AURELIA

AURELIA
NANDA SIH PENCEMBURU


__ADS_3

...✨"Yang sudah biarlah berkesudahan, yang lalu biarlah berlalu. Mari kita buka lembaran baru, sama yang dulu."✨...


"Diky." Ucap Aurelia dengan melebarkan matanya saat melihat Diky yang berdiri didepan kamarnya.


Aurelia segera menutup pintu, namun dihalangi oleh Diky. "Aku ingin berbicara." ucapnya.


Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan Dik." Ucap Aurelia ketus.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Diky kemudian.


"Seperti yang kamu lihat sekarang." sahut Aurelia yang tak mau ramah dengan pria itu.


"Aurelia aku ingin mengakhiri semuanya, mulai hari ini kita sudah tidak ada hubungan lagi." tegas Diky yang membuat gadis itu menatapnya.


"Kita putus, hari ini kita ambil jalan kita masing-masing." imbuhnya lagi menegaskan.


Aurelia menghela nafas pelan. "Baiklah." sahutnya menanggapi.


Diky nampak kecewa dengan jawaban Aurelia itu, padahal pria itu ingin gadis itu memohon kepadanya.


Pria itu mengepalkan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Gadis itu.


^^^Hari pun berlalu ...^^^


Pagi itu Aurelia yang berjalan menuju kantor, saat berjalan menuju Lobby Alif langsung mendekatinya.


"Ada apa lagi?" tanya Alif.


Gadis yang biasa ceria itu nampak mendung tak bersemangat, senyum yang biasa menghias bibirnya kita mulai tak terlihat.


"Kami benar-benar sudah berakhir." sahut Aurelia.


"Benarkah? ini kabar yang sangat baik." Alif nampak antusias, dan tersenyum melebar.


"Dasar teman gak ada akhlak." sahutnya dengan kesal, namun tak sengaja pandangannya melihat kearah Diky yang sedang bergandengan tangan dengan Naya menuju kearahnya.


"Sudah jangan dilihat " Alif dengan cekatan memegang tangan Aurelia dan pergi menjauh dari mereka.


"Terimakasih sudah mendukung ku." tukas Aurelia yang langsung berjalan menuju ruangan.


"Tentu saja, kitakan teman." sahut Alif, kemudian mereka tertawa bersama, yang disusul Nanda berjalan kearahnya.


"Ini kantor tempat bekerja, bukan Pacaran." sinis nya menatap Aurelia dan Alif, setelah itu ia segera masuk kedalam ruangan yang diikuti oleh Aurelia.


"Kamu belum sarapan Nan?" sapanya, mungkin saja pria itu sedang menahan lapar makanya emosi.


"HM." sahut Nanda.

__ADS_1


"Mau ku belikan sarapan? mau makan apa?" tanyak Aurelia perhatian, Gadis itu memang selalu perhatian pada sahabatnya.


"Mau makan kamu." sahut Nanda menatap Aurelia sekilas dan berlalu lagi dengan menatap layar komputer nya.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Aurelia lagi, ia bukannya tidak mendengar namun memastikan pendengarannya itu salah atau tidak.


"Lupakan, kembali bekerja." sahut Nanda tak ramah.


"Dia kenapa, kaiak sedang PMS aja." gerutunya yang tak mengerti. kembali ia melirik Nanda yang sedang menatap komentar nya.


Tak berapa lama kemudian Dony yang menjabat sebagai atasan kepala keuangan itu masuk kedalam ruangannya.


"Hay Aurelia, kamu sudah sarapan?" sapa Dony.


Sejak kabar putusnya hubungan Aurelia dan Diky, beberapa Pria mulai mendekati Gadis itu termasuk Dony.


"Sudah Don." Sahut Aurelia.


"Hemm.. sayang sekali, aku ingin mentraktir mu." Dony terlihat kecewa.


"Maaf Don." Aurelia merasa tidak enak hati.


"Baiklah tidak apa-apa, lain kali saja." ucap Dony, setalah itu ia keluar dari ruangan tersebut, nampa ia sadari Nanda menatap nya geram.


Kemudian pandangannya beralih pada Gadis itu. yang seketika mendesah kesal di depan layar komputer nya.


Beberapa waktu lalu pria itu bersikap ketus padanya. lalu sekarang tersenyum manatapnya.


