Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
When The Heart is Worried


__ADS_3

FLASBACK OFF.....


Hujan semakin lebat membasahi bumi yang lama kering menanti kesejukan. Hawa dingin terasa menembus pori-pori membuat tubuh Jesica menggigil kedinginan. Sweater tebal yang ia pakai tak cukup mampu menghalau rasa dingin. Beberapa kali bibir mungilnya meracau tak jelas. Sedangkan kristal bening terus membasahi pelupuk matanya yang sudah bengkak karena terlalu banyak menangis.


Sejak pertengkaran hebat dengan Melinda di villa Bogor beberapa hari lalu membuat sikap Jesica berubah total. Ia sekarang bukanlah yang dulu. Apalagi jika mengingat ucapan Melinda yang membuat mentalnya memburuk, kalau dia hanya seorang anak pungut. Hari harinya ia habiskan dengan mengurung diri di dalam kamar.


Ia hanya akan keluar jika mama Kinan menjemput untuk makan bersama, dan setelahnya ia kembali lagi menutup pintu kamarnya rapat rapat. Hal itu membuat tubuhnya semakin menyusut menyisakan tulang yang menonjol di bagian leher, pipi dan pergelangan tangan. Wajahnya yang semula cantik kini tampak kusut kering tak terawat, ditambah warna hitam yang melingkar di mata semakin membuat penampilannya terlihat menyedihkan, mirip orang kurang makan setahun.


Selain itu Jesica enggan pergi ke sekolah, malas beraktivitas seperti hari hari sebelumnya. Jesica yang dulunya periang, cerewet, jahil, dan pecicilan kini telah berubah tiga ratus enam puluh derajat. Ia benar benar berubah menjadi pribadi yang tertutup, sedikit bicara bahkan terkesan angkuh dan dingin. Ia lebih sering diam melamun bahkan terkadang suka tertawa sendiri. hemmz sudah gilakah dia? entah yang nulis juga nggak tahu. Pura pura tak tahu gitu aja๐Ÿ˜‚


Ia sekarang juga sering menghindar kalau ada acara arisan atau reunian pokoknya acara yang berhubungan dengan orang banyak terutama keluarga besar Cokrodiningrat, ia lebih memilih menyendiri di dalam kamar karena sadar diri akan posisinya, yang bukan bagian dari mereka. Jadi lebih baik tak menampakkan diri, daripada harus sakit hati mendengar cemooh dari mulut berbisa.


Dan yang membuat Jesica semakin malas, perseteruannya dengan Melinda masih berlanjut sampai saat ini. Baik Jesica maupun Melinda tak ada yang mau mengalah, mereka sama sama egois, terlalu mengedepankan ego masing-masing. Jika keduanya bertemu muka , maka tak kan ada momen saling bertegur sapa , obrolan atau sekedar gurauan kecil. Yang ada hanya saling diam membisu seolah mereka tak pernah mengenal, saling menatap benci satu sama lain.


Saat ini yang Jesica butuhkan bukan lah kemewahan dunia, tapi ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani hidupnya. Ia ingin kembali ke waktu dulu, waktu sebelum ia tahu kalau dirinya bukan bagian dari keluarga Cokrodiningrat. Waktu dimana ia begitu bahagia menjalani hari harinya bersama mereka, bercanda bersenda gurau, liburan bareng, terutama hal yang paling dirindukan ialah tertawa bersama kedua kakaknya setelah berhasil menjahili orang. Ingin ia kembali ke masa itu, masa tanpa tangisan dan air mata , tapi itu tak kan pernah terjadi. Sekarang yang ia temui hanyalah kesedihan. Jika ia di beri pilihan maka ia akan memilih hidup dalam ketidaktahuan.


Jesica mengusap air matanya yang kembali membasah. Bibir mungilnya mencoba tersenyum walaupun terpaksa, ia ingin mengakhiri kesedihannya saat ini, toh percuma juga kan nangis terus. Sampai kiamat pun nggak bakal nyelesain masalah yang ada malah nambah masalah baru. Jesica bertekad ingin melupakan masa lalu nya yang kelam dan mulai berdamai dengan masalah yang ia hadapi saat ini dengan membuka lembaran baru.


TOK... TOK....TOK....


