
" Cykaaaaaaa...................!"
Sebuah teriakan terdengar memecah kesunyian lorong kelas yang tampak sepi dan berhasil merambat berdenging mengusik pendengaran Jesica. Ia menoleh ke sumber suara.
"Apaan sih masih pagi teriak teriak , udah kek Tarzan Lo..!"
"Dih biarin galak amat jadi orang!" jawab Sita sewot dan langsung dapat jitakan di dahinya
" Berisik tau nggak!" bentak Jesica
" Lagian Lo budeg sich, gue panggil dari tadi kagak denger" balas Sita jengkel
" Ngada ngada Lo... orang dari tadi gue ga denger orang manggil nama gue, gue ga budeg , elo mungkin yang mendadak bisu pas manggil gue!"
Sita menatap Jesica dengan jutek campur marah. Ga terima dirinya dikatakan bisu. Jelas jelas dia tadi teriak teriak manggil nama Cyka beberapa kali tapi Jesica tetep aja budeg,sampai dia ditegur petugas PKS (Penjaga Keamanan Sekolah)yang sedang patroli karena perbuatannya dianggap menggangu ketertiban dan keamanan sekolah.
"Huh dasar budeg tapi main ngatain orang bisu seenak jidatnya sendiri. Kalau bukan temen gue udah gue hajar Lo" gumam sita jengkel.
"udah ah buruan masuk kelas kita udah telat nich , nanti keburu pak Markus datang!" ajak Jesica sambil menarik tangan sita secara paksa. Sita hanya diam saja, dia masih marah dikatain bisu. Tapi Jesica tampak tak perduli dan terus menyeret sita mengikuti langkahnya. Egois emang tuh anak.
Sedangkan di ruang kelas XII IPA1 tampak sunyi. Jesica mengetuk pelan pintu masuk.
" tok... tok... tok...."
" permisi!!!"
"Masuk...!!!" jawab seseorang dengan suara berat. Pak Markus
Jesica meremas tangan Sita, sedangkan Sita meronta ronta menarik tangannya menghempaskan tangan Jesica dengan kasar.
Sita masuk kedalam kelas mendahului Jesica tanpa mengucap sepatah kata. Jesica bingung dengan sikap Sita yang tiba tiba berubah.
" Kamu lagi.....!" ujar pak Markus dingin
"Maaf pak saya salah" jawab Jesica menunduk malu.
Sedangkan Sita diam acuh tak acuh
Pak Markus menghela nafas. Setahu dia Anak anak MIPA selain pintar dalam bidang academic juga terkenal siswa paling taat dengan tata tertib peraturan sekolah. Dari sekian banyaknya pengalaman mengajar, baru kali ini dia menemukan siswa MIPA yang rajin absen melanggar tata tertib sekolah.
" Hemmmz ya sudah sana duduk, kali ini bapak maafkan tapi lain kali jangan diulang, kalau sampai kalian melanggar bapak tidak segan segan menghukum kalian!. pahammmm!!!!!!" titah Pak Markus tegas
"iya pak terima kasih saya janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Jesica sambil berjalan ke bangku dengan wajah tertunduk.
Jesica mengangkat wajah menatap seluruh isi ruang kelas. Ia bingung karena tak ada bangku kosong untuknya kecuali bangku kosong di samping Revan. Sedangkan Sita sudah duduk bersebelahan dengan Jhon dan terlihat sibuk dengan cowok ganteng itu.
__ADS_1
Jesica menghela nafas ,terpaksa dengan berat hati ia harus duduk sebangku dengan Revan. Ia membanting tas nya di atas meja dan segera menghempaskan pantatnya ke bangku. Revan mengerutkan keningnya
" heyy kenapa" Tanya Revan lembut
" lagi bete lah, pake nanya , ga lihat apa gue lagi kesel" sungut Jesica
Revan tersenyum kalau melihat Jesica kalau sedang badmood, wajahnya menjadi sangat lucu hingga membuat ia gemas.
"udah jangan marah marah mulu ntar cantik nya ilang" goda Revan
"apaan sih gombal"cibir Jesica
"siapa yang gombal coba, kan kmu emang cantik sayang!" goda Revan lagi, dan langsung mendapat cubitan maut di pinggangnya
"awwwww sakittt..., itu jari apa jarum sih" sungut Revan sambil mengelus-elus bekas cubitan Jesica
"rasain" cibir Jesica tersenyum penuh kemenangan
"ah jahat banget kamu yank". rintih Revan sedih
Jesica diam tak membalas rintihan Revan ,ia memilih fokus ke mata pelajaran di depan. Walaupun nggak ada satupun yang masuk ke otaknya, tapi setidaknya ia mencoba fokus pura pura paham agar pak Markus tidak mencurigainya.
