
Jesica Pov.
Aku merasa hawa dingin menembus ke pori-poriku, menyeruak menusuk hingga ke tulang sum sum. Kurasakan tubuh ini menggigil karna tak kuat menahan hawa yang begitu dingin.
Aku tak tahu dimana sekarang, yang kurasakan saat ini tengah berada di tempat asing. Dan aku enggan untuk membuka kedua mataku. Kubiarkan saja begini. Kuraba tempat dimana aku tertidur, ranjang berukuran besar dengan tekstur empuk dan kenyal layaknya ke buah kedondong.
Karena kekepoaku terlalu gede akhirnya kubuka juga kedua kelopak mata ini yang sudah terasa gatal, ingin melihat sekeliling. Dan sebuah sinar cahaya lampu langsung menyapa menembus retina. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan karena silau, dan mulai mengintip sedikit demi sedikit melalui sela sela jari.
Kamar bercat serba hitam dengan nuansa antik memenuhi pandangan pertamaku. Ku edarkan pandanganku ke seluruh sudut kamar dengan ukuran tujuh kali delapan meter persegi, ini terlalu luas untuk sebuah kamar. Tak banyak perabotan yang mengisi kamar ini, hanya ada satu buah lemari pakaian, meja rias dan lemari kaca berisi animatur kerangka manusia. Ditambah lagi nuansa dinding yang terlihat seram.
"Duh ini kamar apa tempat hantu sih kok serem amat". aku begidik ngeri sambil meraba kulit yang tiba tiba merinding.
Aku langsung mengubah posisi ,duduk di ranjang dengan posisi leter L persegi keroak. Kembali kuedarkan pandangan menatap ruangan nuansa horor ini. Beberapa foto tampak menghias dinding siluman. Tanpa sadar kakiku mulai beranjak turun dari ranjang.
Mataku tak lepas menatap beberapa deret foto yang berjajar rapi di dinding. Namun ada satu foto yang menarik perhatianku. Dalam foto itu tampak seorang pria dengan setelan jas putih sedang menggenggam jemari perempuan bergaun dengan warna senada, dan sebuah tulisan besar tercetak di bawahnya "David Anggara & Dewi Clarosa"
Aku mengerutkan kening, berpikir mungkin orang ini yang sudah tega menculik diriku. huh ! ternyata mereka yang telah menculikku. Apa tujuan mereka melakukan ini semua? apa mereka tidak tau kalau menculikku akan rugi karna kan gue makannya banyak. Aku kembali menatap foto itu dengan tajam. Wajah pria dalam foto itu mampu menyegarkan kedua mataku, begitu indah dan sempurna tanpa cacat. Andai aku dapat memilikinya. upss mau jadi pelakor?
Terdengar suara derap langkah mendekat. Aku terlonjak .
CEKLEK
Suara bendel pintu diputar, dan seketika pintu itu terbuka lebar. Seorang pria guanteng.... seumuran om om masuk diikuti dua pelayan pria yang masing masing membawa sebuah nampan berisi makanan dan buah buahan segar di tangan. Aku menatap lapar ke nampan itu. Ya aku benar benar lapar dan aku lupa kapan terakhir makan.
"tolong taruh di situ aja" perintah om om itu sambil menunjuk meja kecil di samping ranjang.
Aku masih diam mematung tak bergerak menatap dua makhluk itu. Dua pelayan pria itu melakukan perintah majikannya tanpa bicara.
"Silahkan keluar!" usir om om itu sambil berjalan ke arah pintu menutup dan ceklek ia mengunci pintu kamar seraya melangkah mendekat ke arahku.
"Duh mama papa tolongg....." jeritku dalam hati. Badanku gemetar keringat dingin mulai membasahi tengkuk ku. Hawa dingin semakin membuat gelisah bercampur aduk dengan perasaan was-was.
Aku masih dalam posisi berdiri tepat di samping almari kaca,sedangkan telinga dan inderaku yang lain mulai mencium gerak gerik mencurigakan dari om om itu. Ya om om itu semakin dekat dan terus mendekat ke arahku.
Dia tersenyum mistis menatapku dengan tatapan aneh, sebegitu intens hingga membuat aku tersipu malu
" sudah bangun" tanya nya datar
Aku hanya diam tak menjawab, fokus merasakan hawa dingin yang tiba tiba berubah panas. Entah mungkin karena terlalu takut, atau terlalu malu karena tak mampu menolak pesonanya.
"Duh cyka sadar donk suami orang tuch jangan main embat". Aku kembali teringat bahwa om om di depannya adalah orang yang sama dalam foto itu. Dan itu artinya pria ini adalah David.
