
*****kringggggkringggggkringg***telepon rumah gress berbunyi,
"iya siapa"jawab gress
"achel"sahut achel
"paan sihh nelpon gue,gue udah gak mau ya berurusan dengan lo lagi achel"celetuk gress sambil mematikan telpon
nya
"Ba*g**t dasar gress lihat aja nanti dia,dia kira bisa langsung putus "ujar achel sambil membantingkan vas bunga di dekat dia
setibanya menyiapkan diri(mandi)gress ingin datang ke rumah teman dekatnya untuk membicarakan hubungannya dengan achel,menurut gress achel memang anak brandalan yang dikeluarkan dari sekolah karna tingkahnya gress mau menjadikannya pacar karna tahta achell,setelah melihat perilakunya membuat gress muak dengan achell,
"lo di mana sesa,"ujar gress
"udah aku udah sampai ini di belakangamu,kau pakai baju merah gaun kan"sahut sesa di dalam hp dan melambaikan tangganya ke arah gress sembari tersenyum kecil,gress pun berjalan ke arah meja no 08,ke arah sesa,lalu mereka memesan makanan dan minuman sembari menunggu gress mengobrol dan ingin bertukar pikiran kepada sesa tentang hubunganya dengan achel dari awal sampai akhir
"menurut lohh gimana ses,sakit banget tau gak aku juga udah maless sering debat sama dia"ujar gress sambil menitihkan air matanya
"udahlah gress lo jangan nangis,nanti gue juga itu sedih,"pita sesa menenangkan gress
"gue,udah muak sama perilaku dia sama gue,gue gak suka dibentak ses,dia juga ringan tangan banget sama guee,gue capekk"seduhh gress yang dilampiri dengan tangisan kembali,bukan hanya gress yang tidak suka di kasari semua cewek juga tidak suka melihat cowok yang kasar dan ringan tangan,
"yaudah lo berhenti nangis,dan intinya lo jangan contact kin dia lagii"celetuk desa sambil menenangkan gress kembali
"makanannya udah datang,makan dulu ya,habis ini nanti sore lo datang kerumah achel dan tampar pipinya biar lo sekalian puas,dan bentak dia buat akhiri ini semua"ujar sesa ke pada gress,dengan perasaan yang mulai tenang dia mendengarkan apa yang disuruh desa,dan memakan makanan yang baru mereka pesan
"bima,aku mau fhotoo,"sahut ayasa yang duduk dilantai dan menatap bima
"emang ayasa tau,"
"tau lahh,"sahut ayasa sambil membaringkan tubuhnya di atas lantai
"ehh ayasa kau ngapain"sahut ahsan yan kebetulan lewat ke ruang tv dan duduk di sofa untuk melihat tv
"fhoto abang,sinii"sahut ayasa memanggil ahsan
"gak lah wajah pas pasan ayaa"kekeh ahsan dan bima
__ADS_1
"bima sini fhoto"pita ayasa ke pada bima,mendengar itu bima langsung rebahan juga di atas lantai dan melihat ke arah kamera yang dipegang ayasa tanpa ekspersi karna dia gak pande bergaya,wkwkkk
"bisa buat kenangan nantinya,ayasa simpan ya"sahut bima ke pada ayasa,anggukan ayasa pun menyertaii
"simpan buat kasih ke anak kelen"kekeh ahsan yang sambil nonton
"anakk"sahut ayasa yang kebingungann
"gak aya lupain,aja yang dibilng diaa"jawab bima,ahsan langsung sontak melemparkan gulungan kertas Kearah bima,
"kunaonn anjuen"pekik bima
"khilaf anjuen"sahut ahsan yang pura pura gak tau
bunda yang baru saja nampak,terlihat rapi,dan hendak mau pergi mengurus sesuatu
"\*bunda pergi dulu y,ada urusan"
bunda pun berangkat mengendarai mobil,dengan menggunakan gaun abu panjang,yangg cantik nan anggun,
"bima photoinn akuu,"pita ayasa yang berdiri di depan figur rumah bima
"euy geulis pisan aya"ucap bima
dengan begitu ayasa langsung sibukk untuk melihat hasil photo dari bimaa
"bim,keluar yok ajak aya,kita jalan jalan"ujar ahsan
"masak kayak bunda ajaa,"sahut ayasa
"Yaudah lah yok buat,uang hemat"kekeh ahsan
mereka bertiga kini menuju ke dapur sementara ayasa sibuk mencari bahan bahan nya,bima dan ahsan mala sibuk sendirii
"bima,sinii,ini bahan nya,kita buat oke"sahut ayasa dengan semangat
__ADS_1
"ayasa mau kekamar kecil dulu yaa"sahut ayasa kembali dan berjalan ke arah kamar kecil
"buat burger"jawab bima
"iyaa bima,daging nya jangan dulu y"sahut ayasa sambil berjalan menuju kamar kecill
"bima,kau letakkan tuh bluband nya dulu ke rotinya"sahut ahsan sambil memberikan bluband ke bima
"engke, eta moal cocog ekspektasi lamun kuring nempatkeun eta(nanti,gak sesuai ekspetasi kalau aku yang letak)"jawab bima sambil meletakkan blubandnya ke atas roti
tapi karna terlalu rajinnya juga bima memasak dagingnya bersamaan meletakkan blubandnya dengan raut wajah serius,padahal dagingnya belom di suruh untuk di masak,oaalaahh bima,bima nyeri sirah kuring(pening saya)
"enggak,bim"sahut ahsan
"udah bima yang penting jangan ko masak dulu dagingnya itu,aku mau mabar dulu"sahut ahsan lagi sambil menuju ke sofa tv
"iyaa,tenang "sjawab bima dengan pede nya dia
setelah ayasa balik lagi ke dapur melihat bima meletakkan bluband itu ayasa langsung mengocehh ,karna blubandnya terlalu banyak
"bima,banyakk xx,itu juga gosongg,bimaa"sahut ayasa sambil memperhatikan raut wajah bima yang terlalu serius itu membuat burger,sontak bima langsung menyengir dan meletakkan kembali bluband nya dan mematikan kompornya,sementara ahsan masih sibuk mentertawakan adiknya
"inilah nih anak ini,nyuruh nyuruh,kan betol aya,gak sesuai ekspetasi ku"jawab bima dengan maluu
"ahaa, Bima oge daging hangus nu dijieun(ahaa,bima itu juga dagingnya gosong kau buat)"kekeh ahsan kemabali
__ADS_1