Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Koplak


__ADS_3

Seorang gadis tampak duduk di meja kantin dengan wajah sumringah. Parasnya yang cantik membuat setiap mata terkagum kagum olehnya. Terutama kaum Adam yang tak pernah lepas menatap wajah cantiknya yang akan semakin terlihat cantik bila ia tertawa dengan menampakkan sederet giginya yang rapi putih dan bersih.


pesonanya mengundang rasa iri para hawa yang kepanasan dibakar cemburu, pasalnya pacar mereka mengabaikan dan lebih menatap gadis itu.


Jesica atau lebih dikenal Cyka , si primadona SMA. Jesica memang memiliki paras yang sempurna bahkan kalo dilihat lihat wajahnya mirip dengan salah satu model ternama Indonesia.


Semenjak peristiwa beberapa minggu lalu yang menimpanya, ia kini kembali lagi menjalani hari hari seperti biasa, termasuk kembali ke sekolah. Mengejar pelajaran yang sempat tertinggal.


Sekarang ia tengah menikmati masa masa tanpa beban bersama teman temannya, nongkrong santai di kantin bercanda ria menikmati cemilan pedas dan minuman dingin. cocok dengan hawa panas yang menyengat. Minggu depan mereka akan menghadapi USBN dan UNBK. Jadi hari ini mereka gunakan untuk berleha-leha di kantin.


Heran juga sih tiba tiba udah ujian. Padahal baru kemarin masuk dengan wajah polos. Eh tau tau sekarang udah tua aja. Nggak nyangka akhirnya masa tiga tahun akan segera berakhir. Hemz kalau lulus sih hehehe. Ya berharap yang terbaik lah lulus gitu, syukur syukur dapet nilai bagus.


"Aduh gue deg deg.. an tauk!" teriak Vanda dengan mulut penuh mie.


"ye Lo kira elo doang, gue juga kalekkk!" cibir jhondy sambil menjitak kepala Vanda. "pletak" kira kira gitu bunyinya.


"Rese Lo ndy"gerutu Vanda kesal


"lebay" sahut Jhondy enteng


Vanda hanya bisa cemberut kesal tangannya yang usil terus memukulkan sendok ke piring dengan keras.


TING.....TING...TING.....


Ulahnya yang rese membuat pengunjung kantin menoleh sebal, karena telah mengganggu aktivitas mereka. Tapi Vanda cuek bebek bodo amat dengan tatapan yang menurutnya "udah biasa gue mah".


"Apaan sih Nda berisik banget, kampungan!" ucap Tristan datar menatap Vanda yang masih memukulkan sendok ke piring.


TING....TING....TING....TING....TING....


sumpah udah mirip penjual bakso tuh anak. Tapi bakso nya nggak ada.


"Vanda jangan berisik ganggu orang!" Cerca Jesica dengan nada kalem tapi mengitimidasi. Vanda yang diperlakukan seperti itu jadi kikuk. Ia tersenyum salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tuh! enggak malu sampai ditegur banyak orang, emang dasar muka tembok " ledek Dilan tertawa mengejek kebodohan Vanda.


Vanda tak menanggapi cibiran Dilan, ia kembali menikmati mie yang masih tersisa setengah. Sebenarnya udah enggak selera, tapi ia bukan termasuk tipe orang yang suka buang buang makanan, pamali. Nanti ayamnya mati semua. Gitu sih wasiat dari nenek. Ya walaupun nggak melihara ayam. Tapi membuang makan itu nggak baik.


"Emzz Cyk nanti lanjut kuliah dimana?" tanya Tristan penasaran. Diam diam ia kepo setelah ini Jesica akan kemana, jujur ia masih menaruh hati padanya. Perasaannya masih sama seperti saat pertama kali bertemu di kelas sebelas. Apalagi ini adalah saat terakhir mereka bersama, setelah ini mereka akan berpisah menjalani kehidupan masing masing.


"Iya Cyk.. habis ini mau kemana? kuliah ? kerja atau langsung jadi pengantin?. " Tambah Dilan


"Yewww emang elo!. lulus langsung kawin". Cibir Jhondy kesal.


"Elo mau jadi istri gue?" tanya Dilan polos


"Ogah.... I don't want to be your wife! yang ada nanti gue jadi tengkorak berjalan gara gara nggak pernah elo kasih makan?".


Dilan mengangkat sebelah alisnya, lalu tersenyum jahil.

__ADS_1


" Kemungkinan gue lanjut ke luar negeri" ucap Jesica singkat.


"Luar negerinya mana siapa tau kita nanti samaan?" tanya Revan yang sejak tadi hanya diam melamun.


