Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Siraman


__ADS_3

Seorang gadis cantik berdiri didepan cermin berukuran besar yang menempel pada dinding kamar hotel. Ia menatap tubuhnya yang terbalut kemben pakaian khas adat Jawa seraya menyunggingkan senyum bahagia. Leher jenjang, serta bahunya yang putih bersih tertutup rompi dari rangkai bunga melati membuat terpesona yang melihatnya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai ke belakang menutupi punggung. Sedangkan bagian atas dihiasi bando yang juga terbuat dari rangakaian bunga melati dan kantil.


Gadis itu kembali menatap dirinya sendiri yang sebentar lagi akan melakukan acara siraman. Sebenarnya ia tak suka dengan adat Jawa, apalagi sekarang ia harus menggunakan pakaian terbuka seperti ini. Untung saja ada rompi dari rangkaian bunga melati yang bisa menutupi bahu dan dada yang terbuka, ia merasa tak nyaman dengan bahan seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi Eyang menginginkan pernikahan cucu pertamanya menggunakan adat Jawa Keraton. Dan sialnya dia adalah cucu pertama Eyang. Dengan sangat terpaksa ia mengikuti keinginan Eyang.


Eyang merupakan sosok yang sangat disegani oleh masyarakat Jawa, khususnya Jawa keraton. Beliau terkenal akan budi dan keluhurannya yang selalu menjadi suri tauladan bagi masyarakat Jawa.


Ya Eyang merupakan seorang abdi dalem keraton, yang juga masih memiliki hubungan darah dengan sang Sultan. Sebagai abdi dalem Eyang dituntut untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai manusia yang mulia di mata manusia lain dan juga di mata sang pencipta . Dan selain itu Seorang abdi dalem juga dituntut untuk selalu menguri uri, menjaga, melestarikan peninggalan dari para leluhur.


Dia tak begitu paham dengan adat istiadat Jawa yang dianut oleh Eyang. Dia hanya sedikit tahu tentang budaya Jawa, itupun didapat waktu sekolah. Ditambah lagi dia tak pernah bertemu dengan Eyang, jadi tidak begitu banyak tahu tentang Eyangnya. Dan ini kali pertamanya ia melihat sosok Eyang. Karena kedua orangtuanya selama ini hanya sibuk dengan dunianya, mereka jarang meluangkan waktu untuk sekedar menjenguk Eyang.


Kehidupan Eyang dan kedua orang tuanya sungguh berbanding terbalik. Eyangnya begitu teguh berpegang menjaga nilai-nilai keluhuran serta norma yang telah menjadi dasar kehidupan di masyarakat. Sedangkan orang tuanya menganut sistem liberal, bahwa hidup ini adalah kebebasan, kebebasan untuk melakukan banyak hal.


Menurut orang tuanya hidup ini harus berkembang tidak harus selalu berada di posisi zona nyaman seperti Eyang. Dunia sekarang cuma butuh orang yang berpikir rasional. Faktanya negeri ini hanya membutuhkan orang orang yang mampu berpikir realis dan rasional. bukan hanya berdasarkan prinsip prinsip hidup yang malah menghambat laju perkembangan negeri . Dan pada akhirnya yang terjadi negeri ini menjadi negara tertinggal, dijajah dikuasai menjadi bulanan negara maju. Bukankah kita juga tak mau itu terulang kembali bukan? sudah cukup waktu tiga setengah abad sudah cukup nyawa yang terbuang sia sia. Saatnya merubah haluan dan mencari cara bagaimana agar negara ini bisa bersaing di kancah internasional. Ya itu tugas kalian para pemuda tunas bangsa. Ayok semangat bangun negeri🥳💪


Hehehe kembali lagi ke cerita🤭


Hal itulah yang membuat papanya menentang Eyang dengan cara pergi merantau ke kota besar. Karena jika dia tidak pergi maka nasibnya akan sama seperti saudaranya yang lain, menjadi kaki tangan Eyang seumur hidup. Sungguh itu adalah mimpi buruk baginya.


Raden Darma Cokrodiningrat anak pertama dari sembilan bersaudara dari pasangan Romo Gusti Cokrodiningrat dan Raden Ayu Sekar. Dan Melinda Cokrodiningrat adalah anak pertama dari Raden Darma Cokrodiningrat atau lebih dikenal dengan nama Arman.


