AURELIA

AURELIA
MENEGER MULAI CURIGA


__ADS_3

...✨"Dalam sebuah hubungan itu pasti ada cobaannya. yang kuat akan bertahan, yang nggak justru sebaliknya." ✨...


"Aduuh, bagaimana ini." gerutu Aurelia saat ia melihat Nanda berdiri di depan pintu kantor.


Biasanya sikap wanita itu selalu biasa aja saat dengan Nanda, namun sejak kejadian waktu itu setiap ia melihat pria itu, ia merasa tidak tenang jantungnya selalu berdegup kencang.


Ia sambil membawa berkas, ia berjalan sambil menutupi wajahnya dengan berkas yang ia bawak agar Nanda tidak melihat gadis itu, ia berjalan menunduk agar pria itu tak melihatnya.


Namun sepertinya takdir berkata lain pada gadis itu, ia menabrak seseorang hingga membuatnya menjadi oleng hingga terjatuh tapi beruntung Alif segera menolongnya.


"Kamu baik saja kan?" tanya Alif menahan legannya.


"T-terima kasih Lif." sahut Aurelia, beruntung Alif menolongnya.


"Deg."


Jantung Aurelia semakin berdetak saat ia melihat pria yang ia tabrak tadi.


"N-Nanda." ucapnya dengan tubuh yang sedikit panas dan mendingin.


"Bro, tatapan mu manakutinya." tegur Alif pada Nanda.


"Aku gak takut, hanya kaget aja." celah Aurelia sembari malu-malu menatap Nanda.


"Ya sudah yok masuk." ajak Alif yang menarik lengan Aurelia.


"I-iya." sahut Aurelia yang mengikuti langkah Alif, dan meninggalkan Nanda.


Sungguh Gadis itu merasa canggung melihat Nanda, ia merasa malu, taku, dan jantungnya berdebar-debar hingga membuatnya ingin menghindar sementara waktu.


Wajahnya yang kemarahan itu menunduk saat melewati Nanda.


Nanda langsung geram gadis itu mengabaikannya, gadis itu apakah lupa dengan hubungan mereka saat ini? bisa-bisanya ia ditinggal begitu saja.


Nanda segera menyusul mereka yang sudah berjalan.


Namun saat ia mendengar celetukan dibelakang, ia segera memelankan langkahnya.


"Sepertinya mantanmu sudah punya gandengan baru bro." celetuk salah satu pria yang sedang berjalan dibelakang Nanda.


"Bukannya dari dulu mereka bersahabat." timpal yang lain.


"Tidak ada jaminannya sahabat pria dan wanita, sepertinya Alif dan Aurelia menjalin hubungan." ucap yang lain lagi.

__ADS_1


"Udah lah aku tidak peduli dia sekarang dengan siapa berhubungan, tubuhnya tetap saja bekasku." sela Diky, dengan sinis membuat Nanda mengepalkan tangannya.


Saat ia berbalik badan, saat itu juga mereka sudah tidak ada lagi mereka berjalan kejalan lain.


Beberapa saat kemudian saat Alif dan Aurelia terpisah menuju tempat kerja masing-masing, Aurelia ditarik oleh Nanda kedalam ruangannya, kemudian pria itu menutup pintu.


"Nan, apa-apa ini?" protes Aurelia pada Nanda.


"Bukannya sudah ku katakan jangan buat aku cemburu." tegur Nanda menatap dalam Aurelia.


"Aku tidak merasa membuatmu cemburu." sahut Aurelia menunduk, entah kenapa semanjak kejadian Nanda mengutarakan perasaannya kemarin ia merasa jantungan saat dekat dengan pria itu.


"Aku cemburu kau dekat dengan Alif, dan aku tidak suka." tegas Nanda, yang membuat Aurelia malu menatapnya.


Pria itu serius berbicara padanya, itu membuat Aurelia merasa senang, meski Nanda belum mengatakan cinta pada gadis itu namun gadis itu tau bahwa Nanda sangat menyayanginya.


"Dia sahabatku." bela Aurelia dengan wajah memalas, hingga Nanda melemah dan mendekatinya.


"Tapi aku tidak suka kau terlalu dekat dengannya." ucapnya kemudian dengan menatap lekat Aurelia.


Aurelia nampak memalingkan wajahnya, ia bisa pingsan jika mereka saling menatap.


