AURELIA

AURELIA
NANDA TAU SESUATU


__ADS_3

...✨"Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak."✨...


"Rel, kamu dengan Nanda pergi mencek pergudangan ya. kalau ada barang yang kosong tolong sekalian order." Perintah Pak Rama pagi itu.


"Enggak mau dengan dia pak. saya biasanya sendirian." tolak Aurelia sembari melihat Nanda yang masi jengkel.


"Siapa juga yang mau dengan kamu." balas Nanda tak mau kalah.


"Sudah Kelian ini selalu ribut. gak takut lama-lama jadi jatuh cinta." tukas Pak Rama menengahi.


"Saya ngak bakal mau sama dia Pak. lagian saya udah punya pacar kok. sewot Aurelia.


"Jadi beneran Gosip yang beredar itu?" Pak Rama menatap penuh tanya pada Aurelia.


"Iya." Aurelia menganggukkan kepalanya.


"Ck, Norak." ejek Nanda.


"Apa kamu bilang?" Aurelia langsung melotot menatap Nanda.


"Sudah-sudah Kelian apa tidak bisa akur sebentar?" tegur pak Rama kemudian.


"Sekarang pergi dari ruangan saya. pusing saya mendengarnya." Imbuhnya sambil memijit pelipisnya.


Aurelia dan Nanda segera berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian mereka sudah berada diparkiran ini kali pertama Aurelia semobil dengan Nanda.


Sebelum masuk kedalam mobil. Aurelia memperhatikan mobil Nanda yang sangat bersih.


"Padahal ia hanya staff biasa seperti ku, tapi bagaimana ia bisa memiliki mobil sebagus ini? aku jadi penasaran dengan kamar nya apa sama dengan punya di kost." gumam Aurelia, yang mengingat kamarnya hanya ada kasur dan lemari.


"Astaghfirullah, apasih yang aku pikirkan." gumamnya lagi.


"Ngpain disitu? cepat masuk, apa kamu tidak pernah melihat mobil seperti ini?" teriak Nanda yang membuat lamunan Aurelia menghilang, gadis itu membuka pintu mobil belakang lalu masuk.


"Dasar orang kaya sombong. kamu pikir aku langsung terkesima melihat harta mu." gerutuh Aurelia, seraya menghempaskan tubuhnya ke kursi, entah Nanda mendengar atau bahkan tidak memperdulikan.


"Turun." Ucap Nanda dengan nada tinggi. yang membuat gadis itu tersentak. baru juga duduk.


"Kamu mengusirku?" sahut Aurelia.

__ADS_1


"Saya bukan supirmu." tegas Nanda sembari melihat gadis itu dari kaca spion didepannya.


"Siapa juga yang mau kamu jadi supirku." Sewot Aurelia.


"Turun. dan duduk didepan." perintah Nanda.


Aurelia langsung mendesah dengan kesal yang menghentakkan kakinya. lalu masuk ke kursi depan.


"Puas." Sahutnya yang baru duduk di samping Nanda.


"Puas apanya. keluar saja belum." sahut Nanda yang langsung menjalankan mobilnya. Aurelia yang manatap nya dengan bola mata yang besar.


"Dasar otak mesum." Umpatnya kemudian dengan kesal.


"Mesum apa. apa yang kamu pikirkan? bukannya kalau kita buang angin akan puas?" tukas Nanda dengan menahan tawanya. rasanya senang menggoda gadis itu.


Aurelia yang salah menduga nampak malu dan membuang wajahnya kearah samping.


"Uhuuu... sial. apa sih yang aku pikirkan." gerutunya dalam hati.


Setelah itu tak ada lagi pembahasan diantara mereka berdua. bahkan saat melakukan pekerjaan mereka hanya bicara seperlunya. bahkan jam makan siang mereka baru kembali kekantornya.


Beberapa saat kemudian ia tak sengaja melihat Nanda masuk kekantin dengan beberapa wanita.


"Benar kamu kamu traktir?" ucap salah satu wanita yang bersamanya.


