
Toeetettttt~~ tiung~~ tiungggg~~ druttt~~ brottt~~~~
Suara bel sekolah yang terdengar aneh ditelinga mulai menggema memenuhi setiap sudut sekolah. Menandakan pembelajaran hari ini telah usai dan harus diakhiri kalo dilanjut bisa bisa semua siswa mati berdiri dengan keadaan otak mendidih dan badan mengering karena kebanyakan mikir, apalagi kalo mikir rumus rumus yang ga tau jawabannya. Sampai kepala pusing muter muter pun ga bakal ketemu jawabannya, seolah olah dianya emang enggan ditemui. mungkin mau nyepi dulu yak.
Begitu juga dengan Jesica anak Kelas Xll IPA 1 tampak sumringah mendengar bel aneh yang sangat ia rindukan itu. Bibirnya tersenyum sedangkan tangannya sibuk memasukkan alat-alat tulis beserta buku buku tebalnya kedalam tas.
Jesica Cokrodiningrat atau lebih akrab dipanggil Cyka merupakan primadona SMA. Saking cantiknya sampai sampai ia diberi gelar khusus Miss Beautiful Indonesia oleh kepala sekolah. Tapi sayang otaknya tak secantik wajahnya. Dia terkenal murid paling bodoh dalam segala bidang baik itu akademik maupun non akademik. Kalo istilah kerennya multitentakel, plesetan dari istilah multitalenta. Dan Hal itu membuat dirinya slalu jadi sorotan seluruh penghuni SMA. Cantik cantik otak udang.
"Cyka ngemall yuk!" ujar sita
"enggak ah sit! gue mau langsung pulang aja, capek mikir pelajaran, mau istirahat!" tolak Jesica halus
Sita tergelak mendengar jawaban Jesica
" Cyka. sayang... apa tadi? elo mikir pelajaran? cibirnya sambil tersenyum jahil
"iya kenapa?" ujar Jesica bingung
"elo tuh ya, sampe otak lo meleleh ga akan nyampe tuh materi, yang ada cuma tuing tuing.. tuing" ucap sita menahan geli. Sita sendiri heran dengan temannya yang satu ini, cantik sih cantik tapi kok bloonnya keterlaluan. Padahal kedua orang tua Jesica lulusan sarjana dengan gelar profesor. Duh ngidam apa ya mak nya dulu, punya anak kondisi otaknya separah itu.
Selain susah menerima pelajaran, Jesica juga sering membuat kesal lawan bicaranya, orang lagi ngomong apa dia ngomongnya apa. Jadi pusing sendiri kalo berdebat dengan Jesica, yang tadinya normal mendadak gila setelah dekat dekat Jesica . Tapi berbeda dengan sita, yang merupakan teman akrab semenjak taman kanak kanak. Sita sudah hafal dan mengenal luar dalam, sifat, kekurangan, dan kelebihan Jesica.
"Iss jahat banget sih Lo sit!" ketus Jesica cemberut
" Emang kenyataan kan!" ledek sita gemas
Jesica mencebikkan bibir cemberut kesal. Tanpa bicara ia berlalu begitu saja meninggalkan ruang kelas XII IPA1, dan Sita yang masih tertawa.
Ia melangkah gontai menuju toilet, menyusuri lorong kecil dengan empat pintu, lalu masuk ke salah satu pintu.
"Apa gue sebodoh itu ya?" tanya Jesica dalam hati sambil menatap pantulan bayangan di balik cermin. Jesica menyalakan kran dan membasuh wajahnya dengan kasar.
" kenapa sih elo bego banget"
__ADS_1
tanya Jesica pada bayangannya di balik cermin
"Kenapa elo ga sepintar papa mama, dan kedua kakak loo Melinda dan Aldi. Apa karena gue anak yang tak diinginkan terus dulu pas mama hamil mau gugurin gue tapi ga mati juga? terus jadinya gue lahir dengan kondisi otak konslet.
"Duh gini amat nasib gue" batin Jesica sedih.
Suasana sekolah tampak sepi, semua murid sudah pulang sejak satu jam yang lalu, kecuali Anggota OSIS yang masih berkutat memeras otak di aula untuk persiapan pentas seni bulan depan .
Jesica melangkahkan kakinya menuju gerbang. Hari ini dia tidak bawa mobil karena mobilnya lagi rawat inap. kecelakaan gara gara nabrak bebek tetangga, kemarin sore.
hey cyka belum pulang?" tanya Revan sambil menjulurkan kepalanya keluar .
