Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Bertemu dan Terulang kembali


__ADS_3

Gadis cantik dengan tinggi semampai berjalan menyusuri lorong hotel yang tampak sepi. Tubuh indahnya terbalut kebaya beludru berwarna hitam dengan bawahan kain Jarit berwarna senada. Kakinya yang jenjang , putih bersih dan terawat sedikit terekspose menggoda iman kaum Adam . Ditambah lagi riasan di kepalanya membuatnya semakin cantik layaknya putri keraton.


Jesica menatap sekeliling, tak ada satupun batang hidung manusia yang terlihat kecuali dia sendiri, karena semua sedang sibuk di lantai atas. Dimana di sana acara kakaknya digelar. Jesica baru saja mengecek kamar pengantin yang telah di persiapkan oleh petugas hotel untuk kakaknya nanti malam. Dimana hari ini kakak tercinta akan melepaskan masa lajangnya. Ia tersenyum, akhirnya sebentar lagi dia bakal punya peliharaan baru hasil persilangan dari kak Melinda dan Dewa. Sungguh tak sabar rasanya menunggu kehadiran orok mereka berdua, kan lumayan bisa jadi mainan baru nanti.


Jesica mempercepat langkah menuju pintu lift yang terletak di ujung lorong.


Bughhhh......


"awwwww...... "


Jesica meringis memegang bahunya yang terasa sakit bekas di tabrak seseorang. Hampir saja ia jatuh terjerembab, kalau saja tangannya tak segera menempel ke dinding mungkin sekarang wajahnya sudah berciuman mesra dengan lantai. Jesica menahan kesal dengan cepat ia membalikkan tubuh dan


PLAK...


tangannya yang sudah gatal itu melayang bebas dan mendarat tepat di pipi pria itu, pria yang sudah membuat dirinya emosi.


"Eh kalau jalan lihat lihat donk, punya mata enggak sih hah, bentaknya jengkel . Oh ternyata lagi pake kacamata hitam, pantes nggak lihat jalan selebar ini, main tabrak orang sembarangan, dasar banyak gaya kenapa ga sekalian di lakban tu aja mata". Teriak Jesica kesal.


Pria itu membuka kacamatanya, menatap Jesica dengan senyum mengejek.


"Udah ngomelnya?" tanya pria itu jengah


"David.... "ucapnya lirih


Jesica tertegun mematung di tempat, saat matanya bertemu pandang dengan pria itu. Oh tidak ini seperti mimpi buruk. bagaimana ini? Jesica menelan ludahnya yang tiba tiba terasa pahit. sepahit keadaan nya saat ini.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Jesica gugup


"Hemzz rupanya kamu hah! cerca pria itu tersenyum sinis. Aku kemari ingin menghadiri pernikahan sahabatku, hari ini dia menikah. Dan hari ini aku beruntung menemukanmu disini, kebetulan sekali". ucapnya dingin


Jesica tersentak, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Dengan tubuh gemetar ia melangkah mundur membalikkan tubuh berlari menjauh menuju pintu lift yang tinggal beberapa meter lagi.


Jesica menoleh kebelakang, ternyata david mengikutinya. David semakin mendekat, langkahnya tiga kali lipat daripada langkah kakinya meskipun dia sudah berlari sekalipun. Jesica mempercepat langkahnya menjauhi buaya buntung itu .


Sesampai di depan pintu lift ia langsung menekan beberapa tombol dengan panik. Namun kali ini nasib sedang tak berpihak padanya. Setelah masuk David pun berhasil ikut masuk. Dan sekarang dia terjebak satu lift bersama buaya buntung.

__ADS_1


"Sialan, kenapa jadi begini sih nasib gue?" runtuknya kesal . Ingin sekali berteriak tapi sepertinya percuma karena tak akan ada satu orangpun yang mendengar suaranya.


"Jangan mendekat!" teriak Jesica panik. Namun sepertinya David menulikan kedua telinga nya. Ia sama sekali tak menggubris teriakkan Jesica.