"Ke Jepang, atau kalau enggak ya ke Korea Utara!" jawab Jesica ngasal


"whattt ngapain....?" teriak mereka serempak hampir mirip paduan suara.


"Elo mau cari mati"tanya Sita setengah membentak, dia kaget mendengar jawaban sahabatnya itu.


" Sayang jangan ke sana, ntar mati! mending ke hatiku aja, dijamin enggak akan mati yang ada kamu akan nyaman bersamaku, aku akan selalu menjagamu, hingga maut memisahkan. " deklarasi Revan menggebu gebu seraya mengangkat tangan lalu menempelkan ke dada mirip orang yang lagi lomba baca puisi.


"Dich pake acara aku kamu! emang kalian udah jadian , atau diam diam kalian menjalin asmara tanpa sepengetahuan kita" cibir Tristan dengan nada cemburu. Cemburu enggak... cemburu enggak... cemburu lah masa enggak. Siapa yang enggak cemburu coba kalau pujaan hatinya di gombalin sama cowok lain. Apalagi cowok itu musuh bebuyutannya.


Sedikit cerita tentang Tristan ya!. Jadi Tristan itu anak pindahan dari Belanda. Ia anak blasteran indo Belanda. Hemz enggak tau kenapa tu anak bisa nyasar sekolah sampai sini.


Katanya sih pengen tau kehidupan negeri mommynya.


mommy sering cerita kehidupan negeri Indo yang katanya memiliki alam yang indah. Selain itu ada alasan lain yang membuatnya ngebet, ingin mengulang kisah cinta orang tuanya. Siapa tau ada yang nyantol gitu, buat dijadiin istri.


Di Indonesia Tristan langsung masuk ke SMA dimana itu SMA tempat Revan dan Jesica sekolah. Tanpa butuh waktu sehari ia sudah dinobatkan sebagai cowok tertampan. Wajar sih wajah blasteran sangat sempurna membuat hati para cewek yang semula putus asa mengejar ngejar Revan berbalik mengejar Tristan. Apalagi Tristan orangnya ramah, supel mudah bergaul, jadi sekalinya tersenyum bisa membuat cewek klepek klepek kaya ikan kehabisan air.


Tapi hatinya terlanjur terpaut dengan Jesica. Jatuh cinta pada pada pandangan pertama. Saking terobsesinya dia sering menaruh cokelat atau lolipop di meja Jesica. Pernah suatu kali ia menaruh boneka Teddy besar ke meja Jesica. Karena saking besarnya, boneka itu sempat viral jadi sorotan guru guru yang mengajar hari itu donk. Duh duh sampai segitunya.


Sedangkan Revan cowok Tampan yang juga hasil persilangan Amerika-palestina. Cowok yang selalu bersikap dingin pada semua orang kecuali dengan Jesica. Dia hanya akan tersenyum dan tertawa lepas ketika bersama Jesica. Cowok yang nggak pernah menyerah mendapatkan cinta Jesica. Ia akan sangat marah kalau ada satupun yang berani mendekati Jesica.


Hal itu membuat Jesica enggan berpacaran dengan Revan. Penuh aturan dan larangan. Apa apa nggak boleh, ini itu dilarang siapa yang betah coba. Baru jadi temen aja udah berani main larang larang apalagi pacaran. Mungkin udah kaya judul lagu tuh. ~bagaikan burung di dalam sangkarnya~~~~ Ku ingin bebas dari derita! Mama tolonglah diriku~ dari belenggu cintanyaaa~~~~. Lirik lagu dari salah satu penyanyi legendaris Indonesia.


Dan kemarahan Revan semakin menjadi saat tau Tristan naksir berat sama Jesica dan lebih parahnya Jesica menerima Tristan sebagai pacarnya.


Tapi bukan Revan namanya kalau menyerah gitu aja. Ia terus mendekati Jesica, walaupun Jesica pacarnya orang. Ia tak peduli ,selama janur kuning belum melengkung masih bisa ditikung, dan Jesica masih milik bersama.


Ia pun akhirnya menghalalkan berbagai cara untuk menjauhkan mereka. Tristan dan Jesica. Mulai dari memberi ancaman pada Tristan untuk menjauhi Jesica hingga yang terakhir ia harus jadi sutradara dadakan hanya untuk sebuah drama picisan. Drama jebakan biar mereka putus.


Nah untuk yang terakhir berhasil mereka putus. Tapi Jesica tetap tak mau jadi pacarnya . Nyesek banget nggak sich udah berjuang mati matian tapi nggak pernah dianggap.


kembali ke cerita awal ya😂


"bener Cyk?" tanya jhondy tak kalah penasaran. kalau iya dia siap siap minta PJ pajak jadian, makan makan atau apa gitu yang penting menguntungkan.


