Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Kinan menyemprotkan parfum aroma melati ke seluruh tubuhnya tanpa ada yang terlewatkan. Ia memutar sesaat mengamati tubuhnya yang sudah cantik, rapi, wangi khas Nyi Roro kidul dengan balutan dress panjang selutut warna cream. Kinan memeluk dirinya sendiri dengan gemas karena hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya.


"pokoknya Kinan harus tampil perpect dan glamor, malulah nanti sama calon besan, masa iya seorang Kinan istri pengusaha kaya berpenampilan dekil"


" mamaaaaa........ udah belum dandannya ?" teriak Aldi dari balik pintu kamar Kinan.


Kinan terlonjak kaget


" ma..... cepetan, bentar lagi acara udah di mulai, mama lama banget dandannya"! teriak Aldi sewot.


" kenapa?" ucap Kinan datar sambil berkacak pinggang


" mama ya ampun maaa...... rempong banget sih🥴 buruan keluarga pak Anggoro sudah nunggu di bawah!" ucap Aldi kesal .


"oh" jawab Kinan singkat dan langsung meninggalkan Aldi yang masih terlihat sewot.


Di ruang bawah....


"Mel... mana mamamu..?!" bisik Arman sambil celingukan mencari keberadaan Kinan yang belum juga muncul.


" Bentar lagi juga kesini pa... sabar santai selow jangan panik pa, nanti muka papa jadi jelek, malu maluin".


Sedangkan Keluarga Anggoro sudah duduk manis berhadapan dengannya di sofa yang telah disediakan.


"hallo selamat pagi semuanya...!!" sapa Kinan sambil tersenyum ramah.


"Hai juga jeng, wah tambah cantik aja sekarang!" puji Sandra kagum.


" Ah biasa aja , kamu juga jeng masih awet muda aja ga berubah, masih seperti dulu tetep cantik🥰.


Kinan dan Sandra saling pelukan cipika cipiki, ngobrol sambil ketawa-ketiwi lupa daratan. Arman dan Anggoro hanya menatap kelakuan istri-istri mereka dengan tatapan sebal . Ya maklumlah mereka itu dua sahabat dari SMA, dan udah lama juga nggak pernah ketemu , sekalinya ketemu pasti langsung heboh rame kaya pasar ayam.


"Ehemm bisa dimulai acaranya?" Arman berdehem keras untuk menghentikan keramaian yang telah diciptakan Kinan dan Sandra.


Kinan dan Sandra yang menyadari kelalaian mereka langsung tersenyum polos seraya menatap suami mereka yang terlihat sebal.


Anggoro tersenyum menatap putranya yang duduk disampingnya dengan posisi menunduk. Ia menghela nafas dan mulai mengutarakan maksud kedatangan ke rumah Arman. Selain ingin berkunjung ada maksud lain yang menjadi tujuan utamanya, yang tiada lain ialah menyambung silaturahmi lebih dekat dengan Arman. Anggoro tidak ingin hanya sekedar teman tapi juga bisa menjalin hubungan sebagai besan. Maka dari itu ia jauh jauh dari Amerika menyempatkan diri untuk melamar salah satu putri Arman untuk dijadikan istri Dewa, anak semata wayangnya.


Arman tersenyum seraya menatap Kinan dan ketiga anaknya meminta jawaban, terutama kepada Melinda dan Jessica, karena mereka berdua yang akan dipertaruhkan nanti.

__ADS_1


Melinda menunduk malu tapi matanya mengintip melirik kearah Dewa, Dewa pun juga tampak sedang menatap nya.


"aihhh kenapa sekarang makin ganteng aja nih orang!!!" guman Melinda dalam hati merasa senang .


" hemmmz boleh juga nih cewek tapi tunggu dulu, sepertinya gue lebih tertarik sama cewek di sampingnya itu, dia terlihat lebih menantang" kekeh Dewa dalam hati.


"Kak, buat kamu aja ya, soalnya cyka enggak mau nikah muda, ga baik kan kalo gue nikah muda. Lagian kalau nikah kan butuh persiapan materi. Mental dan fisik juga harus matang, Untuk sekarang Cyka belum nyampai kesitu jadi kakak harus siap siap jadi tumbal dalam perjodohan ini." bisik Jesica pelan.


