AURELIA

AURELIA
SECOND KISS/ CIUMAN KEDUA


__ADS_3

Aurelia dan Nanda nampak menuju sebuah toko di Mall. "pilihlah mana yang kamu suka." Ucap Nanda kemudian.


Aurelia yang melihatnya nampak terdiam, ia bukan binggung mau pilih yang mana.


Tapi sejak ia kecil hingga sekarang, semua kebutuhan selalu ibunya yang menyediakan.


"Kenapa? gak ada yang kamu suka?" Nanda yang tadi duduk menunggu Gadis itu memilih pilihannya, ia pun beranjak dari tempatnya.


"Mbaknya dari tadi ngak mau milih mas, mungkin mba ini bingung atau mas aja yang pilih." saran penjaga toko yang menemani Aurelia.


"Bukan gitu mba." Aurelia bingung gimana menjelaskan.


"*D**uuh, gimana nih*?" Imbuhnya lagi, sembari menggaruk rambutnya yang tidak gatal dan itu tak luput dari pengawasan Nanda.


Melihat Aurelia yang seperti seorang kebingungan, Nanda langsung mengajaknya menjauh. "sebentar ya mba." ucapnya pada karyawan toko. setelah itu ia membawa Aurelia menjauh dari sana.


"Kamu kenapa?" Nanda memegang kedua tangan Aurelia dan sedikit menunduk agar bisa melihat Aurelia.


"Aku mau bicara, jangan marah ya?" sahut Aurelia.


"Katakanlah." Nanda yang tak sabar.


"Sebenarnya ..." Aurelia menggantungkan jawabannya, dan mengigit bibirnya mendadak ia binggung.


Namun di mata Nanda, tingkah Aurelia seakan menggodanya, apalagi ia melihat bibir merahnya itu ingin rasanya ia mencicipinya lagi.


"Iya sebenarnya apa?" Nanda menghela nafas panjang merasakan yang dibawah terasa sesak.


"Astaga dalam situasi begini, kenapa otakku ini mesum sih." Nanda merutuki dirinya sendiri.


Aurelia langsung memajukan wajahnya lalu berbisik. "Aku tidak tahu berapa ukuran pinggangku." ucapnya dengan lirih.


Karna rok yang selama ini ia gunakan dari kantor, langsung muat untuk badannya.


Sedangkan Nanda tidak fokus mendengar ucapan Gadis itu, tapi justru terpaku saat wajah Aurelia berada saat dekat dengan nya.


Bahkan nafas mint Aurelia menyapu hangatnya dipipi terasa menggelitik "Cobaan apalagi ini, kenapa aku dipertemukan dengan Gadis polos ini." gumam Nanda.


"Nan, kamu dengar aku gak sih?" wajah Aurelia semakin mendekat saat melihat Nanda menatapnya.


Nanda dengan spontan mendorong wajah Aurelia dengan jauh "mulut kamu bau jangan dekat." tukasnya dengan balasan. padahal ia ingin melahapnya.


"Mana ada bau." dengan polo gadis itu membaui mulutnya sendiri.


"Ngak ah, bau mint kok." imbuhnya setelah menjauhkan mulutnya dari telapak tangan yang menutupi hidung serta mulutnya.


"Astaga Oneng-oneng." rasanya Nanda ingin memukul jidatnya.


"Jadi apa yang membuat mu binggung?" tanyanya kemudian.


"Tadi sudah kubilang, kenapa harus ku katakan lagi?" sahut Aurelia.


"Astaga ini gadis benar-benar, untuk saja aku cinta." gerutu Nanda yang mulai kesal, namun tak diperlihatkan.

__ADS_1


Melihat Nanda menggelengkan kepalanya Aurelia tersenyum mengejek. "becanda." ucapnya meledek.


"Yasudah, katakan lah. Ya Allah." Nanda rasanya ingin menyeburkan kepalanya di air.


"Aku ngak tau berapa ukuran rokku." lirih Aurelia yang membuat Nanda tepuk jidat secara langsung.


"Jangan-jangan kamu tidak tahu ukuran dalamanmu?" imbuhnya lagi.


Aurelia yang melotot namun tak menanggapinya karna memang kenyataannya seperti itu.


"Benarkah?" Nanda tertawa berbahak-bahak.


Mendengar Nanda tertawa, ia nampak merajuk di pinggiran toko dan memajukan bibirnya.


"Kamu buka saja rokmu itu, lihat berapa ukurannya." saran Nanda kemudian, langsung membuat Aurelia menatapnya.


"Dasar mesum." umpat Aurelia. bersungut-sungut.


"Ya ngak buka disini juga dong Oneng. Astaghfirullah." Nanda mengajak rambutnya.


Kemudian ia membawa gadis itu keruang ganti.


"Kamu kerja pintar, urusan begini tidak mengerti." gerutu Nanda yang menunggu Aurelia diruang ganti.