Dia semakin mendekat, tanpa kuduga dia langsung mendekap tubuhku dari belakang .Seketika aku merasakan hawa panas di bagian telinga dan leher. Nafasnya yang tak teratur terdengar jelas di telingaku.
"Apa om om ini habis olahraga ya?" tanyaku dalam hati
__ADS_1
"Entahlah mungkin juga dia habis lari dikejar anjing tetangga karena ketauan maling sendal jepit " batinku sambil merasakan deru nafas pria itu yang begitu dekat dengan wajahku, dan terdengar seperti raungan racing yang siap bertempur di medan balap.
Aku merasa geli dengan sentuhan tangannya. Dari cara dia menyentuh pipiku ,aku tahu betapa kekarnya tangan itu. Dan aku menatap tangan kekarnya yang entah kapan sudah terkalung mesra di leherku.
"hemm tangannya kekar banget euy" batinku senang ingin rasanya jemariku merabanya.
"Jesica aku mencintaimu!" bisiknya lembut
Aku terperanjat darimana dia tau namaku, bertemu pun baru kali ini. eh tadi bilang apa cinta? hohoho ini pasti hoax mana mungkin pria setampan dan sedewasa dia mencintai bocah ingusan bau kencur sepertiku. Bukannya istrinya jauh lebih cantik, aku nggak mau jadi pelakor, tapi kalo dipaksa juga nggak papa.
Dengan sekuat tenaga kucoba berontak dari pelukannya. Namun usahaku sia sia, tenaga om om tampan ini terlalu kuat untukku. Akhirnya aku mengalah dan diam, karena percuma tenagaku tak mampu mengimbanginya.
Siapa om sebenarnya? dari mana om tahu namaku? tanyaku dengan nada bergetar
"hahaha Aku ? kau tanya siapa diriku? aku orang yang sedang kasmaran dengan gadis kecil ingusan dan bau kencur " ucapnya dengan terbahak bahak.
Aku mendengus kesal mendengar jawabannya yang terdengar menyebalkan di telingaku. Bisa bisanya dia mengejekku. Huh awas saja kau om gila!
"Sekarang kau makan karena kutahu kau lapar!, dan jangan membuatku repot " perintah om tampan itu tegas, eh bukan! sekarang dia bukan lagi om tampan tapi om gila.
Aku pun mengangguk karena memang lapar. Apalagi cacing di perutku mulai demo minta asupan. Makan yang banyak, buat nambah stamina biar bisa kabur dari om gila itu.
πΏπΏπΏ
om jelek itu duduk di sampingku sambil tersenyum sinting. Aku mendengus kesal. Kenapa ada laki laki ke dia! ingin rasanya kucakar wajahnya yang semakin terlihat menyebalkan. Tak peduli walaupun gantengnya melebihi artis papan atas. Dimataku dia hanyalah orang gila.
Aku mulai berharap ada sosok laki laki yang mencintaiku datang menyelamatkanku dari tangan om jelek itu. Setelah itu dia menikahiku , dan akhirnya kamipun hidup damai aman sehat sentosa, bersama malaikat malaikat kecil.
Ah andai apa yang kubayangkan saat ini menjadi kenyataa., layaknya kisah Rama dan Shinta, alangkah senangnya. Tapi mimpi kali ya, mana ada Rama yang rela berkorban mati demi kekasihnya , yang ada hanya tukang PHP.
Aku menghela nafas kasar, mau kabur juga gimana kamar ini tertutup rapat, hampir tak ada celah untuk melarikan diri. tak ada jendela hanya ada dua ventilasi kecil itupun ada terali besi. huh kamar ini serasa bukan kamar, lebih tepatnya ruangan pengap yang diisi oleh siluman.
Ada sih pintu yang menghubungkan ke balkon, tapi kalo kabur lewat pintu itu otomatis juga buntu kecuali kalo terjun ke bawah. Ah sudahlah semoga ada keajaiban datang. Aku juga ga mau mati bunuh diri, aku masih mau hidup. huaaaa.....π malangnya nasibku
Tiba tiba om jelek itu sudah memelukku dengan lembut. Aku terkejut mendapat perlakuannya walaupun ini sudah yang kedua kali.
Tangan kekarnya membelai bahuku, aku terlena oleh sentuhannya. Hingga tanpa sadar tangannya sudah merambah kedada meremas benda di balik seragamku.
Aku tersadar mulai berontak karena yang dia lakukan sangat keterlaluan. Tapi lagi lagi aku lemah sebagai seorang wanita yang tengah berada dibawah kendali laki laki perkasa. Pada akhirnya aku hanya diam tak bergerak menahan luapan yang entah apa itu aku tak mengerti yang aku tahu aku merasakan sesuatu yang aneh telah hinggap di jiwaku.
