Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Zholim


__ADS_3

David memperbaiki pernafasan yang telah rusak, dia hampir saja mati menggenaskan, karena kehabisan nafas. Dia terlalu bersemangat untuk memuaskan Jesica. Sedangkan Jesica juga terlihat tergeletak kelelahan dengan mata terbuka lebar. Sebenarnya dia masih ingin bercinta tapi tak tega melihat kondisi Jesica akhirnya dia mengurungkan niatnya. Bercinta dengan Jesica membuat dia ingin dan ingin lagi, Jesica telah menjadi candu ingin dia merasakannya setiap waktu.


"Omm antar aku mandi aku tak bisa jalan!" pinta Jesica


David langsung bangkit dan meraih tubuh Jesica kedalam gendongannya. Jesica yang diperlakukan seperti itu langsung malu dan memukul keras lengan David dan menutup wajahnya yang bersemu merah menggunakan kedua jemari tangannya.


Sesampai di kamar mandi David langsung meletakkan tubuh mungil Jesica ke bath up yang sudah dipenuhi oleh air hangat. Dia berhati hati sekali takut Jesica mengaduh kesakitan. David menatap ngeri tubuh Jesica yang sudah babak belur rusak dipenuhi luka merah bercampur darah karena ulahnya yang tak pernah berhenti memaksa gadis itu untuk memuaskan hasratnya. David menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal.


"ngapain masih disitu om?" tanya Jesica kesal karena David tak kunjung keluar malah menatap dirinya yang berposisi terlentang didalam air. Jesica bergidik ngeri,ia tak mau bercinta dengan David , karena kalau tidak tubuhnya akan semakin tak berwujud manusia, apalagi miliknya yang sudah lecet dan membengkak membuat ia susah berjalan. Ya gimana mau jalan, buat berdiri tegak aja sakitnya minta ampun. Tau deh emang udah nasib mau gimana lagi. Inget paribahasa atau apalah itu, intinya tuh bunyinya kek gini wanita itu tugasnya cuma di sumur di dapur dan di kasur. Nah yang terakhir itulah yang ia rasakan saat ini, walaupun dia dan David bukan suami istri.


"pergi!" perintah Jesica kesal


"kalau aku gak mau gimana?" tantang David cuek


"mau aku siram air panas?" jawab Jesica melotot double kesal.


David tetap cuek dan malah duduk di dekat bath up. Jesica semakin mendengus kesal. Ia menarik selang di sebelah kirinya dan dengan gerakan cepat ia menyemprotkan air panas ke wajah David. David berteriak karena wajahnya terasa panas, sepertinya melepuh deh.


"wajah tampanku!" teriak David histeris sambil memegangi wajahnya yang terasa panas dan perih. Sedangkan Jesica tersenyum puas dan cuek penuh kemenangan. Tanpa rasa bersalah ia mulai membasuh seluruh tubuhnya dan menggosok setiap inci kulit tubuhnya yang kotor.


David merasa geram dengan tingkah Jesica yang malah tak peduli bahkan cuek banget dengan keadaannya.


"Huh dasar gadis jelmaan lampir" sungut David kesal dan melangkah keluar tanpa sepatah katapun dengan membanting pintu kamar mandi dengan keras.


"sukurin deh Lo Om jelek rasain siapa suruh melawan Jesica suruh pergi malah ngotot mau tetep disini, kena juga kan hahaha....😂😂.


Jesica tersenyum menatap seluruh tubuhnya yang putih dipenuhi bulatan bulatan tak beraturan berwarna kebiru-biruan. Nostalgia malas panas semalam juga pagi tadi membuat Jesica ingin merasakan sensasi aneh itu lagi. Tapi mengingat kondisinya yang sudah babak belur hanya bisa membuatnya menelan ludah.


"Iss kenapa gue jadi pengen lagi seh, ada apakah dengan dirimu wahai Jesica yang cantekkk dan emooooottttchhhh😍, tapi kalau boleh jujur sih, sebenarnya bercinta itu enak lho. walaupun sakit sih tapi kalau dinikmati pasti enak. mau tau rasanya, rasanya itu kaya terbang melayang ke langit ketujuh gitu apalagi kalo disentuh pasti dech Doble nikmatnya ". Ucapnya panjang lebarrr sambil mengelus tubuhnya yang bengkak sepuluh centi😂.


Jesica masih tenggelam dalam nostalgianya, sesekali ia meraba bekas semalam. aihhh sumpah bercinta dengan laki laki seperti David membuat dirinya kecanduan.


