Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Panik


__ADS_3

Kinan terus mondar mandir di depan pintu, tangan kanannya menggenggam ponsel android sedangkan tangan kirinya memegang pelipisnya yang cenat cenut. Matanya terus melotot ke layar ponsel, menanti sebuah notifikasi. Wajahnya terlihat tegang dan panik.


"Dasar tidak berguna.!" bentak Kinan geram


" ma..maaf.....nyo....nya" jawab Ujang terbata bata menunduk takut tak berani menatap Kinan


" bodoh" umpat Kinan geram


Semua diam tak terkecuali Inah, Ijah dan Surti. Ketiga pembantu dan sopir itu hanya bisa meremas kedua tangan dan ujung bajunya masing masing dengan menggigit bibir bawah takut kalau mimpi terburuk akan menghampiri mereka.


"Nyonya jangan pecat saya nyonya, nanti keluarga saya mau makan apa nyonya" ujar Ijah sambil menahan tangis, disertai anggukan setuju pembantu lainnya.


Kinan melirik ketiga pembantu dan satu sopirnya itu. Ada sih secuil rasa kasian pada pembantunya itu, tapi melihat kinerja mereka membuat dirinya kesal. Ingin rasanya ia menelan hidup hidup mereka berempat, walaupun ada pihak yang tidak bersalah bahkan tidak tahu menahu apa yang telah terjadi.


"saya tidak akan pecat kalian tapi untuk enam bulan ke depan gaji kalian saya potong limapuluh persen" ucap Kenan tegas tanpa ada yang berani menolak, ya kalik😂 pembantu berani sama majikan.


Di tempat lain Melinda, Arman, serta Aldi sibuk mengitari seluruh penjuru kota Bandung, mencari keberadaan Jesica yang sudah menghilang lebih dari dua puluh empat jam. Arman telah menghubungi pihak kepolisian untuk melacak kemana raibnya putri bungsunya itu. Namun karena belum genap dua kali dua puluh empat jam pihak kepolisian menunggu sampai besok siang. Akhirnya Arman memutuskan untuk melacak sendiri keberadaan Jesica ditemani kedua anaknya.


"pa aku takut terjadi sesuatu sama Cyka" ucap Melinda lirih


" tenang papa yakin adikmu baik baik saya, yakin sama papa" sahut Arman meyakinkan putri sulungnya yang tampak gelisah. Dirinya pun sebenarnya tak kalah gelisah, tapi dia juga tak tau harus berbuat apa. Dia hanya mampu berdoa semoga tak terjadi apa apa pada cyka.


Arman dan Kinan sangat menyayangi Jesica melebihi kedua kakaknya, Melinda dan Aldi. Apapun yang diminta Jesica pasti akan mereka turuti di waktu itu juga. Tapi walaupun begitu Melinda ataupun Aldi tak merasa iri pada Jesica, mereka lebih memilih mengalah, toh mereka juga sangat menyayangi Jesica lebih dari apapun.


"dek elo kemana sih" ucap Melinda lirih


Aldi hanya tersenyum kecut menatap suasana luar yang tampak bising karena jalan penuh sesak oleh kendaraan, mulai dari kendaran roda dua sampai roda delapan. Mengerikan memang saat melihat roda banyak itu berputar menggelinding menggesek aspal.


Suasana sudah mulai menggelap dan lampu lampu jalan mulai menampakkan diri. Suara adzan magrib mulai terdengar sayup sayup dari kejauhan. Arman langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


" istirahat dulu habis itu kita cari lagi " ujar Arman sambil mematikan mesin mobil dan melepas sabuk pengaman yang melekat di badannya.


"iya pa" sahut Aldi dan Melinda bersamaan.


Arman langsung membuka pintu mobil dan turun melangkah ke warung kecil yang terletak tak jauh dari tempat mobilnya terparkir. Diikuti kedua anaknya yang tampak lesu. Sudah seharian penuh mereka mengaduk aduk seluruh kota bandung, tapi yang dicari tak kunjung ketemu, dan itu membuat lelah dan lapar melanda perut mereka yang belum sempat terisi semenjak semalam.