πΏπΏπΏπΏ
"yank ngantin yuk!!" ajak Revan
" males ah" tolak Jesica
"Ayuk ahhh gue traktir bakso dech"
" lagi males ngunyah makanan"
"ya elah sampai segitunya , nanti gue kunyahin kalo males nguyah"
Jesica menoyor kepala Revan
" jijik" cibir Jesica bergidik ngeri
"makanya temenin gue ngantin, ntar kalo sendiri dikira jomblo, takutnya cewek cewek di SMA ini heboh "
"halah tampang kaya tumis kangkung aja bangga, norak lu" sindir Jesica
"Udah ah keburu habis jam nya, mau seret apa gendong?" Revan gemas dengan sikap Jesica keras kepala
" iya... iya gue temenin" sungut Jesica tepaksa
__ADS_1
Revan tersenyum penuh kemenangan saat mata mata cemburu menatap dirinya bergandengan mesra dengan Jesica. Sedangkan Jesica diam acuh tak peduli dengan tatapan penuh keirian menghujami nya.
"Hey kamu lihat nggak" bisik Revan di telinga Jesica
" enggak lihat" jawab Jesica tak peduli
"coba kamu lihat, mereka iri melihat kita berdua" bisik Revan lagi dengan nada bangga
"biasa aja"
"Gimana kalau kita jadian"
"udah ah ngomongin apa sih Lo ga jelas banget, udah sana cepetan pesen bakso dua mangkok" titah Jesica sambil mencari tempat duduk yang enak. Akhirnya ia memilih meja di pojokan.
Beberapa menit kemudian Revan datang membawa nampan berisi dua mangkuk bakso panas, dua cangkir lemon-tea dingin dan beberapa gorengan.
" nich makan" ujar Revan sambil menyodorkan semangkuk bakso dan lemon tea ke hadapan Jesica dan di sambut dengan wajah berbinar.
"makasih"
Mereka berdua menikmati santapan masing masing tanpa mempedulikan sekitar. Tak butuh waktu lama mereka pun telah menghabiskan semangkuk bakso itu dalam hitungan dua menit lebih satu detik.
"Ayank bentar.....!" bisik Revan
"apa sih yank yank... jijik gue dengernya"
Revan mengambil beberapa buah tissue dan mengusap sisa kuah bakso yang menempel di bibir Jesica dengan lembut. Jesica yang diperlakukan seperti itu jadi salah tingkah. Pandangan mereka bertemu, saling bertukar tatap. Sedangkan seisi kantin di buat senyap dalam sekejap, menyaksikan drama romantis. Dan ada sebagian yang mengabadikan mereka berdua lewat siaran langsung di Instagram.
"ahhh sosweet... mauuuu donkkk" jerit salah satu penonton
"Yank kok kamu g seromantis Revan sih, kapan kamu bisa kayak gitu " ujar seorang cewek sambil meremas baju cowoknya
" nunggu lebaran kucing" sahut cowok itu sekenanya.
Hemmmmzzz kamu sebenarnya ganteng Van, tapi sayang gue udah mencintai orang lain, Dan nggak tau kenapa rasa cintanya pada Revan menghilang begitu kini yang tertinggal hanya rasa kagum sebagai seorang teman.
Cyka sampai kapan kamu terus begini , sampai kapan kamu menyiksaku dengan perasaan yang tak pernah kau balas. Harus dengan cara apa apalagi agar aku bisa memilikimu.
"jam pelajaran ketujuh dimulai.!!!" suara bel menyadarkan mereka menandakan bahwa dramanya harus segera di akhiri. Jessica terkejut Ia mendorong tubuh Revan dan beringsut menjauh. Revan tertunduk
Lalu bagaimana dengan para penonton ????? mereka tampak kecewa karena belum puas dengan drama yang belum tuntas. Dengan wajah double kecewa mereka meninggalkan kantin menuju kelas masing-masing, mengutuk bel yang telah menghentikan momen bagus.
Jessica bangkit dan meninggalkan Revan tanpa sepatah kata. Revan menunduk dan mengacak rambutnya dengan frustasi. Serumit inikah cintanya . jangankan cinta, untuk mendapatkan perhatian Jesica saja susahnya minta ampun. Entah apa yang membuat hati Jesica segitu bekunya. Revan mendesah pelan dan akhirnya pergi meninggalkan kantin dengan langkah lesu.
πππ
__ADS_1