Jesica menatap Revan dan tersenyum datar
"iya nih lagi nunggu sopir jemput" jawabnya sambil mengibaskan kedua tangannya ke wajah
"bareng yuk !" tawar Revan penuh harap
"elo yakin? ini udah jam empat lho, bentar lagi gerbang udah mau ditutup, yakin masih mau disini ? ini udah sepi lho semua anak juga udah pada pulang, ntar kalo kamu diculik setan gimana ?" ucap Revan menakut nakuti.
"santai aja, bentar lagi juga datang kok" jawab Jesica keras kepala
Revan mendengus kesal menginjak kakinya sendiri dengan keras. kesempatan untuk bisa dekat sama Jesica cewek impiannya itu gagal, Jesica selalu menolak dan menghindarinya. Revan tersenyum kecut dan melambaikan tangan pada Jesica. Jesica membalas dengan senyum paksa muka datar.
"ya udah hati hati ! bye" ucap Revan seraya menutup kaca mobilnya dan beranjak meninggalkan Jesica yang masih berdiri di depan pintu gerbang.
Waktu menunjukkan hari semakin sore dan mulai menggelap perlahan. Jesica gadis belasan tahun berseragam putih abu-abu masih tampak berdiri tepat di depan pintu gerbang sekolah dengan raut wajah kesal. Matanya tak pernah lepas menatap jalanan yang tampak sepi didepannya.
Ia terus membolak-balik jam tangan berwarna hitam yang bertengger di lengannya.
"udah jam lima lagi!" keluhnya sebal
Harusnya saat ini dia sudah dikamar, udah rapi udah wangi udah tiduran udah leha-leha rebahan di tempat tidur sambil pijitin ponsel. Tapi sekarang dia masih berdiri di depan gerbang, kaya orang bloon.
__ADS_1
Ada perasaan sesal tadi tak menerima tawaran Revan.
Ia kembali menatap layar ponsel dalam genggamannya dengan nanar. Sudah ratusan chating dan panggilan yang ia kirim. Tapi tapi tak ada satupun yang mengangkat telepon ataupun membalas chatnya.
" uhh pada kemana sih, kenapa coba sampe jam segini belum dijemput, apa mereka nungguin gue karatan dulu baru datang, atau mungkin mereka sengaja membiarkan gue disini terus nanti ada yang nyulik gue, habis itu minta tebusan uang ratusan juta" gerutu Jesica sebal ( korban sinetron)
Ditengah sedang asik ngedumel dalam hati tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya. Jesica mendelik saking terkejutnya. Ia langsung merinding dan pikiran negatif bertaburan memenuhi otak.
Pintu mobil itu terbuka dan seorang pria turun dengan setelan pakaian serba hitam jangan lupakan wajahnya juga ya, udah pasti hitam. Jesica langsung melangkah mundur dengan tubuh gemetar.
Orang itu terus mendekat ke arah Jesica, sesekali ia menoleh ke sekeliling.
"Siapa kamu jangan dekat dekat!"
teriak Jesica gemetar.
Namun pria itu tetap mendekati Jesica. Sedangkan Jesica semakin ketakutan.
Dalam hitungan menit Jesica sudah berada didalam mobil hitam itu dengan keadaan pingsan. Pria itu tersenyum puas menatap gadis SMA itu yang kini tertidur di pangkuannya.
Pria itu menatap wajah Jesica dengan tatapan samar.
" Bara bawa gue ke tempat yang telah gue pesan" ucap pria itu dingin
"oke kak siap menjalan tugas" jawab Bara menganggukkan kepala melajukan mobil putih itu menjauhi SMA.
Mobil hitam itu terus melaju ke arah selatan ,ke suatu tempat dimana ia telah mempersiapkan sebuah rencana besar yang akan terjadi pada gadis SMA yang kini di pangkuannya. Ia telah merencanakan semua ini jauh jauh hari, dengan penyelidikan juga persiapan yang matang.
Ia tersenyum senang dan menatap luar jalan yang sudah mulai menggelap oleh mendung, pertanda hujan akan datang.
"Kau seolah mengerti saja apa yang kuinginkan, datanglah dan temani aku malam ini bersama gadis mungil ini" bisik pria itu senang sambil membelai pipi Jesica dengan lembut.
Duh jadi deg deganš¦ apa yang akan terjadi pada Jesica. Dan siapa pria berpakaian serba hitam itu?
__ADS_1