Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Kenyataan Yang Terungkap


__ADS_3

Papa Arman dan mama Kinan yang sudah terlelap menikmati dunia mimpi harus terbangun dengan paksa karena mendengar suara keributan di belakang tepatnya dari arah dapur.


Mama Kinan memberenggut kesal seraya menggoyang goyang tubuh papa Arman. Dalam hatinya merasa dongkol "Ada apa sih malam malam teriak teriak ganggu orang tidur aja, nggak tau apa orang lagi enak-enakan mimpi, piknik jalan jalan ke Paris makan bakso mercon sama sekoteng."


"Ada apa sih ma?" tanya Papa Arman sambil menguap lebar mengeluarkan gas beracun membuat mama kinan melotot sebal.


"Huh jorok banget sih pah.. udah tua juga ditutup kenapa, baunya bisa bikin mama pingsan!" renggut mama Kinan seraya memencet hidungnya.


papa Arman meringis tanpa dosa.


"refleks ma efek masih ngantuk, lagian nggak papakan mah.. toh tiap hari kita juga tukeran lidah masak gara gara papa nguap aja mama mau pingsan, bukannya mama suka ya dengan aroma mulut papa!" kekeh papa Arman tersenyum menggoda dan langsung mendapat cubitan maut dari mama Kinan.


"pah.. ada apa ya? kenapa dibelakang ribut". tanya mama Kinan penasaran, kembali ke tujuan kenapa mereka bisa terbangun di tengah malam.


" papa juga nggak tahu ma, paling kucing sama tikus bertengkar rebutan ikan asin" jawab papa Arman ngasal , ia masih fokus mengelus-elus bintik merah di pupu bekas cubitan mama kinan.


" hissstt papa... mana ada kucing sama tikus teriak teriak pake bahasa manusia gitu" cibir mama Kinan kesal dengan jawaban ngawur suaminya


"ya udah kita lihat yuk!" ujar papa Arman seraya bangkit dari ranjang melangkah tersoek-soek karena masih belum sempurna sadar. Diikuti mama Kinan yang juga tampak melangkah malas menuju dapur.


Sesampainya di dapur mata mereka membulat terkejut dengan apa yang terjadi di depannya. Pemandangan yang membuat bulu kuduk merinding. Melinda tampak menangis di pelukan Dewa sedangkan jesica terlihat duduk lemas di lantai dengan wajah berantakan penuh darah.


"Jesica...."teriak mama Kinan menghambur memeluk si bungsu.


"mama.." desis Jesica terkejut dengan kehadiran mama kinan yang tiba tiba.


"Kamu kenapa nak, kenapa bisa jadi begini?, ada apa? apa yang terjadi sama kamu nak" tanya Mama Kinan tersedu.


Jesica diam membisu enggan mengatakan kejadian barusan. Karena tak dapat jawaban Jesica, mama Kinan berbalik badan menatap Melinda dan Dewa dengan tatapan marah siap menerkam dua orang didepannya karena telah berani melukai Jesica.


"Melinda.... Dewa.....apa yang telah kalian perbuat dengan adik kalian hah?..." teriak mama Kinan marah

__ADS_1


"Iya kenapa wajah Jesica jadi banyak darah? apa yang kalian lakukan?" cerca Papa Arman tak kalah marah


Melinda melotot kesal karena papa mamanya lebih membela Jesica. Ingin rasanya Melinda mencakar kembali wajah Jesica. Dengan kesal ia mendorong tubuh Dewa hingga terpental beberapa meter.


"Maafkan Dewa pa.. ma.. ini hanya salah pah...." belum sempat Dewa mencoba menjelaskan Melinda sudah memotong


"mama sama papa harus tau kalau anak kesayangan yang kalian pungut itu adalah pelakor" teriak Melinda kesal


PLAKKK......


Tamparan keras mendarat mengenai pipi Melinda


"Melinda jaga ucapanmu, jangan asal bicara kamu!" bentak papa Arman marah


Melinda meringis memegang pipi bekas tamparan papa Arman. Nyeri dan perih menjalar ke seluruh pipinya


"owww jadi papa lebih ngebelain anak pungut itu, papa lebih peduli sama dia ketimbang anak papa sendiri, sampai sampai papa tega nampar aku, tampar aja terus tampar biar papa puas" teriak Melinda tak terima diperlakukan dengan kasar oleh papanya


Satu tamparan kembali menyapa pipi Melinda.


"Sekali lagi ucapanmu tidak kamu jaga papa tidak akan segan segan mencoret nama kamu dari daftar anak ahli waris papa".


"Papa jahat.....!!! kalian semua jahat.!! awas akan kubalas kalian nanti". Melinda berhenti sejenak mengatur nafasnya yang sesak. Air matanya membasah, jari telunjuk menunjuk Jesica dengan raut wajah penuh dendam, karena gara gara gadis pungut itu semua orang yang ia cintai berbalik membencinya.


