AURELIA

AURELIA
FIRST KISS


__ADS_3

"Nanda, K-kamu K-kamu mau ngpain?" Aurelia langsung pucat saat melihat Nanda tiba-tiba mendorong tubuhnya mendekatkan kepada Aurelia.


"Nan, kamu jangan becan ..." Ucap Aurelia langsung menggantuk saat Nanda membungkam bibirnya dengan ciumannya.


Pria itu melemat bibir Aurelia dengan rakus hingga membuat Aurelia menatapnya tak percaya.


Waktu berlalu begitu saja dengan cepat, membuat otak Aurelia mencernanya dengan cepat.


Bukankah ini ciuman pertama yang akan ia berikan pada calon suaminya nanti.


Menyadari itu Aurelia langsung meronta, namun bukannya melepaskan Nanda justru semakin melemat bibir dengan begitu rakus seakan tidak ada hari esok.


Puas dengan rasa manis bibirnya, Nanda nampak menggigit kecil bibir Aurelia, hingga membuat Gadis itu mau tak mau membukanya.


Lalu pria itu langsung memperdalam ciumannya, mengobrak Abrik pertahanan Aurelia hingga membuat Gadis itu tertahan.


Nanda begitu menikmati ciuman tersebut.


****


Cecapan serta hisapan pada bibir Aurelia membuatnya seperti sedang berada diBulan.


Pria itu semakin menekan Aurelia didinding agar ia lebih leluasa menciumnya, tak peduli gadis itu meronta bahkan sekarang ia kahabiasan tenaga karna berusaha melawannya.


Aurelia mulai terasa tersengkal badan dan kakinya terasa seperti lembutnya puding yang mereka makan kemarin, jika saja Nanda tak menopang nya ia akan jatuh kelantai.


Merasa kasihan Nanda langsung melepaskan ciumannya lalu membiarkan wanita itu menghirup oksigen sebanyak yang ia butuhkan.


Gadis itu terengah-engah seperti baru saja lari maraton puluhan kilometer, bibirnya bengka serta kakinya sangat lemas.


Saat kesadaran nya mulai kembali. Gadis itu memukuli dada bidang Nanda.


"Apa yang kamu lakukan padaku?" protes dengan kesal. yang masi memukuli Nanda.


Nanda bukannya marah ia bahkan tersenyum kecil lalu mencekal kedua tangan Aurelia.


"Belajarlah untu terbiasa karna kita akan lebih sering melakukan nya." ucapnya lirih yang mambuat Gadis itu menatapnya tajam.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" sahut Aurelia yang masi berusaha melepaskan tangannya Nanda begitu erat mencekal nya.


"Jangan pikirkan, Kana itu tidak sampai ke otak mu." sahut Nanda yang kemudian ia mengusap bibir Aurelia yang basah karna nya tadi.


Setelah itu ia pergi meninggalkan Aurelia yang masi lemas dengan sandaran didinding.


"Apa dia bilang, bisa-bisanya ia pergi begitu saja." gerutu Aurelia dengan kesal.


Kakinya Masi terasa sangat lemas, badannya bergetar sedangkan nafasnya Masi sesak.


"Jadi seperti ini rasanya ciuman?" gumamnya sembari menatap bibirnya yang bengkak.


"Bar-bar sekali." gerutuhnya lagi saat mengingat kejadian itu.


Bayangan ciuman yang lembut bersama pria yang ia cintai, kini pupus sudah, ciuman pertamanya dirampas kasar oleh temannya sendiri.


"Aku benci kamu Nanda."


Setelah merapikan dirinya yang sedikit berantakan ia segera berlalu pergi kembali keruangan.


Bersyukur ia tidak melihat Nanda dimeja kerjanya, kalau tidak entah apa yang ia lakukan.


Ia mendinginkan suasana hatinya yang sangat bergejolak, ia bahagia mencuri bibirnya Aurelia, tapi tubuhnya yang lain justru meminta lebih.


Membayangkan ia dan Aurelia tadi membuat Nanda tersenyum kecil.