"Tentu saja." sahut Nanda yang sembari menduduki beberapa kursi yang tak jauh dari meja Aurelia.


Mereka yang saling tatapan dan disadari oleh Aurelia hingga membuatnya langsung membuang tatapannya.


Aurelia langsung buru-buru menghabiskan makanannya agar meninggalkan tempat itu, yang merasa Jijik melihat Nanda.


"Aku sudah selesai." Ucapnya yang langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia segera pergi meninggalkan tempat itu yang sangat ramai.


Sedangkan Dony dan Bagas melihat kepergian Aurelia nampak saling mengedipkan bahu, mereka tak mengerti mengapa sikap Aurelia begitu.


"CK, dasar pelakor." sahut wanita yang saat itu sedang duduk dibangku Nanda, yang bernama Naya.


"Siapa?" Nanda yang mengikuti arah mata Naya yang menuju kearah Aurelia.


"Cewek sok cantik itu, karna ia Diky memutuskanku." keluh Naya yang sedang kesal melihat Gadis itu.

__ADS_1


Sedangkan teman-temannya nampak memberi semangat padanya. "Aurelia kan memang Gadis yang centil, semua pria disini ia godain." gerutu wanita yang lain bernama Desi.


"Benarkah?" Nanda nampak mengangkat alisnya dan penasaran.


"Tentu saja, padahal ia satu kampung denganku, tapi malas untuk akrab dengannya, nanti yang ada aku ikut rusak." sahut Desi.


"Sebentar, jadi Aurelia satu kampung denganmu juga?" tanya Nanda memastikan.


"Kamu gak tau? bukannya kamu dengan ia satu ruangan?" tukas Desi.


Nanda langsung menggelengkan kepala, gimana ia tau tentang itu, setiap bertemu saja mereka bagaikan Tom end Jerry.


"Baguslah kalau begitu, itu akan lebih baik seperti itu nanti namamu jadi rusak olehnya." Imbun Desi lagi.


Nanda yang mendengarkan wanita itu menghela nafasnya, benarkah begitu buruk citra Gadis itu dikantor ini? tapi bagi batinnya ia merasa itu tidak benar.


Tak mau menebak-nebak Nanda segera beranjak dari tempat ia duduk. "Kamu mau kemana?" cengah Desi saat Nanda ingin pergi.


"Aku banyak kerjaan, makan saja nanti aku yang bayar." sahut Nanda memberi alasan lalu ia pergi.


Sampainya ia dalam ruangan Nanda melihat Aurelia sedang bertelepon.


Kedengarannya sangat manis, mungkin ia sedang berbicara dengan kekasih barunya pikir Nanda yang membuat dirinya langsung meredang.


Apa mungkin dugaan pria itu salam ini salah? entahlah pria itu binggung harus percaya dengan rumor yang beredar atau mempercayai hatinya.


Ia merasa panas mendengar Aurelia yang berbicara dengan kekasih barunya, Nanda pergi meninggalkan ruanganya.


Hingga sore hari tiba, pria itu tidak ada sampai membuat Aurelia menggerutu kesal karna Nanda meninggalkan pekerjaannya padanya.


"Dasar pria gak bertanggung jawab, pasti lagi asyik dengan wanita yang dikantin tadi." gerutunya. mengingat banyak karyawan wanita memanggil Nanda.


Sementara Nanda yang sedang berada di kost nya asyik bermain game kesukaannya, ia sengaja memberikan pekerjaannya pada Gadis itu agar ia tidak pacaran, pikirnya.


Saat ia sedang sibuk bermain game samar-samar ia mendengar seorang wanita menanggis.


Karna penasaran ia segera melihat keluar kamar, ia mencari sumber suara dan betapa terkejutnya saat melihat Gadis sedang menanggis dalam pelukan seorang pria.


"Bukankah itu Diky dan Naya?" Gumamnya melihat mereka berpelukan didepan kamar kost wanita itu.


"CK, ini yang kamu bilang pria baik-baik." Saat melihat Diky dan Naya masuk kedalam kamar wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2