"Buat papa mama makasih untuk kasih sayang kalian selama ini buat Mel. Maaf Mel sebagai anak belum bisa membalas kebaikan kalian, belum bisa sepenuhnya menjadi anak yang berbakti. Dan aku tak berharap sedikitpun untuk mendapatkan ataupun menguasai harta warisan dari kalian. Aku masih bisa mencari uang sendiri, aku bisa sukses tanpa harus mengandalkan warisan. Dan untuk kamu Dewa, suamiku tercinta makasih udah mau mencintaiku dan juga terima kasih udah mengkhianati pernikahan kita yang baru berumur kecambah. Bersiaplah setelah ini kita akan urus surat perceraian, karena aku tidak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan laki laki tak setia penghianat sepertimu yang sama sekali tidak pernah mencintaiku. Cerai mungkin jalan terbaik untuk kita berdua, setelahnya kamu bebas bercinta dengan siapapun termasuk pelakor itu" ujar Melinda tersedu menatap Jesica dengan tatapan benci .


"Dan elo Jesica, anak kesayangan mama dan papa gue selamat karena elo udah berhasil buat orang orang yang gue cinta benci sama gue, sekali lagi selamat ya untuk prestasinya. Tapi jangan senang dan bangga dulu , asal elo tau elo itu disini bukan siapa siapa, cuma numpang hidup. Elo ingat baik baik elo itu cuma anak pungut yang diambil papa gue di hutan. Jadi jangan harap gue sudi mengakui elo sebagai adik gue. Dasar gembel anak hasil pungut pelakor pula cihhh ...." khotbah Melinda panjang lebar seraya meludah ke lantai lalu pergi meninggalkan dapur.


Papa Arman menatap kosong kepergian Melinda yang diikuti Dewa. Terlihat gurat kesedihan di wajahnya, tapi ia kemudian tersenyum menutupi kesedihannya itu.


Sedangkan Jesica masih menangis dalam pelukan mama Kinan. Ia bukan menangisi rasa perih yang menjalari seluruh tubuhnya. Melainkan menangisi sebuah kenyataan baru, kenyataan bahwa dirinya bukan anak dari papa Arman dan mama Kinan melainkan hanya anak hasil pungut.

__ADS_1


Jesica mengusap air mata diwajahnya yang sudah bercampur bersama darah kering. Bibir mungilnya meringis menahan sakit bekas dari sentuhan tangan.


"Ma.. benar yang dikatakan kak Melinda? benarkah kalau Cyka cuma anak pungut yang papa mama ambil di hutan?" tanya Jesica disela tangisnya.


Mama Kinan tersentak, tapi cepat cepat ia tersenyum menutupi kegugupannya mengeratkan pelukan.


"Maafkan kita nak, bukannya mama papa ingin menutupi semua ini dari kamu, tapi kita hanya menunggu waktu yang tepat " jawab mama Kinan dengan nada tertekan, terlihat jelas kalau mama Kinan begitu terluka mengatakan itu.


"lalu Jesica anak siapa ma? " tanya Jesica kembali


" Mama dan papa juga tidak tau, dulu papamu menemukanmu di hutan. Karena tak tega papa mengambilmu dan kebetulan waktu itu mama kepengen punya anak kecil. Ya sudah dengan senang hati mama menerima merawatmu hingga sekarang. Percayalah mama sayang sama Cyka melebihi apapun, maafkan kita ya nak belum bisa menemukan kedua orang tuamu, kita sedang berusaha, tapi kita janji secepatnya akan mencari tau." ucap mama Kinan panjang lebar


Jesica terdiam sesaat, ternyata firasatnya selama ini benar dia bukanlah bagian dari keluarga besar Cokrodiningrat. Jesica menelan ludahnya yang terasa pahit.


"mama boleh meminta sesuatu sama Cyka ",tanya mama Kinan lembut


" apa itu ma"


" Mama mohon sama kamu , jangan benci mama, papa ataupun kakak kakakmu, percaya sama mama kita semua sayang sama cyka!" ujar mama Kinan lirih


"Iya ma akan cyka coba" jawab Jesica dengan suara lemah


"Terima kasih sayang" ujar mama kinan tersenyum senang. Jesica terpaksa menampilkan sederet gigi putihnya tersenyum palsu untuk menutupi luka hatinya. Bagaimanapun juga papa Arman dan mama Kinan adalah sosok yang selalu ada untuk dirinya. Dua sosok hebat yang tak pernah lelah mengasihinya melebihi kasih orang tua kandungnya.


Kemanakah Orang tua kandungnya, ingin sekali Jesica melihat wujud mereka berdua. Jesica kembali tersenyum kecut, jangankan melihat wujud mereka, nama mereka pun Jesica tak tau. Semalang ini kah nasibnya.


Ya Tuhan apa salahku hingga diriku di buang, apakah aku ini hasil dari anak haram, anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya, anak yang memang layak untuk di buang karena kalau aku dibiarkan hidup di tengah tengah mereka aku hanya akan menjadi sebuah aib yang akan mencoreng nama mereka.


Lalu kalau benar aku ini anak haram, kenapa aku dilahirkan ke dunia, kenapa tidak digugurkan aja pas dalam kandungan. Daripada aku terlahir sebagai anak terbuang. Hina bagai sampah tak berguna. Mana rasa tanggung jawab dan rasa kemanusiaan kalian. Tidakkah kalian tahu gara gara ulah kalian aku jadi seperti ini. harus menanggung beban menderita batin. Ah aku jadi membenci kalian, manusia yang tak layak menyandang status sebagai orang tua.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2