Dalam hati Melinda bersorak senang, Cyka menolak perjodohan ini, itu artinya yang akan menikah dengan Dewa adalah dirinya. Kalau bukan dia siapa lagi disini, Anak cewek papa Arman cuma dua, dia dan Cyka. Saking senangnya ia ingin menjerit tapi ia menahan keinginan konyolnya itu. norak.


Terus kalau Cyka ngelangkahin kakak itu artinya Cyka harus siap siap jadi Randa kembang, karena sudah dipastikan rumah tangga Cyka bakal hancur.


"ahh ga ada hoax itu, dapat dari mana wacana gila kek gitu"tolak Melinda pura pura enggan


" dari mbok Inah" kekeh jesica


" Udah dech kakak ga usah pura pura nolak, kakak mau kan dijodohin sama tu Dewa? secara kan tuh anak baik, ganteng, tajir lagi kurang apa coba. Samber aja atuh kalau mau, kesempatan ga datang dua kali lho. Lagian kakak juga udah kepala tiga awas kalo ditolak bakalan jadi perawan tua. Dan satu lagi adikmu ini pengen banget menimang ponakan yang lucu dari kakak. Jangan lupa nanti kalau udah sah buatin aku keponakan yang banyak!"


Melinda tersenyum kecut mendengar celoteh jesica yang terdengar ngawur di telinganya.


"Dasar bocah mang lu kira ternak ayam apa?"


Melinda tersenyum jengah "Ya kalo dianya mau sama kakak, kalo maunya sama elo gimana gue ketok kepala lo".


"Serahkan semuanya sama gue!" bisik Jesica


"Melinda... Jesica bagaimana?? apa diantara kalian ada yang bersedia?" tanya Anggoro ramah.


Melinda menunduk malu malu sedangkan Jesica membuang muka sambil tersenyum jahil.


" hehehe begini om Anggoro yang terhormat saya mewakili sekeluarga dan juga mewakili kak Melinda ingin menyampaikan bahwa yang pasti yang bisa menjadi menantu bapak bukan saya tapi kak Melinda, dikarenakan saya masih sekolah dan nantinya masih ingin melanjutkan ke bangku kuliah maka sebaiknya jangan berharap pada saya tapi kak Melinda." khotbah Jesica tanpa jeda dan itu mengundang tawa semua orang di ruang tamu itu.


Dewa menatap kagum Jesica. "Tuh apa gue bilang cewek yang satu ini lebih menantang." batin Dewa senang.


"Eh tapi tunggu, dia tadi bilang dia ga bisa menerima perjodohan ini, itu artinya dia menolak gue donk... yach gugurlah harapan harapan gue untuk memiliki gadis itu".


Dewa tersenyum lemas, terpaksa ga ada pilihan lain ia harus menikah dengan kakaknya, Melinda. Kalaupun ia menolak pasti papanya marah besar karena papanya ingin lebih dekat dengan sahabatnya itu. Duh kek makan buah simalakama gue. batin Dewa resah


Kalau bukan karena ancaman papanya Dewa malas datang ke Indonesia, ia lebih akan lebih memilih duduk menatap layar komputer di ruangan kerjanya. Tapi mau gimana lagi papanya keras kepala dan semuanya harus tunduk dibawah peraturannya tanpa ada penolakan. Dewa tahu ia akan dijodohkan dengan putri sahabatnya papa. Jaman sekarang udah ga musim perjodohan, tapi dasarnya papa keturunan jaman perang pemikiran nya pun masih katrok.

__ADS_1


Sebenarnya dewa masih enggan untuk mencari pendamping hidup, dia masih ingin fokus ke dunia karir nya yang saat ini sedang dalam masa kejayaan. Sudah hampir lima tahun Dewa memegang dan mengambil alih perusahaan papanya. Karena terlalu fokus Dewa sampai lupa mencari pendamping hidup. Hal itu membuat papanya khawatir kalau nantinya dewa tak laku kawin.


Dewa menghela nafas berat menatap Jesica yang tengah bisik bisik dengan Melinda. Tadinya ia sempat merasa senang saat melihat Jesica, ada secercah harapan untuk menerima perjodohan itu. tapi ternyata kenyataan tak sesuai harapan , gadis itu menolak dirinya dengan alasan masih ingin menempuh pendidikan. Duh gini amat nasib cinta gue.


