AURELIA

AURELIA
NANDA CEMBURU BUTA


__ADS_3

Malam itu Aurelia merebahkan tubuhnya di atas kasur busanya setelah seharian lelah bekerja.


Baru juga terlelap ia nampak terkejut saat ponselnya berdering nyaring.


"Aurelia kunci kamarku mana?" ucap Nanda saat Aurelia mengangkat telponnya.


"Kamu sudah datang? sebentar ya." sahut Aurelia setelah ia mematikan panggilan Nanda.


Aurelia yang langsung mengambilkan kunci yang masi didalam tas kerjanya, kemudian ia segera berlalu ke kamar Nanda.


"Katanya minta kunci, kok orangnya ngak ada." gerutu Aurelia saat melihat pria itu tidak ada disana.


Tak berapa lama kemudian ponselnya berdering lagi, lalu ia segera menjawabnya.


"Tungguin dulu ya, Masi macet. kalau kamu capek berdiri, tunggu saja di kamarku, karna aku akan segera sampai." mohon Nanda dari ujung telpon.


Aurelia menghela nafasnya. "Hemm baiklah." sahut Aurelia lalu ia mematikan panggilannya.


Setelah berpikir sejenak, ia nampak membuka pintu kamar Nanda lalu ia masuk ke dalam.


Ia takut jika nanti mondar-mandir di depan pintu kamar pria akan menjadi gosip jika ada yang melihatnya.


Lagipula ia percaya Nanda tidak akan berbuat macam-macam, dua kali ia tidur di kamar pria itu tapi ia sama sekali tak berbuat lebih selain mencuri ciumannya.


Aurelia nampak menunggu Nanda sembari bermain Game di ponselnya dan tak berapa lama Nanda membuka pintu kamarnya.


"Syukurlah kamu sudah pulang, aku sangat mengantuk." keluh Aurelia sembari beranjak dari duduknya.


Nanda langsung meletakkan tas kerjanya di atas nakas dan penampilannya nampak sedikit berantakan.


"Terimakasih." ucapnya.


"Kamu mau kemana?" imbuhnya lagi saat Aurelia beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


"Tentu saja kembali ke kamarku, aku sangat mengantuk." keluh Aurelia, namun saat ia membuka pintu Nanda mencegahnya.


"Tunggu." timpal pria itu sembari mendekati Aurelia, lalu langsung memeluk gadis itu dari belakang.

__ADS_1


"Aku merindukanmu." imbuhnya lagi sembari menghirup dalam-dalam aroma rambut Aurelia yang harum.


"Nan, tolong lepaskan aku." mohon Aurelia saat mencium bau asap rokok yang menggugar dari tubuh Nanda bahkan ia mencium sedikit Alkohol.


Nanda sepertinya tak mengindahkan permohonan Aurelia, pria itu semakin mengeratkan pelukannya lalu mulai mengucupi kulit leher gadis itu.


Rambut Aurelia yang dikucir kuda, membuat Nanda leluasa mengeksplor kulit leher putihnya.


Aurelia yang baru merasakan disentuh seorang pria selain ciuman, darahnya langsung berdesir hebat.


Tubuhnya meremang, nafasnya terengah-engah dan kakinya mendadak lemas seperti jelly.


"Nan, tolong lepaskan aku." mohonnya lagi saat merasakan tengkuknya di gigit kecil-kecil oleh Nanda bahkan pria itu nampak menghisapnya hingga membuat Aurelia langsung mendesah kecil.


Ada perasaan yang tak biasa ia rasakan, tubuhnya seakan ia nikmati perlakuan pria itu namun hatinya bersih keras menolak hingga ia mencoba untuk meronta.


Mendapat penolakan dari kekasihnya, ia membuat Nanda menyerah begitu saja. pria memutar tubuh kekasihnya hingga kini menghadap ke arahnya.


Kemudian sedikit mendorongnya ke dinding belakangnya, lalu mencengkal kedua tangan Aurelia di atas kepalanya.


Setelah itu Nanda langsung M3LUM4T bibirnya dengan rakus, menyesapnya lalu menggigit bibir bawahnya saat gadis itu enggan membukanya.


Setelah puas bermain-main dengan bibir kekasihnya tersebut, kini Nanda nampak menurunkan ciuman ke leher putih gadis itu lalu memberikan banyak kissmark di sana.


"Nan." Aurelia nampak memohon, air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya hingga membuat Nanda seperti tersadar dengan tindakannya.


