
Jesica tampak duduk termenung di bangku taman, pikirannya melalang buana ke peristiwa silam. Bayangan kelam itu kembali hadir mengusik dalam memorinya. Samar samar tapi begitu membekas, ia tak yakin apakah itu pernah menimpanya atau hanya sekedar bayangan mimpi buruk. Ah ia selalu gagal jika mencoba mengingatnya lebih dalam.
Siapa sebenarnya diriku? mengapa aku merasa asing? pertanyaan pertanyaan itu selalu menjadi tanya dihatinya , lalu bagaimana dengan keluarga yang kini bersamanya? Entah apa yang membuatnya meragukan mereka, yang pasti dia merasa asing dengan kehidupannya saat ini. Ia kembali mendesah pekan dan menyandarkan bahunya ke tiang penyangga. wajahnya ia tengadahkan ke langit matanya terpejam dan pikiran nya melalang kembali .
David..... "tanpa sadar bibir mungilnya menyebut nama itu, dan ia tersenyum simpul. Ia kembali teringat dengan David , pria dewasa yang telah menghancurkan dirinya secara lahir maupun batin. Tapi ia tak bisa mendustai dirinya sendiri kalau ia mulai mencintai pria itu. Otak warasnya akan hilang jika mengingat sosok David yang menggairahkan. Bayangan malam panas itu tiba tiba hadir tanpa meminta persetujuannya.
"ahhh sial" Jesica mengumpat kesal kenapa ia dulu memilih kabur. Andai saat itu ia tak lari dari David mungkin saat ini dia bisa menjadi milikku, khayal Jesica . Ia mengutuk dirinya kenapa bisa menjadi segila ini jika mengingat David. Ia penasaran siapa sebenarnya pria itu? mengapa dia bisa membuat dirinya kecanduan ingin merasakan kembali adegan itu. Ia membuka mata meraih ponsel di sakunya dan jemari lentik itu langsung menari lincah mengetik sebuah nama yang telah menggangu pikirannya saat ini.
David Anggara ia tersenyum menatap foto foto pria itu di Instagram. Ia terus menggeser layarnya keatas dan mengamati instastory nya satu persatu tanpa ada yang terlewati. Bibirnya tak berhenti mendesah setiap menatap layar. Tapi ia merenggut kesal saat menemukan salah satu buah foto dimana David berpose mencium jemari tangan seorang wanita. Siapa wanita itu? tanyanya dengan nada cemburu, apa dia istrinya? ah sial ! bukannya dia juga sudah tahu kalau David memang sudah beristri. Dan foto itu bukannya foto yang berjajar rapi di dinding siluman itu. Ia tersenyum kecut menyadari kenyataan ternyata David pria yang baru saja ia cintai tak lagi sendiri.
Jesica tersenyum nakal. Terbesit niat jahatnya untuk merebut David. Bagaimanapun caranya ia akan merebut dari istrinya. Ia tak peduli jika nantinya dikatakan pelakor. Rasa dendam telah berubah menjadi cinta, David berhasil mengambil alih otak warasnya. Ya sekarang ini dia sudah gila, gila karena David. Tunggulah diriku sayang aku akan kembali padamu dan aku akan menggantikan posisi istrimu. Jesica tertawa dengan rencananya. kamu memang sudah gila..!
"Jesica... "
sebuah suara membuyarkan lamunannya. Ia menoleh menatap sosok yang baru saja memanggil namanya.
"Sita" gumannya dalam hati
"ada apa" tanya Jesica datar
Sita mendekat dan ikut duduk di sampingnya. "gue minta maaf karena udah ngejauhin lo beberapa hari terakhir ini " ucap sita tulus
Jesica diam tak membalas, ia malah membuang muka menatap jalan paving yang terlihat mengkilap karena baru saja di pasang.
" maafin gue ka.. gue tau Lo masih marah sama gue , gue bener bener minta maaf... hiks... hiks.. hiks... " Sita tak mampu menahan tangisnya.
Hati Jesica trenyuh saat mendengar isakan sahabat kecilnya itu. Ia meraih bahu Sita dan memeluknya dengan erat, dan itu membuat tangis sita semakin pecah. Jesica semakin mengeratkan pelukannya.
"udah beb ga usah nangis , gue ga marah kok" bisik Jesica lembut sambil mengusap usap punggung sita.
