
Di sebuah gedung pencakar langit....
Seorang wanita dewasa tengah duduk dengan raut wajah serius menatap kertas ditangannya yang berisikan surat perjanjian kontrak yang harus ditandatangani saat itu juga. Sebelum menandatangani surat kontrak itu ia membaca terlebih dahulu isi didalamnya. Cukup lama ia meniti setiap baris dalam kertas itu.
Setelah selesai menguliti isi dalam perjanjian itu tampak senyum lebar menghiasi bibirnya. Ia tak menyangka kontrak kerjanya kali ini benar benar menguntungkan, ia akan mendapatkan keuntungan sebanyak 40% dari hasil talk show nya nanti. Tanpa pikir panjang ia langsung membubuhkan tanda tangan dan menyerahkan pada laki laki paruh baya di depannya.
"Jadi kau setuju dengan kontrak kita kali ini ?" tanya laki laki paruh baya itu
"Tentu saja, karena sepanjang aku berkarir belum pernah mendapatkan hasil sememuaskan itu!" ucap wanita itu tersenyum senang.
"Ini juga hasil dari kerja kerasmu selama ini!" ujar laki laki paruh baya kembali
" Kurasa kau berlebihan Jhon!" tolak wanita itu seraya memasang wajah polos
Laki laki yang dipanggil Jhon itu terkekeh mendengar ucapan wanita didepannya.
"Aku berkata yang sebenarnya! Apa kau ingin tahu alasan yang membuatku ingin terus bekerja sama denganmu? tanya Jhon
"katakan!"
"Aku suka dengan caramu bekerja, kau sangat profesional dan selalu totalitas dalam bekerja, itu salah satu poin penting. Selain itu alasan lainnya adalah parasmu begitu sempurna walaupun kau sudah tua. Ditambah setiap tahun kau selalu menyambet gelar sebagai sepuluh wanita tercantik dunia, hal itu membuat namamu terus bersinar bahkan kau mampu mengalahkan ribuan pendatang baru yang tak kalah cantik dan lebih muda!, jadi bagi perusahaan kami termasuk saya akan merasa sangat terhormat jika bisa bekerja sama dengan model kelas dunia sepertimu" ucap Jhon panjang kali lebar
Wanita itu hanya membulatkan bibir dan berkata oo.
"Dan satu lagi"
__ADS_1
"apa?"
"Meskipun kau sudah mulai tua dan usia mu telah menginjak kepala empat, tapi dimataku kau tetap terlihat menggoda!" ucapnya seraya terkekeh
"Apa kau bilang?" sergah wanita itu dengan kesal
"Kenyataannya kau memang sudah tua bukan?" ucap Jhon lagi lagi dengan senyum devilnya.
"sial kau Jhon!" umpat wanita itu kesal
"Tapi kau punya paras dan tubuh indah untuk menutupi umurmu yang sebenarnya sudah sangat tua. Dengan parasmu itu kau masih di beri kesempatan wira wiri di dunia modeling. Coba kalau model lain mungkin hanya akan bertahan beberapa tahun kemudian hilang tanpa jejak, berbeda denganmu, namamu terus bersinar hingga saat ini"
Wanita itu termenung mendengar ucapan Jhon barusan. Apa yang dikatakan Jhon ada benarnya juga, kalau saja ia tak punya wajah cantik seperti baby face mungkin sekarang ia sudah hengkang dari dunia modelling lima belas tahun yang lalu. Ada rasa bangga yang menelusup kedalam rongga hatinya, karena usahanya selama ini tak pernah sia sia dan sekarang telah membuahkan hasil.
Dalam diam ia kembali mengingat masa awal saat ia meniti karirnya. Perjuangan yang tidak mudah tentunya, tantangan yang terus datang silih berganti membuat ia hampir putus asa. Tapi ia tak menyerah begitu saja, demi karir ia rela melakukan apa saja termasuk menyingkirkan anaknya sendiri .