"Lihat aku Aurelia." pinta Nanda.


"Aku malu mas." sahut Aurelia dengan polos, itu membuat Nanda gemes.


"Kalau kamu seperti itu aku jadi ingin mencium mu." goda Nanda yang langsung membuat wanita itu menatapnya, dan Nanda langsung ******* bibirnya.


Aurelia berteriak dan mendorong Nanda, namun tenaga gadis itu tak seberapa hingga membuat Nanda tak berkutik.


"Jangan berteriak sayang, kamu mau suaramu terdengar sampai keruang HRD?" ucap Nanda saat Aurelia berteriak memberontak.


Sedangkan wanita itu dengan polosnya langsung menggeleng, karna ia juga tidak mau Perbutan memalukan itu membuat karyawan mengetahui.


"Bagus lah." tukas Nanda yang kembali ******* bibir Aurelia dengan lembut.


Aurelia melebarkan matanya, kenapa gadis itu selalu lemah jika bersama pria itu, Nanda selalu saja mengguasai dirinya dan tak memberikan ia kesempatan menolak.


"Balas sayang." pinta Nanda saat Aurelia tak membuka bibirnya.


Aurelia membuka bibirnya untuk menjawab, namun Nanda langsung memperdalam ciumannya hingga membuat gadis itu tak tertahan.


Ciuman Nanda yang begitu lembut mambuat darah Aurelia berdesir, tubuh dan kakinya terasa lemas bergetar.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Nanda melepaskan ciumannya setelah merasa puas, meski Gadis itu tak membalasnya namun ia tak menolaknya dan hanya pasrah.


"Kembalilah bekerja sebentar lagi kita ada meeting dengan pak Rama." ucapnya kemudian yang masi membersihkan bibir gadis itu yang basah karna ulangnya.


Aurelia bergegas duduk di kursinya. kakinya sungguh lemas.


Beberapa saat kemudian Dony, Aurelia dan Nanda memasuki ruangan menegernya untuk membahas laporan keuangan.


Ditengah pembicaraan mereka, Nanda mengirim pesan pada Aurelia. "sayang, bibirmu Masi bengkak." ketiknya lalu mengirimkannya pada gadis itu.


Mendengar notifikasi, Aurelia mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas meja.


Melihat pesan yang dikirim oleh pria itu, Aurelia membulatkan matanya pada pria yang duduk diseberangnya itu.


"Apaan sih, dasar mesum." balas Aurelia.


"Tapi kamu suka kan?" tukas Nanda.


"Diamlah, fokus meeting 😡." balas Aurelia. sembari memberikan emot.


Membaca pesan dari gadis itu membuat Nanda terkekeh pelan, namun tanpa disadari pak Rama sedang memperhatikannya.


"Apa mau minum es teh kemarin?" goda Nanda membalas chett Aurelia.


"Mesum." balas Aurelia.


"Yasudah kalau ngak mau, mungkin kamu lebih menyukai dicium pak Rama yang berkumis." balas Nanda yang langsung membuat gadis itu menyemburkan minuman yang baru ia teguk.


"Maaf pak, maaf." dengan panik Aurelia langsung mengambil tisu untuk membersihkan bajunya serta wajah pak Rama kerja ulahnya tadi.


"Sudah tak apa-apa." pak Rama membersihkan bajunya sendiri.


"Maaf pak, Saya tidak sengaja." Aurelia merasa bersalah.


"Kalian berdua dari tadi chethingan ya?" tukas Pak Rama to the poin menatap Nanda dan Aurelia.


"Tidak, kata siapa?" sahut Aurelia dan Nanda bersamaan.


"Hem... jawabnya saja kompak, berarti Kelian udah jadian ya?" goda pak Rama.


"Ngak pak." jawab Aurelia.


"Bukannya Aurelia dengan Alif pak?" kini Dony ikut menimpal, karna yang ia tahu saat Aurelia putus dengan Diky gadis itu sangat dekat dengan Alif.

__ADS_1


"Benarkah, wah setuju kalau itu." pak Rama langsung terkekeh, mengingat Aurelia adalah karyawan terbaik dan Alif adalah keponakannya.


Mendengar itu pria itu langsung menatap tajam Aurelia, mengisyaratkan ia butuh penjelasan.


__ADS_2