Ayah Tiriku

Ayah Tiriku
Ijab qobul


__ADS_3

Saya nikah dan kawinkan engkau Dewantara Trisoedibjo dengan anakku Melinda Cokrodiningrat binti Raden Darma Cokrodiningrat dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang sebesar tujuh juta tujuh puluh tujuh ribu dibayar tunai


Saya terima nikah dan kawinnya Melinda Cokrodiningrat binti Raden Darma Cokrodiningrat dengan mahar tersebut dibayar tunai.


apakah sah? tanya penghulu


Sahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh................


Teriakan sah dari tamu undangan membuat merinding. Doa bersama langsung dipanjatkan sebagai rasa syukur setelah pengantin pria lancar melafalkan ijab qobul.


Jesica tersenyum menatap Dewa yang kini telah menjadi kekasih halalnya. Dengan tangan gemetar ia memasangkan sebuah cincin emas dengan ukiran huruf M di tengahnya. Sebagai tanda hormat Melinda langsung membungkuk badan mencium telapak tangan sang suami dengan takzim. Hal yang sama dilakukan oleh Dewa, memasangkan cincin pengikat ke jemari manis sang istri. Dan langsung mendaratkan ciuman mesra di kening Melinda. Hal itu berhasil membuat para jomblo meronta-ronta meruntuki nasibnya yang tak kunjung bertemu dengan jodoh mereka.


Setelah acara ijab qobul dan tukar cincin selesai , Kedua mempelai meninggalkan tempat menuju kamar untuk berganti busana. Karena acara selanjutnya akan segera dimulai yaitu Upacara panggih atau temu manten, yang berarti temu pengantin dalam bahasa Jawa, di mana kedua pengantin yang telah resmi menikah akhirnya bertemu sebagai sepasang suami dan istri. Adapun rangkaian upacara ini berisi berbagai acara-acara yang akan memantapkan kedua mempelai dalam membina rumah tangganya.


Dalam proses temu manten ini, ada satu prosesi yang di sebut balangan gantal dan sirih yang diikat oleh benang putih akan saling dilempar oleh kedua pasangan. Pengantin pria melemparkan gantal ke dada pengantin wanita sebagai tanda bahwa ia telah mengambil hati sang kekasih, dan pengantin aku wanita akan menujukan gatal ke lutut sang pria sebagai tanda bakti kepada suami.


setelah balangan gantal selesai prosesi selanjutnya ialah .Ngidak tagan/nincak endog. Yakni ritual menginjak sebutir telur ayam mentah oleh mempelai pria dilaksanakan sebagai harapan bahwa ia akan mendapatkan keturunan karena keduanya telah bersatu. Kemudian, sang istri akan membasuh kaki suaminya sebagai tanda kasih sayangnya.


Acara selanjutnya adalah Sinduran.

__ADS_1


Kain sindur berwarna merah dan putih diharapkan akan memberikan keberanian bagi kedua pengantin agar menjalani pernikahan mereka dengan semangat dan penuh gairah. Pada ritual ini, keduanya akan dibalut oleh kain sindur sembari diantar menuju pelaminan oleh ayah sang mempelai wanita.


Setelah kedua pengantin duduk di kursi pelaminan, akan dilangsungkan ritual bobot timbang , menimbang anak sendiri dan anak menantu oleh ayah pengantin wanita dengan cara memangku kedua mempelai. Kemudian, ibu pengantin akan naik ke atas panggung untuk menanyakan kepada sang ayah, siapa yang lebih berat di antara mereka. Kemudian, ayah akan menjawabnya jika keduanya sama beratnya. Dengan percakapan ini, diharapkan bahwa kedua anak mengetahui bahwa tidak ada perbedaan kasih sayang bagi mereka.