Setelah gadis itu mengetahui ukurannya, Aurelia membeli roknya dua potong.


"Berapa mbak?" tanyanya saat berada dikasir, ia mengeluarkan dompetnya.


"Aku akan membayar." tukas Nanda sambil mengeluarkan card.


"Pakek ini saja mba." tukas Nanda sembari menatap kasir itu dengan tatapan intimidasi.


"Baik mas." karna takut, penjaga kasir itu langsung mengambil Card Nanda.


"Selalu saja pemaksaan." gerutu Aurelia.


Ia pun langsung membawa barang yang mereka belanjakan, lalu pergi meninggalkan Nanda.


"Eih ... kamu mau kemana?" teriak Nanda saat ia melihat Aurelia berjalan bukan kearah parkiran.


"Cari taxi." sahut Aurelia dengan ketus.


"Ikut aku dengan sukarela, atau nanti aku menggendong mu lagi." gertak pria itu hingga membuat ia menoleh.


"Kamu kenapa memaksa dan berbuat seenaknya sendiri kepadaku?" teriak wanita itu dengan kesal.


"Karna kamu milikku." tegas Nanda dan menatapnya.


"Kamu pikir aku ini apa. barang yang bisa kamu ambil seenaknya." protes Aurelia.


"Ikut aku atau ku cium nanti disini." ancam Nanda yang nyaring sehingga membuat orang yang lalu lalang memperhatikan mereka.


Aurelia menunduk dengan wajah merah, lebih baik ia mengalah dari pada membuat kekacauan pria itu.

__ADS_1


Bisa-bisa mereka akan digiring ke KUA, memikirkan hal itu ia merasa mengerikan, karna ia rasa belum saatnya menikah.


"Baiklah." ucapnya kemudian dengan polos.


Pria itu langsung menggenggam tangan gadis itu dan membawanya kedalam mobil.


Berapa saat kemudian Nanda menghentikan mobilnya diparkiran kost mereka. karna suasana begitu gelap dan sepi.


"Tunggu Aurelia." panggila Nanda saat wanita itu membuka pintu.


"Apa lag ..." ucapan Aurelia menggantung saat Nanda membungkam bibirnya dengan ciumannya.


Laki-laki itu nampak M3LuM4t bibir Aurelia dengan lembut, berbeda dengan ciuman pertama mereka waktu itu.


Aurelia terkejut dan melebarkan matanya, namun tenanganya terkuras habis karna berjalan ke Mall tadi membuat nya tidak maksimal.


Pada akhirnya wanita itu pasrah walau beberapa kali memukul dada pria itu.


Nanda dari tadi menahan hasratnya, tampak menikmati bibir Aurelia.


Pria itu menyesapnya dan mencecapnya hingga membuat gadis itu melenguh tak tertahan.


Saat Aurelia tersengkal, baru ia membiarkan gadis itu menghirup oksigen sebanyak yang dia mau.


Lagi-lagi wanita itu merasakan lemas tubuhnya sedikit bergetar saat ciuman tadi.


"Kamu..." Aurelia yang mau protes tapi Nanda langsung menyelanya


"Cepat masuklah, atau kamu ingin mengulangi lagi?" celah Nanda yang langsung membuat wanita itu bergegas membuka mobilnya.


"Jangan kemana-mana, aku akan membelikan makanan untuk mu." teriak Nanda, gadis itu berlalu pergi tidak memperdulikan pria itu.


"Kamu baik-baik saja Aurelia?" tegur Lyli saat berpapasan dengan Gadis itu.


"Kamu sakit?" imbunya lagi karna gadis itu tidak menjawab.


"A-aku baik-baik saja, aku masuk dulu ya." sahut Aurelia yang masuk kedalam dengan buru-buru.


^^^*****^^^


Aurelia dan Alif berjalan bersama menuju kantor, saat ia melihat Nanda diloby ia segera menghindar dengan menarik tangan temannya.


"Menyebalkan, seharusnya ia masuk sore." gerutu Aurelia sembari ia masuk keruangannya.


"Kenapa?" tanya Alif yang mendengar gerutu nya.


"Ngak, ngak ada apa-apa lupakan saja." sahut Aurelia yang tersenyum nyengir, semoga saja Alif tidak mencurigai tingkahnya.


Sedangkan Diky yang baru selesai melakukan absensi, nampak tidak suka melihat Aurelia dekat dengan Alif.


"Tidak, aku sudah punya Naya, lagipula aku sudah puas meniduri Aurelia, siapapun yang akan menjadi kekasih nya ia mendapat bekasku." sahut Diky sembari keluar.


Nanda yang tak sengaja mendengar omongan Diky mengepalkan tangannya, rahangnya sangat keras saat membayangkan tubuh Aurelia pernah dijamah oleh mantannya.

__ADS_1


✨"Cinta mampu menerima kekurangan, dan cinta ada untuk saling melengkapi."✨


__ADS_2