David duduk di depan meja rias dengan wajah ditekuk. Rasa kesalnya pada Jesica masih membuatnya ingin menelan mentah mentah gadis itu. Eh tapi sayang daripada di telan mentah mentah mending diajak goyang aja lebih enak😌.


"Awas kau gadis nakal! tunggu pembalasanku, akan aku buat kau lebih dari ini hahaha!" bisik David menyeringai licik.


Sakit pada wajahnya memang tak seberapa, tapi karena sikap Jesica yang begitu berani membuat David ingin balas dendam dan membuat gadis itu tersiksa malam nanti. Entah apa yang akan dia lakukan pada gadis itu , yang pasti itulah tau sendiri kan.


Jesica telah menyelesaikan ritualnya dan keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk kecil berwarna hitam. Uh lagi lagi warna horor. Mana handuknya kecil lagi, mana muat buat tubuhnya yang besar, tapi ga sebesar gajah ya. Handuk hitam itu hanya mampu menutupi dada dan paha ditarik keatas sedikit, jadi miliknya terlihat jelas, terpaksa kedua tangan dijadikan penutup.


" om ada baju ga?" tanya Jesica pada David yang tampak menatap cermin.

__ADS_1


"Ga ada!" jawabnya enteng


Jesica membulatkan mata. "Terus aku pake, apa donk om !"


"ya pake aja itu"


"om tolong Carikan aku baju donk, pake baju om juga ga papa om yang penting aku ga telanjang."


"ga ada" jawabnya singkat. ia masih marah dengan Jesica.


"hiks hiks ... om jahatttt om udah hancurin hidup Jesica , keperawanan Jesica telah om renggut, tubuh Jesica yang selalu Jesica rawat dengan baik sekarang rusak dalam waktu sekejap dan sekarang Jesica minta baju ga om kasih, seragam Jesika rusak juga gara gara om, ommm bener bener jahat! manusia iblis tak punya hati" teriak Jesica marah. Matanya memerah menahan air mata yang semakin deras. Ia tak menyangka kalau ternyata laki laki itu telah menzoliminya.


David terkejut dicaci maki habis habisan oleh Jesica. Jiwa laki lakinya memberontak marah dan ingin menghakimi gadis kecil itu. Dengan langkah kasar ia mendekati Jesica yang berdiri menatap dirinya dengan tatapan membunuh. David membalas tatapan Jesica tak kalah sadis.


Tangannya yang kokoh melayang ke udara dan mendarat mulus di pipi Jesica.


PLAKKK


Jesica terkejut dan langsung memegangi pipinya yang sakit bekas tamparan David. Air matanya semakin deras membasahi wajahnya.


Ayo lagi ommm tampar lagi! kalau perlu bunuh sekalian , aku juga ga butuh hidup aku muak dengan kalian , aku benci kalian, aku benci manusia pembuat onar yang hanya mampu merusak tapi tak bisa untuk memperbaiki sepertimu. Ayo omm bunuh aku biar ommm puassss biar ommm puas karena telah berhasil menghancurkan hidupku ! teriak Jesica marah.


David dibuat semakin kalap, mata hatinya telah tertutup oleh hasutan iblis, ia tak bisa lagi membedakan mana yang benar dan salah. Dengan kasar ia menarik handuk yang dikenakan Jesica dan membuangnya ke sembarang arah. Dan terlihat lah dengan jelas tubuh Jesica yang membuatnya selalu menelan ludah.


Tapi tak lama kemudian David mendekat dan mendorong tubuh Jesica dengan keras hingga terjatuh kelantai. Jesica meringis memegang kepalanya yang terbentur lantai. David menyeringai ganas melepas pakaiannya dan langsung menindih tubuh Jesica.


Jesica menjerit dan mencakar wajah David, sedangkan David masih kalap dan tuli. Ia tak peduli. Jiwa iblisnya sakit dan ia ingin menghabisi gadis itu.


"omm hentikannnnnn!!!!" teriak Jesica histeris


David hanya diam dan terus bergerak hanya nafasnya yang terdengar


"ommmm hentikan!" teriak Jesica lagi. Ia mencoba mendorong tubuh David tapi tenaganya terlalu lemah. Jalan satu satunya ia menendang milik David dengan keras dan ternyata berhasil.


David mengerang kesakitan dan langsung roboh sambil memegangi miliknya dan terkulai lemah di samping jesica.


David belum pernah merasakan rasa sakit yang begitu menyakitkan sebelumnya, jika dibandingkan dengan penyakit kronis mematikan, lebih sakit yang ini. Tubuhnya yang semula kokoh kini lemah tak berdaya, bahkan untuk berdiri pun ia tak sanggup.