Acara berikutnya adalah Minum rujak degan


Secara harafiah, rujak degan adalah minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda. Tradisi minum air kelapa ini dilakukan secara bergilir dalam satu gelas untuk satu keluarga. Dimulai dari sang bapak untuk diteruskan kepada sang ibu sehingga diberikan kepada kedua pasang pengantin. Air kelapa ini dilambangkan sebagai air suci yang dapat membersihkan rohani seluruh anggota keluarga.


Eits masih ada tiga prosesi lagi yang harus di lewati pengantin


Kacar kucur


Dulangan


Adapun ritual saling menyuapi sebanyak tiga kali sebagai simbol bahwa kedua pasangan akan selalu menolong satu sama lain dan juga saling memadu kasih hingga tua.


Seluruh prosesi upacara dalam adat Jawa akan diakhiri dengan acara sungkeman, yaitu berlutut di depan kedua orang tua masing-masing mempelai sebagai bentuk penghormatan karena telah membesarkan mereka hingga akhirnya dapat menjalani kehidupan baru bersama pasangan.


Semua prosesi pernikahan adat Jawa itu akhirnya selesai dalam waktu kurang lebih tiga jam. Tampak wajah lelah dari pasangan pengantin. Namun senyum bahagia mampu mengusir rasa penat yang sejak pertengahan acara sudah mulai mengganggu.

__ADS_1


Melinda mendesah pelan meremas ujung kebayanya. Ternyata ribet banget ya mau jadi istri orang. Harus ini itu ah membosankan. hemm untung saja dia menikah dengan lelaki pujaannya coba kalau sama orang yang nggak pernah ia cintai atau mungkin menikah dengan lelaki tua bangka mungkin hari ini ada hari terburuk dalam hidupnya.


Ia melirik wajah tampan laki laki disampingnya yang beberapa jam lalu resmi menjadi miliknya seutuhnya. Ia terpesona dengan ketampanan suaminya itu . Ah dadanya tiba tiba berdegup kencang . Ia menarik nafas menenangkan dirinya yang semakin gelisah.


Dewa merasakan kegelisahan yang dirasakan Melinda. Tangan kekar itu meraih jemari mungil Melinda, menggenggam mencoba menenangkan lewat sentuhan hangat darinya. Melinda tersentak mendapat perlakuan mesra dari Dewa. Jantungnya bukannya normal malah semakin berdegup kencang seakan siap untuk loncat dari tempatnya.


Kamu kenapa? Bisik dewa tepat di telinga Melinda membuat dirinya merinding geli.


Melinda hanya menunduk ia nampak begitu gugup. Tak tahukah suaminya itu kalau dia gelisah memikirkan dirinya. Huh ini memang menyebalkan. Norak lu Mel. Udah Lo harus rileks nggak usah mikir macam macam. semua akan baik baik saja kok.


Kegelisahan Melinda akhirnya hilang saat acaranya telah selesai. Tinggal satu acara lagi yang wajib yaitu sesi fotbar dengan teman serta keluarga besar dari kedua belah pihak pengantin.


Akhirnya selesai juga gumam Melinda dalam hati. Sekarang aku dan dewa udah sah suami istri itu artinya nanti malam😴 oh tidak ia tak mau membayangkan, itu terlalu menakutkan baginya, tapi di satu sisi dia juga penasaran. Ah lihat saja nanti malam kekeh Melinda dengan nada senang bercampur takut.


Melinda tersenyum menatap kedua mertua papa mamanya secara bergantian. Ia menatap keluarga besarnya satu persatu. Ia merasa ada yang kurang tapi siapa? ia kembali meneliti orang di dekatnya, iya bener ada yang kurang . Ia pun mengulang kembali perbuatannya tapi tetap saja ada yang kurang. Ah Melinda menekan kepala mencoba menerka, tapi otaknya saat ini tak mau di ajak kerjasama.


Terlebih orang di sekelilingnya menatap heran karena tingkahnya yang terlihat konyol. Tapi Melinda tetep fokus menerka nerka siapa yang hilang.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2