"Kalau aku tetap mendekat kau mau apa gadis kecil?" bisik pria itu tepat di depan wajahnya.


Jesica semakin gugup, tubuhnya bergetar hebat. Sungguh demi apapun ini adalah mimpi buruk. Ya walaupun kemarin ia sempat bermimpi untuk bertemu kembali dengan pria kejam ini. Bahkan sempat ingin merebut nya dari sang istri. Tapi kali ini ia membuang jauh jauh semuanya.


"Apa yang kau inginkan dariku hah?belum cukup kau menghancurkan hidupku, sekarang apalagi yang kau mau dariku" bentak Jesica


David mendekat ke arah Jesica, sedangkan Jesica beringsut melangkah mundur ,namun langkahnya terhenti oleh dinding.


",Sial" umpatnya dalam hati .


"Hemmmmzzz kau ingin tau jawabannya?" bisik David lembut tapi terasa dingin dan menakutkan di telinga Jesica.


Jesica mengangguk diam seraya mengutuk David.


"Aku ingin ini hmmmmpppptttt" ucap David sambil menelan bibir Jesica dengan rakus.


David menghentikan aktivitasnya, ia memandang tajam bola mata Jesica. Ia berdecak kagum dengan paras Jesica yang terlihat begitu sempurna. Pantas saja ia sulit melupakan gadis ini. setiap melihat Jesica David tak pernah bisa mengendalikan semuanya. Jika itu sudah sangat mengganggunya ia harus segera menuntaskan keinginannya.


David menekan tombol mengganti tujuan. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini . Dengan sedikit paksaan ia menarik Jesica keluar dari lift. Terlihat Jesica meronta kesakitan.


Sungguh dalam hati Jesica menyesal, seharusnya ia tak usah bermimpi untuk bertemu kembali dengan pria kejam ini. Entah mimpi apa ia semalam sehingga hari ini ia mengalami kesialan bertubi tubi. David terus menyeret Jesica menuju ke sebuah kamar yang berada tak jauh dari lift.


Sesampainya di kamar David langsung mendorong Jesica ke ranjang berukuran king size . Ia tertawa melihat Jesica ketakutan, wajahnya terlihat semakin menggemaskan. Satu persatu ia menanggalkan pakaiannya dan hanya menyisakan satu celana. Dengan senyum senang ia mendekati Jesica.


"Tolong jangan lakukan ini, aku masih ingin hidup bebas, aku nggak mau terjadi sesuatu denganku nanti !" pinta Jesica memohon.


"Hemz aku tak peduli dengan alasanmu itu, akan kupastikan apa yang kau takutkan tak akan terjadi". David kembali mengingat kalau dirinya dinyatakan mandul, ia tersenyum kecut jika harus mengingat itu kembali, padahal ia ingin sekali memiliki seorang anak. tapi sepertinya percuma saja, kecuali ia harus menjalani operasi di luar negeri.


"kalaupun nanti terjadi sesuatu padamu , dengan senang hati aku akan tanggung jawab, dan harus kau tau sebrengsek brengseknya aku, aku masih punya sisi baik. Aku bukan laki laki yang akan lari dari tanggung jawab , jadi kau tak perlu khawatir jika terjadi sesuatu padamu" jawab David membuat Jesica menggigit bibir


"Aku menginginkanmu. terlebih saat kau dengan nakalnya kabur dariku. Aku kecewa dengan kelakuan mu yang seperti bocah walaupun kenyataannya kau memang masih bocah. Dan sekarang aku menemukanmu kembali, kau harus membayar kesalahanmu dan kekesalanku gadis nakal!!"

__ADS_1


"Too....tolong.... jangannnn !!!!!!"


David mana peduli, hasrat telah sampai di ubun-ubun. apalagi melihat tubuh sintal nan seksi di depannya, membuat nya tak sabar ingin menelan gadis itu bulat bulat. Tanpa komando ia sudah menindih tubuh sintal milik Jesica. Sedangkan Jesica tak bisa bergerak karena tubuhnya ia kunci.


