
"ehy bim,suka minum gak?"kata kata itu membuatnya berhenti dari lamunan nya.
"Tidak!" jawaban singkat yang membuat semua orang yang disana terkekeh ringan.
"saudara lo,jago juga ya bim"
"ahaaa,ntar juga nyusahin gue!!" celetukan itu membuat Ahsan berarti minum menetap mata Bima.
" aku jago kaliii,,, mau nyoba" sekarang yang memberikan bir kepada laki-laki itu.
"Thanks bang" penolakan yang sangat lembut tetapi membuat semua orang terkekeh kembali dengan perilaku penolakan nya kepada ahsan.
*pulang ya sayang,ayasa nih basah kuyup,darah juga, pulang nanti jangan lupa mampir ke Apotek beli alkohol untuk luka ya!*
ratifikasi yang muncul dari layar handphone yang membuatnya terkejut Ia pun langsung berdiri dan meraih jaket kulitnya yang berwarna coklat itu.
"mau kemana?,cepat amatt!""
"mau pulang ,ikut gak!!" tanpa banyak basa-basi lagi dengan cepat bima menarik tangan Abangnya yang setengah mabuk itu.
"perih bunda" sahutnya pelan sambil mengipas-ngifas lukanya itu padahal suhu ruangan di sana sudah sangat dingin.
" kamu juga dari mana Kenapa perginya nggak sama abang Ahsan dan Bima" tidak ada jawaban dari pertanyaan itu,ia hanya duduk dengan raut wajah sedih.
" Maaf bunda"
" sudah makan malam"
"belum" anggukan kecil menyertainya dalam jawaban itu.
__ADS_1
" Ya udah itu tadi Bunda pulang bawa sop daging nanti dimakan ya"
" Iya Bunda, Bunda udah makan belum?"
" sudah"
pelukan hangat tererat diantara mereka berdua,dengan handuk basah yang menutupi baju basah milik Ayasa dengan cepat Ayasa menangis pelan dalam pelukan itu.
" kan nangis lagi memang ya kamu cengeng sama kayak Bunda dulu"
" Bunda hangat sampai ayasa lupa Kapan terakhir ayasa dipeluk oleh ibu ayasa sendiri!"
" Tadi bunda chat Ahsan enggak dibalesnya!"
" buat apa Bunda?"
"ehhhhhh, Bunda khawatir banget Sayang dehk"
*tingggtungg*
bel pintu berbunyi menandakan kedatangan seseorang tetapi kali ini Bel itu hanya berbunyi sekali. baru saja ingin membukakan pintu Ahsan dan bima sempoyongan, Bagaimana tidak adiknya yang menggendong Abangnya dengan kondisi yang mabuk.
" Bunda pegangin dulu ini anak ayam berat banget,Nyusahin aja taunya!!" geramnya
" minum lagi" aku kan pulang dari Bima membuat Bundanya menarik rambut Ahsan dengan kesal sama seperti Bima menggendong Abangnya tadi dengan kondisi yang mabuk.
" Kamu dari mana Aya" pertanyaan itu membuatnya terus menatap di garis mata milik laki-laki itu.
" Bunda istirahat aja ayah biar aku yang urus sama Ahsan"
__ADS_1
aku kan pelanan senyuman menjawabnya
" itu di meja makan ada sop kalau kamu nya belum makan nanti makan sama ayasa yah"
" Iya Bunda" senyum hangat dari Bima dan ayasa yang membuat hatinya hangat dan nyaman sementara Ahsan teler di sofa dengan ocehan aneh yang membuat mereka berdua terkadang tertawa sejenak,dan menatapnya.
"Lain kali kalau apa ikut aku aja"
" Iya iya nanti aku ikut kamu tapi kamu jangan bawel ya"
" Emang aku bawel"
" Iya dong"
"ahhaaa, Ya udah pasti belum makan kan"
" belum,kamunya?"
" belum juga aku kepingin dibuatin mie goreng sama kamu tapi kamu sakit"
" kalau makan Jangan Mi terus nggak bagus tuh kesehatan Bima"
" iya iya Nyonya Bima"
" kamu suka banget ya sama mie goreng?"
" Iya sih tapi lebih sukanya sama kamu!!"
satu cubitan di pipi Malaka di pipi ayasa Nah gini pipinya berubah menjadi pink.
__ADS_1