"Aku tahu kau pasti memikirkan anak itu lagi!" ucap Jhon seraya mencium ceruk leher wanita itu dengan intens
"Aku hanya merasa bersalah pada anak itu!" ucap model itu lirih
"Tapi setidaknya usahamu tak sia sia. Lihat bahkan kau sekarang sudah menjadi model terkenal dan kau punya segalanya. Coba kau pikirkan kembali jika anak itu masih bersamamu, mungkin sekarang kau hanya akan jadi ibu rumah tangga menghabiskan hari harimu dengan mengurus mereka, suamimu dan anak itu". ucap Jhon
"Tapi bagaimanapun dia juga anakku darah dagingku, dan kau juga sebagai ayah kandungnya malah menyingkirkan dia dari kehidupan kita!" cerca model tua itu dengan keras
"Ya aku tahu, tapi ini demi kariermu juga! "
__ADS_1
"Ya ya ya aku paham, ini semua demi karier, tapi sampai disini aku baru sadar....!
"Sadar apa???" potong Jhon dengan cepat
"Kau selama ini hanya memanfaatkan ku!" ucap model tua itu lirih
"Itu hanya perasaanmu saja" tolak Jhon dengan raut wajah gusar
" Bahkan aku hampir jadi orang gila karena perbuatanmu, saat kau tahu aku hamil kau malah angkat tangan lari bersama wanita lain. Dan kau menyuruhku mencari pria lain sebagai pengganti anak kita. Dan gilanya aku menuruti semua ucapan bodohmu itu. Hingga akhirnya aku harus menurunkan harga diriku dengan menjadi pelakor sepupu tiriku sendiri. Ucap mode tua itu dengan suara kian lemah.
"Sudahlah jangan mengorek cerita lama!" ucap Jhon lembut.
" Tapi aku merasa sangat berdosa pada Dian, dia tidak tau apa apa! aku masih ingat wajah ketakutannya, saat dengan tega kita menabraknya lalu meninggalkan dia begitu saja di tengah hutan sendirian dengan tubuh penuh darah!" Ucap model tua itu seraya mengigit bawah bibir. Ada rasa sesal yang tiba tiba menyeruak ke dalam relung hatinya.
"Maafkan mama nak! mama udah jahat sama kamu, mama tega membuangmu di tengah hutan dengan keadaan lemah, entah apa kau masih hidup atau mati. Tapi doa mama semoga kau masih hidup dan mama siap jika harus bersujud di kakimu untuk mendapatkan maaf darimu!" Ucap model tua itu
"Sudahlah masih ada aku disini!" hibur Jhon dengan senyum manisnya menampakkan sederet gigi yang mulai menguning.
model tua itu tersenyum masam lalu membuang pandangannya menatap langit mendung yang terlihat samar dari balik kaca . Sedangkan Jhon masih tenggelam dalam hasratnya, ia terus menciumi aroma wangi dari tubuh model tua itu, sesekali meninggalkan tanda merah di beberapa bagian tubuh.
Tanpa bicara sedikitpun Jhon mulai melepas kain penutup model tua itu tanpa ada sedikitpun penolakan darinya. Jhon berdecak girang saat mendapati tubuh indah wanita di depannya itu, seolah ia baru saja mendapatkan sebuah undian berhadiah milyaran rupiah.
Sedangkan model tua itu hanya diam, tak merasakan apapun. Seolah semua tubuhnya sudah mati rasa oleh sentuhan. Bukan kali pertama ia merasakan itu, sudah sepuluh tahun terakhir ini ia merasakan hambar dalam percintaan, semua itu berawal sejak kehilangan Gita.
Model tua itu menatap tubuh kekar yang kini bertengger diatas menindih tubuhnya. Laki laki yang dulu pernah membuatnya hampir gila. Laki laki yang menghantar dirinya jadi model terkenal. Laki laki yang juga menghamilinya saat ia berada di puncak down, menjanjikan karir lebih dari yang lain dengan cara menukarnya dengan tubuh, menjadi budak ranjang.
__ADS_1
Jika mengingat semua itu ia langsung tersenyum getir. Inikah yang namanya berjuang, iya berjuang tapi dengan cara yang salah. Berjuang dengan mengorbankan orang lain.