AYASA

AYASA
perjalanan (16)


__ADS_3

"ayaa,nanti kerumah kawan aku bentar ya mau ambil susunan makalah"sahut bima sambil mengendarai mobilnya sesekali melihat ke arah ayasa yang duduk disampingnya,anggukan ayasa pun menyertai sahutan bima,


"kringgkringgg"telepon hp bima pun seketika berbunyi


"ahsan pungut"


nama panggilan telepon pun tertera di layar bima,


"kenapa"***sahut bima di telepon


"kemana,malah orang ditinggalin"jawab ahsan,yang tengah berada di grab mobil


"privat,pulang sendiri noh bisakan ngebucin terus lo sama nabilla"sahut bima lagi


"kagak cuman lagi pengen pdkt aja"


"ehh nanti kalo loh pulang,bilang ama bunda gue tempat bascemb gue dulu,"


"okkheee"jawab bima sambil mematikan telepon nya***


ayasa yang sedang duduk disamping nya sedang sibuk mengemil snack yang ada di dalam mobil itu,dengan senang,sesekali ia memperhatikan wajah bima dari samping,tiba tiba mobil bima berhenti mendadak karna,kemunculan teman kuliahnya ,dia meminggirkan mobilnya sebentar lalu turun dari mobilnya


"bima,apa kabar"ragis river


"baik dong,kamu"sahut bima sambil menutup pintu mobilnya

__ADS_1


"yups baik juga,btw lo sama siapa bim"


"sama siapa emang nya mau lo ver"


"pacar,tunangan,atau calon istri ahaaa"kekehan kecil river menyertai


river teman kuliah bima,dia memimiliki rambut berwarna coklat juga dan hampir setinggi bima,orangnya sangat ramah,bahkan terkadang bisa cuek juga


"bima,aku mau ke toilet"sahut ayasa yang berbicara dari balik terbukanya sedikit jendela kaca mobil


"iya,iyaa,sabar ya aya"jawab bima sambil melihat ke arah ayasa dengan senyumnya


"asyekk Yaudah sana ,hati hati bim"celetuk ahsan sambil menaiki keretanya nya lagi dan memukul bahu bima.


"bimaaa"sahut ayasa sambil mengedipkan matanya


"iya aya,kenapa udah gak tahan lagi ya"reges bima sambil melajukan kendaraan nya itu


"bukan"


"terus kamu kenapa aya"


"pas semalam aku ke laut,aku ketemu sama makhluk yang persis banget sama aku bima,terus aku tanyak dehk,sama mereka,apakah mereka mengenal orang tua ku,"curhat ayasa sambil melihat ke arah bima dengan raut wajah sedihnya


"terus mereka tau"jawab bima sambil melihat ke arah ayasa juga

__ADS_1


"mereka bilang tau tapiii,orang tua ku udah gak ada,bimaaa"sahut ayasa yang kini wajahnya ditundukkan dan kini air mata ayasa membasahi paha nya dan jaket yang diberikan bima tadi.


"ayaa,aku tau kamu sangat sedih,tapi mereka pasti juga akan sayang sama kamu walau kini,kamu gak bakal ketemu sama mereka lagi"jawab bima kepada ayasa sambil menyelipkan rambut ayasa yang menutupi wajahnya,bima pun juga mengusap air mata yang tersisa di pipi ayasa,


"(angguk ayasa,dan tersenyum kecil kepada bima,dengan raut wajah yang masih sedih itu)"


"bima,aku mau jadi bagian dari kamu"


"(tersedak dan terbatuk)"


"kok tiba tiba aya bilang gitu"jawab bima


"biar ada yang sayang sama ayasa bima"


"kamu aja baik sama aku,gimana lagi sama pacarnya nanti"ujar bima sambil mengelus kepala ayasa


"iya bima,makasih ya"


"buat apa aya"


"udah sayang sama aku juga,walaupun cuman kamu,bunda,ahsan dan ayah,tapi aku lebih sayang sama bima"jawab ayasa sambil tersenyum manis yang di lontarkan ke arah wajah bima,yang membuat bima pun ikut tersenyum juga


"kamu belajar kata kata itu dari mana aya"


"darii hatii"kekeh ayasa sambil memeluk badan bima,yang sedang sibuk mengendarai mobilnya itu

__ADS_1


__ADS_2