"Sayang... Cyka buka pintunya nak"

__ADS_1


Suara serak mama kinan terdengar menyapa telinga, membuyarkan lamunannya yang sudah kemana mana. Dengan langkah malas ia bangkit dari sofa melangkah lemah ke arah pintu. Ketika pintu terbuka Jesica mendapati wajah teduh sang mama yang slalu membuat Jesica ingin menangis kedalam pelukan sang mama. ia langsung memeluk tubuh Mama Kinan dengan erat.


"Mama hiks... hiks.... hiks..... maafin Cyka ma, Cyka slalu nyusahin mama hiks... hiks... gara gara Cyka mama seperti ini hiks... hiks..." ucap Jesica diantara tangisnya.


Mama kinan menggeleng pelan mengelus-elus menyingkirkan anak rambut Jesica yang menutupi dahinya dengan penuh kasih sayang


" Cyka nggak salah, mama tau Cyka sangat terpukul dengan kenyataan ini, sedih boleh mama tak akan melarang tapi Cyka juga harus ingat satu hal. Yang namanya hidup itu pasti pasti ada cobaan yang harus kita lalui, enggak ada yang lurus semulus jalan tol. Pasti ada turunan, tikungan, tanjakan atau batu kerikil yang terkadang bisa membuat orang yang tidak hati hati jatuh tergelincir. Kalaupun ada yang seperti itu kita akan merasakan hidup ini hampa, lempeng gitu gitu aja, nggak seru" Mama Kinan mengatur nafas kemudian lanjut pidato


"Sekarang coba Cyka bayangin kalau seumpama hidup Cyka cuma seneng enggak pernah ada sedih sedihnya dari Cyka lahir sampai tua, pasti Cyka akan berpikiran hidup kok gini gini aja membosankan. Kalau enggak paham coba Cyka bayangin makan dengan menu yang sama setiap hari. kaya lagu itu lho lagu dangdut judulnya enggak tahu pokoknya yang bunyinya itu gini makan itu lagi sayur asem lagi ya itu itu lagi~~~~.


coba bayangin tiap hari harus makan itu itu aja,terus begitu sampai Cyka tua, pasti bosen kan ! Cyka pasti kepengen makan dengan menu lain yang lebih bervariasi.


Nah begitu pula dengan hidup kita nak. Tuhan itu maha adil sayang, dia tahu apa yang terbaik untuk hamba hambanya. Dan Tuhan tahu manusia seperti kita ini sangat mudah dan cepat bosan. Maka dari itu Dia memberikan warna berupa kesenangan dan kesedihan, kebahagiaan dan tangisan derita , harta tahta kekayaan kemewahan, penderitaan serta kemiskinan. Semua itu Ujian bagi kita. Mampu atau tidak kita melewati semua". Mama Kinan kembali mengambil nafas karena yang tadi sudah mulai habis


Dan satu lagi Allah tak pernah salah menempatkan sebuah cobaan kepada hamba hambanya. Allah lebih tau kapan saatnya kita bahagia dan kapan saatnya kita berduka. Semua itu akan indah pada waktunya nak. Tugas kita sebagai manusia hanya dituntut untuk menyembahNya , selalu bersyukur apapun keadaan kita mau sedih mau seneng jangan pernah lupakan Allah dan yang terakhir selalu introspeksi diri. ". Nasihat Mama Kinan panjang lebar.


"Jesica tercekat ketika mama Kinan menyentil nama Tuhan. Darahnya berdesir aneh ketika mendengar nama Tuhan menyapa telinganya. Ada semacam rasa rindu yang sulit di ungkapkan oleh lidah menggunakan kata kata, layaknya sebuah puisi mesra untuk mengungkapkan rasa rindu pada sang kekasih.


Jesica menelan ludah yang terasa kelu. Ya selama ini dirinya tak pernah tau tentang Tuhan. Ia hanya sedikit tahu tentang Tuhan itupun dari pelajaran sekolah, tapi ya itu karena otaknya yang minim jadi ia tak begitu mampu menyerap ilmu yang dia dapat. Ditambah lagi orang tuanya saat ini, orang tua angkat maksudnya. ๐Ÿ˜ณMereka tak pernah mengajari tentang ilmu agama, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan dan terkadang sampai berhari hari tak pulang karena proyek terlalu besar.