"Bagaimana ia sekaku itu, seperti tidak pernah ciuman saja." gumamnya saat mengingat ekspresi Aurelia yang tidak tahu cara berciuman, padahal wanita itu telah berpacaran sebelumnya dengan Diky.


Mengingat Diky, Nanda langsung kesal. "Aurelia adalah milikku, akan ku pastikan sentuhan mu dulu tak berbekas." gumamnya sembari mengepalkan tangannya.


Setelah itu ia minum lagi hingga kandas, kemudian beranjak dari duduknya pergi meninggalkan caffe itu.


Sore hari Nanda baru masuk kedalam ruangan, Aurelia segera keluar. sebisa mungkin ia menghindari Nanda, karna baginya pria itu sangat berbahaya.


Dari sekian banyak temannya pria, hanya Nanda yang paling berbahaya, seakan tubuhnya ingin menghindari pria itu sejauh mungkin.


^^^Hari berlalu begitu sajaa ...^^^

__ADS_1


"Ambil ini." nampak Nanda memberikan bukusan diatas mejanya.


Aurelia enggan mengambilnya bahkan menatapnya saja pun ia malas.


Nanda mulai gemes karna gadis itu mengabaikan, ia pun membuka bungkusan itu yang berisi Bros.


Aurelia melebarkan matanya saat melihat bros-bros itu, apa pria itu Baru saja memborong Bros satu toko. pikirnya.


"Pakai ini diblezermu agar dadamu tidak dilihat oleh pria yang kurang ajar diluar sana, karna tanganku tak mampu menutup satu-satunya mata mereka diluar sana ." perintah Nanda yang membuat Aurelia menyilang kan tangannya kedadanya.


Blezer dan dalaman tenktop adalah seragam wajib karyawan kantor itu menurut Nanda terlihat sexy bahkan ada beberapa karyawan wanita yang sengaja memakai tenktop kekecilan hingga membuat aset berharganya menggoda iman.


"Apasih pakaianku Masi sopan kok." sungguh Aurelia, ia memang memakai tenktop tapi tak seperti teman-temannya.


"Aku tidak suka dibantah, pakai ini atau aku akan memakaikan." tegas Nanda yang tak sabar.


Aurelia yang kesal segera mengambil Bros ditangan Nanda, mending ia pakai sendiri.kalau Nanda memakaikannya yang ada pria itu akan macam-macam lagi.


Kemarin saja pria itu bisa merampas ciumannya, kalau ia memberikan kesempatan bisa saja ia meminta yang lain.


"T-tidak." teriak Gadis itu dalam hati, bahkan ia masi terauma jika mengingat bagaimana ia mencium paksa dirinya dengan rakus kemarin.


"Aku bisa pasang sendiri." ucapnya sembari mengaitkan blezer.


"Itu baru sopan, nanti pulang kerja aku akan menemanimu membeli rok kerja yang sedikit panjang, aku tidak suka ada pria yang memperhatikan paha dan lututmu" tukas Nanda kemudian.


"Rokku tidak pendek hanya sedikit diatas lutut." protes Aurelia.


"Tapi Masi kelihatan dikit pahami." tegur Nanda saat ia melihat salah satu pria melihat saat mereka sedang berbincang.


"Sudah bagus dulu pakai celana, siapa suru mengadu kepusat." sinis Aurelia.


"Aturan tetap aturan kamu tidak boleh seenak jidat malanggar, tapi kalau rok mu itu bisa diubah." tukas Nanda sembari melihat rok Aurelia yang membuat gadis itu sibuk menutupinya.


"I-iya baiklah." sahut Aurelia pada akhirnya, toh akan lebih baik jika ia memakai rok panjang.


"Bagus, itu baru Gadisku." sahut Nanda memuji sembari berlalu pergi.

__ADS_1


"Apa dia bilang tadi, Gadisku? enak aja sejak kapan aku jadi milik nya." gerutu Aurelia begitu kesal, sembari menatap pria itu yang pergi.


...✨"Tindakan memang tidak selamanya membawa kesuksesan, tetapi tidak ada kesuksesan tanpa bertindak." ✨...


__ADS_2