Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
-


__ADS_3

pekarangan rumah yang juga tak kalah mewah. Mobil BMW i8 berwarna putih itu berhenti di garasi yang berada tepat di samping rumah megah. hem kalau dikira kira tuh mobil harganya kurang lebih hampir mencapai tiga setengah miliar.


Arya, seorang pria berumur keluar dari dalam mobil dan berlari membukakan pintu mobil di sebelah kirinya.


Winda turun dari mobil mewah itu dengan elegan. Rambutnya yang panjang dan bergelombang dibiarkan tergerai . Kulit putih hidung mancung tak lupa juga bodinya yang aduhai menambah kecantikannya.


Arya menggandeng tangan wanita disampingnya dengan mesra.


"sayang apa kamu yakin istrimu merestui hubungan kita" tanya Winda ragu


"akan kupastikan dia merestui kita sayang" jawab arya yakin


"bener ya ga bohong" bisik Winda lembut sambil bergelayut manja di lengan Arya.


Arya mengangguk dan mengajak kekasihnya masuk kedalam rumah.


Dewi tengah menyiapkan makan malam untuk suaminya yang sebentar lagi akan pulang. Dewi tersenyum menatap makanan yang telah rapi dan tertata sedemikian rupa. Setelah semua beres dan lengkap ia segera naik menuju lantai atas untuk mandi membersihkan diri. Hari ini dia sampai lupa untuk mandi karena terlalu sibuk menyiapkan makanan sejak siang tadi dan semua baru selesai sekarang.

__ADS_1


Arya memasuki ruang tamu yang tampak sepi tak terlihat ada tanda-tanda kehidupan, Arya terus melangkah mencari sosok istrinya yang belum menampakkan diri. Karena tak juga melihat batang hidung sang istri, akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Winda menuju ruang makan. Di atas meja makan telah tersaji berbagai makanan lezat yang membuat cacing cacing peliharaannya didalam perut sana meronta-ronta minta asupan.


Dengan semangat empat lima Arya langsung menarik kursi dan duduk menikmati makanan lezat yang telah terhidang itu dengan khidmat.


"sayang kamu bisa masak ga?" tanya Arya sambil mengunyah nasi di mulutnya.


"Bisa kok bisa banget" jawab winda bangga


"Jadi bisa masakin aku tiap hari Dong?" tanya Arya senang


"iya bisa tapi kamu jangan bosen ya?" jawab Winda dengan nada memelas


"Iya nanti tiap hari aku masakin nasi goreng sama dadar telur"


mas kenapa senyum senyum sendiri" tanya Winda bingung


sedangkan yang ditanya hanya diam dan kembali melanjutkan santapannya.

__ADS_1


"Is... nyebelin" sungut Winda kesal


Dewi telah selesai mandi dan sekarang ia tengah merias wajahnya dengan make up tipis. Dia tersenyum simpul menatap pantulan bayangan dirinya di cermin, dress panjang merah maroon tampak serasi melekat di tubuhnya yang seksi. Dewi tersenyum membayangkan pertemuannya dengan suaminya nanti. "Pasti mas Arya senang melihat penampilanku ini" bisiknya sambil melangkah keluar dari kamar.


Dewi melangkah menuruni setiap anak tangga menuju ruang makan dengan hati berbunga bunga, karena dia yakin suaminya telah menanti dirinya di sana bersama kayla anak perempuan semata wayangnya yang masih berusia sembilan tahun.


Saat melewati kamar kayla, Dewi menyempatkan diri mengintip kamar Kayla yang tidak dikunci. Kayla tampak asyik bermain game online.


"Sayangg..."panggil Dewi lembut dan melangkah masuk mendekati kayla


Kayla menoleh ke arah Dewi tapi kemudian kembali asyik dengan game online nya. Dewi menggelengkan kepala tanda tak mau.


"Sayang ayo kita makan" bujuk Dewi dengan lembut


"Gak mau Kayla ga mau makan ma" jawab kayla malas


"kenapa ga makan sayang nanti sakit lho, ayo nanti mama suapin, mama hari ini masak ayam panggang kesukaanmu lho." kata Dewi sambil mengelus rambut panjang kayla.

__ADS_1


"Gak mau! kayla ga lapar !" jawab kayla dengan muka cemberut, membuat Dewi mencubit gemas pipi chubby kayla yang saat lucu kalau lagi cemberut.


"Papa sudah nunggu di ruang makan, emang kayla ga kangen sama papa?" tanya dewi tersenyum


__ADS_2