Semalam....


Usai sepulang dari hajatan Arman dan Kinan langsung masuk ke kamar. Sedangkan Melinda menyempatkan diri rebahan sebentar di sofa.


"udah balik kak" tanya Aldi datar


Melinda hanya diam tak menjawab pertanyaan Aldi." Cyka mana? ucap Melinda balik bertanya.


" Dikamar mungkin, seharian ini aku juga ga liat tuh anak kemana ya kira kira" ujar Aldi balik bertanya


"lah katanya di kamar! gimana sih"cibir Melinda kesal


"yeeeemeneeketehekkklah" balas Aldi enteng dan langsung mendapat lemparan bantal dari Melinda.


hening...

__ADS_1


Hanya suara jangkrik yang terdengar merdu memecah kesunyian


"Hem ya udah gue ke kamar cyka dulu" ucap Melinda pelan dan beranjak meninggalkan Aldi yang masih duduk di sofa dengan wajah santuy.


Melinda mulai menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Jesica. Dirinya sudah tak sabar ingin melihat wajar imut adiknya yang satu ini.


ceklek


Melinda memutar gagang pintu yang tak terkunci.


Gelap...


"Tumben nich anak main gelap gelapan, biasanya kan tuh anak paling takut gelap. Atau mungkin sudah tidur kali ya tuh anak, ga biasanya" gumam melinda penasaran. Tangannya langsung mencari saklar menyalakan lampu kamar dan byarrrr......


ia tak menjumpai sosok cyka sedang terlelap, yang ada hanya bantal dan guling.


" kemana tuh anak"


Melinda mengecek keberadaan cyka, di sudut kamar, kamar mandi, balkon, kolong ranjang ,bahkan sampai kolong almari ia cari tanpa ada yang terlewati, kali aja Jesica berubah wujud menjadi tikus atau kecoa😂. Melinda kembali mengulangi pencarian ketempat tempat tadi kali aja matanya rabun, tapi lagi lagi nihil ,ia tak juga melihat ataupun menemukan keberadaan cyka.


"kemana tuh anak, apa belum pulang ya? oh my God kenapa bisa lupa sich" guman Melinda gusar pasalnya dia baru teringat kalau hari ini Jesica enggak bawa mobil. Insting Melinda langsung mengarah pada pak Ujang, Sopir pribadi di rumah ini. Karena tadi sebelum berangkat hajatan Melinda sempat meminta pak Ujang untuk menjemput Jesica ke sekolah. Ah Coba aja tanya ke pak Ujang kali aja dia tau keberadaan Cyka.


Dengan wajah panik Double Melinda berlari menuruni tangga seraya berteriak teriak heboh .


Di tempat lain......


" Mba Ijah gimana ini" ucap Ujang panik


"la piye yu" (" terus gimana ini mbak")


" ah gawat tenan Iki, iso iso aku melu keneng Iki" ucap Inah kesal ( ah gawat banget ini , bisa bisa aku ikut kena")


"wes wes ojo podo congkrah , bukanne golek solusi malah do padu" ucap Surti menengahi.


(" sudah sudah jangan ribut, bukannya mencari solusi malah bertengkar")


eh ngomong ngomong mereka orang Jawa jadi ngomongnya pake basa Jawa. Ujang orang Tegal, Ijah dan Inah adalah saudara kembar asal Semarang, sedangkan Surti orang Sunda. Tapi biarpun orang Sunda Surti menguasai bahasa Jawa dengan baik, bahkan ia sangat lancar jika disuruh ngomong pake basa Jawa tulen.


Tanpa mereka Melinda berdiri menguping mendengar percakapan mereka dari balik pintu. Melinda tidak begitu paham dengan bahasa yang mereka pakai. Tapi kalau dilihat dari nada bicara mereka ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Karena Melinda ingin segera tahu keberadaan Cyka ia memutuskan untuk menghentikan percakapan mereka.


"Apa yang kalian bicarakan" ucap Melinda penuh selidik. Keempat pembantu itu terkejut dan langsung menundukkan kepala. Tak ada satupun yang berani menjawab


"jawab kenapa diem" bentak Melinda kesal


" itu nonn anu itu...."