Sita mendorong tubuh Jesica dan menyeka air matanya yang sempat masuk ke dalam mulutnya. Asin itu yang ia rasakan. Entah kenapa Sita tak bisa jauh dari Jesica, ia merasa nyaman saat bersama Jesica. Dan selama ini dia belum menemukan sosok sahabat yang senyaman Jesica . Walaupun Jesica menyebalkan , keras kepala, egois dan suka menyiksanya tapi jujur Jesica sosok sahabat terbaik.
__ADS_1
Jesica terkikik menatap sita dengan ekspresi jahil. Sita mengernyitkan dahi. "kenapa Lo? "
"gapapa" jawab Jesica sekenanya
Sita melirik ponsel Jesica, matanya terbelalak menatap sosok di layar ponsel sahabatnya itu. Tanpa bicara ia merebut ponsel itu dari tangan Jesica.
"aaaaaaaaa ganteng bangetttttt" teriak Sita histeris
Pengunjung taman dibuat terkejut oleh teriakan Sita. Perhatian mereka tertuju pada sita yang juga belum menyadari kesalahannya. Jesica merebut kembali ponselnya dan langsung menekan tombol daya.
"Norak Lo kayak nggak pernah lihat cowok ganteng" sungut Jesica kesal lantaran ulah Sita barusan membuat dirinya tak nyaman dengan tatapan tak suka dari pengunjung taman.
Sita terkekeh menunduk malu dengan perbuatannya barusan. Tapi jujur siapa yang tidak akan histeris menatap sosok sempurna di layar ponsel Jesica. Sita penasaran, dan langsung mengebom Jesica dengan seribu pertanyaan.
"kaa... dia siapa??" tanya Sita antusias sambil mengguncang tubuh Jesica
"kasih tau nggak ya" goda Jesica terkekeh jahil
"enggak ah ntar Lo ember " tolak Jesica
"janji kali ini gue ga bakal ember" rengek sita kembali sambil mengangkat dua jari ke atas.
"dia kakak gue" dusta Jesica
"ahh ga asik ga usah boong lo.., gue tau keluarga elo, dia bukan kakak lo.." sungut sita
"hemzzz"
"atau jangan-jangan dia pacar elo!!! iya benerkan??, ah cyka buat aku aja kamu nyari yang lain lagi aja" jerit sita pelan takut jeritan nya mengganggu orang.
"bukan , dia suami orang"
__ADS_1
"what???? cyka"
Jesica mengangguk pelan
"Aduh ya ampun cyka kenapa elo mendadak jadi pelakor sich" teriak Sita tapi dengan cepat Jesica membekap mulut ember itu dengan tangannya.
"Hmmmmpppptttt.....". Sita gelagapan menepis tangan Jesica dari mulutnya.
"apaan sih main pegang pegang mulut gue, liat tuh luntur kan lipstik gue, jadi kemana mana" cerca Sita sebal.
"salah sendiri , dasar ember Lo!"
Sita bodoamat dengan omelan Jesica ia fokus membersihkan bibirnya yang mendadak tak karuan usai tangan Jesica mampir ke mulutnya.
"Masih muda bau kencur bedak setebal aspal bibir dimerah-merahin kek habis makan ayam hidup hidup" cibir Jesica sinis.
"yewww yang penting nggak ngerugiin orang lain, dari pada elo kecil kecil udah jadi pelakor!. balas Sita tak kalah sengit.
" ya gapapa" jawab Jesica enteng
"sadar kaa sadar.....!!!!, elo g boleh merebut kebahagiaan orang lain demi kepentingan pribadi. elo ga kasian apa sama anak bininya?, mereka pasti akan hancur kalau tau suami dan papanya di rebut orang lain, lagian masih banyak yang single yang belum beristri" nasihat Sita panjang kali lebar dengan nada menggebu-gebu
"Ga bisa sit gue udah terlanjur jauh dengannya"
"what " Sita kembali terkejut " maksudnya??"
" gue udah terlanjur lebih bukan hanya sekedar suka tapi cinta" guman Jesica lirih
Sita meremas tissue bekas di jemarinya, ia bingung apa yang telah terjadi dengan Jesica, kenapa sahabatnya itu mendadak tiba tiba menyukai pria dewasa yang telah beristri. Bukannya yang masih lajang banyak kenapa di memilih pria itu? ada apa dengan pria itu? apa hubungan mereka berdua ?kenapa Jesica bisa segila ini. Sita semakin bingung dengan sahabatnya itu yang semakin lama semakin aneh tingkah. tauk ah pusing .
🍁🍁🍁
__ADS_1