AURELIA

AURELIA
NANDA BERSIKAP DINGIN, TIBA-TIBA


__ADS_3

Alif nampak menghalangi Diky saat pria itu mengejar Aurelia, kemudian mereka saling memukul dan berargumen.


Namun beberapa saat kemudian beberapa orang yang berada ditaman tersebut menghalangi mereka.


Sementara itu Aurelia menyusuri jalan yang entah sudah berapa jauh ia melangkah nampak terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang.


Ia pikir itu Diky hingga membuatnya meronta, namun seseorang itu langsung mencengkal kedua tangannya.


"Ini aku, Aurelia." lirih Nanda hingga membuat Aurelia langsung menanggis.


"Aku takut, Nanda." keluh Aurelia.


"Sudah, ngak apa-apa. aku ada disini. akan aku habisi bajingan itu jika berani menyentuhmu." Nanda semakin mengeratkan pelukannya.


"Maaf baru datang, apa kamu baik-baik saja?" imbuhnya kemudian setelah memutar tubuh Aurelia menghadap kearahnya, ia langsung memeriksa gadis itu.


"Kamu terluka Aurelia." Nanda melihat lutut dan siku Aurelia berdarah.


"Aku ngak tahu, aku jalan terus dari tadi takut Diky mengejarku" sahut Aurelia.


"Udah ngak apa-apa. ayo kita pulang, kita obati di kost." ajak Nanda lalu membawa Aurelia masuk kedalam mobilnya.


"Lalu bagaimana dengan Alif. dia dan Diky ..." Aurelia menolak masuk kedalam mobil saat mengingat Alif masih di taman.


"Alif akan baik-baik saja. percayalah." bujuk Nanda menenangkan.


"Tapi ..."


"Alif pasti baik-baik saja. dan kamu jangan khawatir." bujuk Nanda lagi.


"Baiklah." sahut Aurelia hingga masuk kedalam mobil.


Sesampainya di kost, Nanda langsung membawanya kedalam kamarnya.


"Aku dikamarku saja ya." mohon Aurelia, ia takut jika ada yang memperhatikan mereka bersama pasti akan ada masalah dikantor.


"Sudah, dikamarku saja. kamu mau nanti Diky datang mencarimu?" tegas Nanda yang langsung membuat Aurelia menggelengkan kepalanya.


Setelah itu ia pasrah dan langsung Nanda membawanya di dalam kamar.


Dengan telaten Nanda langsung mengobati luka Aurelia. dan ia menyuapi gadis itu dengan makanan yang ia bawa tadi.


"Maaf aku datang terlambat. tadi aku ada meeting dengan orang pusat." tukas Nanda kemudian.


"Ngak apa-apa. aku tau kamu kan yang menyuruh Alif mengajak aku pergi untuk menghindari Diky?" sahut Aurelia.


"Tapi bajingan itu tau keberadaanmu." Nanda tampak kesal dan ia menyesal ikut meeting tadi.


"Tapi aku ngak apa-apa kok. terimakasih udah peduli padaku." Aurelia mencoba menenangkan Nanda yang mulai emosi.

__ADS_1


"Yasudah, kamu tidurlah. aku mau mandi dulu." ucap Nanda. kemudian ia beranjak dari samping Aurelia.


Sedangkan Aurelia segera merebahkan dirinya dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya sampai ke leher.


Namun sepertinya ia tidak bisa tidur, kemudian ia menghubungi Alif yang ternyata baik-baik saja.


"Syukurlah." gumamnya setelah mengakhiri telpon.


Lalu ia terperanjat saat tak sengaja melihat Nanda tiba-tiba saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggenakan handuk melekat di pinggangnya.


Aurelia langsung bersembunyi di balik selimut, ia memarahin Nanda yang bisa-bisanya tidak memakai pakaian.


Nanda nampak terkekeh melihat tingkah Aurelia yang polos, setelah itu ia segera berganti pakaian dengan celana polo pendek dan kaos rumahan.


"Kamu belum tidur?" ucapnya saat mendekati Aurelia yang bersembunyi didalam selimut.


"Jangan mendekat. aku malu." Aurelia menggenggam selimutnya dengan erat.


"Aurelia, sepertinya ada tikus masuk kedalam selimutmu." teriak Nanda dengan nada panik hingga membuat gadis itu langsung melempar selimutnya dan berlari memeluk pria itu.


"Aku takut." teriak Aurelia histeris sembari memeluk Nanda dengan erat.


Nanda yang langsung terkekeh sehingga membuat gadis itu melotot menatapnya.