"kalo ngomong yang jelas itu itu apa?"


"Anu non Melinda , non cyka hi...hi...lang..." jawab Ujang tergagap. Dan langsung dibalas delikan mata Melinda.


" kenapa bisa ilangg" tanya Melinda dengan nada tinggi membuat ketiga pembantu yang lain mengkerut takut.

__ADS_1


"Maaf non tadi saya ketiduran sampai jam tiga, terus pas di perjalanan menuju sekolah non cyka mobilnya tiba tiba mogok, terpaksa saya bawa ke bengkel dulu" jawab Ujang dengan tubuh gemetar


"Terus cyka mana?"


"Sesampai di sekolah non cyka nya tidak ada , tapi saya sempat melihat non cyka di gendong masuk ke dalam mobil hitam, saya kira non Cyka pingsan terus itu tadi yang gendong temennya non Cyka terus akhirnya saya pulang " jawab Ujang takut


" Apa kamu bilang cyka di bawa orang" tanya Melinda terkejut


"iy...iya non Melinda, non Cyka di bawa temennya" jawab Ujang gugup


Melinda melotot " Kenapa tidak kamu ikuti hah? iya kalau dia temennya Cyka, kalau bukan kalau ternyata dia penculik gimana hah? bisa becus kerja nggak sih? bentak Melinda jengkel.


"Ma.. maafkan saya non!, ini kebodohan saya yang tidak becus menjaga non Cyka" Ucap pak Ujang lirih, ia sudah pasrah kalau akhirnya nanti harus dipecat.


"Melinda kenapa malam malam teriak kayak Tarzan !ganggu orang tidur aja kamu" umpat Mama Kinan kesal , pasalnya ia bangun gara gara mendengar teriakan Melinda dari arah dapur.


"iya ada apa" tanya Arman sambil menutup mulutnya yang terbuka. menguap lebar hoammmm... alangkah nikmatnyaaa😂.


" ma... pa cyka ilang diculik" ucap Melinda setengah membentak


"Apaaaaaaaaaa" teriak mama kinan Kikan dan papa Arman bareng.


" jangan ngaco kamu, orang Jesica ada dikamar kok!" kilah Kinan tak langsung mempercayai berita hoak dari mulut Minda


"Ga ada ma, tadi aku udah cek di kamarnya, Cyka ga ada, terus aku ke Pak Ujang karena tadi sebelum pergi kondangan Mel nitip sama pak Ujang suruh Jemput Cyka ke sekolah. Eh pas aku tanyain Cyka pak Ujang bilang kalau Cyka di ilang diculik orang!" Ujar Melinda melirik keempat pembantu yang tertunduk dengan tubuh gemetar.


Mama Kinan menatap keempat pembantunya itu dengan tatapan siap membunuh.


" Pak Ujang apa benar yang dikatakan Melinda? " bentak Mama Kinan marah


" iya nyonya maafkan saya, ini memang salah saya" jawab Ujang gemetar.


"Apaaaaaaa" teriak mama kinan


Tubuh Mama Kinan langsung ambruk mendengar jawaban Ujang. Arman langsung mengangkat tubuh Kinan ke kamar. Sedangkan ketiga pembantu saling melirik menyalahkan kelalaian Ujang.


🌿🌿🌿🌿


Melinda menatap nanar hidangan nasi rames di depannya . Ia tak bernafsu untuk menyentuh hidangan itu apalagi memasukkan kedalam perutnya. Begitu juga dengan Aldi, dia hanya menatap kosong hidangan itu tanpa ada hasrat untuk menikmati.


" kalian harus makan, habis ini kita cari cyka lagi" perintah Arman tegas


Melinda dan Aldi mengangguk malas dan mulai menikmati hidangan nasi rames itu tanpa selera.


Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB, Arman beranjak meninggalkan warung kecil itu diikuti kedua anaknya menuju mobil, melanjutkan kembali pencarian Jesica.


 


🍁🍁🍁


 

__ADS_1


__ADS_2