"Iya nich mana Pejee nya?"sahut yang lain.


" enggak ada peje pejean! gue mau Revan cuma temen, dan sampai kapanpun gue enggak akan mau pacaran sama Revan". jawab Jesica tegas


Membuat Revan mendelik kesal, gini amat nasib orang tampan baik hati dan tidak sombong yang harus menjadi kekasih yang tak dianggap ,untuk yang kesekian kalinya cintanya ditolak. Sedangkan Tristan tersenyum senang, Jesica mengabaikan perasaan Revan. Berarti masih ada harapan untuknya kembali.


"Kenapa ga jadian aja sich! kalian kan cocok atunya cantik atunya tampan, terutama elo Cyk, entah kenapa gue juga bingung dan gemes sama elo, Revan udah berjuang mati matian demi elo, tapi elo tetep nolak dia malah milih cowok brengsek " ujar Vanda melirik Tristan sambil mengelus elus perutnya yang buncit.


Revan mengangguk senang mendapat dukungan dari Vanda.

__ADS_1


"mampus lo" batin Revan tersenyum picik ke arah Tristan. Sedangkan Tristan pun tak kalah mental ia tersenyum mengejek ke arah lawan.


"gue udah ada cowok lain !" Jawab Jesica kalem.


DEGGG......


Jantung Revan maupun Tristan langsung berhenti berdetak.


SAKIT


Itu yang mereka berdua rasakan saat ini


"Siapaaa........?" ucap Revan dan Tristan bersamaan. Mereka mendelik kemudian saling mencibir.


"Ciahaahahaha adik sama kakak kompak banget njirrr!" Dilan tergelak


Revan dan Tristan tersenyum jijik amit amit adik kakak dari mana.


"David" jawab Jesica singkat


"David??? cowok yang pas di taman itu Cyk...?" tebak Sita, dan dibalas anggukan Jesica.


Sita langsung menutup mulutnya yang menganga lebar


" Sit kasih tau donk!" rengek Jhondy sambil bergelayut manja di lengan Sita, mereka berdua mendadak kaya pasangan lesbi .


"Apaan sih jijik gue,!" bentak Sita ilfil dengan suara Jhondy yang manjanya dibuat buat. najis mirip bencong.


"Siapa dia" tanya David dan Revan bersama an kembali . Mereka kembali mendelik kesal


"hahahaha mungkin kalian ditakdirkan berjodoh dari tadi barengan terus! sindir Vanda menertawai Revan dan Tristan. Revan melotot dan melempar tissue bekas ke muka Vanda dengan kesal.


"Lagian kalian berdua jadi cowok baperan amat, ngrebutin satu cewek kayak ga ada cewek lain aja. Dasar fuckboy kurang kerjaan stoknya udah abis ya bang?" ledek Dilan pongah


"Diem lu! lu juga kan buaya suka gonta ganti pacar , sesama buaya enggak usah saling menghujat !" sindir Tristan kesal dibalas anggukan Revan yang sependapat dengan Tristan


"Ampun buaya ganteng ganteng jorok amat, dich seumpama gue disuruh jadi pacar elo ampun enggak sudi gue, udah buaya jorok lagi huekk!" ucap Vanda seraya kembali melempar tissue dengan wajah bergidik ngeri, jijik.


"siapa juga yang mau sama cewek gendut doyan makan kaya elo!" cibir Revan songong.


"Cyka siapa dia" Tanya Revan mengalihkan pertengkaran un-faedah dengan vanda si cewek gentong yang doyan makan.


"Bukannya sudah kubilang" jawab Jesica dingin


Revan menatap bola mata Jesica dengan sayu. Berharap tak ada kebohongan disana. Tapi ia tak menemui itu.


"Ya Tuhan Haruskah ? haruskah gue terluka lagi oleh cinta yang sama?"batin Revan sedih. Dengan langkah gontai Revan meninggal tempat tanpa menoleh sedikitpun. Karena percuma juga menoleh ke belakang hanya akan membuat hatinya makin terluka.


"buaya nya patah hati! sini sama aku aja bang aku siap kok jadi pengobat hatimu yang terluka. Aku juga siap jadi bahu sebagai tempat sandaran?" teriak Vanda sambil terkikik geli. Sedangkan Revan tak mempedulikan teriakan aneh itu. sementara penghuni kantin termasuk juga Jesica dan kawan kawan dibuat ketawa dengan ulah Vanda yang tergolong konyol dan menyebalkan.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2