Aku masih tenggelam dalam perasaan aneh itu dan tiba tiba kurasakan benda kenyal hinggap melum*at bibir ranumku. Apa yang dia perbuat dengan bibirku ini. Rasanya sakit seperti disengat lebah, tapi nikmat.
Aduh gimana ini bisa malu gue, pasti pada ngeledek. Ih bibirnya kok tebel ?, ih kok kek badut sih?, ihh kok ke monyet ? ihh.... dan ihhh...... entahlah apa lagi . Aku pusing untuk melanjutkan.
"Sayang aku ingin kau jadi milikku seutuhnya, dan aku akan mengikatmu dengan benih yang akan kutanam di rahimmu biar tumbuh subur dan hijau"( upsss ke pupuk aja)
__ADS_1
Aku hanya diam saat dia mengatakan itu, karena tak paham dengan apa yang barusan ia katakan.
Tangan David masih bergentayangan layaknya hantu yang haus akan mangsa. Sesekali ia mencetak tanda merah di ceruk leher. Sekarang lengkap sudah penderitaanku. Aku tak tau wujudku seperti apa. Mungkin udah berubah ke nenek lampir yang penuh luka. Karena David terus menggigit tubuhku dengan ganas tanpa mempedulikan rintihanku.
"ni orang vampir? kanibal atau drakula sih?" batinku kesal, seraya meringis merasakan tubuhku ngilu.
"Awas kau om jelek akan kutuntut kau ke ranah hukum, dan aku juga punya bukti kuat sebagai tuduhan itu. Lagian rakus banget ni orang, dikira gue ayam goreng apa. Dasar drakula". Aku terus mengumpat mengutuk om om jelek yang saat ini masih rakus melahap tubuhku.
Lagi lagi aku kembali merasakan nafasnya yang begitu dekat, meraung raung kali ini tepat berada di atas wajahku. Aku merasakan wajahku memerah. Ah bodo amat syukur syukur ada upil kering nempel di bawah hidungku biar dia jijik. Tapi kurasa tak ada secarakan aku princess masa iya upilan. Jorok banget, itu mah bukan gue kalik.
"Maafkan aku sayang! aku harus melakukan ini" ucapnya terdengar jelas di telingaku
Aku terkesiap mendengar bibirnya menempel sempurna ditelinga. Kurasakan panas merambati wajahku. Gak tau deh mukaku udah kayak apa saking merahnya. Mungkin udah kaya kepiting rebus masih dicampur cabe merah. Aku lebih fokus menahan getaran hebat dalam diriku.
Om om jelek itu seketika mendadak jadi predator kelas kakap. Dia melukaiku dan kali ini sakitnya terasa dua kali lebih sakit dari tadi. Mungkin dia mau membuat tubuhku jadi pepes ikan. batinku sedih, mengingat tubuhku yang telah kurawat seperti malika kini dirusak dalam waktu singkat oleh om predator itu.
Udara terasa semakin panas sedangkan tangan kekar itu masih menyapunya tubuhku dengan halus eh kadang juga brutal hingga membuatku semakin tersiksa. Sedangkan rasa aneh itu kembali hingga di tubuhku.
Ah perasaan apa ini, kenapa rasanya seperti minum es kelapa muda di tepi pantai. Aku menelan ludah membayangkan minum air kelapa muda di tepi pantai bersama keluarga. apalagi kalo panas panas huh nikmatnya Doble.
Author POV
David menyeringai menatap Jesica yang kini dalam pelukannya. Dia menyingkap rok abu abu milik Jesica. Kedua bola matanya membulat sempurna saat menemukan apa yang ia cari. Tangannya meraba lembah yang masih perawan itu yang membuat miliknya seketika menegang .
"Tubuhmu terlalu indah sayang dan aku harus memilikimu seutuhnya". ucapnya tersenyum sambil menahan nafas.
"Malam ini kau akan jadi milikku" ucapnya sambil menyeringai
David mengusap wajah jesica dengan lembut.
Ia mencium gadisnya berkali kali. terkadang dia juga bicara sendiri karena terlihat tak ada jawaban. Sedangkan Jesica hanya meringis menahan sakit.
"Sayang aku ingin kau menjadi milikku maaf aku harus melakukan ini padamu. Agar ini bisa jadi pengikat antara kau dan aku." ucap pria itu kembali mencium Jesica yang masih diam tak bergerak.
Waktu terus berlalu. Dentingan waktu dan dinding kamar beserta isi isinya menjadi saksi apa yang terjadi.
David tersenyum puas menatap Jesica yang kini telah menjadi miliknya. Karena dia telah menaburkan benih benih kehidupan dalam rahimnya.
Sedangkan Jesica tampak lelah tak berdaya. Ia pasrah dengan apa yang telah terjadi pada dirinya.
Β
*πππ*
Β
__ADS_1