Nduk genduk cah ayu opo koe uis siap ? uis mantep uwis yakin karo sing mbok pilih? Eyang jaluk atimu ora mamang , mergo Iki mung sepisan tekane mbesok awakmu kepati. Ojo mung golek bagus Rupo lan donya mengko ndak keblinger, golek o sing iso njogo kehormatan mu ugo iso ngebimbing awakmu ning dakan sing lurus. Dunyo kui kebak apus apus sing tansah agawe manungso nglali marang sing gawe Urip. Mergo setan bakal terus gawe rubedo ning nduwur bumi Iki .Elingo urip Iki mung sedelo Ojo nganti dadi sio sio. Becik ketitik olo ketoro. Elek apik e menunggso kui bakal ketok ing tembe mburine. Yo mugo wae koe tansah eling nduk! Eyang mung pesen kui mau, dinggo Alhamdulillah ora yo ora popo. Eyang ora arep mekso koe dadi koyo Eyang. Koe pun ugo uis mudeng , uis paham iso mbedakno endi sing apik endi sing elek kanggo awakmu . Tapi Yen koe bener bener pengen dadi wong mulia lakon nono pesenne Eyang. Percoyo o karo aku, Eyang ora bakal ngejerumusne awakmu , mergo Eyang yo pengen anak turunku iso dadi wong sing apik sukur sukur iso dadi suri tauladan. Nasihat Eyang Gusti panjang lebar, Tapi Melinda mangut mangut tak paham dengan bahasa Eyang yang terdengar medok tapi halus.


Translate nya


//Nak cucuku yang paling cantik, apa kamu sudah siap? sudah mantap yakin dengan pilihanmu? Eyang harap tidak ada keraguan di hatimu, karena ini hanya sekali sampai nanti kamu mati. Jangan hanya mencari yang tampan dan berharta. Tapi carilah yang bisa menjaga kehormatan mu sebagai seorang wanita dan juga mampu membimbingmu kejalan yang lurus. Dunia ini penuh dengan tipuan yang akan selalu membuat manusia melupakan tuhan yang telah menciptakannya. Karena setan tak pernah berhenti membuat kerusakan di muka bumi ini. Becik ketitik olo ketoro, baik buruknya manusia akan terlihat di akhir. Semoga kamu selau ingat nak! Eyang hanya bisa berpesan itu , kamu pakai Alhamdulillah tidak juga tak apa. Eyang tidak memaksamu, kau juga sudah bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk untuk dirimu sendiri. Kalau ingin menjadi orang mulia, laksanakan pesan Eyang. Percayalah eyang tidak akan menjerumuskanmu. Eyang ingin anak cucuku nanti bisa menjadi orang yang baik, Syukur syukur jadi suri tauladan.//


""Eyang " panggil Melinda pelan sambil menggigit bibir bawah.


" hemzz Ono opo"


"Aku nggak paham bahasa Eyang" jawab Melinda tertunduk malu. Ia benar benar tau tau apa yang Eyang bicarakan😴.


Eyang Gusti menatap tajam cucunya itu, ia menggeleng kesal. Sungguh keterlaluan. Apa selama ini Darma tidak mengajari anak anaknya? lalu kemana ilmu yang telah dia wariskan? , sungguh keterlaluan anak itu , rupanya ia sudah melupakan peninggalan dari leluhurnya. Memang sudah tidak ada harapan lagi seperti nya. Eyang Gusti mendesah dengan terpaksa ia mengulang nasihat nya menggunakan bahasa Indonesia.


Melinda tersenyum mendengar translate basa Jawa yang di ucapkan oleh Eyang nya itu. Oh jadi itu artinya, guman Melinda dalam hati. Melinda kagum dengan prinsip hidup Eyangnya. Sederhana tapi begitu mengena. Menghargai hidup dengan selalu menebar kebaikan dan melibatkan tuhan dalam setiap nafas hidupnya . Melinda merasakan damai mendengar nasihat baru dari Eyang.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan apa yang di ajarkan orang tuanya. Papa mamanya hanya menanamkan satu prinsip dalam hidup ketiga anaknya. Yaitu Harta tahta. Melinda tertegun inikah sebenarnya tujuan hidup? hatinya mulai ragu. Hidup dengan bergelimpangan harta , selalu mengejar popularitas sebagai penyandang orang terhebat dalam segala hal, terutama dalam hal ekonomi. Sedangkan di luar sana , orang orang yang ekonominya berada jauh di bawahnya yang tak pernah berhenti menengadahkan tangan sambil memegang perutnya menahan lapar. Mencari sesuap nasi dengan mengais tempat sampah. Ah apa sekejam itukah dirinya? lalu dimana letak hati nuraninya yang selama ini. Hati Melinda bergejolak hebat, perang antara nurani dan keegoisan.


Melinda tersentak dari lamunannya saat tangan Eyang menepuk pundaknya pelan.


