
Jesica POV:
Aku masih duduk syahdu di samping kak Melinda di jok belakang. Sedangkan kak Aldi dan papa duduk di depan. Tak ada percakapan yang terdengar ,dan aku pun malas untuk membuka mulut.
Kupejamkan kedua mata ini rapat rapat. Mengosongkan otak dan hati untuk mencari kedamaianku sendiri. Namun pada akhirnya bukan kedamaian yang kudapat melainkan tragedi pahit yang selalu muncul dalam benakku. Telah kucoba menyingkirkan peristiwa sialan itu, tapi sia-sia, ia datang lagi. Seolah olah memang sengaja datang menggoda. Aku semakin kesal dibuatnya.
Bayangkan ! rasakan jika kau jadi akuuu!
Kumenangis membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku kau hancurkan hidupku kau hancurkan mimpiku!
Tanpa kusadari air mataku jatuh membasahi pipi. Ah ingin ku akhiri hidup ini dengan terjun ke jurang atau gantung diri pakai tali. Aku tak sanggup menerima kenyataan ini. Aku serasa jadi paling manusia buruk dan terhina. Tak ada lagi yang bisa kubanggakan sebagai seorang wanita. Kesucianku telah raib direnggut oleh David, om jelek yang juga telah merubah tubuhnya menjadi seperti gembel.
" Awas kau om jelek tunggu tanggal mainku, akan kubalas semuanya! dan akan kubuat kau menderita seumur hidup, sampai ke liang lahat pun aku akan mengejarmu!" Tekadku dalam hati sambil mengacungkan kepalan tangan ke atas.
"kenapa dek?" tanya kak Melinda mengagetkanku
Aku menggeleng dan tersenyum tipis.
Kak Melinda menarik nafas panjang dan mendekap ku dalam peluk hangatnya.
" Cerita sama kakak, kakak tau kamu ngumpetin sesuatu dari kakak!" bisik kak Melinda di telingaku.
Aku mendorong tubuh kak Melinda , menatap wajahnya yang selalu terlihat teduh. "Aku ingin kak ! aku ingin menceritakan semua tapi aku takut! aku takut! , aku takut nanti kalian membuang aku, aku takut kalian akan membenciku" teriakku dalam hati.
Seolah tau apa yang kurasakan , kak Melinda kembali mendekap ku. Aku hanya diam menikmati kehangatan yang dia berikan.
Aku berharap ini derita yang pertama dan terakhir. Setelah ini aku ingin berubah, memperbaiki diri menjadi pribadi kuat dan tangguh. Aku tak ingin terlihat lemah di mata cowok kampret.
Tanpa sadar bibirku terangkat keatas, dan kurasakan jiwaku mulsi tentram. Apakah aku sudah mengikhlaskan semua ini. Ah entahlah. Biarkan waktu yang menjawabnya
πΏπΏπΏ
Author POV:
Sudah hampir dua jam Kinan pingsan. Semua pembantunya mengelilingi tubuhnya dengan raut wajah gelisah .
" Mbakyu piye Iki?" ujar Ijah mencolek lengan Surti ("Mbak bagaimana ini?")
"piye apane" jawab Surti datar. ("bagaimana apanya")
" nasib e awakke dewe" ("nasib kita semua")
" Hem Ojo takon wae meneng'o aku lagek mumet!" ujar Surti kesal. (" Hem jangan banyak tanya diamlah aku pusing!")
Ijah memberenggut kesal, sedangkan Surti menatap tajam meminta untuk tidak berkomentar apapun, karena nasib nyonya besar lebih penting.
__ADS_1
Tak lama kemudian suara deru mesin mobil terdengar di garasi samping, Surti langsung beranjak meninggalkan kamar Kinan menyambut kedatangan Arman. Surti sudah sangat hafal dengan suara mobil Arman.
Arman terdiam sejenak meregangkan ototnya yang sudah kaku, perjalanan Bandung Tangerang membuat seluruh tubuhnya lelah , ditambah lagi dia belum tidur semenjak pulang dari hajatan kemarin malam. Arman melirik jam tangan yang telah menunjukkan pukul 03.45 Wib.
" udah sampe ya pa?" tanya Aldi dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Arman mengangguk pelan.
Aldi mengucek-ucek matanya yang masih setengah tertutup. Sedangkan mulutnya terus menguap. Arman menggeleng menatap tingkah Aldi.
"Ayo turun tidurnya lanjutin nanti !" ucap Arman sambil membuka pintu mobil.
Aldi mengangguk malas mengikuti Arman. Surti dan Ujang sudah berdiri tepat di samping mobil . Arman melempar senyum ke arah mereka berdua dan mereka menunduk takut.
" tolong bantu bawa cyka ke dalam!"
"Baik tuan" jawab mereka serempak
Dengan sigap mereka langsung memapah tubuh Jesica ke ruang tamu. Dalam hati mereka merasa heran dan penuh tanda tanya. Apa yang telah terjadi pada Jesica dan kenapa tubuh Jesica berubah mengerikan menjadi seperti mumi. Tapi mereka hanya diam tak berani bertanya.
Sedangkan Kinan sudah siuman. Sebenarnya dia sudah siuman sebelum Arman datang tapi dia pura pura masih pingsan, dia malas untuk melihat wajah wajah pembantunya yang ceroboh.
Tapi saat mendengar suara gaduh di ruang tamu membuat dia penasaran. Dengan gerakan cepat ia langsung berlari menuju ruang tamu untuk memastikan kalau Jesica sudah ditemukan. Sedangkan Inah dan Ijah di buat jantungan dengan tingkah Kinan.