David menatap menatap lemah pada Jesica yang terisak menahan sakit. Darah merah mengucur deras di beberapa bagian tubuh Jesica. kesadaran David kembali, Ia terkejut dengan apa yang telah ia lakukan. Dengan sisa sisa tenaganya tangan David mencoba meraih tubuh Jesica.


"Sayang maafin aku, aku bener bener hilang kendali, aku khilaf, aku menyesal aku salah telah membuatmu seperti ini!" ucap David dengan suara parau. Ia sendiri juga tak kalah kaget, tapi semua telah terlanjur.

__ADS_1


David memejamkan kedua matanya dan mengalirlah cairan bening dari kelopak matanya yang tertutup dengan deras. Sedangkan Jesica membuang muka, ia tak sudi untuk menatap wajah laki laki yang telah merusaknya, bahkan ia sudah jijik.


🌿🌿🌿🌿


David menggaruk kepalanya dengan keras. Ia Duduk di kursi tunggu dengan wajah gusar. Berdiri jalan bolak balik lalu duduk lagi. Matanya tak berkedip menatap pintu, menanti seseorang segera muncul dari balik pintu itu.


"Huhhh lama banget!!" teriak David pelan


Waktu menunjukkan pukul 10.39 WIB. Berarti sudah dua jam lebih dia ditempat itu. Tapi sampai sekarang pintu itu tak kunjung terbuka. Rasa khawatir menghantuinya, takut akan terjadi suatu hal yang akan membuatnya menyesal.


Ceklek.


ganggang pintu terbuka dan seorang dokter cantik luar dengan ekspresi kesal. Rambutnya yang sebahu melambai lambai didepan wajahnya membuat terlihat semakin cantik.


Clara gimana keadaannya ,apa dia baik baik saja apa dia masih punya harapan untuk hidup? apa lukanya bisa sembuh ? berondong David tanpa jeda dan itu membuat Clara semakin kesal.


"Ayo ikut denganku"! ucap Clara tak peduli dengan pertanyaan David.


"Sialan Lo raa, gue nanya ga dijawab dosa Lo!" omel David kesal.


David menghempaskan pantatnya dan langsung memberondong Clara dengan pertanyaan yang sama.


Clara menatap kesal kearah David


" sebenarnya apa yang Lo lakuin ke gadis kecil itu kenapa dia seperti habis disiksa dan diperkosa? tanya Clara menatap tajam "jangan bilang Lo yang udah perkosa dia" tanya Clara lagi


David tertegun tak menjawab.


" Ya Allah vid otak kamu taruh dimana sih kenapa ga kamu pakai, inget vid elo udah punya istri dan sekarang Lo malah ngancurin anak orang mana masih kecil lagi! gila Lo vid gue gak nyangka sama Lo, Ternyata Lo lebih jahat daripada buaya darat kampus". omel Clara kesal


David menunduk malu, karena memang ini semua salahnya.


"Dan Lo tau apa yang Lo lakuin udah keterlaluan, Lo hampir membunuh nyawa orang. Elo udah mau jadi psikopat rupanya hah ? dasar laki laki ga ada akhlak Lo vid. Terus gadis tak berdosa itu siapa dapet darimana Lo? hah atau jangan-jangan Lo culik dari emaknya, terus emaknya bingung cari dia. Ampun kenapa Lo jadi jahat gini sih vid gue bener bener kecewa sama Lo vid, laki-laki macam apa kau bisanya merusak masa depan gadis orang, bayangin kalo dia adik kandung Lo! elo pasti ga terima kan? ya kan,bener bener ga ada akhlak cowok biadab lo.!" cerocos Clara tanpa jeda membuat kepala David pusing.


Clara adalah seorang dokter yang baru saja dinas. Dia merupakan cewek cantik yang tomboy. David sudah mengenal Clara sejak duduk di bangku SMA hingga bangku kuliah. Mereka saling menjalin tali persahabatan hingga saat ini.


"Gue datang kesini bukan untuk dengerin ceramah Lo yang ga ada ujungnya itu" sahut David kesal.


"Oke Lo mau tahu keadaan Lo dan gadis cilik itu"? tanya Clara datar


"iya cepat kasih tau sebelum aku menerkammu!"ancam David kesal

__ADS_1


Clara bergidik ngeri karena ia tau maksud dari ucapan David. Cukup sekali David melakukan itu padanya dulu. Dia tak mau nasibnya seperti gadis kecil itu . Ia tersenyum miris mengingat masa lalunya yang kelam. Hingga suara David menyadarkan , ia tergagap dan tersadar dari bayangan masa lalunya.


__ADS_2