"Ayo bangun acara siraman sudah dimulai. " ucap Eyang


Melinda mengangguk lalu mengikuti langkah Eyang. Melinda menatap punggung Eyang yang masih terlihat tegap. Baju Jankep yang ia gunakan menambah wibawanya. Melinda kagum dengan Eyangnya itu, walaupun umurnya sudah menginjak delapan puluhan lebih tapi masih terlihat gagah. Keriput di wajahnya tak mengurangi ketampanannya. Hehehe tak heran kalau papanya juga ganteng, orang gantengnya jiplak dari Eyang 🤭


Di luar ternyata sudah ramai oleh tamu undangan yang akan menjadi saksi upacara siraman .Saat Melinda keluar bersama Eyang semua mata terpana menatap ke arahnya, termasuk keluarga dari calon suaminya. Kali ini penampilan Melinda benar benar memukau, ia terlihat begitu sempurna bak bidadari. Dewa tampak bengong melihat penampilan Melinda.


Melinda digiring ke tempat penyiraman oleh dua gadis cantik dengan tubuh dibalut kain kemben warna merah. membawa satu nampan besar berisi bunga tujuh rupa . Sedangkan di sana Dewa sudah duduk menanti dikelilingi kerabat dekatnya. Begitu pula dirinya yang juga akan di temani oleh kerabatnya juga.


Melinda duduk tertunduk di sebelah Dewa. Jantungnya berdegup kencang napas seakan memburu, keringat dingin membasahi telapak tangannya. Ini adalah detik detik dimana dirinya akan menjadi seorang istri. Istri dari Dewa pria idaman yang telah membuat hatinya beku. Ini seperti mimpi gumamnya.


Pembawa acara mulai membacakan acara yang akan ditempuh dalam satu hari ini. berikut acara yang akan dilalui oleh calon pengantin.






Siraman




Siraman mandi dengan air. Pada ritual ini, akan ada tujuh orang yang menyiramkan air ke sang pengantin. Nantinya, sang ayah mempelai wanitalah yang akan menyelesaikan ritual yang dilambangkan sebagai pembersihan diri sebelum menjalankan ritual selanjutnya yang lebih sakral.


Kemudian, kedua orang tua menyelenggarakan acara menjual dawet sebagai hidangan kepada para tamu undangan yang telah hadir menyaksikan prosesi yang telah berjalan. Tetapi, penjualan dawet ini tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat sebagai tanda bahwa pokok kehidupan berasal dari bumi. Di sini, sang ibu akan melayani para pembeli, sedangkan sang ayah akan memayungi sang ibu. Artinya adalah untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya di kemudian hari bahwa mereka harus saling bergotong royong dalam membina rumah tangga.


__ADS_1


Potong tumpeng



Tumpeng merupakan sajian nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk pauk yang ditata mengelilinginya di atas nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam ritual Jawa, tumpeng identik dengan simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya menyerupai gunung. Prosesi pemotongan tumpeng ini akan dilakukan oleh ayah dan ibu dengan mengambil bagian puncak tumpeng dan lauk pauknya



Dulangan pungkasan



Kemudian, acara dilanjutkan dengan prosesi suapan terakhir oleh ayah dan ibu kepada calon pengantin sebagai tanda tanggung jawab terakhir dari orang tua kepada anaknya yang akan menikah.



Tanam rambut dan lepas ayam



Menanamkan potongan rambut kedua calon mempelai bermaksud agar segala hal buruk dijauhkan dari rumah tangga kedua anaknya. Setelahnya akan dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam yang menandai bahwa kedua orang tua telah mengikhlaskan anaknya hidup mandiri bagaikan seekor ayam yang sudah dapat mencari makanan sendiri.



Midodareni



Arti kata midodareni sendiri adalah bidadari, sehingga harapan dari ritual malam sebelum melepas masa lajang ini adalah sang pengantin wanita akan terlihat cantik esok harinya bak bidadari dari surga. Pada malam ini, pengantin wanita akan ditemani oleh pihak keluarga saja dan dilarang bertemu oleh calon suaminya karena ia akan menerima nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pernikahan.


Tanpa terasa acara sudah di penghujung waktu. Segala prosesi hari ini berjalan dengan lancar dan besok salah hari puncak nya. Kedua mempelai menghembuskan nafas lega. proses yang melelahkan tapi menyenangkan. Saatnya menambah stamina tubuh karena besok adalah hari puncaknya mereka. dan pastinya akan lebih membosankan dan melelahkan daripada hari ini .


🍁🍁🍁


.

__ADS_1


__ADS_2