria baik. bahkan jauh dari pada kamu." Sahut Aurelia dengan menatap Nanda. tatapan mereka seperti terkunci satu sama lain.


Aurelia yang menatap Nanda dengan marah, sedangkan Nanda menatap Gadis itu penuh cinta yang tidak disari oleh Aurelia.


"Pria baik." Nanda nampak mengalikan pandangannya dengan senyum mengejek. Nanda sebenarnya tidak kuat menatap lama gadis yang dihadapannya itu.


Nanda takut dengan sengajak melahap bibir merah yang indah itu dihadapannya.


Kemudian Nanda menghela nafas untuk meredakan jantungnya yang berdegup kencang.


"Yang kamu anggap baik itu. belum tentu baik." Imbunya kemudian dan menatap balik Aurelia.


"Kamu jangan sok tau. kamu disini Masi baru, dan belum mengenal Diky. lagian aku mau pacaran dengan siapapun apa urusanmu." Sahut Aurelia. Lalu ia menghempaskan tangan Nanda yang mulai mengendur. setelah itu ia pergi meninggalkan pria itu.


Nanda yang ditinggal begitu saja, dengan sigap mengepal tangan Aurelia. "Kamu pasti akan menyesal." Gumamnya dalam hati.


Ia bukan tidak tau siapa Diky, ia adalah pria yang kost bersamaan dengan dia dan tentu Nanda mengenalnya.

__ADS_1


Aurelia nampak menghentakkan kakinya lalu pergi dan berjalan menuju meja kerjanya, ia merasa kesal dengan Nanda yang baru menjadi karyawan.


Gadis itu pikir setelah ia mendapatkan kekasih citranya akan menjadi membaik.


Namun Nanda malah semakin menindas nya tanpa lelah.


"Sebenarnya apa sih salahku." gerutunya yang sambil menghempaskan tubuhnya di kursi.


Sedangkan Nanda yang baru masuk. tak menoleh meski ia mendengar gerutuhnya.


"Salahmu siapa suruh kamu menjadi pusat perhatian pada pria disini. aku tidak suka itu." Sahut Nanda dalam hati.


Seharian Aurelia nampak kesal pada Nanda. hingga membuat rasa bencinya itu meletup-letup pada pria itu.


Ingin sekali ia menendang pria itu keluar dari sini bahkan tendangannya sampai ke Mars kalau bisa.


Aurelia yang berjalan, dan ada yang menelpon nya.


kring... kring... kriiing...


"Ya hallo, Ada apa. kamu mau pulang bersamaku?" Ucap Aurelia saat itu yang baru mengangkat telponnya.


"Baiklah kalau begitu." Sahutnya dengan mengulas senyumnya yang kemudian ia menutupi panggilan dari Diky.


Meski saat ini ia belum memiliki perasaan pada Diky, tapi ia harus belajar menyukai pria itu.


Dimatanya Diky adalah pria yang baik. dan sangat rajin beribadah apalagi wajahnya sangat teduh.


Bahkan tutur kata pria itu sangat lembut di dengar, berbeda dengan Nanda saat berbicara begitu pedas melebihi bon cabe level yang sangat tinggi sekali pun.


Mengingat Diky, Aurelia tersenyum sendiri. namun saat melihat pria itu raut wajahnya menjadi berubah.


Sedangkan Nanda yang diam-diam juga menatap gadis itu, membuat Nanda kesal saat gadis itu tersenyum baru selesai mengangkat telpon.


Ia tau itu terlpon dari pria menyebalkan yang baru menjadi kekasih Aurelia.


"Dasar wanita Norak." Ucapnya sedikit lantang agar didengar oleh gadis itu.


Sementara Aurelia enggan menanggapinya, justru semakin menunjukkan raut wajah bahagia nya bak wanita yang sedang jatuh cinta.


Padahal ia tidak merasakan itu. karna ia tau bahwa Diky tidak menggetarkan hatinya.


Namun pura-pura bahagia didekat pria yang menyebalkan itu.


"Dasar Dajjal. lihat orang bahagia sirik aja." Balasnya tanpa menatap kearah Nanda.


Nanda yang mendengar hal itu langsung mengumpat dalam hati.


"Tertawalah sepuasmu sampai kau tidak mampu tertawa lagi." gumamnya kemudian.

__ADS_1


...✨"Lidah tidak memiliki tulang, tetapi dapat mematahkan hati." ✨...


__ADS_2