"Kamu menipuku?" sahut Aurelia dengan kesal.


"Iya." sahut Nanda yang tertawa sangat nyaring.


Nanda yang masih terkekeh kemudian ia langsung membungkam bibir kekasihnya tersebut dengan ciumannya.


Aurelia melebarkan matanya saat Nanda tiba-tiba menciumnya, namun setelah itu ia hanya pasrah saat pria itu ******* bibirnya dengan lembut dan terasa memabukkan.


Masih dalam posisi ciuman Nanda langsung membawa Aurelia jatuh keatas ranjang hingga kini ia berada diatas tubuh kekasihnya tersebut.


Ia ******* dan menghisap bibir tipis Aurelia dengan penuh pasrah hingga membuat gadis itu mengerang tertahan.


Namun setelah itu Nanda segera melepaskan pungutannya saat merasakan miliknya yang dibawah sana mulai mengeras.


Ia takut khilaf dan berakhir menodai gadis yang ia jaga kehormatannya itu, meski ia sering sekali mencuri ciumannya dan hanya sebatas itu dan ia menganggap perlakuannya tersebut sebagai tanda rasa sayang dan cintanya yang tak pernah terucap.


"Maaf." ucapnya seraya mengusap sudut bibir Aurelia yang basah karna ulangnya tadi.


Setelah itu ia menyelimutinya lalu menyuruh gadis itu untuk segera tidur.


"Kamu mau kemana?" tanya Aurelia saat melihat pria itu hendak keluar kamarnya.


"Tidurlah, aku mau cari angin sebentar." sahut Nanda kemudian ia berlalu keluar kamarnya.


^^^...Keesokan harinya......^^^

__ADS_1


Aurelia nampak mengerjapkan matanya saat ia mencium aroma kopi yang diseduh oleh Nanda.


"Kamu ngak tidur?" tanyanya saat melihat Nanda sedang duduk di kursinya sembari meminumkan kopinya.


"Tidur." sahut Nanda dengan nada dingin.


"Tidur dimana?" tanya Aurelia lagi karena saat ia bangun tengah malam pria itu tidak ada dikamarnya.


"Disini." sahut Nanda sembari menunjukkan kursi panjang yang tengah ia duduki.


Aurelia nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat merasakan Nanda berbicara nada dingin terhadapnya.


"Nan." panggil Aurelia seraya beranjak dari tempat tidurnya, kemudian melangkah mendekati Nanda.


"HM." sahut Nanda.


"Kamu marah?" tanya Aurelia setelah duduk disamping pria itu.


"Ngak." sahut Nanda.


"Kalau ngak, kenapa bicaranya sedikit?" Aurelia meminta penjelasan.


"Kamu hari ini kerja?" tanya Nanda mengalihkan penjelasan.


"Iya, aku sudah merasa sehat." sahut Aurelia.


"Ya sudah, cepat bersiap kalau begitu." tukas Nanda kemudian.


"Iya tentu saja." Aurelia langsung beranjak dari duduknya saat Nanda mengacuhkannya. kemudian ia berlalu pergi.


Namun saat berada diambang pintu, pria itu tiba-tiba memanggilnya kembali hingga membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Dikamarmu ada barang-barang pemberian Diky, jika satu jam dari sekarang belum kamu buang, awas saja." tukas Nanda dengan nada mengancam yang langsung membuat gadis itu menelan ludahnya.


"I-iya." kemudian gadis itu bergegas pergi kekamarnya.


Sesampainya dikamar gadis itu melihat sebuah buket bunga dan kue tart yang bertuliskan "Merry Me" diatas kasurnya.


Seandainya Diky melamarnya saat hubungan mereka baik-baik saja, ia pasti akan sangat senang.


Namun pria itu sudah terlambat, karna cinta yang sudah dibuang bisa jadi akan di pungut orang lain dan itu terjadi seperti sekarang.


Karna Nanda memungut cinta yang telah dibuang oleh Diky.


"Ternyata kamu ketus begitu karna cemburu, kalau cinta bilang dong." Aurelia nampak terkekeh saat mengingat bagaimana dinginnya sikap pria itu tadi padanya.


Semoga pria itu cemburu karna barang yang diberikan Diky padanya, bukan karna hal lain yang tak ia mengerti.


"Semoga saja." gumamnya yang tiba-tiba terbesit rasa khawatir.

__ADS_1


......✨ Hadiah Cinta Yang Diinginkan Bukan Bunga Atau Berlian, Melainkan Perhatian Penuh Kasih sayang. ✨......


__ADS_2