"Sepertinya ia sedang mengalami sindrom PMS." batinnya.


"I-ini Nan, kaiaknya aku kurang paham." sembari menunjukkan layar komputer nya.


Nanda menarik kursinya lalu menuju meja Aurelia, mereka duduk bersisihan.


"Seperti ini caranya, coba kamu kerjakan lagi." ucapnya yang mengajari Aurelia dengan sabar.


Gadis itu yang baru mendapat ilmu terlihat antusias, ia tampak serius menatap layar yang ada didepannya tanpa ia sadari Nanda menatap serius Gadis itu dari samping.


"Cantik." gumamnya.


Namun ia seketika mendesah kesal, saat bagian bawahnya menegang hanya karna menatap wajah cantiknya Aurelia.


"Sial." gumamnya.


"Ada apa Nan?" tanya Aurelia saat mendengar Nanda mengumpet pelan.


"Ngak." sahut Nanda melihat balik Aurelia, saat melihat bibir Gadis itu yang tipis dan memerah. miliknya semakin sesak.

__ADS_1


Ingin sekali ia merasakan manisnya Bibir Gadis itu yang mungkin pernah dicicip oleh Diky.


Mengingat Diky ia langsung meradang, ingin sekali ia membunuh pria itu.


"Bagaiman hubungan mu dengan Diky?" tanyanya mengahlikan pembicaraan.


"Kami sudah putus." sahut Aurelia.


"Benarkah? aku ikut senang." sahut Nanda yang membuat Aurelia menatapnya.


"Apa kamu bilang?" tanyanya kemudian.


"Maksudku kamu justru bahagia, jangan sedih." sahut Nanda salah tingkah.


"Tentu saja aku happy kok, aku malah bebas sekarang, sebelum ia selalu melarang ku untuk berteman dengan siapapun termasuk dengan temanku yang dulu, dan sekarang aku tidak perlu sembunyi lagi." Sahut Aurelia dengan antusias dan Mala membuat Nanda meradang.


Tidak, kali ini ia tidak boleh kecolongan lagi, apalagi temannya kabanyakan pria.


Aurelia harus jadi milikku tak ada yang boleh mandekatinya lagi.


Beberapa hari berlalu Aurelia nampak sudah bisa melupakan Diky, ia beruntung cintanya tidak begitu dalam hingga membuat nya gampang melupakan.


Kini ia bebas berteman dengan temannya dahulu yang mungkin kebanyakan pria dikantornya.


Ia berjanji pada dirinya bahwa ia tidak akan pacaran lagi dan sepertinya ia akan menurut pada orangtuanya untuk masalah perjodohan dengan pria pilihan orangtuanya.


...*****...


Siang itu Aurelia makan siang dikantin bersama Lyli, Alif, Dony dan Bagas, mereka sambil tertawa lepas saat salah satu dari mereka membuat tertawa lucu.


Namun tidak dengan Nanda yang sedari tadi duduk berjauh dengan mereka diujung kantin, yang mengawasi Aurelia.


Sesekali ia melihat sinis saat Dony dan Bagas mencari perhatian Aurelia.


Sejak kedatangan nya dikantor itu. Nanda memang tidak mempunyai teman dekat dan baginya ia tidak perlu teman dekat.


Semua hanya rekan kerja tapi bukan teman dalam arti apapun, karna baginya semua pria yang mendekati Aurelia hanya rivalnya.


Sepertinya Aurelia tak melihat keberadaan Nanda disana, karna ia sedang asyik ngobrol dengan Bagas saat berlalu keluar dari kantin.


Sedangkan Nanda nampak mengepalkan tangannya, menyusul Aurelia yang berjalan menuju westafel yang ada dibelakang ruangan kerja.


Gadis itu mencuci tangan seorang diri, saat berbalik bada ia langsung terkejut saat melihat Nanda sudah berada didepannya.


"Nanda." ucapnya terkejut.


"Kamu mau mencuci tangan juga?" tanyanya lagi yang sedang menggeser tubuhnya, bukannya menjawab malah ia semakin mendekat.

__ADS_1


"Nan K-kamu K-kamu mau ngpain?" Aurelia langsung pucat saat Nanda mendorong tubuhnya mendekatkan didinding belakang nya.


__ADS_2