"huh ampun duh gusti, paringono kuat ati !" ucap Inah sambil mengelus dada. (" huh ampuni aku ya Allah, berikanlah kekuatan hati")
Inah menatap sebal mendengar jawaban Ijah. Ia beranjak meninggalkan Ijah menyusul Kinan yang sudah heboh di ruang tamu.
DI RUANG TAMU....
Kinan memelototkan kedua matanya menatap mumi yang tengah terbaring di sofa ruang tamu.
"papaaaaaa........ mana cyka? kenapa malah bawa mumi? papa sengaja mau buat mama mati ? " berondong Kinan sebal bercampur takut karena Arman pulang tak membawa cyka malah membawa hantu jelek mana kotor lagi.
"Hem ini hantu jorok banget nggak pernah ganti pakaian, liat bajunya aja udah kumal" teriak Kinan sebal
Arman tak menjawab pertanyaan Kinan malah tersenyum dan berlalu meninggalkan ruang tamu.
" Di mana adik kamu cyka?" tanya kinan kecewa
"Ada kok ma" jawab Aldi sekenanya karena masih ngantuk
" lhaa mana?" bentak Kinan kesal karena tak ada satupun yang mau memberitahu dimana Jesica berada
" tuh!" jawab Aldi sambil menunjukkan jari telunjuknya ke sofa.
__ADS_1
Kinan menatap marah merasa dipermainkan.
"awwww ampun ma sakit!" jerit Aldi kesakitan
"rasain ,makanya jangan mempermainkan orang tua, orang tu nanya baik baik jawabnya seenak jidatnya sendiri ! dosa ! dasar anak durhaka ga ada akhlak!"
Aldi menatap jengah dan berlalu meninggalkan lokasi dengan posisi tangan memegang telinganya yang terasa panas bercampur perih bekas jeweran Kinan. Sedangkan Kinan terus ngomel mengutuknya.
" Sejak kapan cyka jadi hantu?" omel Kinan
" nyonya ini non cyka bukan hantu" ucap Surti pelan takut Kinan marah
Kinan melotot tajam menatap mumi yang terbaring di sofa di depan Surti. Antara takut dan penasaran ia mendekat.
" ini beneran nona cyka nyonya!" sahut Surti meyakinkan kinan
Kinan diam mematung, dia sangat hafal bentuk tubuh Jesica.
"Jadi benar mumi itu Jesica anakku, Ya ampun nak! kenapa kamu jadi hantu sih nak, mama belum siap liat kamu gentayangan, mama belum siap kehilangan kamu, kamu anak kesayangan mama, jangan tinggalin mama" cerocos Kinan tanpa henti
Rasa takutnya hilang entah kemana, yang ada dalam hati Kinan saat ini adalah ingin mendekap tubuh Jesica dengan kasih sayangnya. Apalagi melihat kondisi Jesica yang saat ini telah berubah menjadi sosok mengerikan dengan kain putih kotor membungkus tubuhnya.
Suasana berubah hening dan sunyi, hanya ada suara isakan lirih yang terdengar. Sedangkan para pembantu menatap bingung, terutama Ijah dan Inah
" yu kuwi ki opo, dibuntel buntel gombal amoh ki?" tanya inah sambil menowel lengan Ijah ("mbak itu apa sih, kok dibungkus kain kotor segala?")
" huss ngawur ati ati nek ngomong, kuwi ki non cyka!" sahut Ijah sedikit kesal. (" huss sembarangan, hati hati kalau ngomong, itu non cyka")
" Oalah Iyo ,pangling aku yu , barang wingi aku weruh non Cyka ayu merok merok kok saiki maleh elek , terus kui ndadak diubet ubet gombal puteh barang , persis koyo setan mumi". bisik Inah bergidik ngeri
("oh iya, lupa lupa ingat aku mba, soalnya kemarin kan aku liat non cyka cantik , lah kok sekarang berubah jelek , mana dibungkus pake kain putih lagi, persis setan mumi")
"siapkan kamar untuk cyka, di sebelah kamar saya!" titah Kinan dingin
Semua pembantu mengangguk patuh dan beranjak meninggalkan Kinan dan Jesica di ruang tamu. Sedangkan Kinan masih terduduk lemas di samping tubuh Jesica. Air matanya tak henti menetes . Naluri keibuannya terluka melihat kenyataan ini. Kemana saja dia selama ini, kenapa dia sampai lalai.
Kinan tahu apa yang terjadi pada Jesica, ya dia tau walaupun Jesica belum menceritakan semua. Dan itulah yang membuat jiwanya terluka. Apakah nantinya Jesica bisa menjalani hidupnya dengan normal seperti yang lain.
πΏπΏπΏπΏ
3 Bulan telah berlalu kini Cyka sudah mulai bisa menjalani hari-harinya kembali dengan normal. Teman satu sekolah nya pun tak henti berkunjung ke rumah untuk menengok kondisinya. Dan sekarang Cyka tersenyum lega akhirnya dirinya dinyatakan sembuh total setelah menjalani beberapa terapi.
Saatnya kembali mengejar impian kekeh Jesica sambil menatap halaman Rumah sakit yang nampak padat di penuhi kendaraan. Ia tersenyum miris, rumah sakit ini penuh dengan pasien covid19.
Jesica mendesah pelan karena hawa sekitar membuat nya gerah. Sedangkan Kinan berjalan mendekat kearah Jesica dan mengajaknya pulang.
__ADS_1
πππ