"Maafkan aku." ucapnya seraya melepaskan cekalan tangannya pada tangan Aurelia.


"Kamu keterlaluan Nanda !!" sungguh Aurelia setelah itu ia berlalu meninggalkan kamar kekasihnya tersebut.


Namun saat membuka kamar pintunya Nanda hujan turun begitu deras, entah sejak kapan padahal tadi belum ada tanda-tanda mau hujan.


Aurelia tetap saja melangkah, hingga bunyi petir menyambar nyaring hingga membuat Aurelia melompat kaget.


Kakinya langsung lemas, tubuhnya bergetar serta jantungnya berdetak kencang, jujur ia sangat takut saat ini.


Namun tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluknya memberikan rasa nyaman. "Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Nanda dengan khawatir.

__ADS_1


"Aku takut, Nanda." Aurelia seakan Masi trauma saat melihat cahaya petir tadi.


"Jangan takut sayang, aku disini akan selalu melindungimu." tukas Nanda meyakinkan, lalu ia kembali membawa Aurelia masuk ke dalam kamarnya.


Gairahnya yang sudah memuncak semakin menginginkan gadis yang berada dalam pelukannya tersebut.


Tak berpikir panjang Nanda langsung membawa Aurelia yang sedang ketakutan ke atas ranjangnya.


"Nan, apa yang kamu lakukan?" protes Aurelia saat menyadari kini dirinya berada di atas ranjang kekasihnya tersebut.


"Aku sayang sama kamu, tolong jangan tinggalkan aku." mohon Nanda yang kini berada di atas tubuhnya Aurelia.


"Nan, sadar. apa kamu sedang mabuk?" teriak Aurelia saat Nanda mencengkal kedua tangannya.


"Ya aku mabuk, aku mabuk kamu Aurelia. tolong jangan tinggalkan aku." mohon Nanda dengan pandangan berkabut, rasa untuk memiliki gadis itu begitu besar.


Ia sangat takut kehilangan Aurelia, ia takut Diky mengambilnya darinya. apalagi pria itu sudah pernah mengambil kesucian gadis itu.


"Nan, ku mohon lepaskan aku." mohon Aurelia, ia mulai menitikkan air matanya, cekalan Nanda begitu terasa menyakitkan.


Tubuh kekar itu terasa menyesakkan saat menindih tubuh kecilnya yang sudah lemah kehabisan tenaga.


Sepertinya pendengaran Nanda sudah tergantikan oleh hasrat dan obsesi untuk memiliki Aurelia hingga ia tak menghiraukan bagaimana gadis itu memohon dengan isakan tangis yang terdengar memilukan.


Hujan yang sangat deras dan disertai petir yang saling bersahutan seakan mendukung pria itu untuk menjadikan kekasihnya sebagai miliknya seutuhnya.


Pria itu mulai melucuti pakaian gadis itu satu persatu lalu melemparkannya ke sembarangan arah, tak peduli bagaimana Aurelia meronta di sisa tenaganya.


Setelah membuat sang kekasih polos tanpa benang yang menutupi tubuhnya, Nanda nampak melepaskan pakaiannya sendiri hingga kini mereka sama-sama tak berbusana.


Setelah itu Nanda kembali M3LUM4T bibir Aurelia dengan rakus dan menuntut, kemudian ia menurunkan ciumannya kebagian leher gadis itu yang nampak terdapat banyak kissmark karna ulahnya tadi.


Lalu Nanda menurunkan lagi bibirnya semakin kebawah hingga kini ia berada di depan kedua gundukan indah milik Aurelia yang terlihat menantang di hadapannya.


Pandangan Nanda mengelap, naluri lelakiannnya Langsung menuntunnya untuk M3LUM4T yang masih memerah itu hingga membuat Aurelia mendesah berkali-kali.


Mendengar ******* Aurelia membuat Nanda semakin menggila, suara indah gadis itu membuatnya semakin melakukannya lebih dalam lagi.

__ADS_1


"Nan, ku mohon jangan lakukan?" mohon Aurelia dengan berderai air mata saat merasakan sesuatu yang keras di bagian sana sedang berusaha mengoyak miliknya yang selama ini selalu ia jaga.


...✨ Cemburu Tanda Sayang dan Rasa Sayang Itu Tidak Dilarang, Hanya Saja Jangan Cemburu Berlebihan Karena Akan Menghancurkan Sebuah Hubungan ✨...


__ADS_2