"Aku akan selalu membuat mu seperti ini!" kekeh David mencium ceruk leher Jesica. Tangan nya mulai nakal menyelinap ke balik kain dan meremas milik Jesica. Jesica melenguh tapi ia mencoba mengabaikan, jika ia tak bisa mengendalikan bisa bisa membuat David semakin senang, dan yang terjadi adalah ia akan menjadi kelinci percobaan.


David kesal karena Jesica tak merespon , ia ingin gadis itu mendesah, tapi sepertinya Jesica sengaja menahannya. Sangat terlihat jelas, karena tubuh gadis itu menegang . Oke jika itu yang kau mau gadis nakal. aku akan membuatmu lepas. kekeh David dingin.


Sementara Jesica termenung memikirkan nasibnya yang malang. Percuma juga ia berontak menolak toh itu akan terjadi pada dirinya. Kalau dia terus begini David akan terus berbuat kasar padanya. Apa gue harus membalas dan menikmati permainan ini? tanya Jesica dalam hati. Saat David ingin merobek kain kebayanya ia meminta untuk menghentikan.


"Tolong hentikan aku mohon jangan robek pakaianku. kalau kamu menginginkanku perlakuan aku secara lembut". Bisik Jesica mesra, ia mulai mencoba berdamai dengan David.


David tertegun, hemzzz sudah mulai jinak sekarang. gumamnya. ia mengurungkan niatnya untuk merobek kain kebaya Jesica. Sedangkan pegangan tangannya di pergelangan Jesica perlahan mengendur. Ia membiarkan Jesica bebas. Ternyata benar kalau gue nurut dia bisa lembut, mungkin bisa juga menjadi romantis. Detik berikutnya David melepaskan bajunya, ia tak bergerak membiarkan David berbuat apapun dengan dirinya. lagian juga sudah tidak perawan. tekadnya dalam hati.


Jesica mengalungkan kedua tangannya ke leher David mengecup leher David dan meninggalkan bekas kemerahan di sana. David senang diperlakukan seperti itu. Tak berhenti di situ Jesica mulai berani meraba miliknya. Oh nikmatnya bisik David saat jemari mungil itu menyentuh bagian sensitifnya.


Hemz lakukan lah! perintah Jesica lirih. sungguh saat ini tak bisa lagi menahan, ingin segera ada penyatuan diantara mereka. David mengangguk senang. Dan akhirnya kamar itu dipenuhi suara desahan mereka berdua, tak ada pemberontakan, yang ada hanya suasana desahan nan syahdu.


"Hey gadis nakal kenapa kamu berubah jadi penurut?" tanya David sambil membelai lembut pipi Jesica


"Karena aku sudah mulai mencintaimu, tapi kau selalu memperlakukan ku dengan kasar" jawab Jesica lirih


Benarkah? tanya David tak yakin dengan apa yang barusan ia dengar.


"Ya aku mencintaimu" ulang Jesica


"Aku juga mencintaimu sejak pertama bertemu dengan mu". jawab David


"Hah kapan kita bertemu, bertemu dengan cara menculikku". sindir Jesica sengit


"Kita bertemu beberapa tahun yang lalu, saat kau masih bau kencur dan sekarang juga masih bau kencur tapi bedanya sekarang semakin dewasa."


"Dimana? kurasa kau mengarang cerita bohong!!"


Jesica mencoba mengingatnya, tapi ingatannya terlalu tumpul. Sedangkan David diam tak mau menjawab. Huh dasar pembual. Sial benar kenapa harus bertemu dengan pria brengsek ini. Dan yang paling menyebalkan ia jatuh cinta dan kembali bercinta dengan si brengsek itu. Jesica berdecih kesal, meratapi kebodohannya yang sudah kelewat batas.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2