Papa Arman merupakan seorang pebisnis sukses dan ternama di bidang pengolahan pangan. Ya walaupun tak menduduki peringkat sebagai pengusaha terbaik tapi papa Arman terbilang pengusaha yang lumayan sukses sih. Sedangkan mama Kinan seorang desainer ternama tanah air. Karyanya dikagumi oleh banyak orang bahkan hingga ke mancanegara. Tak sedikit penghargaan yang diperoleh atas prestasinya.

__ADS_1


Pelupuk matanya yang mirip panda itu mulai menggenang, air bening kembali mengalir di kedua pipinya yang pucat. Hatinya melemah seiring dengan tubuhnya yang ikut melemah. Ingin rasanya ia berteriak memanggil nama Tuhan, meluapkan semua beban hidup serta rindu ini padaNya. Tapi ia tak tahu bagaimana caranya, tahu sendiri kan agamanya dangkal. Yang ia bisa saat ini hanyalah menangis tanpa bisa berbuat lebih. "Ya Tuhan separah inikah jalan hidupku? tanya Jesica tak bersuara.


Mama Kinan merasa terpukul melihat kondisi Jesica saat ini. kurus kering seperti tulang terbungkus kain. Air matanya pun ikut jatuh melihat Jesica menangis, kembali memeluk Jesica.


"Nak Mama mohon kamu jangan seperti ini, bangkit Cyka harus bangkit, mama kepengen Cyka kuat jangan jadi pribadi yang lemah dan mudah menyerah ! ini masih belum seberapa, masih ada yang jauh lebih besar dari yang sekarang, kalau yang sekarang aja Cyka udah putus asa menyerah begitu aja bagaimana nantinya kalau Cyka menemui yang lebih berat dari ini.


Ayolah nak, pokoknya setelah ini mama nggak mau tau Cyka harus bisa bangkit dari keterpurukan ini, jalan hidupmu masih panjang, masih banyak yang harus kamu perjuangkan, termasuk kejar cita cita jadilah kebanggaan mama dan papa. Dan buatlah orang tua kandung Cyka menyesal karena sudah membuang anak sehebat kamu nak!" Nasihat mama Kinan lembut tapi ada ketegasan di sana. Kali ini Mama Kinan benar benar tak tau lagi harus berbuat apa.


Jesica menatap sorot mata mama kinan dengan tajam.


"Aku akan mencoba bangkit mah... maafkan Cyka jika membuat mama marah dan bosan." ucap Jesica lirih


" mama selalu memaafkan mu sayang, sebelum kamu minta maaf pun mama sudah memaafkanmu, kamu itu anak kesayangan mama, mama menyayangimu bahkan lebih dari anak kandung mama mama sendiri." ucap mama Kinan tersenyum tulus


"Tapi maa....." Jesica terdiam tak meneruskan kalimatnya.


"Apa sayang"


"Maaf Cyka nggak bisa buat mama papa bangga, kan mama tau sendiri Cyka itu bodoh otak udang, dan Cyka selalu buat mama malu gara gara Cyka dapat ranking satu dari bawah karena nilai raportnya bagus banget, merah semua" ucap Jesica setengah berbisik karena malu.


Mama Kinan tertawa mendengar curhatan Jesica. Sedangkan yang jadi bahan tertawaan cemberut kesal. Mama Kinan tak tahu harus menjawab apa, ia bingung makanya ia memilih tertawa. Ia tak begitu mempermasalahkan IQ Jesica yang rendah, tak seperti anak-anak pada umumnya. Dan sampai saat ini pun Mama Kinan belum siap untuk membuka rahasia kenapa Jesica bisa menjadi anak dengan IQ sangat memprihatinkan.

__ADS_1


Belum waktunya Jesica mengetahui lebih jauh kebenaran masa lalunya, ia takut mentalnya akan kembali rapuh bahkan lebih parah dari yang sekarang., selain itu juga mama Kinan takut kehilangan sosok Jesica dalam hidupnya. Jadi memilih diam adalah cara terbaik menurutnya. Dan biarlah waktu yang menjawab misteri demi misteri ini, biarlah semua berjalan layaknya air. Basa gaulnya jalani aja dulu


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2