Ia beralih menatap Melinda, sebenarnya Melinda juga cantik, feminim dan elegan seperti kebanyakan wanita yang pernah ia temui. Berbeda dengan Jesica gadis itu terkesan tomboy dan menggemaskan. Apalagi kalau mulutnya maju beberapa senti ke depan, ingin rasanya ia memiliki bibir mungil itu. Tapi itu hanya mimpi karena yang bersanding dengannya nanti bukan gadis mungil itu tapi Melinda.


Dilain hati Melinda..... ia tersenyum bahagia, akhirnya impian nya berjodoh dengan dewa terwujud. Kalau ditanya kenapa??? sebenernya karena Dewa cinta pertama nya semasa remaja, tapi karena waktu itu dewa menghilang tanpa kabar akhirnya Melinda hanya bisa mengubur rasa sukanya dalam dalam, dengan mencoba beralih mencintai cowok lain. Tapi naasnya ia salah menempatkan cinta, ternyata cowok yang ia cintai meninggalkan dirinya dan memilih menikah dengan wanita lain. Kecewa dengan cintanya yang berakhir tragis membuat Melinda enggan bercinta lagi, dan itu juga membuatnya enggan menikah dan menolak puluhan lamaran pria. Bukannya apa apa ataupun sok jual mahal, tapi dia benar-benar takut untuk membuka hati lagi untuk cowok baru. Ia takut jika cintanya nanti gagal dan berakhir dengan luka .


Tapi sekarang trauma yang selama ini slalu menghantui hidupnya mendadak hilang berganti dengan secercah harapan baru. Entah ini keajaiban atau mimpi, ia benar-benar tak menyangka saat pertama kali melihat Dewa, cinta pertamanya kini hadir menjemputnya. Melinda berharap ini kenyataan bukan hanya sekedar ilusi saja.


Setelah menemukan titik terang akhirnya kedua calon besan itu menentukan hari dan tanggal pernikahan Dewa dan Melinda yang rencananya akan digelar bulan depan di Jakarta. Dewa menatap pasrah namun sebaliknya dengan Melinda ia bersorak senang.


" cieee yang mau married " goda Jesica centil


" apaan sih biasa aja kali " cibir Melinda kesal


" halah pake malu malu kucing segala, di hati seneng tapi mulutnya sok nolak, dasar munafik!!" balas Jesica genit


Jesica terus meledek menggoda kakaknya yang salah tingkah. Dasar malu tapi mau. cibir Jesica lagi


" ssttt udah deh diem berisik"sentak Melinda jengkel


Jesica tertawa senang kalau melihat kakaknya marah, wajahnya akan terlihat lucu ketika marah dan itu membuat Jesica ingin terus menggodanya.


Sabar sabar nggak usah ngegas. cibir Jesica seraya bangkit dari sofa meninggalkan ruang tamu .


"Eh mau kemana?" tanya Melinda panik


"ke dapur bantuin mama sama calon mertua" jawab Jesica ngasal membuat Melinda mendelik kesal


"ikuttt" bisik Melinda seraya bangkit mengikuti Jesica.


" huh dasar tukang ngintil" cibir Jesica


" bomat... bodo amat"


Melinda pun akhirnya mengikuti Jesica ke dapur ia takut kalau terus terusan berada di ruang tamu , bisa bisa mukanya yang putih akan berubah menjadi kepiting rebus karena menahan malu. Jalan terbaik adalah memilih kabur ke dapur untuk menghindari tatapan Dewa yang mampu meluluh lantakkan hatinya.


Sedangkan diruang tamu obrolan sesama laki laki dewasa masih berlanjut. Awalnya sih tentang dunia bisnis dan perkembangannya, tapi lama lama obrolan mereka merambah ke dunia pergunjingan emak-emak tetangga. Biasalah ngegosipin tingkah istri mereka yang suka nyeleneh. Ternyata ga cuma emak emak yang pinter gosip bapak bapak pun juga bisa, bahkan lebih gila kalo udah masuk dunia pergosipan.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2